Indonesia
NovelToon NovelToon
Dayana Dan Diandra

Dayana Dan Diandra

Status: tamat
Genre:Romantis / Patahhati / Nikahmuda / Cintapertama / Tamat
Popularitas:145.4k
Nilai: 5
Nama Author: Nonny Afriani

Kisah gadis kembar yang mendapatkan perbedaan perlakuan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nonny Afriani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29

Ferry membangunkan Dayana dengan lembut, namun sepertinya tubuh Dayana terlalu lelah, hingga tak menyadari panggilan dari Ferry. Ferry mengangkat tubuh Dayana menuju kamarnya. Dan merebahkannya di kasur. Membuka mukenahnya lalu menyimpannya di nakas. Ferry memandang wajah Dayana cukup lama.

" Cantik..." Gumamnya, namun sedetik kemudian, Ferry menggeleng kan kepala. Dan memukulnya pelan.

Ferry keluar dari dalam kamar Dayana. Lalu Ferry kembali masuk ke dalam kamarnya. Membersihkan diri, dan menyantap makanan yang di masak oleh Dayana. Ferry menatap sekeliling, rumah nya rapi dan bersih, makanan yang di hidangkan pun terasa enak. Ferry menghela nafasnya, mengingat saat Dayana meminta cerai beberapa waktu lalu.

Sebagai seorang istri, selama lima tahun ini, memang banyak berubah. Dayana sudah tidak pernah bertemu dengan teman-teman nya. Selalu berusaha mengerjakan semua dengan baik. Walau di awal-awal masih banyak yang salah. Tapi seiring berjalannya waktu, kini Dayana sudah sangat berubah.

Dayana terbangun dari tidurnya, sesaat sebelum waktu subuh masuk. Dayana bingung, kenapa tiba-tiba dirinya ada di kamar. Dayana ingat terakhir dirinya berada mushola kecil rumah itu. Dayana mulai membersihkan rumah, setelah menyelesaikan kewajibannya sebagai seorang hamba. Dayana tertegun sejenak melihat Ferry dengan baju Koko dan juga sarung serta peci, tampak begitu tampan di pagi itu. Ferry baru saja kembali dari mesjid yang tak jauh dari rumah mereka.

Ferry melambaikan tangannya di depan Dayana, karena melihat Dayana yang terdiam melihat dirinya.

" Yan...hei..."

Dayana pun langsung tersentak, dan tampak salah tingkah, ketika dirinya ketahuan memandang Ferry.

" Maaf...aku..aku..mau buat sarapan dulu. I..iya ...aku buat sarapan."

Dayana pun langsung menuju dapur, mengeluarkan bahan makanan, dan memulai mengeksekusinya. Sedangkan Ferry tampak tersenyum tipis, dan menatap Dayana dari tempatnya berdiri.

Ferry duduk menunggu Dayana menyiapkan sarapannya. Waktu masih menunjukkan pukul tujuh pagi, Dayana sedang menyiapkan bekalnya.

Ferry hanya memperhatikan setiap pergerakan Dayana.

Saat Dayana ingin kembali masuk ke kamarnya, Ferry mencekal.

" Makanlah dulu, dari malam kamu belum makan kan?"

Dayana yang melihat tangannya di pegang oleh Ferry, mencoba melepaskan secara halus.

" Gak usah, Fer. Aku makan di tempat kerja aja."

Dayana pun berlalu, sedangkan Ferry menghela nafasnya.

" Apa uang bulanan yang aku berikan kurang, sampai kamu harus ikut kerja?"

Ucapan Ferry membuat Dayana terhenti. Lalu melihat ke arahnya.

" Gak, aku cuma ingin mandiri, selama ini aku terlalu bergantung padamu. Maaf atas sikapku selama ini."

Ferry hanya terdiam. Dayana pun melanjutkan langkahnya masuk ke dalam kamar. Dayana keluar dari kamar sudah menggunakan pakaian rapi. Celana panjang di padu dengan kemeja lengan panjang berwarna peach, serta hijab bermotif yang serasi dengan kemejanya.

Seperti kemarin, hari ini pun Dayana kembali berjalan ke halte, untuk menunggu angkot yang akan membawanya ke tempat kerja. Setibanya di sana, masih juga sama seperti hari sebelumnya. Mini market itu belum buka, jam operasional mereka pukul delapan pagi, dan Dayana tiba pukul tujuh tiga puluh lima pagi itu. Tak lama, Susi pun datang, membuka pintu dan mereka mulai bekerja.

Pukul enam sore, Dayana pun pulang, hari ini banyak barang masuk, dan tentu saja membuat Dayana harus membantu merapikan barang tersebut. Dan kembali Dayana kelelahan. Tidak bisa di sembunyikan, raut wajah Dayana tercetak jelas.

Dayana tiba hampir pukul tujuh malam, kemacetan jalanan membuat Dayana terlambat tiba di rumah. Dayana sudah melihat motor Ferry berada di teras. Dayana mengucapkan salam, dan langsung menuju ke kamarnya, meletakan tas yang di pakai, lalu menaruh tempat bekal di wastafel. Dan buru-buru membersihkan diri untuk berwudhu. Waktu Maghrib sudah hampir habis.

Selesai beribadah, Dayana pun segera masuk.ke dapur. Memasak makan malam, dan lagi-lagi Dayana terdiam sejenak saat melihat Ferry yang baru datang dari luar. Dari tampilan nya sudah bisa di tebak Ferry baru saja dari mesjid.

Ferry yang melihat Dayana masih menggunakan pakaian pagi tadi mengerutkan kening, lalu pandangan nya mengarah ke mushola kecil rumah mereka. Mukenah yang di pakai Dayana masih tergeletak begitu saja. Ferry yakin, Dayana baru aja datang, sholat lalu bergegas masak.

" Kamu baru pulang?"

Dayana hanya mengangguk, dan kembali tangannya sibuk mengiris bawang serta menggoreng ikan. Ferry membantunya, dengan melipat mukenah dan sajadah yang masih terbentang, membuat Dayana membulatkan matanya.

" Gak usah, biarkan saja, biar setelah ini aku yang merapikan itu semua. Maaf."

Tangan Ferry terhenti. Dulu Ferry tak pernah mau tau apa pun, yang dirinya tau, ketika dia pulang ke rumahz rumah harus rapi serta bersih, jangan ada sesuatu yang merusak pandangannya. Ferry bisa marah. Dan sejak saat itu, Dayana selalu berusaha mati-matian agar rumah mereka terlihat bersih.

Selesai memasak, Dayana menyiapkan makan malam di meja. Dan meminta Ferry untuk segera makan. Sedangkan Dayana sendiri masuk kembali ke kamar.

Dayana kembali ke kamar untuk mandi. Tiga puluh menit kemudian, Dayana keluar dari kamar, dan langsung menuju kamar tempat dimana pakaian yang belum tersetrika berada. Dayana menyetrika pakaian yang sudah kering.

Dayana memang sedang menghindari Ferry. Sekarang dia tak ingin Ferry merasa kesal, karena selalu melihatnya. Selama ini Dayana selalu berusaha agar Ferry melihatnya. Tapi kini tidak lagi, tekadnya sudah bulat, setelah uangnya terkumpul, Dayana akan mengajukan perceraian. Dia tak ingin lagi mengungkung Ferry dalam pernikahan yang menyiksa. Sudah cukup lima tahun ini, Dayana menjadi egois. Sejak dulu Dayana sadar, bahwa kebahagiaan Ferry ada pada Diandra. Tapi keegoisan dan tamak menguasai hati dan pikirannya hingga membuat Ferry terkurung di pernikahan ini.

Hampir pukul sepuluh malam, Dayana baru selesai. Dayana keluar dari kamar setrika, dan melihat Ferry berada di ruang televisi namun makanan di meja tidak berkurang. Dayana ingin tak peduli, namun rasa sayangnya membuat dirinya membuka suara.

" Kenapa tidak makan?"

Ferry yang mendengar suara Dayana, pun melihat ke arah Dayana yag berdiri di meja makan.

" Kamu juga belum makan, kan? Kita makan bersama."

" Sebaiknya kamu makan dulu, ingat kamu punya penyakit lambung, kamu harus makan tepat waktu."

Ucapan Dayana membuat Ferry terdiam. Dayana masuk kembali ke kamarnya dengan membawa setumpuk pakaian yang sudah di setrika. Sedangkan Ferry hanya melihat Dayana yang berjalan mondar mandir sambil membawa pakaian.

" Aku izin masuk kamar kamu, menyimpan pakaian."

Tanpa mendengar jawaban Ferry, Dayana pun masuk, lalu menyusun pakaian Ferry. Dan mengganti seprei kamar suaminya itu. Setelah beres semua, Dayana pun keluar. Dayana melihat Ferry yang sedang makan. Dayana pun kembali masuk ke kamarnya.

.

.

. Assalamualaikum semua..

Terima kasih untuk semua yang masih mau membaca karyaku ini...

Mohon maaf karena cerita ini sempat terhenti beberapa waktu lalu. 🙏🏻🙏🏻

Mohon tetap like, dan vote nya ya...

Love you All♥️♥️♥️

1
Rahayu Febianti
mlz baca yg bagian dayana jd bnyk yg aq skip
falea sezi
entah g rela aja si jalang DPet semua gk ada karma hasil. merebut ih
falea sezi
cih pelacur bahagia hasil ngerebut menjijikkan
falea sezi
males bgt diandra yg menderita si jalang bahagia
falea sezi
enak bgt jalang bahagia najis
falea sezi
ortu aneh Q jg punya anak kembar gk gitu amat semua adil kali
Anonim
keren
Rahayu Retno Purwati
Luar biasa
demira icha
krg bersykur keq nya
nonsk2711
happy ending....mksh kk sdh menyajikan karya ini,di tunggu karya slnjt nya,ttp semangat n sukses sllu
Nonny Afriani: terima kasih juga atas kesetiaannya kak, tunggu ceritaku yang lain ya...
total 1 replies
Rabiatul Addawiyah
trims utk novelnya thor 🙏
Nonny Afriani: Terima kasih telah membaca cerita ini kakak,.😘😘
total 1 replies
Rabiatul Addawiyah
Lanjut thor
Rabiatul Addawiyah
Jangan iri Yana... kamu dah ngerebut Ferry dr Dian loh... masa masih mau iri aja ... toh Ferry dah cinta ke kamu, dan Dian sdh cinta ke Zaidan
Rabiatul Addawiyah
Lanjut thor
Rabiatul Addawiyah
Lanjut thor 🙏
nonsk2711
blm jadi pasutri sj dh ada konflik nih,ada apa dgn mereka???
Rabiatul Addawiyah
Lanjut thor
nonsk2711
lanjut kk,sehat sllu
Nonny Afriani: jangan lupa vote nya ya kak😄
total 1 replies
Rabiatul Addawiyah
Lanjut thor
Nonny Afriani: jangan lupa vote nya ya kak..🤭🤭😄
total 1 replies
nonsk2711
lanjut kk,kq up nya lama kk??🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!