Sejak ia masih kecil, ia ingin sekali menyelesaikan pendidikan tinggi menjadi dokter, lalu menikah. Tapi sekarang kebalikannya, ia dijodohkan saat masih menduduki bangku SMK kelas 11.
gimana penasaran kan sama ceritanya? biar ga penasaran mending dibaca><
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sitifauzia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dikejar om ceo posesif, Bab29
Beneran hamil?!
jam sudah menunjukkan pukul 07.00 pagi dini hari, Namun zia dan fandi takkunjung bangun hingga pada akhirnya fandi pun terbangun
"sayang" panggil fabdi namun tak ada sautan dari zia
"yangg" panggil fandi lagi
"hmm" jawab zia
"bangun yuk, udah jam segini" ucap fandi
"huaammm, mas duluan aja deh sana. Aku masih ngantuk" ucap zia menarik selimutnya kembali
"yasuda, mas mandi dulu ya" ucap fandi
"hmm" jawab zia
fandi langsung berjalan kearah kamar mandi untuk berbersih badan. Selesai mandi, fandi langsung membangunkan zia untuk sarapan
"sayanggg" panggil fandi saat duduk disamping zia
"hmm" jawab zia
"sarapan dulu yuk" ajak Fandi
"hmm" jawab zia saat bangun dari tidurnya. kemudian berjalan kearah kamar mandi untuk cuci muka dan gosok gigi
"gak mandi yang?" tanya fandi
"enggak mas, lagi mager" jawab zia
"yasuda yuk sarapan" ucap fandi lalu dianggukin oleh zia. Kemudian mereka pergi menuju kearah ruang makan
"mas, mas jangan duduk disebelah aku deh" cegah zia saat fandi ingin duduk disebelahnya
"kenapa?" tanya fandi
"muka mas jelek banget. Sana deh duduknya agak jauhan dikit" ucap zia. Fandi pun akhirnya memutuskan duduk disebelah iqbal
"sabar bro" bisik iqbal
"hadehhh, iya bang" balas fandi
"maa, aku mau tempe goreng, perkedel ayam, sayur bayam sama ikan sambelnya ma. Nasinya yang banyak ya maa" ucap zia
"iya sayang sebentar mama ambilkan ya" ucap sanita kemudian mengambil kan lauk sesuai dengan permintaan sang anak
"ini sayang" ucap sanita seraya memberikan piring yang berisi lauk juga nasi kepada zia
"makasih maa" ucap zia
"sama sama sayang" jawab sanita
"mas, mas ngambil sendiri aja deh. Aku lagi mager" ucap zia sambil memakan makanannya
"baiklah" jawab fandi
"sayang, gak boleh gitu ih sama suami" ucap sanita
"gapapa maa. Lagian mas Fandi juga gak keberatan kan mas" ucap zia
"i-iyaa maa, gapapa kok" jawab fandi
"nahhh, gapapa maa" ucap zia
kemudian merekapun memakan makanannya masing-masing
"enak banget maa" puji zia
"makasih sayang. Kamu gak tambah?" tanya sanita
"Enggaa maa, soalnya tadi mama udah ngambilinnya banyak banget maa. Jadinya kenyang deh" ucap zia.
selesai makan, mereka langsung duduk di taman belakang yang sangat rindang juga sejuk
"ziaa, ikut mama yuk" ucap sanita seraya menggandeng tangan zia
"kemana ma?" tanya zia
"udah ikut ajaa, yukk" jawab sanita
zia mengangguk lalu mengikuti langkah sanita hingga pada akhirnya sampai didepan pintu kamar mandi lantai bawah
"kok kearah kamar mandi maa?" tanya zia heran
"sayang mama mau nanya" ucap sanita seraya menatap zia
"nanya apa maa?" ucap zia
"kamu telat datang bulan udah berapa hari sayang?" tanya sanita
"hampir sebulan lebih maa. Hah sebulan" ucap zia kaget
"tadi mama beli testpack, kamu coba dulu gih" ucap sanita sambil memberikan testpack kepada zia
"iyaa maa" jawab zia sambil melangkahkan kakinya masuk kedalam kamar mandi
",duhh, gimana ya kalau hasilnya positif" gumam zia saat berada dikamar mandi. Setelah mengeceknya, dan benar saja. Ia positif
ceklek
pintu kamar mandi terbuka dan memperlihatkan zia yang sedang berjalan kearah sanita sambil memegang testpack sambil bergetar
"gimana sayang?" tanya sanita
"p-positif maa" jawab zia
"alhamdulilah" ucap sanita sambil memeluk zia
"k-kok alhamdulilah sihh ma" ucap zia
"emang kenapa sayang? kan kamu punya suami jadi jangan takut nakk" jawab sanita
"oh iyaa, aku kan punya suami. Aku lupaa maa" jawab zia cengengesan
"hahaha" tawa sanita
"yukk kebelakang nakk" ucap sanita
"iyaa maa" jawab zia, kemudian berjalan kearah taman belakang lalu duduk
"jadi mama mau mengabarkan kabar gembira" ucap sanita
"kabar gembira apa ma?" tanya aditya
"jadi... zia positif hamil" ucap sanita kegirangan
"kita akan punya cucu ma?" tanya aditya
"iyaa paa" jawab sanita
"alhamdulilah" ucap aditya
"serius maa?" tanya iqbal
"iyaa nak" jawab sanita
"wahh, gue bakal punya keponakan dong" ucap iqbal
"s-serius sayang?" tanya fandi
"iyaa mas" jawab zia dengan senyuman
"alhamdulilah" ucap fandi seraya memeluk zia dengan erat
"nanti kita periksa ke dokter ya sayang" ucap fandi melepaskan pelukannya
"iyaa mas" jawab zia
"selamat ya dekk" ucap iqbal memeluk zia
"makasih bang" jawab zia membalas pelukannya
...****************...
setelah sampai dirumah sakit khusus kandungan. Mereka pun langsung menuju kearah ruangan dokter spesialis kandungan
tok tok tok
"masuk" ucap dokter reza
"permisi" ucap fandi
"silahkan duduk fan" ucap reza
"makasih za" jawab fandi
"bumil?" tanya reza saat menunjuk zia
"iyaa" jawab Fandi
"widihhh, cepat amat luu. Gue aja belum nikah nikah" ucap reza
reza adalah sahabat fandi saat menduduki dibangku smk
"ck, makanya cari" ucap Fandi
"hahahah. Yauda yuk zii, kita periksa" ucap reza
"iyaa dok" jawab zia
"silahkan berbaring nona" ucap suster
"iya sus" jawab zia
"kita liat ya perkembangan janin nya" ucap reza seraya memeriksa perut zia menggunakan alat usg tiga dimensi
"janin nya sekarang sudah memasuki kandungan empat minggu, perkembangan janin juga baik" ucap reza. Dan disenyumin oleh zia juga fandi.
setelah memeriksa mereka pun kembali duduk
"tolong dijaga ya zi kandungannya, solanya kandungan kamu masih muda" ucap reza
"iyaa dok" jawab zia
"ini ada beberapa resep vitamin untuk membantu menyehatkan ibu dan juga bayinya. Ini bisa ditebus di apotik rumah sakit ya" ucap reza sambil memberikan kertas yang sudah ia tulis
"makasih re" ucap fandi sambil mengambil kertas itu
"sama sama" balas reza
"kalau begitu, kami permisi ya re" ucap fandi seraya berdiri dari duduknya dan diikuti zia
"iyaa fan" balas reza
"makasih ya dok" ucap zia
"sama sama zi" balas fandi
mereka kemudian keluar dari ruangan itu dan menebus vitamin di apotik rumah sakit. Selesai menebus vitamin, mereka langsung menaiki mobil, menuju kerumah sang mama.