Keyla tidak pernah menyangka jika ia akan dipertemukan dengan Azam kembali setelah bertahun-tahun tidak bertemu. Mereka di pertemukan dengan cerita yang berbeda. Mereka memiliki masalah di dalam rumah tangganya masing-masing.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erni Handayani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
29. Pernikahan
Beberapa bulan berlalu, kini hubungan Amira dan Bagas semakin dekat. Bahkan Bagas kini dekat dengan Alvin juga. Alvin merasa sangat senang saat Bagas berada di dekatnya.
Bahkan Alvin sudah memanggilnya papah. Sudah beberapa hari ini Amira juga memperhatikan hubungan Alvin dengan Bagas. Amira merasa jika Bagas memang sangat menyayangi Alvin.
Di halaman rumahnya Bagas dan Alvin sedang asyik bermain bola basket. Sebagai seorang pria dewasa Bagas memang bisa mengambil hati Alvin.
"Ayo kejar Alvin!" pekik Bagas saat sedang membawa bola basketnya.
Berhubung hari ini hari Minggu, Bagas sengaja menyempatkan waktunya hanya untuk Alvin. Sejak pagi-pagi sekali Bagas sudah berada di rumah Amira. Mereka kini sedang asyik bermain bola basket.
Mendengar teriakan Bagas, Alvin segera mengejar Bagas untuk merebut bola itu. Alvin merasa sangat senang saat bisa bermain dengan Bagas. Bahkan dia sudah menganggap Bagas sebagai ayahnya.
"Tunggu aku lelah pah," ujar Alvin dengan nafas terengah.
"Ayolah kejar papah baru aja sebentar," tukas Bagas.
"Hay semua sini minum dulu," timpal Amira yang tiba-tiba datang sambil membawakan minuman segar untuk mereka berdua.
"Yeay, kebetulan aku haus," sorak Alvin sambil menghampiri ibunya.
Tanpa basa-basi Alvin segera mengambil segelas jus jeruk kesukaannya dan langsung menghabiskannya.
"Wah segar sekali," ucap Alvin setelah meminum minuman itu.
"Ah kamu curang tidak mau mengejar papah," ucap Bagas sambil menghampiri Amira dan juga Alvin.
Bagas segera mengambil minumannya karena merasa sangat haus. Amira merasa senang saat melihat kedekatan diantara mereka. Amira kini merasa yakin jika Bagas adalah pria yang tepat untuknya.
"Sudah dulu mainnya ya yah aku lelah, aku mau mandi dulu," pamit Alvin sambil bergegas masuk ke dalam rumah.
"Yah baru juga main sebentar," lirih Bagas.
"Besok-besok kita main lagi yah," teriak Alvin.
"Ok!" jawab Bagas sambil mengacungkan jempolnya.
Sementara Amira hanya tersenyum menyaksikan kedekatan diantara mereka.
"Ada apa senyum-senyum?" tanya Bagas saat memperhatikan Amira.
"Ah tidak, aku hanya merasa senang saja melihat kalian berdua begitu akrab," jawab Amira.
"Kalau begitu kapan kita akan segera menikah?" celetuk Bagas.
"Apa? menikah?" tanya Amira yang merasa terkejut dengan pernyataan Bagas.
"Iya menikah, sekarang kan Alvin juga sudah bisa menerima hubungan kita. Jadi tunggu apa lagi?" jawab Bagas.
"Baiklah kalau begitu aku mau kita segera menikah," timpal Amira dengan malu-malu.
"Apa? aku tidak dengar?" tanya Bagas yang pura-pura tidak mendengar ucapan Amira.
"Aku mau menikah denganmu," ujar Amira yang sedikit mengeraskan suaranya.
"Alhamdulillah," ucap Bagas yang tersenyum bahagia.
Sejak saat itu hubungan mereka berlanjut ke jenjang yang lebih serius. Bagas merasa sangat bahagia karena penantiannya selama ini ternyata tidak sia-sia. Bagas juga tidak pernah bermimpi jika Amira akan menerimanya secepat ini.
Setelah mendapatkan lampu hijau dari Amira, Bagas segera mempersiapkan pernikahan mereka. Bagas ingin pernikahannya di laksanakan secara meriah.
"Terima kasih Amira," ujar Bagas sambil memeluk kekasihnya.
"Terima kasih untuk apa?" tanya Amira yang merasa terkejut karena Bagas tiba-tiba memeluknya.
"Terima kasih karena sudah menerima ku," jawab Bagas.
"Ya Bagas, aku berharap jika ini akan menjadi pernikahanku untuk yang terakhir kalinya."
"Ya Amira aku janji aku tidak akan pernah mengkhianatimu dan akan selalu membahagiakan mu," ucap Bagas dengan penuh keyakinan.