Bara Aditya Nugraha,laki laki dengan ketampanan dan kecerdasan sempurna,mebuatnya menjadi kesayangan ketua King Cobra geng motor yang terkenal dengan sikap tercelanya,dan hal itu memicu rasa iri dari mario kawan se-geng motornya hingga ia merencanakan hal licik pada Bara,dan hal itu menjadi awal pertemuanya dengan Senja,gadis sederhana yang akan mengajarkan pada Bara tentang arti cinta dan kesetiaan
yuk langsung simak kisahnya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sarpi Na, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 28
Senja bahagia,karena kini kakaknya itu sudah mau menerima dirinya lagi,ia berharap kakaknya akan mau kembali kerumah dan menjadi Cahaya yang dulu,kakak perempuan kebanggan sang ayah
Namun berbeda dengan Senja,di balik tubuh Senja,Shela tersenyum smirk,karena berhasil mengelabui sang adik
Shela melerai pelukan dengan sang adik,ia menggenggam tangan adiknya dan menatap mata yang memancarkan kebahagian itu
"sekali lagi terima kasih Sen,kamu memang adik yang baik,kakak salah menilaimu selama ini"ucapnya sendu penuh kepura puraan
"tidak begitu kak,sekarang kakak sudah sadar dari koma,fokus pada kesembuhan kakak,setelahnya kita pulang kerumah ayah"balas Senja,penuh harap
"tidak Sen,kakak tidak pantas kembali ke rumah itu,kakak malu"ucapnya sambil menunduk menunjukan rasa sesal yang terlihat nyata
"kak,tidak perlu malu,semua orang pernah melakukan kesalahan,mari perbaiki semua itu kak,ayah pasti senang jika kakak mau kembali dan memperbaiki keadaan"jawab Senja panjang lebar,ia tahu kakaknya tidak mungkin mudah berubah begitu saja,namun ia berharap mampu mengembalikan jalan kakaknya yang salah itu di saat kondisi kakaknya yang kini tengah terpuruk
Ia berharap kakaknya dapat melihat ketulusan dan kasih sayang dari nya,ia akan berusaha pelan pelan masuk kedalam ruang yang sunyi penuh luka itu
"Sen,kakak lelah ingin istirahat"jawab Shela seolah ingin menghindar dari pembahasan itu,padahal hal itulah yang ia inginkan kembali kerumah lalu pelan pelan menguasai rumah serta seluruh kekayaan peninggalan sang ayah
"baiklah istirahatlah kak,aku akan menginap malam ini,untuk menemani kakak"jawab Senja yang paham kakaknya tak ingin meneruskan pembahasan itu,ia tak ingin memaksa sang kakak
"tidak Sen,kamu pulang lah,istirahatlah juga jaga kesehatanmu,kakak tak apa di sini sendiri"jawab Shela
"tapi kak,_"namun belum selesai Senja menyelesaikan kalimatnya,ucapanya sudah di potong oleh perkataan kakaknya
"tak apa Sen,pulang lah,kakak ingin sendiri"jawaban final yang tak bisa di bantah
"baiklah"balas Senja,yang tak ingin merepotkan kakaknya"aku pulang kak,kakak istirahatlah,besok pagi aku datang lagi"imbuhnya
"huum"balas Shela dengan menganggukan kepala,lalu Senja segera beranjak pergi,keluar dari ruangan itu,berjalan melewati beberapa perawat yang lalu lalang
Tujuanya kini ia ingin menemui sang dokter guna menanyakan keadaan kakaknya,namun saat ia menuju ke ruangan dokter ia di hadang oleh seorang suster di depan pintu
"maaf nona anda mencari siapa"tanya nya
"saya ingin bertemu dokter Andre,dokter yang menangani kakak saya "jawab Senja
"maaf nona,tapi dokter Andre kini sedang menjalani operasi darurat di ruang operasi,jadi tidak bisa menemui anda"jawab suster itu panjang lebar
"saya akan menunggunya suster,kira kira berapa lama"tanya Senja
"maaf nona,sebaiknya anda pulang saja karena,ini operasi yang kritis tidak tahu berapa lama dokter Andre dan teamnya menyelesaikan operasi itu"jawab suster panjang lebar
"baiklah"jawab Senja setelah berpikir sejenak,lalu pergi meninggalkan suster itu dan berjalan melewati lorong lorong rumah sakit menuju ke tempat mobilnya terparkir tujuanya adalah untuk pulang kerumah
Flashback
Setelah kepergian Senja,Shela mengulas senyum smirk yang mengerikan,menatap pintu yang tertutup
Ia meraih benda pipih yang ia sembunyikan di bawah bantal,lalu menghubungi seseorang
Setelahnya ia letakan ponsel miliknya itu di telinga seraya berkata"lakukan tugasmu dengan benar"ketika panggilanya tersambung,lalu ia mematikan panggilan itu setelah mendapatkan jawan dari seberang"baiklah"
Shela sudah memprediksi sebelumnya bahwa Senja pasti akan menemui sang dokter untuk menanyakan kondisi tubuhnya,sementra Andre sedari tadi tak dapat di hubungi,entah kemana dokter palsu itu pergi
Flashback off
Mobil yang Senja kendarai kini tengah memasuki gerbang rumah miliknya
Ua memarkirkan mobil miliknya lalu turun dan berjalan masuk kerumah
Ia di bukakan pintu oleh pelayan,ia lalu masuk kedalam kamar,dan kedatanganya tadi semenjak masuk gerbang sampai masuk kamar tak lepas dari pengamatan Bara dari teras samping,namun Senja tak menyadari hal itu
Ia sedang menikmati secangkir kopi di teras samping saat mobil Senja memasuki gerbang,ia berdiri dan memasukan kedua tanganya kedalam saku celana depan
Ia berdiri mengamati pergerakan Senja,dan berjalan masuk saat Senja juga masuk ke rumah,namun ia membiarkan Senja melangkah kan kakinya ke kamar,tanpa menyapanya
Entahlah tak ada yang dapat mengartikan tatapan matanya kala itu
Saat makan malam tiba,Bara meminta pelayan untuk memanggil Senja makan malam
Namun hingga 15 menit menunggu Senja tak juga turun padahal tadi pelayan bilang jika Senja akan segera turun
Bara yang sebenarnya masih kesal dengan Senja namun nyatanya tak dapat mengurangi kekhawatiranya terhadapnya
Ia menuangkan nasi,dengan lauk kedalam piring,dan menaruhnya pada nampan dan segelas air putih,melupakan egonya dan mengantarkan makan malam itu kekamar Senja
Ia mengetuk pintu lalu masuk ketika mendengar sahutan dari dalam yang menyuruhbya masuk
Senja menyuruh masuk ketika mendengar pintu di ketuk,ia mengira jika itu pelayan
Di dalam kamar Senja sibuk dengan ponselnya,entah apa yang ia lihat,nemun ia tak menoleh sedikitpun hingga ia tercengang ketika mendengar suara baritoan yang memasuki gendang telinga,suara yang ia tahu itu milik siapa
Bara tak ambil pusing dengan sikap Senja,ia meletakan makan malam milik Senja di nakas samping tempat tidur seraya berkata "makanlah"lalu berbalik dan keluar dari kamar,menutup pintu pintu pelan
Senja menatap tubuh Bara yang hilang di balik pintu,lalu menoleh pada nampan berisi makan malam yang Bara bawa tadi
Ia meletakan ponsel miliknya lalu mengambil nampan itu,ia melihat makan malamnya dan tersenyum simpul,ia senang karena meski hubunganya dengan Bara sedang tidak baik baik saja,nyatanya Bara masih memperhatikanya
Ia menyendok nasi dan memakanya,ia habiskan nasi dalam piring itu,padahal awalnya ia enggan untuk makan malam karena tak merasa lapar
Setelah nya ia meletakan nampan berisi piring kotor itu kembali ke nakas,dalam hati ia berjanji untuk memperbaiki hubunganya dengan Bara,besok
Namu hal berbeda terjadi pada Bara,jika Senja makan lahap Bara justru hanya menyuapkan makan malamnya beberapa sendok,ia tak berselera makan
Setelah tadi keluar dari kamar Senja,Bara kembali ke meja makan,ia lapar sekali
Namun ia hanya makan sedikit,makanan yang masuk ke mulutnya,rasanya begitu hambar
Setelah nya keluar dan kembali keteras,menikmati belaian angin malam pada wajahnya,berharap kekosongan yang tiba tiba ia rasakan dalam hati menghilang