Egista Adenbele , Adenbele marga viscount yang terkenal akan keserakahannya dan egista adalah orang yang anti sekali dengan hubungan romansa,bahkan dia dijodohkan dengan Putra Mahkota saja dia tidak mau,dia berencana untuk melepaskan perjodohan itu dengan bersekolah di akademi bangsawan yang sangat terkenal tetapi ternyata apa yang terjadi dengannya berbalik dari keinginannya yang ingin hidup sendiri tanpa seorang lelaki.
Ada konten dewasanya ygy,jd semoga kalian bijak dalam membaca
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kensujishisu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Illian Esta part
"Pangeran Loutis-Pangeran Loutis dimana ya,apa aku melewatkan beberapa halaman."Ucap Esta pelan sambil membuka perlembar buku itu.
Mata Esta tertuju dan berhenti pada satu halaman yang berhenti dihalaman 102,Esta mengusap kedua matanya dan melotot mengarah ke halaman itu.
"Eh Ciel?..."Sontak Esta langsung mendekatkan matanya ke tulisan buku itu,wajah Ciel orang yang tidak asing itu membuat kelopak mata Esta membesar.
Ha?Pangeran Loutis Derbiane?apa aku salah liat?ini seriusan?eh tapi kalau diingat" lagi selama kejadian yang ku alami,semuanya mencurigakan..(...)Ciel?kamu Pangeran yang selama ini ku cari?demi apa?Astaga bagaimana aku bisa sebodoh ini dan kenapa dia berbohong.
BRAK
Esta memukul meja nya,kedua bola matanya membesar ia menggertakkan giginya merasa kesal,dadanya menggebu-gebu ia langsung keluar dari kelas dan menghentakkan kedua kakinya dengan cepat.
"Eh?Kenapa dia?"Ucap Fere bola matanya mengikuti Esta yang keluar dari kelas,Fere hampir berdiri namun ia gagalkan karena ia takut dicurigai oleh Esta jika mengikuti wanita itu sekarang.
Dia tampak marah,apa yang bisa membuatnya marah segitunya?ahh..bahkan aku gabisa membuat dia marah seperti itu,aku ingin membuatnya marah lagi..bagaimana jika ada seorang selain aku yang membuatnya marah!(Batin Fere kesal)
......
Esta menghela nafas wajahnya sangat pucat sekarang,ia berada di bundaran air mancur,taman bangsawan yang ditumbuhi bunga-bunga yang sangat ramai.
Bayangan wajahnya yang berada di sekitar air mancur tampak sangat bingung dan frustasi,banyak pikiran yang berkecamuk di otaknya itu.
Astaga naga,gimana ini,semua rencana ku yang dari awal sudah ku persiapkan sia-sia dan untuk apa dia berbohong?apakah dia mau menguji ku sebagai calon tunangannya?tapi apapun itu aku tidak bisa marah ke dia,bahkan aku sudah menceritakan secara detail tentang keinginanku,namun dia gak marah,dia nampak sedih,gimana aku mau menghadapinya jika ketemu nanti,tapi bagaimanapun hal ini harus diselesaikan,aku harus berbicara dua mata dengannya dan alasan apa dia berbohong,astaga Ciel padahal aku sudah menceritakan semua nya ke kamu tapi kamu masih ingin menutupi hal itu.(Batin Esta yang terkalut dalam pikirannya)
"TATAA!!"Teriak Illian dari jauh yang melambaikan tangannya kearah Esta,Esta yang melihat itu membalasnya dengan lambaian lemas dan senyuman yang terpaksa.
Disaat seperti ini ia sebenarnya tidak ingin bertemu dengan seseorang,namun Esta orangnya sangat tidak enakan,apalagi kepada seseorang bangsawan yang lebih tua darinya.
"Eh kamu ga masuk kelas?Udah mau bel loh."Tegur Illian sambil duduk disamping Esta,yang membuat Esta terkejut dan mencari posisi yang berjarak dengan Illian.
Illian yang akan sadar hal itu melihat posisi Esta yang semakin menjauh,Illian sangat jahil dan kemudian malah mendekatkan dirinya agar semakin dekat dengan Esta.
"Kenapa ya?"Tanya Esta datar,Illian yang melihat Esta berekspresi begitu lantas tertawa dan dibalas tatapan aneh oleh Esta sambil menaikkan kedua alisnya.
"Hahhahahhaa."
"Hah?apa yang lucu deh?kan aku nanya."Sentak Esta kesal.
"Oh engga,kamu tampaknya ga suka deh aku disini,yaudah deh aku pergi aja."Jawab Illian yang hendak mengangkat tubuhnya dari kursi,Esta yang sigap langsung memegang tubuh Illian dan menjatuhkannya ke kursi.
"Eh,engg..enggak apa-apa,kamu duduk aja,maaf kalau misalnya kamu mikirnya begitu."