Elena Brianna Veronika gadis muda yang dijodohkan oleh kedua orang tuanya karena untuk membalas Budi kepada orang lain yang sayangnya hubungan itu kandas karena sesuatu hal yang tidak pernah Elena duga sebelumnya. Dan sayangnya karena kejadian itu membuat Elena gila dan terus menggila untuk membalas semua rasa sakitnya kepada orang tersebut.
"Kenapa kamu melakukan ini semua Elena?"
"Kau sudah menghancurkan hatiku, kamu sudah menghancurkan semua yang aku rasakan kepada mu dan itu sangat membuatku hancur. Jadi jika kalian bisa membuatku hancur kenapa aku tidak bisa membuat kalian ikut hancur bersamaku?"
"KAMU MEMANG SUDAH GILA ELENA!"
"YA AKU MEMANG SUDAH GILA! CINTA ITU MEMBUATKU GILA!"
~~~
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yuniar Febriyanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 29
"Mata mu hts an, baru kemaren lagi aja asing, gak tau deh gue sama jalan pikirannya laki-laki. Padahal gue rasa gue gak jelek-jelek amat buat dipacarin, tapi entah kenapa gak ada laki-laki pun yang tertarik sama gue," heran Vania yang entah kenapa dia merasa bahwa laki-laki tidak ada yang minat dengan dirinya.
"Ya udah sih mungkin emang belum jodohnya aja ya, lagian lo tuh masih muda tahu. Apalagi gue ini nikah muda, mana punya suaminya masih suka ke mana-mana, gak enak," nasehat Elena kepada Vania yang menyarankan untuk tidak cepat-cepat menikah.
"Emangnya kalo udah nikah juga masih bisa selingkuh?" tanya Vania dengan polosnya.
"Banyak hal yang kaya gitu, udah dinikahin juga pastinya bakalan di Selingkuhin. Apalagi kalo ceweknya habis melahirkan, pasti dari perubahan fisiknya itu ada," ucap Elena mengingat perjuangan seorang wanita untuk memberikan gelar ayah kepada suaminya.
"Ya kalo bikin perubahan fisik kenapa cowoknya mau punya anak? kan lagian sekarang ini udah gak aneh lagi kan kalo cowok suka jajan di luar?" tanya Vania lagi dan Elena hanya bisa tersenyum tipis.
"Gue gak bisa bilang mana yang baik mana yang jahat, tapi yang jelas itu semua gimana dari dirinya masing-masing aja," ucap Elena yang memang tidak ingin membuat Vania takut akan hal yang namanya pernikahan.
"Menurut lo itu, kalo nikah itu bikin takut gak sih?" tanya Vania yang penasaran dengan bagaimana rasanya menikah dengan seseorang.
Elena yang ditanya seperti itu sedikit terdiam, dia bingung mau berbicara bagaimana.
"Menikah itu gak bikin takut sih, yang bikin takut tuh ya takut salah pasangan aja. Gak mungkin banget kan kita nikah sama orang yang hari-hari nya bikin kita emosi terus?" tanya Elena dan Vania menganggukkan kepalanya mengerti.
"Iya sih bener, jadi ya udahlah kita langsung aja pergi ke dokter kandungan aja. Biar bisa cepet-cepet tahu ada bayi nya apa enggak," ucap Vania yang tidak sabar untuk melihat atau mengetahui janin Elena.
"Ya udah gas aja lah kita," ucap Elena dan dia pun pergi keluar tanpa basa basi, dan Vania pun mengikuti dari belakang.
Tak butuh waktu lama, akhirnya mereka berdua sudah tiba di dokter kandungan, dan sang dokter pun menyambut kedatangan mereka dengan suka cita. Karena dokter tersebut masih bersaudara dengan Elena yang bernama dokter cinta.
"Ya ampun Elena kamu kemana aja toh, kenapa baru muncul sekarang?" tanya Dokter Cinta dengan cepaka cepiki dengan Elena dan juga Vania.
"Aku ada aja sih di rumah Dok, cuman ya emang jarang pergi jauh aja," ucap Elena yang masih memanggil Cinta dengan sebutan dokter.
"Panggil nama aja gak apa-apa kali Elena, lagian kita ini masih seumuran," ucap Dokter Cinta dan Elena tersenyum tipis.
"Iya dah, eh gue ke sini mau cek kandungan gue ini. Tapi gue gak tahu ini gue hamil apa kagak,* ucap Elena yang langsung to the point kepada Dokter Cinta.
"Lah emangnya lo gak cek dulu apa pake testpack?" tanya Dokter Cinta dengan memandang heran ke arah Elena.
"Boro-boro dicek pake tespek bu dokter, dia telat haid aja baru ngeuh tadi," ucap Vania yang membalas ucapan dokter Cinta.
Dokter Cinta yang mendengar hal itu hanya bisa geleng-geleng kepala saja, memang tidak pernah berubah dari dulu kalo Elena ini selalu saja membawa sesuatu hal dengan santai.
"Ya udah sini periksa dulu," ucap Dokter Cinta dan menyuruh Elena untuk berbaring di ranjang yang memang sudah di Persiapkan.
Dan Elena hanya menurut saja dan dia pun merebahkan dirinya di atas ranjang itu dan dokter cinta pun langsung memeriksa perut Elena untuk mendeteksi apakah di dalam perut Elena ini ada bayi nya atau tidak.