Indonesia
NovelToon NovelToon
Dikhianati Keluarga, Dicintai Sang CEO

Dikhianati Keluarga, Dicintai Sang CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Anak Genius / Dunia Masa Depan
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: Winna Yun

Dikhianati oleh keluarga yang seharusnya menjadi tempat pulang, Arunika kehilangan segalanya dalam satu malam. Difitnah sebagai anak pembawa sial, diusir dari rumah, dan dirampas hak warisnya demi ambisi mereka. Tak ada yang percaya pada tangisnya, bahkan pria yang pernah ia cintai pun memilih berpaling.
Saat hidupnya berada di titik terendah, takdir mempertemukannya dengan Kael Adrian, seorang CEO muda yang dingin, berkuasa, dan ditakuti banyak orang. Di balik sikapnya yang sulit ditebak, Kael justru menjadi satu-satunya orang yang berdiri di sisi Arunika ketika seluruh dunia meninggalkannya.
Namun, cinta mereka tidak datang tanpa harga.
Rahasia besar tentang kelahiran Arunika mulai terungkap. Pengkhianatan keluarganya ternyata hanyalah awal dari konspirasi yang telah disusun selama puluhan tahun. Orang-orang yang dulu membuangnya kini ingin merebutnya kembali, bukan karena penyesalan, melainkan karena sebuah warisan yang mampu mengubah segalanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Winna Yun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab - 29 Keluarga Wilson

Panggilan itu berakhir, tetapi suasana di ruangan tetap terasa berat. Adrian masih berdiri di dekat jendela ketika Raka kembali masuk membawa satu dokumen tambahan.

"Tuan."

Adrian menoleh.

"Ada satu informasi lagi."

"Apa?"

Raka meletakkan sebuah map berwarna hitam di atas meja.

"Nama keluarga pria itu."

Adrian membuka map tersebut, Di halaman pertama terdapat sebuah nama keluarga yang selama ini cukup dikenal di kalangan bisnis.

WILSON.

Tatapan Adrian berubah.

"Keluarga Wilson?"

Raka mengangguk.

"Dia bukan sekadar anggota keluarga."

Raka menarik napas.

"Dia adalah putra tertua keluarga Wilson."

Adrian terdiam.

Keluarga Wilson.

Salah satu keluarga paling berpengaruh yang selama bertahun-tahun memiliki hubungan bisnis dengan berbagai perusahaan besar.

Dan yang lebih mengejutkan...Nama keluarga itu ternyata memiliki hubungan langsung dengan Arunika.

"Jadi..." Adrian menatap dokumen tersebut.

"Arunika adalah putri keluarga Wilson?"

"Secara biologis, iya."

Rahang Adrian mengeras.

"Kenapa dia bisa sampai hidup tanpa mengetahui identitas keluarganya sendiri ? Dan mengganggap orang lain sebagai ayah."

"Kami masih mencari jawabannya."

Raka membuka halaman berikutnya.

"Ada satu kejadian sekitar dua puluh tahun lalu. Saat itu, terjadi perselisihan besar di keluarga Wilson."

"Perselisihan?"

"Lebih tepatnya, perebutan hak waris dan konflik keluarga."

Adrian mengangkat wajah.

"Dan Arunika?"

"Diduga disembunyikan."

Ruangan mendadak sunyi.

"Disembunyikan dari siapa?"

"Semua orang."

Raka menatap Adrian serius.

"Termasuk keluarga Wilson sendiri."

Adrian mengepalkan tangannya.

"Jelaskan."

"Menurut catatan yang kami temukan, ada seseorang yang membawa bayi perempuan keluar dari kediaman Wilson setelah sebuah kejadian besar. Bayi itu kemudian kehilangan identitas aslinya."

Adrian menatap foto lama yang terlampir di dalam map.Seorang wanita muda, Seorang pria, Dan seorang bayi kecil yang digendong di antara mereka.

Di belakang foto terdapat tulisan tangan yang sudah mulai pudar.

'Jika sesuatu terjadi pada kami, lindungi anak ini.'

Adrian membaca kalimat itu beberapa kali.

"Siapa wanita ini?"

"Ibu kandung Nona Arunika."

Adrian terdiam.

"Dan dia?"

Raka menatapnya.

"Ayah kandungnya."

Adrian kembali melihat foto itu, ia memahami kenapa pria itu selalu memandang Arunika dengan tatapan seperti seseorang yang sedang melihat sesuatu yang pernah hilang dari hidupnya.

Bukan sekadar seseorang yang dikenalnya, Melainkan anaknya sendiri. Di tempat lain, sebuah mobil hitam berhenti di depan sebuah restoran yang cukup sepi.

Pria yang selama ini mengawasi Arunika turun dari mobil. Wajahnya terlihat jauh lebih tua daripada foto yang Adrian lihat, tetapi sorot matanya tetap sama.

Ia masuk ke restoran dan menemukan Adrian sudah duduk di sudut ruangan. Pria itu berhenti beberapa langkah dari meja.

"Kamu akhirnya datang."

Adrian menatapnya.

"Karena saya ingin jawaban."

Pria itu duduk perlahan.

"Jawaban tentang Arunika?"

"Ya."

Hening beberapa detik Kemudian Adrian meletakkan sebuah foto di atas meja. Foto keluarga Wilson. Pria itu langsung terdiam.

"Sudah berapa lama Anda tahu?"

Tidak ada jawaban.

"Berapa lama Anda tahu bahwa Arunika masih hidup?"

Pria itu menatap foto tersebut.

"Sejak pertama kali aku melihatnya."

Adrian menyipitkan mata.

"Kenapa tidak mendekatinya?"

"Aku ingin."

Suaranya terdengar berat.

"Tapi aku tidak bisa."

"Kenapa?"

Pria itu menundukkan kepala.

"Karena jika aku mendekatinya saat itu, dia akan berada dalam bahaya."

Adrian terdiam.

"Bahaya dari siapa?"

Pria itu mengangkat wajah.

"Keluarga Wilson."

Adrian membeku.

"Mereka masih mencarinya?"

"Sebagian dari mereka."

"Untuk apa?"

"Karena Arunika adalah..."

Pria itu berhenti sejenak Kemudian mengucapkan kalimat yang membuat Adrian terdiam.

"Dia bukan hanya anakku."

Tatapannya berubah serius.

"Dia adalah pewaris sah keluarga Wilson."

 Sementara itu, Arunika masih berada di rumah Adrian. Ia berdiri di depan jendela sambil memandangi halaman, Sejak pagi ada sesuatu yang terasa berbeda.

Adrian menyembunyikan sesuatu Dan untuk pertama kalinya, Arunika merasa bahwa rahasia itu mungkin berhubungan dengan dirinya.

Ponselnya tiba-tiba bergetar Satu pesan masuk dari nomor tidak dikenal.

WILSON.

Arunika menatap layar tanpa berkedip.

"Wilson...?"

Pintu kamar tiba-tiba terbuka Adrian muncul, Begitu melihat wajah Arunika, langkahnya langsung terhenti.

"Arunika?"

Perempuan itu perlahan mengangkat wajah.

"Adrian..."

Suaranya bergetar.

"Kamu tahu sesuatu tentang keluarga Wilson?"

Adrian diam Dan diamnya itu sudah cukup menjadi jawaban, Arunika berdiri.

"Kamu tahu?"

Adrian mendekat.

"Arunika, dengarkan aku."

"Jawab aku."

Adrian berhenti tepat di depannya Beberapa detik berlalu sebelum akhirnya ia berkata pelan,

"Ya."

Mata Arunika mulai berkaca-kaca.

"Siapa aku sebenarnya?"

Adrian menatapnya lama Kemudian ia menggenggam tangan Arunika dengan hati-hati.

"Kamu adalah putri keluarga Wilson."

Arunika membeku.

"Dan pria yang selama ini diam-diam mengawasimu..."

Adrian menarik napas.

"Dia ayah kandungmu."

Wajah Arunika kehilangan warna.

"Ayah...?"

sebuah nama keluarga yang asing tiba-tiba terasa begitu dekat.

Wilson.

Satu kata itu keluar begitu pelan, hampir seperti bisikan. Namun bagi Adrian, kata itu terdengar jauh lebih berat daripada apa pun yang baru saja ia katakan. Arunika menarik tangannya perlahan dari genggaman Adrian.

"Jadi selama ini..."

Ia menatap kosong ke arah lantai.

"Pria yang selalu muncul dari kejauhan itu..."

"Dia ayahmu."

Arunika menggeleng kecil.

"Tidak."

"Arunika—"

"Tidak mungkin."

Suaranya mulai bergetar.

"Kalau dia ayahku, kenapa dia membiarkan aku tinggal bersama orang lain?"

Adrian terdiam Pertanyaan itu sederhana, tetapi tidak ada jawaban sederhana untuknya.

Arunika menatap Adrian dengan mata berkaca-kaca.

"Kenapa dia membiarkanku tumbuh tanpa tahu siapa dirinya?"

"Karena dia mencoba melindungimu."

"Melindungiku?"

Arunika tertawa kecil, tetapi tidak ada kebahagiaan di sana.

"Dengan cara menghilang?"

Adrian menghela napas.

"Aku tahu ini sulit dipercaya."

"Sulit?"

Arunika mengangkat wajah.

"Adrian, seluruh hidupku baru saja berubah hanya karena satu nama."

Ia menunjuk layar ponselnya.

"Wilson."

Jarinya gemetar.

"Aku bahkan tidak pernah tahu nama itu punya hubungan denganku."

Adrian mendekat satu langkah.

"Karena ada orang-orang yang tidak ingin kamu ada."

"Siapa?"

"Keluarga Wilson."

Arunika terdiam.

"Dan mereka masih mencariku?"

Adrian tidak langsung menjawab.

Keheningan itu membuat wajah Arunika semakin pucat.

"Aku benar-benar dalam bahaya?"

Adrian akhirnya mengangguk pelan.

"Karena itu aku belum memberitahumu semuanya."

Arunika menatapnya lama.

"Kalau begitu aku ingin bertemu dengannya."

Adrian langsung menggeleng.

"Tidak sekarang."

"Kenapa?"

"Karena aku belum memastikan situasinya aman."

"Aku ingin bertanya langsung kepadanya."

"Arunika."

"Aku berhak tahu siapa dia."

Adrian menatap mata Arunika yang penuh kebingungan. Ia tahu perempuan itu berhak mendapatkan jawaban.

 Tetapi ia juga tahu, satu langkah yang salah bisa membuat keberadaan Arunika diketahui orang-orang yang selama ini mencarinya.

Adrian menarik napas panjang.

"Arunika sebelum menemui nya aku kan pastikan dulu apa itu aman untuk mu mengerti?"

Arunika terdiam Nada suara Adrian tidak terdengar seperti sedang melarang. Justru terdengar seperti seseorang yang benar-benar takut sesuatu terjadi kepadanya.

"Kamu akan membiarkanku bertemu dengannya?"

"Kalau aku sudah memastikan semuanya aman."

Arunika menundukkan kepala.

"Dan kalau tidak aman?"

Adrian menatapnya beberapa detik.

"Kalau tidak aman, aku akan mencari cara lain agar kamu mendapatkan semua jawaban tanpa mempertaruhkan keselamatanmu."

Mata Arunika kembali berkaca-kaca.

"Kenapa kamu melakukan semua ini?"

Adrian terdiam Kemudian jawabannya keluar begitu saja.

"Karena aku tidak ingin kehilanganmu."

1
Kiara Maulida Aizaaa
kak kita saling support yuk
Winna Yun: iya ka💪🤗
total 1 replies
the virtuso
semangat kak bikin novelnya kalau mau boleh mampir buat baca sama like novel aku GK kak
the virtuso: ok kak
total 2 replies
nischa
hai,kak aku mampir ceritanya bagus semangat kak😍mampir juga ya ke ceritaku
Winna Yun: siap kakak terimakasih kunjungan nya🤗
total 1 replies
sinnox
50k mana cukup😭
Winna Yun: agak agak miris emang🤭
total 1 replies
sinnox
Bau bau ibu tiri jahat😭
Winna Yun: iya Kaka 😁
total 1 replies
zevy_14
lanjut kk... update... update.. update🤭💪
Winna Yun: siap kakak 😁
total 1 replies
zevy_14
bagus selidiki🤭
Winna Yun: mamang haru ini🤭
total 1 replies
ciber ara
suka banget ceritanya
Winna Yun: terimakasih ka 🤗
total 1 replies
ciber ara
nextt
MPUSSPITA
semangat terus othorrr
Winna Yun: semangat kembali ka🤗
total 1 replies
MPUSSPITA
sedih banget kamu, arunika 😭😭😭
Winna Yun: iya ka ujian nya gak main main😁
total 1 replies
Nnisa
kak aku mampir nih, semangat kak💪💪
Winna Yun: terimakasih ka atas kunjungan nya🤗
total 1 replies
Swan Tiger
halo semangat author🍀🍀🍀
Winna Yun: semangat juga ka🤗
total 1 replies
Lasa Hardianti
kasian bgt nasib arunika, moga aja kena karma tuh keluarganya😌🤣
Winna Yun: sabar na nanti di bayar kontan😁
total 1 replies
helena
kasian banget arunika
helena: thor/Hey//Smile/
total 2 replies
Winna Yun
iya ka emang gak sedikit 😁
Zed Analytical Number Nine
bukan angka yang sedikit
Cilia
Nyesek banget jadi arunika:(
Winna Yun: iya bener ka
total 1 replies
Winna Yun
iya ka beda banget
Putri Ayu/PqxxyZ
beda suasana ya disana
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!