Pernikahan yang didasari cinta belum tentu selamanya akan abadi. Akan ada badai yang akan menghampiri, apakah sang nahkoda bisa mengatasinya atau tidak tergantung kesiapan diri.
Begitu juga dengan rumah tangga Ima, kebahagian yang ia nikmati hancur lebur saat suaminya punya Wanita lain dan lebih menyakitkan mertuanya ikut andil atas pengkhianatan putranya.
Ima yang sakit hati bertekad dalam hati akan membalas semua pengkhianatan suami dan mertuanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ima susanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 15
Kalau di bilang jenuh, Ima sudah jenuh dengan drama rumah tangganya. Mertua terlau ikut campur dalam urusan rumah tangga anaknya dan bodohnya lagi si anak mau saja di setir mamanya. Ima tertawa mengingat kebodohan telah menjadi lelaki itu sebagai sandaran. Bukanya kebahagian yqng ia temukan malah luka yang sangat dalam di torehkan. Luka tak berdarah tapi menusuk sampai ke hati.
Malam terasa sunyi bagi Ima. Kesendirian tak ada teman untuk berbagi. Suaminya tengah asik bersama istri kedunya. Cinta yang selalu terucap seakan hanya jadi suatu ucapan keharusan tanpa ada makna. Di tengah lamunanya ponsel Ima berdering, Ima melihat nama ibunya di layar.
"Ya, hallo ada apa bu?" ucap Ima saat menjawab panggilan ibunya.
"Kamu ga apa - apakan?" ada nada kekawatiran di sana.
"Aku baik - baik saja, bu. Ada kabar apa ibu telepon malam - malam?" tanya Ima.
"Ibu kepikiran mertua dan madu kamu saja, ibu taku mereka melakukan sesutu yang buruk pada kamu. " jelas bu Ambar.
"Ibu, tenang saja. Semuanya aman."
"Ya udah kalau begitu, maaf ibu ganggu istirahat kamu. Selamat malam."
"Malam." komunikasi langsung terputus. Meski pin maish ada luka yang ibunya tinggalkan tapi setidaknya untuk saat ini Ima masih punya tempat dan bekingan.
Karna sudah mengantuk Ima memutuskan untuk langsung tidur. Masa banyak pekerjaan hari esok yang menanti.
Sementara itu di kamar tamu, dua insan yang baru saja berbagi peluh tersenyum bahagia.
"Mas, kok ga ceraiin saja sih mbak Ima?" cicit Tina di balik selimu yang membungkus tubuh polosnya.
"Ga usah bahas itu, aku itu ga bisa ceraiin Ima. Dari awalkan kamu sudah setuju." Aldi memakai celana boxernya dan duduk di tepi ranjang sambil menatap layar ponselnya sebentar, mengecek apakah ada pesan atau panggilan dari Ima. Seharian ini Ima sama sekali tak mengirim pesan satu pun.
"Kamu cinta aku ga sih mas?" tanya Tina.
"Kalau ga cinta ngapain aku nikahi kamu." jawab Aldi ketus.
"Mas tau ga, tadi aku dan mama pergi ke mall. Aku ketemu mbak Ima."
"Ngapain dia?" cerita Tina menarik perhatain Aldi. Lelaki itu menunggu apa yang akan Tuna katakan.
"Masa teman - temannya ibu - ibu semu, tapi kalau dilihat sepintas ibu - ibu bukan orang biasa."
"Maksudnya?" Aldi merubah duduknya menghadap Tina dengan tatapan penasaran.
"Kaya orang kaya gitu mas."
"Dari mana kamu tau jika mereka itu orang kaya?"
"Penampilan merekalah."
"Penampilan bisa saja bohong." tepis Aldi.
"Beda mas, orang kaya dan berlagak kaya itu jauh bedanya. Dari gaya bicara, cara makan, fashion sudah terlihat bedanya."
"Trus mereka ngapain ?" tanya Aldi.
"Aku juga tau, mas. Aku taunya mereka itu setelah mama menghampiri mereka dan keributan kecil terjadi."
"Bisa aja itu saudara atau teman ayahnya. Sudahlah biarkan saja, sebaiknya kamu tidur atau kamu mau nambah lagi." goda Aldi.
"Apaan sih, mas. Ga ada puas - puasnya apa? Udah dua kali ga capek itu badan." Tina heran dengan libido suaminya yang tinggi membuatnya sedikit kewalahan.
"Kalau urusan itu mas ga ada puas dan capeknya." Aldi kembali menerkam Tina dan tidak memberi jeda sehingga membuat Tina kelelahan dan tertidur begitu juga dengan Aldi ikut tertidur sambil memeluk istri keduanya itu.
...****************...
Assalamualaikum kk terimakasih supportnya dan jangan lupa tinggalkan jejak berupa like dan komen serta vote yang banyak biar thor semakin semangat untuk melanjutkannya bab berikutnya 🙏🙏😘