Indonesia
NovelToon NovelToon
Menikah Dengan Duda Pengacara

Menikah Dengan Duda Pengacara

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Duda / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:3.2k
Nilai: 5
Nama Author: Ulfa Zahra

"Menikahlah denganku dan jadilah istri juga ibu untuk kedua anakku!"
Apa jadinya jika pertemuan mu dengan seorang duda beranak dua bisa mengubah hidupmu dalam waktu singkat?
Itu yang dirasakan oleh Azkia Anandita Ayunindya. Gadis berusia dua puluh satu tahun. Seorang mahasiswa dari Universitas New Student Spirit, dari jurusan PG/SD.
Pertemuannya yang tidak disengaja dengan dua gadis kecil berhasil merubah hidupnya dalam waktu singkat. Sebab, ayah dari kedua gadis kecil itu memintanya untuk menikah dengannya.
Arkanza Abbiyya Bassam.
Seorang pengacara muda yang berusia dua puluh delapan tahun. Arkanza terkenal sebagai pengacara yang selalu berhasil menyelesaikan setiap permasalahan kliennya berkat ketelitiannya.
Karena desakan dari ibu nya, yang selalu memintanya untuk menikah dalam waktu cepat, membuat Arkanza pusing. Padahal banyak wanita yang selalu mengantri untuk menjadi istrinya, meskipun mereka tau bahwa Arkanza adalah seorang duda beranak dua.
Namun sayangnya Arkanza tidak bisa

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ulfa Zahra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29

Langit mendung tanda hujan akan turun. Azkia bersiap menjalankan motornya keluar dari parkiran, tapi dihentikan oleh Karl, Naila serta Ailsie yang baru saja datang.

"Kita pulang bareng yuk. Aku mau singgah ke rumahmu, mau sekalian ketemu dengan paman Zayn dan Tante Vanesya. aku rindu dengan mereka." Ucap Karl bersemangat. Sementara itu Ailsie dan juga Naila saling pandang dan kembali menatap ke arah Azkia yang kini wajahnya telah berubah.

Menyadari wajah Azkia yang tiba-tiba berubah menjadi murung, Karl dibuat bingung karena pria itu belum tau kalau Tante vanesya telah tiada setahun yang lalu sementara Zayn sedang koma di rumah sakit.

"Ada apa Anandita. Kamu nggak mau kalau aku ketemu sama mereka. Okey, nggak apa-apa. Tapi jangan murung kayak gitu dong. Aku merasa telah menyakitimu." Ucap Karl.

"Karl, bukan Azkia tidak mau mengajakmu bertemu dengan Tante Vanesya dan paman Zayn. Hanya saja Tante vanesya telah tiada setahun yang lalu dan paman Zayn koma di rumah sakit karena kecelakaan." Terang Ailsie, berhasil menarik keterkejutan di wajah Karl.

"Tiada dan koma?" Ulang Karl tidak percaya. Kini pria itu beralih menatap wajah Azkia."Maaf Anandita, aku tidak tau kalau Tante Vanesya sudah tiada dan paman Zayn koma di rumah sakit." Ucap Karl merasa bersalah.

"Nggak apa-apa Karl. Kamu juga baru tau, tentu tidak mengetahuinya." Jawab Azkia berusaha tersenyum walaupun sebenarnya dia merasakan kerinduan teramat sangat pada kedua orang yang dia sayangi.

"Kebetulan kami mau ke rumah sakit, mau menjenguk paman Zayn. Bagaimana kalau kamu ikut juga Karl." Sambung Naila.

"Boleh. Aku ingin melihat paman Zayn." Jawab Karl mengiyakan.

"Kita naik mobilku saja, bagaimana. Biar barengan?"

"Nggak usah Ailsie, aku pakai motor saja. Soalnya besok aku kekampus mana mungkin pakai taksi." Jawab Azkia."Kalau sampai aku meninggalkan motor ini disini, yang ada habis' besok aku di amuk oleh pria menyebalkan itu." Batin Azkia.

"Kalau begitu aku ikut kamu." Ucap Karl membuat Azkia menatapnya tidak percaya.

"Kamu yakin Karl?" Tanya Azkia memastikan. Karena Azkia tau siapa Karl itu.

"Iya aku sangat yakin. Jangan mentang-mentang aku anak tunggal dari keluarga kaya aku tidak bisa mengendarai motor. Dulu saat aku di luar negeri aku kemana-mana pakai sepeda." Jawab Karl terdengar sangat percaya diri.

"Wao, merakyat banget ya kamu Karl!" Celetuk Ailsie membuat mereka tertawa.

"Tapi bagaimana dengan kendaraanmu?"

"Aku ke kampus tadi diantar sama papi, nanti pas pulang aku naik taksi."

"Emangnya nggak apa-apa Karl?"

"Ya nggak apa-apa lah, kalian kira aku bakal marah seperti anak gadis gitu." Celetuk Karl bercanda."Ayo ke rumah sakit, keburu jam besoknya habis nanti."

"Okey." Naila dan Ailsie menaiki mobil mereka sementara Karl menaiki motor kecil milik Azkia. Karena tubuh Karl yang besar serta tinggi membuat posisi duduknya lebih panjang hingga Azkia hanya mendapatkan setengah jok belakang.

"Karl, kamu menguasai semua tempat duduknya!" Protes Azkia membuat Karl senyum-senyum sendiri.

"Nggak apa-apa, biar kita kayak pasangan." Jawab Karl santai karena dia sangat senang kalau mereka duduk tanpa jarak sama sekali."Sini tanganmu."

"Buat apa?" Tanya Azkia tidak mengerti.

"Pegangan yang kuat nanti kamu jatuh." Jawab Karl, membuat Azkia mengangkat tangannya, lalu menaruhnya di bahu Karl tapi Karl malah mengambilnya dan menaruhnya di pinggangnya tidak hanya itu, Karl juga membuat tangan Azkia melingkar di pinggangnya sehingga mereka terlihat seperti sedang berpelukan.

"Karl nanti orang bisa salah paham lagi lihat kita begini." Protes Azkia ingin menarik tangannya menjauh tapi di tahan oleh Karl.

"Nggak apa-apa, biar mereka tau kalau kamu nggak jomblo lagi." Jawab Karl santai tapi tidak dengan Azkia yang malah mendengus.

"Pegangan yang kuat, kita akan berangkat." Walaupun ingin protes. Karl sudah melajukan motornya dengan kecepatan tinggi menyalip kendaraan lain sehingga Azkia reflek memeluk pinggang Karl dan membuat tubuhnya merapat lebih dekat.

"Karl, jangan ngebut-ngebut! Aku belum mau mati!" Pekik Azkia malah mendapatkan tawa renyah dari pria itu.

"Pegangan yang kuat, Az. Kalau nggak kamu akan jatuh!" Jawabnya tanpa memperdulikan pekikan Azkia dibelakangnya yang kini memeluknya erat.

Sampai mereka berhenti tepat di lampu merah dan bersebelahan dengan mobil Mercedes-Benz GLC 300.

"Karl kamu membuatku jantungan tau! Aku dibelakang hampir saja jatuh!" Protes Azkia menarik tangan dari pinggang Karl tapi pria itu lagi-lagi menariknya untuk melingkar di pinggangnya.

"Kamu bisa jatuh nanti, kalau kamu melepaskan pelukanmu. Biar seperti ini kalau kamu ingin tetap aman." Jawab Karl dengan bibir terus mengukir sebuah senyuman.

"Kau sangat menyebalkan. Aku ingin mencubitmu!"

"Silahkan, aku paling suka di cubit. Apalagi yang mencubit ku itu kamu." Jawab Karl terkekeh membuat wajah Azkia cemberut.

Azkia tidak kalau apa yang ia dan Karl lakukan di saksikan oleh sepasang mata tajam yang menatapnya tanpa berpaling.

"Begini ternyata kamu saat di luar nona Azkia. Anda ternyata suka bermesraan dengan pria yang bukan suami mu." Ucap Arkanza. Tangannya berada di pintu mobil sesekali mengetuk-ngetukkan jarinya.

Arkanza baru saja selesai melakukan persidangan dan kebetulan jalurnya berada di sana. Tapi tanpa diduga-duga ia malah melihat pemandangan yang membuatnya ingin menghukum seseorang.

"Aku ingin melihat sejauh apa hubungan kalian sebenarnya." Gumam Arkanza tersenyum sinis.

Lampu merah berganti menjadi hijau, membuat kendaraan lain kembali berjalan termasuk motor milik Azkia.

"Agus ikuti motor itu." Titahnya..

"Baik tuan." Jawab Agus sambil menjalankan mobilnya mengikuti motor milik Azkia.

"Hmmm, hukuman apa yang pantas untuk gadis nakal seperti anda, nona Azkia."

💧💧💧

Terima kasih sudah membaca, jangan lupa kasih like, vote dan subscribe biar author makin semangat buat update lagi.

Salam manis dari author😉

1
Lisa
Arkanza benar² org yg aneh..
Lisa
👍👍 Azkia..semangat yaa 💪
Lisa
Setuju Kak..Azkia harus bersikap tegas terhadap Arkanza..
Ulfa Zahra: okey kak
total 1 replies
Sak
jangan mau kalah Azkia. lanjutkan Thor
Ulfa Zahra: siap kak
total 1 replies
Lisa
😊😊👍 biar kapok tuh si Arkanza
Sak
Nggak apa-apa Vatha masih ada bunda mu di rumah..
Lisa
Kasihan banget y Vatha..punya papa model kyk gitu 🤭
Ulfa Zahra: harus banyak banyak sabar kak
total 1 replies
Lisa
Kasihan 2 anak itu..moga aj papanya mau membuka hatinya utk wanita lain.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!