Indonesia
NovelToon NovelToon
Its You

Its You

Status: sedang berlangsung
Genre:BTS / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:74
Nilai: 5
Nama Author: tatitu

Berjuang dari nol di Paris, Jungkook dan Taehyung mendirikan studio game independen bernama HexaVerse. Di tengah kerja keras membesarkan bisnis tersebut, adik Taehyung, Mira, tiba di Paris untuk kuliah.
​Jungkook yang membantu Mira beradaptasi perlahan jatuh cinta pada gadis yang kini tumbuh mandiri dan cerdas itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tatitu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kelu

Di apartemen milik Chloe yang hangat dan tenang, suasana malam itu terasa begitu berlawanan dengan gejolak emosi yang dialami Mira. Setelah percakapan dingin dan menyakitkan di taman kampus tadi siang, Mira akhirnya bisa melepaskan seluruh topeng ketegaran yang seharian ini ia kenakan di depan semua orang.

Begitu pintu apartemen tertutup rapat, Mira langsung terduduk di sofa. Tangisnya yang sejak tadi ditahan seketika pecah, keheningan ruangan itu dipenuhi oleh isak tangis yang terdengar begitu lelah dan terluka.

Chloe, yang baru saja selesai menyeduh teh hangat di dapur, terkejut melihat sahabatnya terisak dalam keputusasaan. Ia segera meletakkan cangkirnya dan berlari menghampiri Mira, memeluk bahu gadis itu erat-erat tanpa merespons dengan banyak pertanyaan terlebih dahulu.

"Mira-ya... ada apa? Apa yang terjadi di kampus?" bisik Chloe lembut seraya mengelus punggung Mira.

Dengan suara bergetar dan napas yang sesak, Mira akhirnya menumpahkan seluruh isi hatinya yang selama ini ia pendam sendirian.

Ia menceritakan semuanya: tentang bagaimana perasaan terintimidasi dan tidak berharga yang ia rasakan saat Sunmi mendatangi apartemen Jungkook waktu itu, tentang betapa hancurnya hatinya saat Jungkook menuduhnya tinggal bersama pria lain dengan kata-kata yang begitu merendahkan, hingga konfrontasi tadi siang di mana ia harus memaksa dirinya menarik garis batas secara tegas di depan pria itu.

"Aku tahu aku tidak sepadan untuk berada di sampingnya, Chloe..." tangis Mira pecah di bahu sahabatnya. "Saat wanita bernama Sunmi itu datang, dia bersikap seolah-olah memiliki seluruh hak atas hidup Oppa. Dan saat Oppa menuduhku semalam... aku sadar kalau sejak awal dia memang tidak pernah benar-benar mempercayaiku."

Mira mengepalkan tangannya di pangkuan, menahan rasa sakit yang menusuk ulu hatinya. "Menarik garis batas dengannya dan menyuruhnya berhenti ikut campur adalah hal paling menyakitkan yang pernah kulakukan... Tapi aku harus melakukannya. Jika aku terus membiarkannya masuk, aku hanya akan makin hancur."

Chloe mendengarkan dengan rahang mengeras, menahan rasa geram yang luar biasa pada sikap posesif Jungkook dan kelakuan wanita bernama Sunmi itu. Sebagai sahabat, ia bisa melihat betapa tulus dan polosnya perasaan Mira selama ini, dan melihatnya hancur seperti ini membuat dada Chloe ikut terasa sesak.

"Kau sudah melakukan hal yang benar, Mira," tegas Chloe seraya memegang kedua bahu Mira dan menatap matanya lekat-lekat. "Jangan pernah merasa dirimu kurang atau tidak berpadan. Jika dia benar-benar peduli padamu, dia tidak akan membiarkan wanita lain mengintimidasimu atau menuduhmu tanpa tahu kebenarannya terlebih dahulu."

Tak lama kemudian, bel pintu apartemen berbunyi pelan. Chloe berdiri untuk membuka pintu dan menemukan James yang datang membawa beberapa bahan makanan serta buku catatan kuliah yang tadi siang belum sempat diserahkan pada Mira.

Setelah mendengar penjelasan singkat dari Chloe mengenai situasi Mira yang makin memburuk akibat kejaran Jungkook, raut wajah James berubah menjadi sangat serius.

Malam itu, di ruang tengah apartemen Chloe, mereka bertiga akhirnya menyepakati satu hal. Chloe dan James berjanji akan menjadi benteng pelindung bagi Mira. Mereka memutuskan untuk memperketat akses dan tidak membiarkan siapa pun, terutama Jungkook, untuk mendekati atau mengusik Mira lagi, sampai gadis itu benar-benar siap dan pulih dari luka hatinya.

----*----

disisi lain, Jungkook memutuskan minum minum sendiri dan menelfon Taehyung.

Taehyung di seberang telepon mendadak hening setelah Jungkook meracau mengatakan hal yang terjadi. Keheningan itu begitu panjang dan mencekam, hingga hanya suara dentuman musik bar serta deru napas Jungkook yang tersengal-sengal oleh alkohol yang terdengar di saluran telepon.

"Tinggal bersama pria lain?" tanya Taehyung akhirnya. Suaranya tidak lagi santai, melainkan terdengar begitu berat, rendah, dan penuh ketegangan. "Jungkook-ah, kau sedang mabuk berat. Apa sebenarnya yang sedang kau bicarakan?"

"Aku tidak bercanda, Tae..." kekeh Jungkook pelan dengan nada penuh celaan pada dirinya sendiri. Tangannya yang bebas mencengkeram erat pinggiran meja bar. "Aku melihatnya sendiri... Dia bersama pria itu di kampus. Dia bahkan memintaku berhenti ikut campur dan menjauh dari hidupnya."

Taehyung mengembuskan napas panjang di seberang sana. Sebagai kakak yang sangat mengenal Mira sekaligus sahabat dekat Jungkook, ia tahu ada sesuatu yang sangat tidak beres. Mira bukanlah tipe gadis yang akan mengambil keputusan se-ekstrem itu tanpa alasan yang sangat kuat, dan Jungkook yang sedang emosi serta mabuk jelas bukan sumber informasi yang bisa dipercaya seratus persen saat ini.

"Dengar aku baik-baik, Jeon Jungkook," tegas Taehyung dengan nada protektif khas seorang kakak. "Mira adalah adikku. Aku tahu betul bagaimana tabiatnya. Dia tidak mungkin melakukan hal serendah yang ada di kepalamu itu tanpa sebab. Aku akan mencari tahu langsung darinya."

"Tae—"

"Jangan lakukan hal bodoh malam ini. Pulang dan netralkan pikiranmu," potong Taehyung dingin sebelum Jungkook sempat membantah. "Urusan ini belum selesai."

Tut... tut... tut...

Sambungan telepon diputus sepihak oleh Taehyung.

Jungkook menatap layar ponselnya yang meredup dengan tatapan kosong. Ia melempar benda itu ke atas meja sofa, lalu menyandarkan kepalanya ke belakang seraya memejamkan mata erat-erat. Alkohol di tubuhnya memang membakar pikirannya, namun rasa takut kehilangan Mira justru makin nyata menghantuinya.

Sementara itu di Seoul, Taehyung langsung mengecek jam di dinding. Tanpa membuang waktu sedetik pun, ia menyambar ponselnya dan langsung mencocokkan waktu Paris untuk menghubungi nomor adik kesayangannya, siap mencari tahu kebenaran di balik kekacauan yang terjadi di antara dua orang yang paling ia sayangi itu.

Ponsel Mira yang tergeletak di atas meja ruang tengah mendadak bergetar, menampilkan nama sang kakak di layarnya: Taehyung Oppa.

Mira, yang baru saja selesai meminum teh hangatnya, menatap layar itu dengan ragu. Ia mengusap sisa air mata di pipinya dan menghembuskan napas panjang, berusaha menetralkan suara sebelum menekan tombol hijau.

"Ya, Oppa?" sapa Mira, mencoba bersikap senormal mungkin.

Namun, Taehyung bukanlah orang yang mudah dibohongi. Di seberang telepon, suara pria itu terdengar sangat dalam dan serius.

"Mira-ya... kau sedang di mana sekarang?"

Jantung Mira berdegup sedikit lebih cepat. "Aku... aku di apartemen, Oppa."

"Apartemen siapa?" potong Taehyung cepat. "Jungkook baru saja menelponku sambil mabuk berat. Dia bilang kau keluar dari apartemennya dan tinggal bersama seorang pria. Apa itu benar?"

Mira tersentak. Rasa perih dan ketidakpercayaan kembali menghantam dadanya. Bahkan setelah ia secara tegas meminta Jungkook untuk menepi, pria itu justru melangkah lebih jauh dengan mengadu pada kakaknya—membawa tuduhan tak berdasar itu langsung ke keluarganya sendiri.

"Oppa percaya pada tuduhan rendahan seperti itu?" suara Mira bergetar, kali ini dituntut oleh rasa kecewa yang mendalam. "Oppa pikir aku adik seperti apa?"

Taehyung menghembuskan napas berat di seberang sana, suaranya melunak begitu mendengar getaran luka dari adik kecilnya. "Tentu saja aku tidak langsung percaya, Mira-ya. Makanya aku menelponmu langsung. Tolong ceritakan pada Oppa, apa yang sebenarnya terjadi di Paris?"

Air mata yang sempat reda kini kembali menetes di pipi Mira. Dengan suara pelan namun jujur, Mira menceritakan tempat tinggalnya yang baru—bahwa ia menumpang di apartemen Chloe, sahabat wanitanya, bukan bersama pria mana pun seperti yang dituduhkan Jungkook.

Mira juga menceritakan bagaimana seorang wanita bernama Sunmi datang ke apartemen Jungkook dan memperlakukannya seperti orang asing yang tak tahu diri, hingga bagaimana Jungkook datang hanya untuk menuduhnya tanpa mau mendengar kebenaran.

"Sunmi...?" gumam Taehyung di seberang sana, suaranya seketika berubah menjadi sangat dingin. Sebagai sahabat dekat Jungkook, Taehyung tahu betul siapa Sunmi dan bagaimana rumitnya posisi wanita itu di sekitar Jungkook.

"Mira-ya, dengarkan Oppa," ujar Taehyung dengan nada protektif yang tegas. "Kau tidak salah sama sekali. Jangan pernah merasa rendah diri atau bersalah. Tinggallah di tempat Chloe untuk sementara waktu agar kau tenang. Soal Jungkook... biarkan Oppa yang membereskan pria bodoh itu."

"Oppa, tolong jangan berantem dengan Jungkook Oppa gara-gara aku..." bisik Mira pelan.

"Ini bukan cuma soal kau, Mira. Ini soal cara dia memperlakukan adikku," jawab Taehyung dingin. "Fokus saja pada kuliahmu di sana. Jangan angkat telepon dari Jungkook sampai pikiran pria itu benar-benar jernih."

Setelah menenangkan Mira dan memastikan adiknya aman bersama Chloe, Taehyung memutus sambungan telepon. Di kamar mewahnya di Seoul, rahang Taehyung mengetat hebat. Ia menyambar kunci mobilnya, bersiap melakukan perhitungan langsung dengan sahabatnya yang sudah melampaui batas akibat emosi buta.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!