Indonesia
NovelToon NovelToon
Masuk Novel Pikiran Ku Di Baca Pangeran

Masuk Novel Pikiran Ku Di Baca Pangeran

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:31.8k
Nilai: 5
Nama Author: mejiku

Terjebak dalam novel yang pernah dibacanya, Lina terbangun sebagai pelayan istana di Kerajaan Valdoria sebuah dunia modern yang dipenuhi teknologi canggih namun tetap dikuasai oleh sistem monarki absolut. Sebagai wanita yang sangat mata duitan, tujuan Lina sederhana: kumpulkan uang sebanyak mungkin lalu kabur untuk hidup bebas. Sayangnya, rencana kabur itu terhambat ketika ia terus terseret intrik istana dan berhadapan langsung dengan Putra Mahkota Lucien. Pangeran dingin dan disegani itu secara misterius hanya bisa mendengar isi hati Lina sebuah keanehan khusus yang tidak berlaku pada orang lain. Di saat Lina berakting sopan dan penurut di luar, batinnya terus menggerutu, sibuk menghitung uang, dan merencanakan kabur. Lucien yang lelah dengan kebohongan orang-orang di sekitarnya justru merasa terhibur dengan suara hati Lina yang jujur dan serakah, membuat sang pangeran sengaja mengikat Lina di sisinya agar tak bisa pergi ke mana-mana.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mejiku, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

29

Setelah menyelesaikan urusannya di kamar mandi dengan bantuan tiang infus, Eliana kembali ke ranjang VIP-nya dengan perlahan. Lucien membantunya menaikkan kedua kaki dan memposisikan bantal di belakang punggung Eliana agar ia bisa bersandar dengan nyaman tanpa menekan luka jahitan di perutnya.

Lucien menarik sebuah kursi kayu berukir yang berada di sudut ruangan, membawanya ke sisi ranjang, lalu duduk di samping Eliana. Pangeran Mahkota itu melipat kedua tangannya di atas lutut, menatap wajah Eliana yang masih pucat namun sudah memancarkan binar rasa ingin tahu yang amat besar.

"Bagaimana acara Pesta Dansa semalam, Pangeran?" tanya Eliana mencondongkan tubuhnya sedikit, matanya berbinar penuh desakan. "Apa semuanya berjalan lancar sesuai rencana kita? Oberon benar-benar ditangkap, kan?"

Lucien menghembuskan napas panjang, mengangguk pelan. "Skenario kita berjalan tanpa cela, Eliana."

Lucien mulai menceritakan detail kejadian semalam dengan suara rendah dan tenang.

"Saat waktu puncak perayaan tiba, Kenneth berhasil meretas sistem pengoperasian layar kristal raksasa di aula utama," tutur Lucien. "Rekaman chip memori yang berisi kejadian di peraduan Ibunda Ratu belasan tahun lalu langsung diputar secara terbuka di hadapan seluruh bangsawan, pejabat tinggi, dan diplomat asing."

Eliana menyimak setiap kata dengan napas tertahan.

"Rekaman itu memperlihatkan dengan sangat jelas bagaimana Perdana Menteri Oberon membocorkan akses masuk dan mendampingi Seraphina saat aksi pembunuhan itu terjadi," lanjut Lucien, manik mata birunya mengeras dingin saat mengingat momen tersebut. "Bukan cuma itu, dokumen-dokumen transaksi keuangan gelap Oberon terkait penyelewengan dana militer dan konspirasinya dengan pemberontak juga ditayangkan berurutan."

"Lalu bagaimana reaksi Raja dan orang-orang di sana?" selidik Eliana antusias.

"Aula gempar luar biasa," jawab Lucien. "Ayahanda murka besar saat melihat bukti kejahatan itu di depan matanya sendiri. Oberon sempat berusaha mengelak dan menuduh bahwa rekaman itu adalah rekayasa musuh politik untuk menjatuhkannya. Namun, sebelum dia bisa melarikan diri atau mengerahkan pengawal pribadinya, aku melangkah masuk ke aula bersama pasukan elit kepolisian yang sudah disiapkan Kenneth."

Lucien menatap Eliana lurus-lurus.

"Komandan kepolisian langsung membacakan surat penangkapan atas tuduhan pengkhianatan tingkat tinggi, pembunuhan berencana, dan korupsi militer. Oberon diborgol dan diseret langsung ke tahanan bawah tanah istana malam itu juga," papar Lucien mantap.

"Bagaimana dengan Seraphina dan Rosalie?" tanya Eliana lagi, memastikan setiap pion musuh mereka terpeta dengan jelas.

"Seraphina langsung diamankan oleh prajurit elit ke kamar tahanan tertutup di bawah istana agar skandalnya tidak makin mencoreng nama keluarga kerajaan di depan publik," jelas Lucien. "Sementara Rosalie... seperti dugaanmu, wanita itu langsung bersandiwara. Dia berlari menangis sambil memelukku, berpura-pura tidak tahu apa-apa soal kejahatan ayahnya dan mengaku bersyukur karena aku masih hidup."

Eliana terkekeh pelan meski harus meringis memegangi perutnya. "Ular banget memang wanita itu! Tapi Pangeran enggak membongkar kedoknya kan?"

"Sesuai rencanamu, aku berpura-pura mempercayainya dan menenangankannya di depan semua orang," ujar Lucien dengan senyum dingin yang mengintimidasi. "Kita biarkan dia merasa aman untuk sementara waktu, sebelum kita menghancurkannya bersama Seraphina."

Mendengar seluruh alur rencana mereka tereksekusi dengan sempurna di aula pesta, Eliana mendesah lega dan tersenyum puas. "Bagus... Satu musuh besar berhasil ditumbangkan."

Mendengar jawaban Lucien yang begitu tenang saat membahas Rosalie, Eliana memicingkan matanya penuh selidik. Ia mencondongkan tubuhnya sedikit lebih dekat ke arah Pangeran Mahkota, memiringkan kepala dengan raut wajah yang berpura-pura penasaran setengah mati.

"Tunggu, Pangeran..." panggil Eliana dengan nada suara yang sengaja dipanjangkan. "Masa Pangeran biasa saja? Apa Pangeran benar-benar tidak merasa sedih atau patah hati sedikit pun? Bagaimanapun juga, Lady Rosalie itu kan kekasih sekaligus tunangan yang Pangeran cintai... tapi ternyata dia ikut terlibat mengkhianati Pangeran di belakang."

Lucien menyandarkan punggungnya pada sandaran kursi. Manik mata birunya menatap Eliana lurus-lurus, memancarkan pendar dingin yang begitu tajam dan pekat, tanpa ada sedikit pun jejak duka atau kekecewaan atas pengkhianatan Rosalie.

"Sedih?" gumam Lucien dengan senyum sinis yang mengukir tipis di bibirnya. "Untuk wanita seperti dia?"

Lucien menghembuskan napas pendek yang sarat akan rasa jijik. "Sejak awal, dia menipuku dengan berpura-pura menjadi wanita yang polos, lembut, dan tulus. Tapi di balik wajah tak berdosa itu, dia adalah manusia paling munafik yang pernah kutemui. Dia memanfaatkan posisinya di sisiku hanya untuk membantu Oberon memperkuat pengaruh politik keluarga mereka."

Lucien mengepalkan jemarinya di atas lutut, mengingat kembali bagaimana Rosalie bermain di dua sisi tanpa rasa bersalah.

"Bagaimana mungkin aku bisa memaafkan—apalagi merasa sedih untuk wanita yang secara tidak langsung ikut merencanakan kematianku sendiri?" lanjut Lucien dengan suara rendah yang amat dingin, menusuk hingga ke tulang. "Rasa cemas, tangisan, dan pelukannya di pesta semalam hanyalah drama murahan demi menyelamatkan lehernya sendiri setelah melihat Oberon tumbang. Tidak ada satu tetes pun ketulusan dari wanita itu."

Mendengar penegasan dingin tanpa keraguan dari bibir Lucien, Eliana manggut-manggut puas di atas ranjangnya.

"Mantap! Otak Lucien kagak ketutupan cinta mati sama cewek bermuka dua!" seru batin Eliana girang. "Aman, pangeran utama kita kagak bucin buta sama antagonis cewek!"

Lucien menatap perubahan raut wajah Eliana yang tampak lega dan puas, menyimak jeritan batin gadis itu yang kembali meramai di dalam kepalanya. Tatapan dingin sang Pangeran perlahan-lahan melunak, menyisakan kehangatan yang amat tipis khusus untuk gadis di hadapannya.

1
Hadi Mulyono
cerita menarik tp endingnya kaya blm selesai menggantung ..p
Hadi Mulyono
terharu
Hadi Mulyono
ternyata begitu rencana lucian kirain di pesta bareng rosaline
Hadi Mulyono
hello ...kan pangeran mati ..author jd ikut amnesia
Anonim
Selama lanjutnya
Diah Al Khalifi
kepd an🤣🤭😅
Anne
eliana,jantung aman???
Azura75
Pepet trs Lucien, jgn kasih kendor.... 🤣🤣
aku
gimana???? kan pangeran MATI ditusuk. kok malah pasangan??
aku
ke'PD'annya level dewa ya bun 🤣🤣
Azizah
semangat terus kak author, ku tunggu up nya😘😘
Anne
kopi thor... biar tmbh semangat up... 🙏😍
Uthie
Lanjut menyimak 👍😁
Uthie
Pas.. lagi seneng cerita yg soal bisa membaca Pikiran 😁👍👍👍
Noveni Lawasti Munte
kurang jeli nih si pangeran mahkota masa ga da pengawal bayangan untuk eliana🙄
Inez Putri
gmn nasibnya alianaa... smga slmat
JasmineA
mereka keluar istana terus adik nya Lucien si Althea gi mana? masa ditinggal sm predator sih...kasian pasti dia depresi gara2 kakak nya meninggoy
Nyai mardianti
ka aku Suka bangat sama novel kaka yg satu ini apakah ini masih on going
Retno Isma
ini kerjaan modern kan. kenapa ga pake lampu aja. masih pake obor Kya jaman purba.
Retno Isma
🌹🌹🌹🌹
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!