Pernah menyukai Pria beristri sampai membuat dirinya hamil. Membuat wanita cantik yang pernah bekerja sebagai sekretaris bernama Kinanti merasa sangat begitu menyesal.
Ia bersumpah pada dirinya sendiri tak akan pernah melakukan kesalahan yang sama.
Bagaimanakah kisah hidup Kinanti selanjutnya.
Akankah ada karma yang akan ia terima dari kesalahannya di masa lalu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Watilaras, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Keinginan Bima untuk berpoligami
Flashback...
Bima terbangun ketika waktu telah menunjukkan tengah malam pada saat dia tertidur di kamar Laura.
Mengerjabkan kedua matanya pelan pelan, Bima nampak memfokuskan pandangannya pada sosok wanita yang berbaring di sebelahnya di sisi tempat tidur
Ranjang yang ia tiduri saat ini adalah ranjang yang dulunya pernah menjadi tempat peraduan terbaik antara dirinya dan juga Laura.
Tempat di mana mereka pernah memadu kasih dan berbagai kebahagiaan bersama.
Tapi kini, ranjang itu seperti menjadi tempat asing bagi Bima.
Karena ia sudah memiliki rajang lain di rumahnya sendiri bersama dengan Kinanti. Wanita itulah yang kini menjadi pemuas hasratnya. Tempat dimana ia merengkuh kenikmatan bercinta.
Dengan mengenakan gaun malam yang seksi dan terbuka. Laura nampak masih tertidur lelap membelakangi Bimasena. Kaki jenjang mulus nan putih Laura terpampang jelas.
Bimasena sendiri tidak menampik. Jika sang istri memang punya lekuk tubuh yang mempesona serta seksi.
Saat paha mulus milik Laura terekspos jelas. Bima nampak menelan salivanya dengan susah payah. Ada secercah kerinduan yang Bima rasakan untuk menyentuh wanita yang masih sah menjadi istrinya tersebut.
Ketika Bima tak berhenti memandangi Laura. Entah sengaja atau tidak. Laura membalikkan tubuhnya dan ia kini beradu pandang dengan Bimasena.
Saat ketahuan dirinya sedang memandangi Laura. Bima nampak salah tingkah.
"Bim, kamu terbangun atau sudah bangun dari tadi?" tanya Laura dengan suara serak.
""Aku terbangun. Maaf tadi aku ketiduran."
"Kenapa kamu minta maaf. Bukankah ini rajang mu. Kamu seperti orang lain saja. Aku masih istri mu, rajang ini milik kita berdua." goda Laura.
Bima nampak menghela nafas panjang.
"Kenapa kamu terbangun?" tanya Bima mengalihkan topik pembicaraan.
"Aku kedinginan." jawab Laura, yang kini nampak mengeratkan kedua tangannya memeluk tubuhnya.
Reflek, Bima kemudian menarik badcover yang ada di atas ranjang dan menyelimutkannya pada Laura.
"Terimakasih Bim." Ucap Laura tersenyum tipis.
"Sama sama."
Sejurus kemudian, saat Bima hendak beranjak dari tempat tidur. Laura menarik tangan Bima.
"Kamu mau kemana?" tahan Laura.
"Aku harus pulang." jawab Bima dengan suara parau.
"Memangnya ini bukan rumah mu lagi. Bukankah ini rumah mu. Bukankah ini tempat pulang mu. Adakah rumah berpulang yang lain. Atau, apakah kamu sudah punya wanita lain?"
Deg.......Bima terdiam dan menatap wajah Laura dengan tajam.
"Benar, kau punya wanita idaman lain?" Tanya ulang Laura, padahal ia sudah tau jika Bima telah mendua.
Saat ini Laura tengah memainkan sandiwaranya.
"Kau bicara apa Laura. Aku tidak punya wanita idaman lain. Jika aku ingin pulang. Karena aku masih nyaman tinggal sendirian." sangkal Bima berbohong.
"Begitu kah. Sudah setahun Bim lebih Bim. Kita tidak bercinta. Apa kamu setahan itu. Rupanya cinta mu untuk ku memang sudah benar-benar luntur. Lalu, buat apa kita bersama." pancing Laura.
"Kita bisa tetap bersama demi anak anak." Jawab Bima, padahal dalam hati. Terbesit keinginan Bima untuk poligami. Jika bisa memiliki dua wanita sekaligus, kenapa tidak.
Ia tidak perlu bercerai dengan Laura, dan ia tetap bisa hidup damai dengan Kinanti. Tanpa perlu dua wanita itu saling tau status mereka masing-masing.
"Tetap bersama demi anak." Laura mengutip kata-kata Bima. Kemudian ia tersenyum getir.
"Sebagai orang yang sudah dewasa. Seperti kamu dan aku, ada beberapa hal yang tidak bisa kita indahkan Bim. Apa mungkin kita hidup bersama tapi kita tidak saling terkoneksi satu sama lain. Seperti saat ini, kita bersama tapi kita seperti orang asing. Padahal kita suami istri. Makna suami istri yang palsu dan tidak berarti. Lalu, berapa lama kita bisa bertahan hidup seperti ini. Kamu pikir aku patung. Aku wanita Bim. Aku sosok wanita yang sama dengan wanita wanita lain. Yang ingin di manja, di hangatkan, di lindungi dan di jaga dengan baik oleh suaminya. Jika kita tetap bersama demi anak. Rasanya mustahil bagi kita bisa mempertahankan pernikahan ini. Di sini kamu terlihat egois Bima. Kamu terlihat sudah tidak peduli dengan ku. Dan aku pribadi pun punya pilihan Bim. Tidak hanya kamu saja yang punya kehendak." jawab Laura tegas.
"Jangan bahas masalah ini. Tidurlah. Aku mau cek Gavin." Tutur Bima, kemudian ia berinsut dari tempat tidur dan berjalan ke arah pintu penghubung menuju kamar putranya.
"Lelaki brengsek." gerutu Laura dalam hati.
Nikmatilah sisa sisa waktu mu untuk bisa dekat dengan anak anak Bima. Sebentar lagi aku akan menghempaskan mu.
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu wajib searchnya pakek tanda kurung dan satu novel lagi judulnya Caraku Menemukanmu
tunggu penyesalan mu Bima😏😏😏😏😏
full like untuk-Mu 🥰
Semoga di swiss Laura dan anak2 mendptkan kebahagiaan.
Terima kasih kak Wati utk ceritanya yg menguras emosi jiwa ini.Baca karya kak wati yg ini benar2 buat tensi darah naik😁😁