Indonesia
NovelToon NovelToon
Lika-Liku Single Parent

Lika-Liku Single Parent

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:399.2k
Nilai: 5
Nama Author: Ariyanti Zahra

(21+)
Perceraian adalah sesuatu yang tidak disukai oleh Allah, tapi bila sebuah rumah tangga yang sudah tidak sehat untuk apa mempertahankanya?

Menjadi singgle parent satu anak yang masih balita usia 3 tahun bukanlah pilihan Rinda tapi kenyataan memang harus mengakhiri rumah tangga ini

"Mas... apa memang sudah kamu pikir betul untuk berpisah? apa kamu gak kasihan sama Vano?" kataku pelan sambil menahan sesak di dada

"Rinda... aku gak bisa kalau kamu inginkan dalam hidupmu hanya kamu aku gak bisa, aku laki-laki bisa memiliki banyak perempuan dalam hidupku," kata Ardi

Bagaimana Rinda menjalani kehidupan menjadi singgle parent? hingga menemukam orang yang benar-benar tulus mencintainya.

Ketika Rinda sudah berumah tangga kembali, sang mantan sering muncul dalam kehidupan Rinda, yang membuat Arif suami Rinda tidak suka.

Apakah Rinda dan mantanya bisa berdamai?

yuk... kita simak kisahnya
cover by : tung256 free for commercial use

Fb. Ariyanti Zahra
Ig. yanti_nayaka

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ariyanti Zahra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Berlibur Ke Rumah Nenek

Setelah bertemu Vano di depan aku segera masuk ke dalam rumah menemui mbah yang semakin menua, kata ibu usianya sudah tujuh puluh tahun, tapi masih kelihatan sehat, waktu menunjukkan pukul sebelas siang

"Mbah sehat?" sapaku

"Rinda...lama tidak kesini" katanya

"Iya sehat saja" katanya lagi

"Anakmu dari tadi lari-lari ngejar ayam, bawa anak kelinci" katanya sambil tertawa terkekeh-kekeh

"Minta telur bebek katanya tadi" kata nenek antusias menceritakan tingkah laku Vano

"Ya begitulah mbah, Vano banyak tingkahnya" kataku

"Yang penting sehat" kata mbah

"Mbah Rinda kebelakang ya? pamitku

Aku menuju belakang rumah, disana ditanami buah-buahan ada belimbing, pisang, mangga, sawo sayangnya tidak sedang berbuah, bapak sama ibu terlihat lagi asyik di samping rumah ngobrol dengan bibi dan mbah menghampiri mereka, Vano ada di sekitaran mereka masih membawa anak kelinci

Telpon berdering aku ambil di dalam tas

"Mas Arif... masih kangen ya? godaku

"Pasti sayang" jawabnya

"Kamu di mana sekarang? apa masih di salon?" tanya mas Arif

"Lagi di rumah mbah, Vano main anaknya kelinci di pegang di bawa kemana-mana" ceritaku

"Gak takut Vano?" tanya mas Arif

"Enggak mas, enggak takut, ini ngejar-ngejar ayam, hadew rame banget di sini kalau ada Vano" ceritaku

"Nanti aku ajak ke sana ya ke rumah nenekmu" kata mas Arif

"Insyaallah, eh udah dulu ya mas, aku belum nemui bibi" kataku sambil mematikan hp

Menuju samping rumah

"Rinda... lagi libur ya?" tanya bibi

"Iya bi, enak ya di sini sejuk banyak pohon?" kataku

"Apa mau tinggal disini?" kata bibi

"Enggak lah bi, jauh lah dari tempat kerjaku juga sekolah Vano, bisa terlambat dan capek sekali pastinya" jawabku

"Sudah makan belum semuanya, tadi aku masak, ya seadanya masakan desa, ayo makan semua" ajak bibi sambil masuk ke dalam diikuti bapak ibu juga mbah

"Vano.... sudah lari-larianya, kelincinya taruh di kandang lagi ya" kataku

"Gak mau, Vano bawa kelincinya" katanya

"Nanti lagi, kita makan dulu, cuci tangan pakai sabun, sini" kataku sambil mengambil kelinci di tangan Vano dan mengembalikan ke kandang bersama induknya kemudian mengajak Vano ke tempat cuci tangan kemudian masuk rumah

Di meja makan, bibi menyiapkan makanan

"Bibi masak banyak, apa sudah tau kami mau kesini?" tanyaku

"Aku kemarin telpon bibimu mau ke sini Rin" kata ibu

"Vano duduk manis ya? jangan banyak gerak nanti jatuh" kataku

"Anakmu ini gak punya rasa lelah Rin, dari tadi berlarian mbah melihatnya sampai bingung" kata mbah sambil tertawa

Kami menikmati makanan masakan bibi lumayan enak juga, setelah makan kami ngobrol-ngobrol ringan

"Vano sepertinya sudah mengantuk, bi ada kamar bi?" kataku

"Kamu bawa Vano ke kamar itu Rin" kata bibi sambil menunjukkan sebuah kamar

Aku masuk ke dalam menidurkan Vano tak lama kemudian Vanopun tidur juga aku ikut tidur pula, maklum.sudah kenyang bawaanya ngantuk.

Waktu menunjukkan jam dua sore, aku terbangun Vano masih terlelap dari tidurnya, melihat Vano masih tertidur lelap aku pun ikut tidur lagi

"Rin... bangun, kamu ikut pulang apa masih disini" kata ibu membangunkanku

"Masih ngantuk bu bentar lagi saja, ibu pulang dulu" kataku dengan mata terpejam

"Terserah kamu Rin, ibu sama bapak mau pulang dulu" pamit ibuku

"Iya" jawabku dengan mata masih terpejam

Beberapa saat kemudian Vano bangun dari tidurnya,

"Bunda ayo bangun gak pulang?" katanya

kubuka mataku kulihat hp sudah jam empat lebih

"Tidur sini saja Vano, besok bunda ajak jalan-jalan ke sawah juga melihat bengawan solo ya

"Rin... tidur sini saja, sudah sore begini, kamu besok libur kan? kata bibi dari luar

"Iya bi" kataku sambil bangun dari tempat tidur

"Vano ayo mandi" kataku sambil menggendong Vano berjalan ke arah dapur memanaskan air untuk mandi Vano

*****

Mentari pagi bersinar udara masih terasa sejuk dan segar karena bebas polusi di desa ini

"Vano... ayo bangun kita jalan-jalan ke sawah" kataku sambil menggoyangkan tubuh Vano dan menciumnya

"Hmmm masih ngantuk bunda" katanya

"Ya sudah bunda tinggal ya" kataku

mendengar aku tinggal dia langsung bangun

Berjalan di pematang sawah, mata rasanya segar melihat hijau daun padi di sepanjang mata memandang, aku ambil hp untuk mengabadikan pemandangan, Vano berlari di sepanjang pematang sawah

"Hati-hati Vano, jangan lari-lari" teriakku, Vano berhenti di dekat pohon sambil menungguku

"Bunda lama kaya kura-kura jalanya" katanya

"Bunda bukanya lama jalanya tapi menikmati pemandangan" kataku

Tibalah di jalan desa yang sudah beraspal

"Vano kita kesana, disana dulu ada yang jual nasi pecel, sarapan di sana ya" kataku

Vano mengikuti langkahku

"Bunda Vano capek" katanya

"Ayo naik ke punggung bunda, bunda gendong" kataku, kemudian Vano naik ke punggungku

Lumayan juga menggendong Vano, lumayan capek batinku, akhirnya sampai di tempat orang jual nasi pecel

"Kapan kesini nak Rinda? anaknya sudah besar ya" kata penjual

"Kemarin bu, nanti juga balik" jawabku

"Bu pecel satu saja ya sama teh hangat dua di makan disini" pesanku

"Iya Rin, duduk dulu ya.." kata ibu penjual

Menikmati pecel sambil melihat suaaane desa, terlihat petani desa ke sawah ada yang membawa sepeda angin, sepeda motor juga ada yang berjalan kaki

"Rinda... kapan ke sini?" kata seseorang, aku menoleh ke sumber suara

"Hey... santi, ayo duduk sini" kataku

"Kemarin aku pulang kesini, mengunjungi nenek, nanti habis duhur pulang lagi" kataku

sambil makan kita saling bercerita, Santi adalah teman semasa kecil rumahnya dekat sama mbah

Waktu cepat berlalu, waktu menunjukkan pukul 14:30, aku berkemas untuk pulang ke rumah ibu, rasanya masih pingin berlama-lama disini

"Mbah, Rinda pulang dulu ya" pamitku bersalaman sambil memberi uang untuk mbak

"Bi, sabar ya merawat mbah" kataku ke bibi

"Iya Rin, hati-hati ya, sering-sering ke sini" kata bibi

"Sebentar Rin, ini ada telur bebek kesukaan anakmu" kata mbah sambil berjalan kesebuah ruangan dan keluar ruangan membawa bungkusan berisi beberapa biji telur bebek

"Makasih ya mbah" kataku sambil menerima bungkusan telur bebek dan aku taruh di tas

"Bunda... kelincinya?" kata Vano

"Nanti saja kalau sudah besar kasihan masih kecil Vano, kamu mau dipisahkan dengan bunda?" kataku

"Ya gak mau bunda" katanya

"Anak kelinci biar sama induknya ya, nanti kalau sudah siap bisa Vano bawa" kataku

"Mbah, bibi Rinda berangkat dulu ya..." kataku sambil menghidupkan sepeda

"Hati-hati Rin" kata bibi

Dalam perjalanan...

"Bunda katanya mau lihat sungai bengawan solo?" tanya Vano

"Oh iya, nanti melewati ada jembatan di depan sana kita bisa belok dan berhenti dibawah jembatan" kataku.

sampai di bawah jembatan, aku turun dari sepeda motor masih menggendong Vano.

"Dulu disini belum ada jembatan Vano jadi kalau mau ke sana ada perahu yang menyeberangkan, ayo pulang Vano, lain kali bisa lebih lama main disini" kataku sambil berlalu menuju sepeda motor dan kembali ke rumah orang tuaku.

1
Rizky Sandy
mau Mulu,,,,,
Memyr 67
istri shalihah itu, akan berusaha selalu taat ma ssuami. tidak memikirkan egonya lagi. walau sudah dapat pekerjaan bagus, tapi kalau diminta suami melepas pekerjaannya dan mengikuti dia, ya patuh taat. tidak memikirkan, pekerjaan sudah bagus, gaji sudah besar, dll. dsb. kalau sudah menikah dan masih mempertahankan pekerjaan dan menuntut suami untuk memahami dia, itu bukan istri shalihah, tapi istri egois.
Memyr 67
dipegang tangannya katanya bukan muhrim, tapi pelukan ciuman ya malah dibalas, ii pripun ki?
felisya enterprise
berjuanglah menuju yg halal mas Yusuf ..mas deni
felisya enterprise
menebak..ya Thor..
Nia lagi pacaran dri sosmed. online..
jangan2 Deny temenya Arif.. kan lagi jomblo juga Deni hehehe...
felisya enterprise
mawar 🌹 dan 👍 ya thor
felisya enterprise
haduh Ardi..Ardi..,
maju terus Rinda... kuatkan otot lengan mu ,hadapi mantan mu.. kurang diajar 🤦
felisya enterprise
😭😭😭 Thor, ngilu hati ku tapi aku bertahan baca terus.. hiks..😭

kasih bote deh.. lope lope ya Thor .. bisa buat aku 😭😭😭bombay
felisya enterprise
semangat Rinda.. aku juga pernah ngalamin gitu..,
felisya enterprise
bagus Thor ..lanjut ,aku suka critanya gak ada yg rusuh2..,
felisya enterprise
crita yg bagus banyak hikmah dan contoh pembelajaran kehidupan
Yanti Nayaka: Terima kasih, Kak
total 1 replies
felisya enterprise
Rinda ..itu godaan .. ujian kesetiaan.
Dhesie Kertiasih
kLldklllljll
Lindawty Sembiring
widihhh..... kirain sudah yangkut tuhhhhhhh....kecebongnya mas arif 🤣🤣🤣🤣
Sendy
akad nikah nya ga pake bin yah thor hehe
SAKABIYA🌻
Heum, kehidupan rinda struggle banget thor, vanonya boleh titip di rumahku aja sini, utututu tayaaang 🤗🤗🤗
Yanti Nayaka: terima kasih kak sudah sempat mampir
total 1 replies
Yana
hai kak ijin promo ya
INDAH PADA WAKTUNYA
dijamin pasti akan sangat penasaran 😊 jadi mampir yah kak 😊
Mami Vanya Kaban
keren thor cerita mu thor. ttp semangat membuat cerita yg menarik lagi ya thor
Yanti Nayaka: terima kasih kak😍
total 1 replies
Mami Vanya Kaban
nyimak dulu
Lince Dian
lanjut thor
Yanti Nayaka: terima kasih kak 🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!