Bella terpaksa menikah dengan putra keluarga Prayoga Grup, Nugi tanpa cinta. Karena itu akan membantu memulihkan perusahaan ayahnya yang hampir bangkrut.
Ini membuat Nugi yang punya kehidupan bebas memberi tawaran nikah kontrak pada Bella. Tanpa menjadikan semuanya rumit, Bella setuju. Semuanya aman, hingga Bella hamil padahal hati keduanya belum menyatu.
Bagiamana kisah pernikahan kontrak ini?
Novel ini kolab dengan author Isshabell
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab. 30
Karena terkejut, pegangan tangan Nugi mengendur. Ini membuatnya tidak bisa lagi mempertahankan buku itu di tangannya. Hingga akhirnya Bella berhasil mendapatkan buku itu kembali. Lalu dia masukkan lagi ke dalam tas. Setelah itu ia amankan tas itu agar tidak di ambil oleh Nugi lagi.
"Kamu ... kamu hamil?" tanya Nugi mengerti apa yang terjadi. Di balik Bella yang memunggungi Nugi, ia menggigit bibirnya ketika mendengar pertanyaan ini. Nugi tahu. "Benar kamu hamil, Bella?" tanya Nugi lagi tidak percaya.
"Jangan hiraukan. Aku tidak akan meminta pertanggungjawaban mu. Aku akan ..." Belum rampung kalimat Bella, Nugi langsung menarik lengan Bella hingga membuat tubuh wanita itu terpaksa menghadap ke arahnya.
"Tidak meminta pertanggungjawaban ku?" tanya Nugi dengan mata menyipit.
"Ya. Kamu masih bisa bersama kekasihmu itu. Aku akan pergi secepatnya dan menghilang."
"Apa yang kau katakan, Bella?" Nugi memperketat cengkeraman pada pergelangan tangan Bella. Wanita ini meringis dan ingin berontak. "Apa kamu tidur dengan pria lain? Apa kamu hamil dengan pria lain?" tanya Nugi dengan rahangnya mengetat.
Plak! Tangan Bella yang lain menampar pipi Nugi. Sedikit perih karena sepertinya perempuan ini mengerahkan seluruh kekuatannya pada telapak tangannya. Namun itu tidak membuat pria ini bergeming.
"Jaga mulut kamu, Nugi. Kamu pikir aku perempuan murahan yang dengan mudahnya tidur dengan sembarang pria?" tegur Bella dengan mata berkaca-kaca.
"Kalau begitu, kenapa kamu tidak ingin aku bertanggung jawab?" tanya Nugi dengan geram.
"Aku tidak sudi," desis Bella.
"Apapun caramu menyangkal bahwa itu bayiku, tapi fakta tetap akan mengatakan sebaliknya. Karena memang aku yang menghamili kamu. Di dalam perutmu itu adalah darah daging ku." Nugi menunjuk pada dirinya sendiri.
"Tutup mulutmu." Air mata perempuan ini mulai menggenang.
"Aku memang bodoh sudah melalukan hal memalukan itu padamu, tapi aku tidak akan menutup mata untuk tidak bertanggung jawab, Bella," ujar Nugi. Bella tidak mampu lagi menahan air matanya. Ia menangis. Nugi ingin menarik tubuh Bella dan memeluknya. Namun perempuan ini pasti mendorongnya. Jadi dia hanya bisa berdecih seraya menyaksikan Bella menangis.
**
Karena terus saja memikirkan Bella, Nugi baru bisa tidur jam 3 tadi. Itu pun sekitar jam 5, dia sudah bangun. Kepala Nugi menoleh ke sofa tempat Bella tidur. Wanita itu masih dalam posisi yang sama, yaitu memunggunginya. Nugi lihat tubuh wanita ini bergetar. Dia langsung bangkit dari tidurnya dan mendekat. Membetulkan letak selimut pada tubuh Bella. Tidak sengaja, tangannya menyentuh pipi perempuan ini. Panas. Nugi memberanikan diri untuk memeriksa. Tubuh Bella panas. Perempuan ini demam!
Nugi bergegas menelepon dokter untuk memeriksa. Selepas menunggu beberapa menit, dokter tiba. Mama yang melihat dokter muncul di rumah mereka terkejut.
"Ada apa Nugi?" tanya Mama.
"Bella sakit," ujar Nugi.
"Oh, benarkah? Apa itu bukan karena mual-nya? Kalian belum berangkat untuk memeriksa itu karena hamil atau bukan ya?" tegur mama. Nugi diam tidak menjawab. Dia langsung pergi mengantar dokter ke kamar.
"Sudah, Ma. Jangan di tegur begitu. Bella sakit kok mama malah mengomel." Kini giliran mama kena tegur oleh Yoga suaminya.
"Karena kalau beneran hamil, tidak boleh sembarangan minum obat, Pa." Mama tampak cemas.
"Dokter kan lebih tahu, Ma. Sudah tenang saja. Mama kalau memang khawatir, coba ke kamar mereka untuk melihat keadaan," kata Yoga.
"Ya, tapi nunggu papa berangkat dulu. Karena kan papa harus berangkat pagi."
...____...
good job thor 👍