Indonesia
NovelToon NovelToon
Dipecat Dan Dicampakkan Aku Jadi Juragan Desa

Dipecat Dan Dicampakkan Aku Jadi Juragan Desa

Status: tamat
Genre:Sistem / Dikelilingi wanita cantik / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:44.5k
Nilai: 5
Nama Author: kiyoe

Dipecat dari pekerjaan kota dan dicampakkan oleh kekasihnya dalam satu hari membuat Aditya Pratama, seorang pemuda yatim piatu, tidak punya pilihan selain pulang ke desa untuk mengolah tanah warisan orang tuanya yang sangat luas. Namun, usaha perkebunan dan peternakannya berujung kegagalan total hingga uang tabungannya ludes tak bersisa. Di tengah rasa putus asa dan kebingungan menghadapi masa depan, sebuah fenomena gaib memberinya pencerahan berupa Sistem Perkebunan dan Peternakan yang mengubah tanah gersangnya menjadi ladang emas serta menarik perhatian wanita-wanita cantik di sekitarnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kiyoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18

Adit tetap duduk tenang di tempatnya, matanya menatap tajam ke arah tamu tak diundang tersebut.

Dari gelagatnya, Adit langsung tahu kalau pria bernama Anton ini adalah saingan bisnis atau mungkin anak orang kaya yang ditolak cintanya oleh Riana.

"Santai saja, Riana, aku cuma mau memastikan tawaran pembelian saham restoranmu yang minggu lalu."

Anton berjalan seenaknya dan duduk di sebelah Adit, tanpa memedulikan keberadaan pemuda desa itu.

"Aku sudah bilang berkali-kali, Anton, Restoran Bintang Nusantara ini tidak akan pernah kujual kepadamu!" tolak Riana dengan tegas.

"Jangan keras kepala begitu, Riana, kudengar pasokan ayam kampung organik dari pasar induk untuk restoranmu sudah diputus total."

Anton tersenyum sinis sambil menyilangkan kakinya dengan sombong.

"Siapa suruh kau berani menolak cintaku, aku tinggal telepon bos pasar induk dan mereka langsung memboikot bahan bakumu."

"Kamu benar-benar licik dan murahan, Anton!" umpat Riana mengepalkan tangannya menahan emosi.

Anton malah tertawa terbahak-bahak mendengar makian dari wanita yang diincarnya itu.

"Itu namanya strategi bisnis, sayang, tanpa bahan baku ayam kampung kualitas tinggi, menu andalanmu itu cuma tinggal nama saja."

"Paling lama bulan depan restoranmu ini pasti bangkrut dan terpaksa kau jual murah kepadaku."

Anton lalu menoleh ke arah Adit yang sejak tadi diam saja memperhatikan drama murahan di depannya.

"Hei, gembel, kamu ini pelayan baru di sini ya? Cepat ambilkan aku segelas kopi hitam, tenggorokanku kering," perintah Anton kepada Adit.

Adit sama sekali tidak bergerak atau membalas ucapan pria sombong itu.

Dia hanya menatap wajah Anton dengan pandangan datar seperti sedang melihat tumpukan sampah basah.

"Woi, kamu tuli ya?! Disuruh bos besar malah diam saja!" bentak Anton mulai emosi merasa diabaikan.

Pria berjas merah itu mengangkat tangannya bermaksud menampar kepala Adit untuk memberi pelajaran.

​Grep.

​Sebelum tangan Anton sempat menyentuh rambut Adit, pemuda itu sudah menangkap pergelangan tangan Anton dengan sangat santai.

​Namun cengkeraman jari-jari Adit terasa seperti jepitan tang baja yang perlahan menghancurkan tulang.

​"Aduh! Sakit gila! Lepaskan tanganku, brengsek!" teriak Anton kesakitan sampai wajahnya meringis jelek.

​Dua pengawal berbadan besar di belakang Anton langsung maju berniat menyerang Adit.

​"Mundur kalian berdua, atau tangan bos kecil kalian ini patah jadi dua sekarang juga," ancam Adit dengan suara dingin yang mematikan.

​Niat membunuh dan aura intimidasi yang menguar dari tatapan mata Adit membuat kedua pengawal itu membeku di tempat.

​Mereka berdua adalah mantan preman jalanan, insting mereka mengatakan kalau pemuda kurus di depan mereka ini sangat berbahaya.

​Adit perlahan memutar pergelangan tangan Anton ke arah belakang, membuat pria itu merintih memohon ampun.

​"Sakit! Ampun! Iya, iya, aku suruh mereka mundur!" jerit Anton ketakutan setengah mati.

​"Tolong lepaskan tanganku, rasanya mau patah betulan ini!"

​Adit akhirnya melepaskan cengkeramannya dan mendorong tubuh Anton hingga jatuh tersungkur dari atas sofa.

​Bruk!

​Anton jatuh menabrak meja kaca kecil hingga minuman di atasnya tumpah mengotori karpet mahal.

​"Dengar baik-baik, Tuan Anton yang terhormat."

​Adit berdiri dan menatap pria perlente yang sedang mengelus pergelangannya yang memerah itu.

​"Masalah pasokan ayam kampung untuk restoran ini bukan urusanmu lagi mulai detik ini."

​"Saya adalah pemasok tunggal dan eksklusif untuk semua bahan baku di restoran Nona Riana."

​Anton menatap Adit dengan pandangan benci bercampur ketakutan yang mendalam.

​"K-kamu pemasok barunya? Jangan mimpi kau bisa melawan pengaruhku di kota ini, kampungan!" ancam Anton sambil mundur perlahan ke arah pintu.

​"Silakan coba saja gunakan semua koneksi busukmu itu, kita lihat siapa yang akan bangkrut lebih dulu nanti."

​"Pengawal, ayo kita pergi dari sini! Tunggu pembalasanku nanti, Riana!" teriak Anton sambil berlari keluar ruangan diikuti kedua anak buahnya.

​Ruangan itu kembali sunyi setelah kepergian Anton yang membuat keributan singkat.

​Riana menghela nafas panjang dan duduk lemas di atas sofanya, wajahnya terlihat sedikit pucat karena tegang.

​"Maafkan aku, Adit, kamu malah ikut terseret dalam masalah pribadiku dengan keluarga Anton," ucap Riana merasa bersalah.

​Adit tersenyum tipis dan kembali duduk di posisinya dengan tenang.

​"Tidak perlu minta maaf, Riana, berhadapan dengan lalat pengganggu sesekali itu bagus untuk menguji mental."

​"Anton itu anak dari pemilik jaringan restoran pesaing di kota ini, dia selalu menggunakan cara kotor untuk memonopoli bahan baku pasar."

​"Baguslah kalau begitu, artinya ayam kampung super milikku datang di saat yang sangat tepat."

​Adit menyodorkan kertas perjanjian kosong tadi ke hadapan Riana beserta sebuah pulpen.

​"Mari kita buat kontrak tertulisnya sekarang, biar Anton dan komplotannya gigit jari melihat restoranmu tidak jadi bangkrut."

​Riana tersenyum lebar, semangatnya kembali menyala melihat kepercayaan diri dari pemuda di depannya ini.

​"Berapa harga yang kamu patok untuk satu ekor ayam kampung supermu itu, Dit?"

​"Seratus ribu rupiah per ekor berat bersih dua kilogram, itu harga teman khusus untuk kontrak bulan pertama."

​Riana terbelalak kaget mendengar harga yang disebutkan oleh Adit barusan.

​"Seratus ribu? Adit, harga ayam kampung liar di pasar induk saja sudah tembus seratus lima puluh ribu per ekornya!"

​"Itu hargamu terlalu murah, kamu bisa rugi bandar kalau berbisnis seperti ini denganku."

​Adit tertawa pelan mendengar protes jujur dari wanita cantik di depannya ini.

​"Saya jamin saya tidak akan rugi sama sekali, Riana."

​"Bulan depan kalau kamu sudah ketagihan dengan kualitas dagingnya, harganya akan saya naikkan jadi dua ratus ribu per ekor."

​"Selain ayam, saya juga mau menawarkan kerja sama eksklusif untuk dua bahan baku rahasia yang baru saya kembangkan."

​Mata Riana langsung berbinar penuh rasa ingin tahu mendengar kata rahasia tersebut.

​"Bahan apa itu, Dit? Apa seajaib semangka es kemarin?"

​"Saya sedang membudidayakan Bebek Peking Berapi dan Puyuh Gurun Zamrud."

​"Dua jenis unggas ini akan menghasilkan telur dan daging dengan rasa dan khasiat yang belum pernah ada di dunia kuliner mana pun."

​Riana menelan ludah, membayangkan antrean panjang pelanggan kaya di restorannya nanti.

​"Baiklah, Adit, aku setuju dengan semua syaratmu."

​"Mulai hari ini, Restoran Bintang Nusantara resmi menjadi mitra bisnismu seutuhnya."

​Riana menandatangani kontrak itu dengan cepat dan menjabat tangan Adit erat-erat.

​Di dalam hati Adit, notifikasi sistem kembali berbunyi manis.

​[Pemberitahuan: Jalur distribusi eksklusif tingkat kota berhasil diamankan.]

​[Langkah Tuan menuju takhta Raja Pangan semakin terbuka lebar.]

1
echa purin
👍👍
I am Cat
up
kiyoe: terimakasih kak sudah mau mampir membaca karya saya 🙏
total 1 replies
craft
ini 1 jam lagi dulu aku panen tomat sampai jam 7/8 /Sweat/
admin 1 ini kayaknya gak pernah ke landang nya 😑/Proud/
kiyoe: hehehe kan pakai benih ajaib kaka 🤭
total 1 replies
craft
gawe gak yakin panen cabe 2 jam 😐😑
kiyoe: heheh
total 1 replies
craft
asalamualaikum thor saya mampir 😄😄😄
jangan lupakan saya thor🤣
kiyoe: hehehe terimakasih kaka
total 4 replies
Heni Setiyaningsih
🤣🤣🤣🤣🤣
Was pray
sistem pertanian dan peternakan berubah fungsi jadi sistem kultivasi. udah berubah jauh banget
Was pray
Adit lupakah? bahwa tanpa sistem gak bisa apa2? sekarang jadi arogan sama sistem. kesulitanmu karena dirimu terlalu serakah pingin cepat kaya sehingga menempuh jalan ilegal
Was pray
Adit kan ke jakarta numpang truk ekspedisi ! kok sekarang bawa mobil SUV nya? mobilnya jalan sendiri kah? 🤣🤣
kiyoe: hehehe terimakasih atas support nya kak ☺️
total 7 replies
Was pray
kapan jadiannya?
kiyoe: setelah itu
total 1 replies
Was pray
sopo dan Jarwo kan di perkebunan? othornya bingung kah?
Was pray: waktu berangkat Adit pamitan sama sopo dan Jarwo , kemudian Adit meminta agar sopo dan Jarwo menjaga kebun selama Adit di jakarta. coba dicek bab sebelumnya Thor.
total 2 replies
Was pray
kapan Adit beli mobil? kok tau2 udah punya mobil SUV? di sulap sim salabim hau mobil munculah. 🤣🤣🤣
Was pray
adi paham bisnis gak sih sebenarnya?
kiyoe: heheh iyaa kak biar cepat laku 🤣
total 5 replies
Was pray
berita dari Riana gak direspon dit?
Was pray
pagarnya setinggi Dada gak kependekan dit? paling gak setinggi 2 meter baru atasnya ditambah kawat berduri kayaknya lebih aman
Astiana 💕
menegangkan sekali Thor, ngeri banget.
kiyoe: hehehe biar tegang kak
total 1 replies
Astiana 💕
Abang wanglin kita muncul di karakter adit😁.
Astiana 💕
aku kasih kopi, semangat ya💪🏻, biar gak ngantuk☺️
kiyoe: wah terimakasih kak Astiana semangat terus pokoknya 🙏🙏
total 1 replies
Astiana 💕
sat set bener si Adit, dah dapat cewek aja dia, kapan jadian nya juga tak tau🤭
kiyoe: hehehe
total 1 replies
Astiana 💕
lah giok jadi steak🤣🤣.
gak apa-apa lanjut aja, anggap aja lagi berpetualang di dunia lain.🤣🤭
kiyoe: hahaha
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!