Indonesia
NovelToon NovelToon
NAINA SI GADIS DESA

NAINA SI GADIS DESA

Status: sedang berlangsung
Genre:Pelakor / Selingkuh / Dokter Genius / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:89.9k
Nilai: 4.9
Nama Author: Nabila.id

Seorang wanita yang tinggal di sebuah desa, cantik dan ayu rupa nya, Menyandang gelar 'Bunga Desa' tidak menjamin kehidupan Naina bahagia.

Baru juga 1 bulan usia pernikahanya, Naina sudah harus melihat suaminya bercinta dengan wanita lain. Lebih tepatnya mantan wanita yang perah dicintai suaminya.

Perih hati menahan luka di dada. Sungguh rasanya ingin mati saja. Namun bagimana dengan Laki-laki tua yang selama ini menjadi orang tua satu-satunya bagi Naina.

Disaat banyaknya luka yang mendera, datanglah seorang pria yang menjadi penyejuk di hati nya.


Akankah Naina berpaling dari suami nya ??

Ataukah dia akan bertahan dengan semua Luka yang menancap dalam dada?

Ataukah Naina akan mencari kebahagiaan lainya ?

Nantikan Kisahnya Hanya di NAINA SI GADIS DESA !!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nabila.id, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 30. Positif

...Jika sudah tak ada baru terasa, Bahwa kehadirannya sungguh bermakna ...

...☘️...

Waktu menunjukan pukul 04.15.

Panggilan alam sudah berkumandang. Naina di temani Ningsih mencari mushola untuk menunaikan dua raka'at kewajiban nya.

Terlebih di saat genting seperti saat ini, sebagai umat muslim, mereka tentu tahu kewajibannya, Sudah tidak punya banyak harta setidaknya banyak amal saja, Karena untuk ke surga tidak di butuhkan harta.

Pagi ini terasa hampa dan begitu tidak menyenangkan bagi Naina, belum ada nya hasil pemeriksaan dari bapak nya membuat Naina semakin merasa khawatir dengan situasi yang ada.

Lama bergelut dengan pikiran nya, Naina merasa ada sesuatu yang kembali bergejolak di dalam perut nya.

Hoek !!

Belum sampai Naina melepas mukena yang menempel di kepala nya, Perut nya sudah di kejutkan dengan rasa mual yang tidak tertahan kan.

Secepat kilat Naina melepas mukena nya begitu saja, mencari wastafel terdekat, dan berusaha mengeluarkan semua isi perut nya.

Segar di ingatan Naina baru beberapa menit yang lalu dia mengisi perut nya dengan susu dan roti kini sudah harus keluar lagi.

"Nai. Kamu Ndak papa"

Ningsih yang baru selesai dengan sholat nya, merasa khawatir pada Naina.

Namun belum mendapatkan jawaban Ningsih kembali melihat Naina berusaha mengeluarkan sisa isi di perutnya yang mungkin saja masih ada.

'Menyakitkan ?' tentu saja. Bahkan sampai tinggal cairan bening saja yang tersisa masih begitu membuat Naina berusaha keras untuk mengeluarkan nya.

Ningsih setia menemani Naina, bahkan saat ini dia membalurkan minyak angin di tengkuk leher Naina , dan memberikan pijatan lembut di sana.

"Makasih Ning"

Setelah cukup lega, setelah beberapa kali Naina mengeluarkan isi perut yang sebenarnya sudah tidak ada.

"Sabar ya Nai. Biasanya kata Simbah juga begini kalau hamil muda"

"Nanti kita sekalian periksa di UGD ya Nai" ajak Ningsih

Ningsih begitu mengkhawatirkan kondisi kesehatan sahabatnya, terlebih mengingat dirinya yang juga seperti Naina, tidak memiliki sandaran lainya selain mereka harus sendiri menguatkan hati.

***

Sebelum meninggalkan bapak nya, Naina sempat berpamitan pada dokter Sada dan sahabatnya. Untuk menitipkan bapak nya.

Sengaja Naina tidak mengatakan jika dia akan ke IGD memeriksakan kehamilan yang jujur saja belum Naina ketahui kebenarannya.

'Antrian no. 46'

Pikir Naina sudah cukup pagi dia mengantri, ternyata ada yang jauh lebih pagi mengambil nomor antrian sebelumnya.

Ditemani Ningsih, jujur saja Naina merasakan kecemasan di hatinya. Entah bagaimana nasib nya jika dia benar-benar hamil. Dan jika dia memang tengah berbadan dua, sudah di pastikan jika dalam kandungannya adalah benih milik Dewa. Karena Naina tidak pernah melakukan dengan orang lain selain suami nya saja.

Membayangkan kehidupan nya mendatang membuat Naina merasakan kepala nya pusing seketika.

"Jangan bengong Nai, Ndak baik"

Tegur Ningsih pada Naina, jujur saja Ningsih pun merasa iba melihat pelik nya kehidupan Naina. Keduanya sama-sama orang tidak punya, tapi Ningsih masih jauh lebih beruntung dibandingkan Naina yang bahkan nama nya saja dia tidak mengetahui nya.

Anggukan kepala menjadi jawaban Naina atas ucapan Ningsih sebelumnya.

"Berikutnya !! Antrian 46. Atas nama Bu Nai"

Sebuah suara yang terdengar menggema di seluruh ruangan, 'Akhirnya' penantian yang cukup lama kini sudah tiba giliran nya.

Naina ditemani Ningsih berjalan menuju sebuah ruangan yang di luaran nya terdapat tulisan 'Ruang Periksa-Poli Kandungan' . Bergegas keduanya menuju ruang tersebut, di dalam sana sudah ada seorang dokter yang berjaga.

'Dr. Rania,Sp.Og' , Seorang dokter yang saat ini tengah memeriksa kondisi Naina.

"Silahkan duduk Bu Nai"

"Ada yang bisa kami bantu ?"

Begitu ramah dan sopan dokter di hadapan Naina menanyakan keluhan pada pasien nya.

Mendengar pertanyaan dokter di hadapannya, Naina pun lantas mengatakan semua keluhan yang dia rasakan.

Jujur saja batin Naina mengatakan jika dia telah berbadan dua, namun Naina tidak ingin gegabah dengan begitu saja membenarkan dugaan nya, sebelum dia benar-benar mendapatkan hasil pemeriksaan pasti nya.

Serangkaian pemeriksaan di lakukan, beruntung Naina melakukan pemeriksaan di rumah sakit besar, sehingga dia bisa langsung bertemu dengan dokter spesialis kandungan di sana, berbeda jika Naina memeriksakan diri di puskesmas, tentu dokter umum yang akan menanganinya.

Cairan bening kental yang terasa dingin menyentuh kulit perutnya 'Ultrasonicgel'. Jari-jari terampil dokter Rania bermain diatas perut Naina. Dan mulai mencari kehidupan di dalam rahim Naina yang mungkin saja memang sudah ada di sana. Tujuan nya tentu untuk memastikan keluhan yang dirasakan oleh Naina.

Tidak butuh waktu lama, dokter Rania telah mendapatkan jawaban nya.

"Selamat ya Bu Nai, Dari hasil pemeriksaan USG usia kandungan ibu sudah memasuki 4 Minggu"

"Untuk bagian pastinya ini masih belum bisa di lihat ya Bu, Karena memang masih berbentuk Ballotment"

Panjang lebar Dokter Rania menjelaskan apapun yang berkaitan dengan kehamilan Naina yang baru pertama di alami nya dan ini juga masih sangat muda.

Naina tampak antusias mendengarkan penjelasan dari dokter di hadapannya, jujur saja dia bahagia jika pada akhirnya dia tidak sendiri, meski entah bagaimana nanti.

Naina memilih untuk bersabar dan ikhlas menjalani takdir nya, toh mau menolak dan memberontak bagai mana pun, tetap dia tidak akan pernah bisa melawan hebatnya kekuatan takdir. 'Pikir Naina'.

"Bagaimana Bu masih ada yang belum jelas ?"

Dokter Rania kembali bertanya.

"Sudah Dok, terima kasih penjelasan nya sudah sangat jelas"

Naina tersenyum pada dokter di hadapan nya, jujur saja dari banyaknya penjelasan dari dokter Rania , sedikit banyak Naina mulai memahami jika apa yang dia rasakan selama ini lumrah dialami wanita hamil seperti dirinya.

Setelah cukup berkonsultasi, Naina pun keluar dari ruangan dokter, tujuan Naina kali ini adalah instalasi farmasi.

Ada beberapa obat yang memang dibutuhkan Naina selama kehamilan. Dan tentu itu wajib hukumnya untuk di tebus oleh Naina.

Sama seperti di bagian Poli, di instalasi Farmasi pun sama, Naina juga harus kembali bersabar dengan antrian yang menguar hingga luar.

***

1
kimiatie
ceritanya bagus cuma sayang ... asyik -asyiknya mengikuti alir nya.. tiba-tiba ditamatkan 😔😔 sayang sekali
kimiatie
kok ceritanya begini sih 😞😞
Aqella Lindi
kalau aq jadi naina,udh ku bejet pkai sambal geprek level sejuta
Kusnia Wati
bagus..seru ceritanya
Kusnia Wati
ayo dilanjut kak ceritanya seru
nobita
ooh begono ceritanya... dari awal Dewa emang kepaksa menikahi Naina...
nobita
yuup aki mampir kak
Alaric Zikri
Luar biasa
zeus
Apa Salah nya ngasih rate 5 buat karya yg memang bermutu
Sitipatimah
Luar biasa
Erdawati 79
ceritanya gantung
Yulihar Bayanti
sangat menyentuh
Benazier Jasmine
nai blgo dr sada klo u pny utang sm kluarga dewa jd u g perlu rujuk sm dewa suami brengsekmu itu, pasti dr membantumu untuk pergi dr dewa
Benazier Jasmine
nai sadar dewa bukan suami yang baik, walaupun u pny anak dg dewa bisa nnt u dihianati lg, mending berpisah & nikah sm dr. sada org baik & tanggung jawab
Miza Hasbullah
sepatutnya Naina cerai Aja dengan Dewa....Kasi pelajaran dekat Dewa.. enggak menarik ceritanya
Erdawati 79: kapan dilanjutkan lagi?
total 1 replies
bunda
gpp skrg nurut dl d ajak dewa tp k Dpnny kamu hrs bahagia nai, semoga ada celah kamu bisa cerai dr dewa, aku doain
bunda
aku sih berharap TDK pulang bersama dewa nai klo hanya membuat sakit hati kembali, kita hanya berharap sama othor Nabila masa dpn nai lbh baik jgn d buat sengsara terus Thor naina nya
bunda
koq kamu kayak jelangkung sih dewa datang tak d undang pulang mau d barengin nai, eh jelangkung gt gak sih🤣 asli nyebelin bgt kamu tu dewa sbg suami dtgin naina klonadaaunya aja, buang k laut lu...
bunda
mules aku mah liat mangga muda kebayang asemnya aku tak suka lg hamilpun aku mah gak pernah pengen mangga muda 😅 selamat menikmati rujaknya ya nai, btw jgn di liatin terus dok nanti naina nya keselek wkwkw..
bunda
nimpuknya hrs pake hati nai klo tau ada dr sada d sana, klo pake tenaga ya gt meringis deh, tp kalo suka jd malah ketawa ya dok, hadeeuuhh mau berujung gmn sih thor kisah mrk, naina hamil sama dewa tp dktr Sada sukanya sama naina penasaran penasaran🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!