claire flores seorang gadis cantik tiba-tiba di jodohkan oleh sang kakek, aiden baratayudha. berbagai cara claire lakukan agar perjodohan itu tidak terjadi karena dia tidak mengenal siapa sosok yang akan di jodohkan dengannya. Namun usahanya sia-sia karena pada akhirnya claire menikah dengan orang yang di jodohkan oleh kakeknya.
claire tidak menyadari sebuah perjalanan hidup yang sebenarnya telah dimulai!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cahaya12, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 30
Liam sangat senang Karena bisa bersama dengan sang mommy kembali. beberapa hari terakhir sang daddy melarang nya untuk mengganggu sang mommy yang sedang istirahat.
Namun anak jenius seperti Liam berpikir dengan keras jika sang Mommy hanya istirahat tidak mungkin sampai berhari-hari. jadi Liam menyimpulkan kalau sang mommy tidak dalam keadaan baik dan menuruti perkataan sang daddy.
" Mommy Mau makan apa? ayo Liam bantu ambilin" tawar Liam yang dari tadi masih menempel pada claire bahkan tidak berangkat sekolah saat tau claire sudah tersadar dari tidurnya.
" Liam mommy tidak butuh apapun, terus kenapa Liam tidak berangkat ke sekolah?" tanya claire mengusap rambut Liam.
" Liam ingin menemani mommy " sahut Liam apa adanya.
" Mommy kan tidak apa-apa sayang. baik lah kali ini kamu tidak apa tidak sekolah tapi besok tidak ada kata bolos lagi"
" Baiklah "
Tak begitu lama bi sarah masuk dengan membawa masuk nampan yang berisi makanan serta obat yang akan di minum oleh claire.
" Non bagaimana keadaan nya apakah sudah membaik?" tanya bi sarah meletakkan semuanya dengan rapi.
" aku sudah baik-baik saja bi terima kasih karena bibi mau di repot kan oleh Cla"
" Non jangan begitu lah sudah kewajiban saya untuk melayani nona yang juga majikan saya" Liam yang melihat itu hanya terdiam memperhatikan interaksi mereka berdua tanpa menyela.
" Liam Ayo keluar jangan ganggu mommy mu istirahat" seru dev dari balik pintu.
" Sebentar lagi daddy Liam mau menemani mommy makan dan minum obat " sahut Liam tak rela pergi.
" Baiklah setelah itu kamu ikut daddy ke markas"
" Markas? ngapain dev?" tanya claire heran karena baru mendengar kata markas dan menurut claire markas yang di maksud adalah markas para anak buah yang ada di hutan.
" Hanya melatih saja, lebih baik kamu diam di kamar jika butuh sesuatu katakan saja kepada para pelayan" titah dev berlalu ke kamar mandi.
Claire tak ingin ambil pusing dia pun memakan makanan dan minum obat menuruti perintah dev untuk tidak keluar kamar.
lagian ada luna yang di perintahkan dev untuk berjaga-jaga di luar kamar dan setiap setengah jam melihat keadaan claire sampai dirinya kembali.
Setelah Dev dan Liam pergi luna pun dengan patuh berjaga di luar kamar sang majikan. sedangkan claire yang merasa bosan mensecroll media sosial dan berkabar ria bersama clara dan juga lala bahkan mereka pun bervideo call.
" Cla apaan sih di sini masih pagi untung aku libur" gerutu clara menampilkan wajah bantal nya.
" Heh Ra aku tau di situ pasti udah jam tujuh jadi gak mungkin dong aku mengganggu"
" La kamu kok mau sih punya temen modelan begini" seru Clara membuat lala tertawa akan tingkah mereka berdua yang seperti Anak kecil.
" Heh Ra memang nya aku kenapa? seharusnya bangga dong punya temen seperti aku udah cantik baik hati lagi" clara yang mendengarnya berlagak seperti orang ingin muntah.
" Emang cantik sih tapi untuk baik hati nya sih kayaknya cuma satu persen saja"
" Sialan kamu Ra, gini-gini aku baik hati ya sayangnya aku gak suka pamer makanya kamu gak tau kann"
" Terserah kamu lah Cla, Aku tutup dulu deh sepertinya pacarku datang" seru Clara langsung mematikan sambungan.
" Kampreeettt Kamu Ra,," teriak claire kesal dengan clara yang sangat menyebalkan.
" Udah la Cla Kamu teriak pun juga percuma "
" kamu liat sendiri kan bagaimana aku tidak marah-marah kalau temen seperti itu pingin tak cemplungin ke empang deh"
" Tapi itu yang sangat di rindukan kan???"
" Iya kamu bener, Aku ketika ingat ke clara pasti kangen saat berantem dengan nya" sahut claire mengenang saat bersama dengan clara dari kecil sampai sekarang.
dan claire akui memang dari dulu clara sangat suka membuat claire kesal dan bahagia. bagi claire clara adalah pelangi dalam hidupnya.
" Aku juga sangat iri melihat persahabatan kalian yang sangat awet tapi sayang aku gak punya sahabat masa kecil" seru lala mengenang masa lalu nya yang penuh dengan berbagai pengalaman baik senang maupun sedih.
" Tapi sekarang kamu kan sudah menjadi teman kita jadi gak perlu malu lah sama kami" Lala pun mengangguk kemudian mereka membahas perkuliahan selama tidak ada claire.
Mereka tidak ada yang tau kemana claire. karena dev hanya mengatakan kepada rektor atas keadaan claire itu pun tidak sebenarnya.
apa lagi dengan lala yang di tanyain teman Yang lain. lala yang memang tidak tau apapun hanya mengatakan dengan apa adanya.
Luna yang mengecek keadaan sang nona dan kebutuhan yang di butuhkan sang nona segera menyiapkan begitu seterusnya selama setengah jam sekali. membuat claire jengah dengan luna yang selalu bolak-balik layaknya anak ayam yang kehilangan induknya.
" Lun kamu gak capek apa dari tadi bolak-balik mending sekarang kamu duduk di sini temani aku saja"
" tidak nona saya akan berjaga di luar saja" sahut luna dengan enggan.
" Lun aku juga adalah majikan mu kan jadi kenapa kamu membantah ucapan ku. baiklah kalau begitu aku akan mengadukan pada dev karena kamu tidak patuh" ancam claire mendengus pada Luna membuat luna gelagapan panik.
" eehh nona jangan nona, nanti luna bisa di pecat kalau nona sampai mengadukan semua ini bahkan nasib luna lebih buruk lagi"
" Maka dari itu kamu harus patuh, temani aku disini lagian aku bosen di kamar tanpa mengerjakan apapun" keluh claire kesal dengan dev yang menurut nya terlalu lebay padahal dirinya gak akan kemana-mana.
" Baiklah" akhirnya luna pun menuruti membuat claire tersenyum puas karena luna mematuhi nya. mereka pun bercerita dari berbagai hal sampai ke keluarga dev yang di ketahui oleh luna meskipun hanya sedikit.
tapi claire jadi sedikit tahu kalau dev punya keluarga besar meskipun tak tau di mana mansion keluarga besar dev. dan claire juga tau kalau luna tidak pernah tau mantan istri dev karena tak ada satu pun foto tentang pasangan dev.
Claire mengerut berfikir mungkin ada tapi hanya saja diletakkan di suatu tempat yang rahasia demi menjaga rahasia dan keamanan bisa jadi seperti itu.
tapi claire sungguh bingung dengan keluarga ini yang sangat berbeda dengan keluarga sang kakek. jika di bandingkan seperti langit dan bumi tentang hal yang ada di kedua mansion ini.
sang kakek tidak seperti dev yang sang introvert dan penuh rahasia. sedangkan sang kakek hanya menggunakan ruang rahasia jika menyangkut tentang sang nenek serta harta keluarga.
Tapi claire tak peduli itu karena saudara-saudara ayah nya juga telah sukses tanpa harta sang kakek pun harta mereka juga ada dimana-mana.