Indonesia
NovelToon NovelToon
KALINA

KALINA

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Cinta pada Pandangan Pertama / Cinta Seiring Waktu / Fantasi Wanita
Popularitas:15.4k
Nilai: 5
Nama Author: yrxzahh

sejak lima tahun lalu hubungan karina dan kakak kakak nya menjadi berjarak, hingga hubungan nya dengan kalandra yang sempat berjarak karena kalandra yang sempat lupa ingatan akibat kecelakaan bersama karina pada malam itu. akan kah kisah percintaan karina dan kalandra akan berakhir duka atau kah berakhir dengan bahagia??


Kalina tidak setiap hari update yaa🫶

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yrxzahh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30

" Jelasin ke gue apa yang sebenarnya terjadi?! " bentak kalandra yang tiba tiba sudah berada di depan pintu kamar Kasandra.

Kasandra tersentak kaget diatas kasurnya.

" Kamu bikin kaget aja tau! kalau aku punya penyakit jantung gimana mau tanggung jawab?! " jawab Kasandra ngegas.

" Gak usah banyak ngomong lo. Jelasin aja ke gue semua nya apa yang sebenarnya terjadi. " kalandra lalu berjalan masuk mendekat kearah Kasandra yang tengah duduk di atas kasur.

" Jelasin apa kalandra? "

" Jelasin semua nya. saat gue bangun dari koma, orang yang pertama gue lihat itu lo, jadi lo pasti tau apa yang sebenarnya terjadi. "

Jantung Kasandra rasanya berdetak dua kali lebih cepat dari biasa nya.

" Kamu habis ketemu sama siapa? " tanya Kasandra gugup.

Kalandra menghembuskan napasnya pelan." Karina. "

Gadis itu menundukan kepala nya, tangannya terkepal kuat di sebelah tubuhnya.

Anak sialan, batin Kasandra.

" San, apa yang sebenarnya lo sembunyiin dari gue? " pertanyaan kalandra membuat tubuh Kasandra menegang.

Kalandra meraih dagu gadis itu lalu mengangkat nya, membuat mata mereka kini beradu tatap.

" Dari ekspresi lo, kayak nya emang ada yang lo sembunyiin. "

Kasandra menggelengkan kepala nya cepat, matanya mulai berair.

" Apa yang lo sembunyiin dari gue? " kalandra mendesak Kasandra, tangan nya kini mencengkram keras bahu gadis itu.

" Kalandra. "

" Jelasin! " tangan laki laki itu semakin kuat menekan bahu Kasandra.

" Jelasin atau gue gak akan segan segan untuk luka in lo! "

" Oke, aku akan jelasin. " Ucapan Kasandra barusan membuat tangan kalandra akhirnya terlepas dari bahunya.

Gadis itu mengusap setetes air mata yang mulai turun dari pipi nya.

" Tapi, kamu harus janji. "

" Janji? Untuk apa? " tanya kalandra cepat.

" Setelah aku cerita semuanya , aku harap... "

Kasandra menggantungkan ucapannya, menatap dalam mata laki laki dihadapan nya.

" Kamu engga akan membenci karina. "

...----------------...

Kasandra berjalan keluar dari dalam kamar mandi, gadis itu bernyanyi dengan senang nya, kalandra sudah pulang dari satu setengah jam yang lalu.

Ia duduk di kursi meja rias nya, menatap pantulan dirinya dicermin. " Kerja bagus Sandra, sekarang kalandra sudah ada di bawah kendali lo. " Gadis itu tersenyum sinis.

Kasandra mengambil ponselnya yang berada di atas meja lalu segera menghubungi seseorang.

Setelah menunggu beberapa waktu, akhirnya panggilan itu tersambung.

" Thank's informasinya, " Ucap gadis itu membuka pembicaraan.

" Karena lo, gue bisa karang cerita dengan begitu sangat baik. " Kasandra tertawa kecil.

Dia kemudian terdiam saat mendengarkan seseorang yang sedang berbicara padanya dari dalam ponselnya, lalu tersenyum kesenangan (seperti habis menang lotre saja) . " Oke, sebutin aja berapa pun nominal nya, gue bakal kasih. "

...----------------...

Jarum jam di dinding menunjukan pukul sebelas malam, akan tetapi gadis itu masih larut dalam lamunan nya. Dia menatap kosong kearah dinding dihadapan nya sambil sesekali menghela napas. Jejak air mata di pipi nya masih terlihat begitu jelas.

pintu kamar nya terbuka, menampakkan sosok laki laki yang kini tengah menghela napas pelan kemudian berjalan mendekat ke arah karina.

" Gimana perasaan lo sekarang? " tanya laki laki itu lembut, lalu duduk tepat disamping adik nya.

Karina menoleh kearah kenzie. " Entahlah. " gadis itu terlihat berpikir sejenak. " Karina cuma ngerasa ada sesuatu yang salah dan harus segera diperbaiki. "

Kenzie menggapai tangan adik nya lalu menggenggamnya erat. " Jangan banyak pikiran kar. Sebentar lagi lo mau UAS, fokus kesana aja dulu. "

Karina mengangguk kan kepala nya pelan. Gadis itu mendekatkan dirinya ke tubuh kenzie lalu memeluk nya. " Bang ken nanti bakalan lanjut kemana? "

" Masih banyak hal yang harus dipertimbangkan untuk ambil keputusan itu kar. " kenzie menghela napasnya panjang. " Papah suruh gue buat kuliah diluar. "

Karina reflek melepaskan pelukannya. " Diluar? luar negeri? ".

Kenzie mengangguk sebagai tanda iya. " Terus kalau bang ken pergi, Karina sama siapa? "

Kali ini kenzie yang memeluk tubuh adiknya itu. " Itu maksud gue butuh banyak pertimbangan kar. Antara gue yang bakal tetap kuliah di sini atau lo yang bakalan ikut gue ke luar. " Karina balas memeluk abang nya.

" Karina engga mau pisah lagi sama abang. "

" Iya, kar. Gue juga. "

kenzie melepaskan pelukan adiknya. " Sekarang tidur, besok sekolah. "

" Iya bang, " ucap Karina setelah mendapat kecupan singkat di jidatnya.

" Selamat tidur, Karina, " ucap kenzie lalu keluar.

Karina masih duduk diatas tempat tidur nya sambil menatap ke pintu. " Selamat tidur, bang ken. "

Kemudian menangkup wajahnya dengan kedua tangannya, ia menunduk, mengambil napas panjang lalu berdiri.

Karina melangkah kan kaki nya maju mendekat ke arah jendela, ia menyibakkan tirai yang menampakan pemandangan kota bandung dimalam hari yang sedang hujan. Dia bisa melihat bayangan nya dikaca, dengan cahaya remang remang dari kamar nya membuat kota bandung terlihat lebih bercahaya dari situ.

" Kau tau langit. Sekarang yang mendorongku hanyalah se cuil harapan dan kepercayaan yang buram. "

...----------------...

Laki laki itu berguling guling dibawah selimut nya, sesekali ia membolak balikan tubuhnya mencari posisi yang nyaman, ia ingin tidur cepat, tetapi ia tak bisa.

" Ah, sialan. Kenapa mau tidur aja susah amat, sih? " tanya kalandra berbicara sendiri. Ia lalu bangkit dari kasur nya dan berjalan menuju balkon kamar nya.

Suara Hujan terdengar. Angin malam menerbangkan belain rambut hitamnya yang lebat. Ia menutup kedua kelopak matanya, sembari menikmati hawa dingin menembus kulitnya, yang membuat perasaan lebih tenang.

Kalandra lalu membuka matanya, menatap jauh kedepan, menikmati pemandangan indah malam kota bandung. Tatapannya berubah menjadi sedih. Ia kembali mengingat tentang Karina, gadis yang akhir akhir ini selalu berada dalam pikiran nya.

" Kenapa lo bisa sejahat itu, kar? " tanya laki laki itu pelan. " Lo harusnya tau dan ngerti. Lo terlalu indah untuk menjadi jahat. "

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

1
Azizah
.
Azizah
hallo teman teman jangan lupa bantu vote yavv🫶
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!