Indonesia
NovelToon NovelToon
The Hidden Truth

The Hidden Truth

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam
Popularitas:872
Nilai: 5
Nama Author: Nona Jmn

Di balik hilangnya seorang gadis, tersimpan rahasia yang selama ini disembunyikan. Seorang ibu bertekad mengungkapnya, meski harus melawan kekuasaan yang selama ini tak tersentuh.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nona Jmn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jejak yang hilang

"Sebenarnya, apa yang sedang terjadi di sini?"

Para pengawal dari tim Cakra menatap heran area pelabuhan tempat itu. Mayat-mayat berserakan dimana-mana.

Salah satu dari mereka berjongkok, memeriksa salah satu tubuh yang tergeletak. "Ini... anak buah Rama."

"Semuanya?" tanya yang lain, matanya menyapu sekeliling dengan ngeri.

"Sepertinya begitu."

"Tetapi Rama tak ada di antara mereka." Salah satu pengawal menghampiri, wajahnya tegang.

"Periksa semua tempat, cari gadis itu!" ucap sang pemimpin pengawal.

"Siap!"

Para pengawal menelusuri area itu dengan waspada, menyisir setiap sudut pelabuhan yang sunyi.

Beberapa menit kemudian, semua pengawal berkumpul.

"Romo, area ini sudah kosong. Rama dan gadis itu juga tidak ada," ucap salah satu pengawal pada Romo—pemimpin pengawal.

"CCTV juga terputus, sehingga kita tidak bisa melihat apa yang sebenarnya terjadi," sambung yang lainnya.

Romo tak menjawab, matanya menyapu sekeliling pelabuhan yang sunyi.

"Di mana Rama?" gumamnya pelan, alisnya berkerut penuh kecurigaan. "Bukannya dia yang menyuruh kita ke sini?"

Belum sempat ia menemukan jawaban, ponselnya tiba-tiba bergetar di sakunya.

Dring!

Romo buru-buru merogoh ponselnya, nama Bimo tertera di layar.

"Halo, Bim."

"Kembalilah," ucap Bimo di seberang sana.

"Tapi, Bim... Rama tak ada disini...."

"Aku tahu," potong Bimo. "Kembalilah!"

Alis Romo berkerut, lalu ia kembali berkata. "Bimo, para pengawal Rama sudah tewas berserakan di sini."

Layar ponsel Romo beralih ke video call, menampilkan wajah Bimo.

"Lihat sendiri, Bim," ucap Romo, mengarahkan kamera ponselnya ke sekeliling pelabuhan, menyorot tubuh-tubuh yang tergeletak dan genangan darah yang mulai mengering.

Di seberang sana, alis Bimo berkerut.

"Apa yang terjadi?"

"Aku juga nggak tahu, Bim. Saat sampai disini, para pengawal Rama sudah berserakan tak bernyawa."

"Apa Rama juga..."

"Tidak, Bim. Rama tak ada diantara mereka," potong Romo.

Bimo menatap layar itu dalam diam, matanya menyipit menangkap setiap detail kekacauan yang terekam di sana.

"Ini terlihat seperti bekas pertarungan sengit," lanjut Romo.

Bimo mengangguk, membenarkan ucapan Romo. "Bagaimana dengan CCTV? Kalian sudah mengeceknya?"

"CCTV terputus, Bim. Kita nggak bisa melihat apa yang terjadi di sini," jawab Romo.

Bimo terdiam sejenak. "Kembalilah sekarang."

Romo mengangguk. "Baiklah."

—•—

"Tuan Besar."

Bimo membungkuk sopan di hadapan Cakra.

"Hmm?" balas Cakra tanpa menoleh, matanya fokus pada layar yang ada di depannya.

"Saya dapat laporan dari Romo, Tuan. Para pengawal Rama tergeletak tak bernyawa di area pelabuhan," jelas Bimo.

Cakra akhirnya menoleh, matanya menyipit tajam. "Semuanya?"

"Sepertinya begitu, Tuan. Tapi Rama sendiri tidak ditemukan di sana."

Cakra menyandarkan tubuhnya ke kursi, jari-jemarinya mengetuk pelan permukaan meja di depannya.

"Apa yang terjadi?" tanyanya dengan nada dingin.

"Sepertinya ada pertarungan sengit semalam, Tuan," jawab Bimo.

Cakra terdiam, matanya beralih ke salah satu layar monitor di dinding ruangannya. Gambar dari kamera pengawas menampilkan ruangan sunyi, minim penerangan, hanya satu lampu temaram menyorot seorang gadis yang tergeletak tak sadarkan diri di atas tempat tidur sederhana.

Lyn.

"Cari Rama," ucap Cakra akhirnya, suaranya dingin tanpa emosi. "Sampai ketemu. Saya tidak peduli caranya!"

"Baik, Tuan!"

"Pastikan dia di temukan sebelum dia membuka mulut," lanjut Cakra, suaranya semakin dingin. "Apa pun yang terjadi, rahasia ini tidak boleh sampai ke publik."

"Siap, Tuan. Saya akan kerahkan semua tim untuk mencarinya."

Cakra kembali menatap layar monitor. Sorot matanya berubah menjadi sesuatu yang sulit diartikan saat menatap gadis tak berdaya di layar itu.

"Jangan sampai ada yang tahu," gumamnya pelan, lebih kepada dirinya sendiri. "Apa yang sebenarnya Clarisa lakukan..."

—•—

Di sebuah kamar bernuansa hitam, Alaric berdiri diam menatap pemandangan malam dari balik jendela kamarnya.

Sudah dua hari, ia tidak melihat Lyn di sekolah.

"Ke mana dia?" gumamnya pelan, jarinya mengetuk pelan kaca jendela.

Ia sudah menghubungi Lyn berkali-kali, tapi ponselnya selalu tidak aktif. Ia teringat percakapan pertama mereka di taman sekolah.

"Apa ini ada hubungannya dengan Clarisa?" bisiknya pada diri sendiri, teringat kembali insiden ponsel yang dicuri darinya dan preman bayaran yang menghajarnya beberapa hari lalu.

Semuanya terasa saling terhubung, tapi ia belum bisa melihat gambaran utuhnya.

Alaric menghela napas berat, menggenggam ponselnya erat-erat.

"Gue harus cari tahu sendiri," gumamnya tegas, tekad mulai menggantikan kegelisahannya yang sedari tadi menghantuinya. "Kalau memang ini ada hubungannya sama Clarisa, gue akan cari tahu sampai dapat."

1
Anne Rukpaida
smngat lyn 💪
Nona Jmn: Terima kasih
total 1 replies
Anne Rukpaida
akhirnya lyn ketemu juga 😇
Nona Jmn: Akhirnya🫰😁...
Ikutin terus yah... masih ada plot twist kebelakangnya🤭
total 1 replies
Anne Rukpaida
critanya luar biasa keren 😎
Nona Jmn: Terima kasih🫰🫰
total 1 replies
Anne Rukpaida
smangat ka, jadi smkin penasaran ma jln ceritanya asal muasal ortunya Lyn bisa punya keahlian bela diri gitu🔥
Nona Jmn: Sabar yah🤭🤭😁😁
total 1 replies
Anne Rukpaida
ceritanya bkin deg²n 🔥 smangat ka
Nona Jmn: Terima kasih kak😊😊🤭🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!