Indonesia
NovelToon NovelToon
LINGKARAN TAKDIR YANG KEMBALI

LINGKARAN TAKDIR YANG KEMBALI

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Reinkarnasi / Mengubah Takdir
Popularitas:418
Nilai: 5
Nama Author: Anggi Septianti

Kisah ini mengikuti perjalanan jiwa seorang wanita yang terjebak dalam siklus reinkarnasi lintas zaman demi mengejar satu cinta sejati yang selalu berujung tragis.
Pada kehidupan pertama (Era Romawi), ia adalah wanita dari kasta rendah yang mencintai seorang putra mahkota. Cinta mereka terhalang status sosial dan berakhir tragis dengan kematian.
Terlahir kembali di era kolonial (kehidupan kedua) sebagai putri gangster kaya raya, ia membawa ingatan masa lalunya dan berhasil menemukan kembali cinta pertamanya. Namun, takdir kembali merenggut kebahagiaan mereka akibat permusuhan darah antar keluarga besar.
Merasa lelah dengan takdir yang selalu menyakitkan, pada kehidupan ketiga (Era Modern) ia terlahir di keluarga biasa yang harmonis dan bertekad untuk menyerah serta menghindari cinta masa lalunya. Sialnya, semesta mempertemukannya kembali dengan pria tersebut yang kini menjadi CEO dingin di perusahaannya. Terikat kontrak kerja tiga tahun dengan penalti besar, ia mati-matian menghindar. Namun, tingkah lucunya justru meluluhkan hati sang CEO. Seiring berjalannya waktu, sang pria juga mulai mengingat kembali memori masa lalu mereka. Dan badai tidak di restu itu kembali menghatam cinta mereka, akan mereka kembali berpisah ?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anggi Septianti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 6 : Penolakan Tegas dari Dewan Senat

Suasana di dalam Balai Senat Agung Kekaisaran Roma terasa jauh lebih dingin daripada salju yang turun di puncak pegunungan Alpen. Pilar-pilar marmer putih raksasa yang menopang langit-langit tinggi berukir ukiran dewa-dewa mitologi tampak kokoh, namun di bawahnya, udara dipenuhi oleh ketegangan politik yang siap meledak kapan saja. Di ujung ruangan, di atas kursi singgasana batu yang megah namun tampak suram, para anggota Dewan Senat duduk melingkar dalam jubah putih bergaris ungu khas kehormatan tertinggi kekaisaran.

Di tengah-tengah lantai marmer yang luas, Putra Mahkota Marcus berdiri tegak. Posturnya bagaikan patung perunggu yang dipahat dengan sempurna: tegap, tanpa cela, dan memancarkan wibawa absolut seorang pemimpin masa depan. Namun, di balik topeng ketenangannya yang dingin, rahangnya mengeras dan tatapan mata hazelnya menyembunyikan badai kemarahan yang luar biasa.

Hari ini adalah hari pemanggilan resmi. Bukan untuk membahas strategi militer perbatasan atau perluasan wilayah kekuasaan, melainkan sebuah sidang interogasi tertutup yang diprakarsai oleh para senator sepuh demi mengadili moral sang pewaris takhta.

Senator Gaius, seorang pria tua berusia senja dengan keriput di seluruh wajahnya dan tatapan mata licik bagai musang, perlahan bangkit dari kursi kehormatannya. Ia menggulung sebuah dokumen perkamen di tangannya, lalu mengetukkannya pelan ke atas meja marmer, menciptakan suara nyaring yang menggema di seluruh penjuru balai yang sunyi.

"Putra Mahkota Marcus," ucap Senator Gaius membuka sidang dengan nada suara serak namun tajam menyayat. "Dewan Senat telah menerima laporan terperinci, lengkap dengan bukti-bukti tak terbantahkan dari para pengawal istana dan Panglima Decimus, mengenai tindakan Anda akhir-akhir ini. Anda telah berulang kali melanggar hukum suci kekaisaran dengan menemui seorang budak wanita dari kasta terendah di area terlarang istana."

Marcus tidak sedikit pun bergeming. Ia bahkan tidak menundukkan kepalanya sebagai tanda hormat standar yang biasa diberikan kepada para dewan. Sebaliknya, ia melangkah maju satu langkah, menatap lurus ke arah Senator Gaius dengan pandangan meremehkan yang membuat sang senator tua itu merengut tak suka.

"Jika yang kalian maksud dengan 'pelanggaran hukum suci' adalah berbicara dengan sesama manusia yang bernapas di bawah langit yang sama, maka hukum dewan ini cacat sejak dalam pikiran kalian," jawab Marcus dengan suara berat yang menggema tegas, memecah kesunyian balai.

Beberapa senator langsung berbisik-bisik gusar mendengar jawaban menantang tersebut. Jenderal Maximus, ayah dari Lady Claudia yang duduk di barisan depan para bangsawan militer, membanting meja di depannya dengan kasar hingga suara dentuman keras berderak di ruangan itu.

"Jaga mulutmu, Marcus!" bentak Jenderal Maximus dengan wajah memerah karena murka. Ia berdiri dari kursinya, menunjuk ke arah sang pangeran dengan jari telunjuk yang gemetar oleh amarah. "Kau adalah darah daging kekaisaran! Masa depan Roma bergantung pada aliansi suci antara garis keturunan kita dan keluarga bangsawan utara! Dan sekarang, kau rela mengorbankan stabilitas seluruh negeri hanya demi bersetubuh dengan seekor budak murahan yang tidak memiliki nama dan silsilah?!"

Mendengar penghinaan kasar yang dilontarkan kepada Callista, batas kesabaran Marcus akhirnya benar-benar runtuh. Tanpa memedulikan etika istana, Marcus melesat cepat mendekati meja Jenderal Maximus, sorot matanya berubah menjadi tajam mematikan hingga sang jenderal tua refleks mundur setengah langkah karena terkejut oleh aura intimidasi yang begitu kuat.

"Ulangi sekali lagi kata-katamu, Jenderal," bisik Marcus dengan suara rendah yang luar biasa dingin, namun mengandung ancaman kematian yang nyata. "Ulangi, dan aku pastikan pedangku ini akan mencabut nyawamu sebelum matahari terbenam di balik tembok istana."

"Cukup! Hentikan kegilaan ini!" sebuah suara berat menggelegar dari singgasana utama.

Kaisar, yang sejak tadi duduk terdiam menyimak dengan wajah lelah dan penuh beban, akhirnya mengangkat tangan kanannya untuk menengahi situasi. Sang penguasa tertinggi kekaisaran itu menatap putra tunggalnya dengan pandangan campur aduk antara kekecewaan mendalam dan rasa serba salah sebagai seorang ayah sekaligus kaisar.

"Marcus, kembalilah ke tempatmu," perintah Kaisar dengan suara parau.

Dengan berat hati dan dada yang masih bergemuruh menahan amarah, Marcus menarik langkahnya mundur, berdiri tegak kembali di tengah ruangan sambil mengepalkan kedua tangannya erat-erat hingga buku-buku jarinya memutih.

Senator Gaius kembali mengambil alih jalannya sidang. Ia merapikan jubah ungunya, lalu menatap Marcus dengan senyuman kemenangan yang mengerikan. "Yang Mulia Kaisar, Yang Mulia Putra Mahkota, keputusan Dewan Senat sudah bulat dan tidak dapat diganggu gugat. Kami menolak dengan tegas segala bentuk hubungan atau skandal murahan antara pewaris takhta dengan budak rendahan tersebut. Untuk menjaga kehormatan dan kemurnian darah kekaisaran, dewan mengeluarkan tiga ketetapan mutlak."

Marcus menyipitkan matanya, merasakan firasat buruk yang teramat pekat.

"Pertama," lanjut Senator Gaius dengan suara lantang. "Pernikahan politik antara Putra Mahkota Marcus dan Lady Claudia dari aliansi utara akan diresmikan tepat pada bulan purnama mendatang. Kedua, sang budak wanita bernama Callista harus segera disingkirkan dari kompleks istana—ia akan dipindahkan ke wilayah tambang budak di ujung selatan Roma untuk menjalani kerja paksa seumur hidup. Dan ketiga, jika Putra Mahkota berani menolak salah satu dari ketetapan ini, maka Dewan Senat akan mencabut hak waris takhtanya, menyatakan dirinya sebagai pengkhianat negara, dan menjatuhkan hukuman buang selamanya."

Tiga ketetapan keji yang dijatuhkan layaknya vonis mati bagi jiwa mereka berdua. Di ruangan yang megah dan dipenuhi marmer putih itu, Marcus merasakan seluruh dunia seolah runtuh menimpa pundaknya. Keputusan itu dibuat bukan sekadar untuk memisahkan mereka, tetapi untuk menghancurkan hidup Callista secara perlahan di bawah teriknya matahari tambang budak.

Manik mata hazel Marcus menatap tajam ke arah para senator satu persatu, menyimpan setiap wajah yang terlibat dalam penderitaan gadis yang dicintainya. Di dalam keheningan balai senat yang menyesakkan itu, Marcus tahu bahwa pertempuran yang sebenarnya baru saja dimulai—sebuah perjuangan putus asa di ambang jurang tragedi yang akan membawa mereka menuju malam perpisahan paling menyedihkan dalam sejarah kehidupan pertama mereka.

*•*

*•*

*•*

*•*

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!