Indonesia
NovelToon NovelToon
Semuanya Palsu

Semuanya Palsu

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Sci-Fi / Misteri
Popularitas:91
Nilai: 5
Nama Author: likaa0_0

Rey adalah manusia yang diubah menjadi anomali-monster kanibal yang sengaja dijadikan tameng oleh para penjajah halus di Paradise. Menganggap nasibnya sebagai hukuman atas dosa masa lalu, ia menemukan sosok yang ia anggap sebagai ibu keduanya. Namun, kasih sayang Dwi ternyata hanyalah manipulasi. Perlahan, jati diri dan kewarasan Rey dihancurkan hingga melahirkan The Luna, seorang psikopat yang rela mempertaruhkan sisa kemanusiaannya demi melindungi Dwi dari hukuman mati.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon likaa0_0, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

chapter 16

Eva terus berlari sekuat tenaga. Satu tangannya mencengkeram bahu kirinya yang terluka, berusaha menahan rasa sakit sekaligus menghentikan darah yang terus merembes dari lukanya napasnya mulai memburu.

Namun ketika Eva menoleh sekilas ke belakang, jantungnya seketika berdegup lebih kencang Pria begal itu masih mengejarnya Di tangannya tergenggam sebuah golok besar yang sesekali memantulkan cahaya samar dari sekitar Eva langsung kembali menghadap ke depan Ia mempercepat langkahnya.

Kejar-kejaran pun terjadi di tengah kegelapan.

Semakin lama, tubuh Eva mulai kehilangan tenaga. Napasnya tak lagi teratur. Dadanya naik turun dengan cepat, bahkan ia mulai menarik napas melalui mulut untuk mendapatkan udara sebanyak mungkin Namun pria itu tetap mengejarnya tidak berhenti, tidak melambat.

"TO-TOLONG!!!"

Eva terus berlari sampai akhirnya ia membelok tajam ke kiri, menuju area yang dipenuhi pepohonan besar nan rindang dan semak-semak lebat begal itu segera ikut berbelok.

"HEII... BERHENTI!!"

Suara langkahnya terdengar semakin dekat. Eva terus menerobos semak-semak tanpa peduli ranting-ranting tajam yang menggores tubuhnya.

Namun beberapa saat kemudian, jalan yang dilewati begal itu semakin gelap tidak ada cahaya yang cukup untuk membantunya melihat dengan jelas

Ia berhenti sejenak menoleh ke kanan dan kiri

Eva telah menghilang dari pandangannya.

"Di mana kamu?"

Tidak ada jawaban.

Hanya suara angin yang berembus melewati pepohonan tanpa disadari pria itu, Eva sedang bersembunyi di balik sebuah batang pohon yang sangat besar, tepat beberapa langkah dari tempatnya berdiri Eva menutup mulutnya dengan tangan.

Ia berusaha menahan napas Begal itu tidak menyadarinya Pria tersebut kemudian merogoh saku celananya dan mengeluarkan sebuah ponsel Ia menyalakan senter Cahaya putih langsung menerobos kegelapan Sorotan senter itu bergerak perlahan, menyapu semak-semak, tanah, hingga batang-batang pohon di sekitarnya.

Eva membeku diam dalam perasaan ketakutan yang membara dalam dirinya, Cahaya itu semakin mendekat.

"Tap... tap..."

Langkah kaki begal tersebut terdengar semakin jelas Sorotan senter perlahan bergerak ke sisi pohon tempat Eva bersembunyi Eva menyadari satu hal

Ia tidak bisa bertahan di sana lebih lama

Dengan sangat hati-hati, Eva mulai berpindah Satu langkah,Berhenti,Satu langkah lagi, tanpa ada suara yang keluar dari mulutnya dan pergerakannya. Setelah merasa cukup jauh, Eva terus berjalan perlahan sambil menggunakan senter dari ponselnya untuk menerangi jalan.

Ia menyusuri dasar hutan, berusaha menemukan jalan aspal agar bisa kembali menuju motornya.

Namun semakin jauh ia berjalan, jalan aspal yang dicarinya tidak kunjung ditemukan Rasa sakit di bahunya semakin parah.

Tetes...

Tetes...

Darah kini menetes semakin deras Eva berhenti sebentar dan memeriksa ponselnya Ia mencoba mencari sinyal namun itu adalah hal yang sia-sia karena di tengah-tengah alas hutan tidak bisa menemukan sinyal sama sekali.

Eva menatap layar ponselnya dengan cemas.

*Tidak ada sinyal sama sekali...*

Pikirannya mulai dipenuhi ketakutan.

*Bagaimana aku bisa pulang kalau motorku saja tidak bisa kutemukan? Jangankan motorku... jalan aspal saja aku tidak tahu di mana.*

"glup" (menelan ludah)

*Apa aku harus pasrah di sini dan menunggu begal itu menemukanku?*

Matanya mulai berkaca-kaca.

*Eva, lukamu sudah parah. Kalau terus seperti ini... mungkin sebentar lagi kamu akan mati.*

Pikiran yang aneh itu terus berputar-putar di kepalanya.

Namun Eva memaksa dirinya untuk tetap berjalan.

Ia tidak boleh menyerah tidak sekarang Beberapa saat kemudian, langkah Eva tiba-tiba terhenti.

Ia baru saja keluar dari area pepohonan. Sorotan senter ponselnya kini menerangi sesuatu yang membuat harapannya kembali muncul yaitu Jalan aspal.

Eva hampir tidak percaya Akhirnya Ia menemukan jalan keluar dengan sisa tenaga yang dimilikinya, Eva segera berbelok ke kanan dan mengikuti jalan tersebut.

Ia terus berjalan Namun motornya tak kunjung terlihat Sampai akhirnya...

Eva melihat sebuah bangunan besar di pinggir jalan Sebuah rumah gudang. Bangunan itu tampak tua dan terbengkalai. Dindingnya kusam, beberapa bagian terlihat rusak, dan tidak ada tanda-tanda tempat itu masih digunakan.

Krakk...

Suara ranting patah terdengar dari belakangnya Eva tersentak Ia menoleh kebelakang tidak ada siapa-siapa. namun rasa takut kembali menguasainya tanpa berpikir panjang, Eva segera berlari menuju pintu rumah gudang tersebut tangannya meraih gagang pintu.

Kreekkk...

Pintu tua itu terbuka perlahan Eva langsung masuk dan menutupnya kembali.

Tanpa disadarinya, suara ranting yang patah tadi ternyata berasal dari seekor rusa liar yang tidak sengaja menginjak ranting pohon jatuh di tanah.

Sementara itu, Eva berada di dalam rumah gudang.

Keadaannya jauh lebih buruk daripada yang terlihat dari luar Gelap, Kotor, Berbau pengap, Debu memenuhi hampir setiap sudut ruangan, seolah tempat itu telah lama sekali ditinggalkan.

Eva menyalakan senter ponselnya dan mengarahkannya ke sekeliling. Cahayanya menyingkap tumpukan kardus lusuh yang dipenuhi debu beberapa kardus ditumpuk tinggi, sementara sebagian lainnya sudah roboh dan berserakan di lantai Eva mendekati salah satunya Ia mencoba membuka kardus tersebut.

SRETTT....

Suara lakban yang ditarik terdengar nyaring di tengah kesunyian Eva tiba-tiba terdiam. Entah mengapa

Ia merasa seperti ada seseorang yang berdiri di belakangnya Eva perlahan menoleh kebelakang dan Senter ponselnya langsung diarahkan ke belakang.

Tidak ada apa-apa hanya kegelapan Eva mengembuskan napas lega Ia kembali membuka kardus itu. Di dalamnya terdapat banyak makanan kaleng Eva mengambil salah satunya Ia memeriksanya lebih teliti tanggal kedaluwarsanya telah lama lewat.

"Sudah kedaluwarsa..."

Eva meletakkan kaleng itu kembali dengan pelan-pelan Namun tiba-tiba terdengar suara nafas yang terdengar dari belakang tubuhnya

Huuu... (Suara nafas)

Eva membeku mengetahui bahwa di belakangnya terdapat seseorang Di belakangnya Napas itu terdengar begitu dekat dan akhirnya Eva memberanikan dirinya untuk berdiri perlahan lalu menoleh kebelakang

"AHHHHH!!!"

Eva berteriak kaget. Seorang pria berdiri tepat di belakangnya Namun pria itu bukanlah begal yang mengejarnya Ia seorang pria muda, tampak seumuran dengan Eva.

Eva langsung panik tanpa berpikir panjang, ia mengambil kaleng makanan dari dalam kardus lalu melemparkannya.

Namun Pria itu menangkapnya dengan tepat Eva yang semakin panik Ia mengambil kaleng lainnya dan melemparkannya satu demi satu Pria tersebut menghindari semuanya dengan mudah Hingga akhirnya Eva kembali merogoh kardus itu Kosong.

Semua kaleng sudah ia lemparkan Pria tersebut menatap kardus kosong itu Namun ia tetap diam. Kemudian pandangannya beralih pada bahu kiri Eva Luka menganga di sana masih mengeluarkan darah Pria itu segera membalikkan tubuhnya Ia berjalan menuju sebuah lemari tua Pintu lemari dibukanya Dari dalamnya, ia mengambil sepotong kain panjang Kemudian ia menggigit salah satu ujung kain tersebut dan menariknya dengan kuat.

krasss....

Kain itu robek menjadi dua Pria tersebut membawa potongan kain itu dan berjalan kembali menuju Eva.

"BERHENTI! JANGAN!"

Eva mundur ketakutan.

"Aku tahu maksudmu!"

Pria itu tetap berjalan mendekat Ia membungkukkan tubuhnya, berniat menutup luka di bahu kiri Eva dengan kain tersebut Namun Eva salah memahami maksudnya.

"JANGAN SENTUH AKU!"

Eva spontan mengangkat kakinya dan menendang wajah pria itu.

BRAKK!!

Pria tersebut terpental hingga jatuh ke lantai Beberapa detik kemudian, ia bangkit kembali namun ada sesuatu yang berubah Kedua matanya kini berubah menjadi merah tatapannya begitu dingin dan mengintimidasi.

Eva langsung merasa tubuhnya menegang Rasa takut kembali menguasainya Ia segera berdiri dan berlari menuju pintu keluar.

"TOLONG! SIAPA PUN! TOLONG AKU!"

Namun Eva tidak mengetahui bahwa begal yang sejak tadi mencarinya berada tidak jauh dari rumah gudang. Teriakannya terdengar jelas Begal itu langsung mengetahui keberadaan Eva Sementara di dalam gudang, pria misterius tersebut menggigit pergelangan tangan kanannya hingga mengeluarkan darah.

Darah itu mengalir Namun sesuatu yang tidak masuk akal terjadi Darah tersebut berubah bentuk menjadi sebuah pisau Dengan gerakan cepat, pria itu melemparkannya ke arah pintu.

bruk..

Pisau merah seperti darah itu menancap tepat di dinding, beberapa langkah dari Eva. Eva langsung menghentikan langkahnya Wajahnya pucat.

Ia menatap pisau tersebut Kemudian membalikkan pandangan menatap pria misterius itu.

"Jangan keluar."

Suara pria itu terdengar datar.

"Kalau keluar, aku akan membunuhmu di sini."

Eva mematung Pria tersebut berjalan santai menghampirinya sambil membawa potongan kain Ia memutar tubuh Eva agar menghadap kepadanya.

tanpa berkata apa-apa, ia kemudian mengikatkan kain tersebut dengan erat pada luka di bahu Eva.

Eva terdiam Barulah ia menyadari sesuatu Pria itu tidak berniat menyakitinya Ia sedang mengobati lukanya tatapan pria tersebut tetap dingin namun beberapa saat kemudian, warna merah di kedua bola matanya perlahan menghilang.

Pisau yang tertancap di dinding mulai berubah Wujudnya perlahan mencair menjadi darah. darah itu kemudian bergerak kembali menuju pria tersebut dan masuk ke luka di lengan kanannya Sesaat kemudian, luka itu kembali tertutup Seolah tidak pernah terjadi apa-apa.

Eva menatap pria tersebut dengan tatapan takjub Rasa takut yang sejak tadi memenuhi dirinya perlahan menghilang Untuk pertama kalinya sejak dikejar begal, Eva merasa sedikit aman.

*Entah mengapa... Saat berada di dekatnya, aku merasa aman.*

Mereka berdua saling menatap dalam diam.

BRAKK!!!

Pintu rumah gudang ditendang dengan keras Eva dan pria tersebut sama-sama terkejut Begal itu akhirnya muncul.

"Akhrinya aku menemukanmu..." ujar begal

Tatapannya langsung tertuju kepada Eva.

"Kamu! Cepat berikan kunci motor dan tasmu!"

Ia menunjuk Eva dengan golok besar di tangannya lalu mengangkat goloknya.

"CEPAT!" ujar begal

"TIDAK! Aku tidak akan memberikannya kepadamu" ujar Eva ketakutan

Eva mundur perlahan begal tersebut berjalan mendekat Langkahnya berat Golok besar masih tergenggam erat di tangannya Eva terus mundur sampai akhirnya

BRUK

Tubuhnya membentur tumpukan kardus Ia terpojok.

Begal itu mengangkat goloknya tinggi-tinggi

Kemudian mengayunkannya ke arah Eva namun sebelum golok itu mengenai sasaran tangan pria misterius tersebut muncul dari belakang,

Ia menangkap golok itu Begal tersebut terkejut.

Pria itu menatapnya dengan dingin.

"Untuk apa kamu menguntit gadis ini sampai ke dalam sini?"

Suaranya tenang.

"Hanya demi harta yang ujung-ujungnya akan habis untuk modal judi?"

Begal itu tersinggung Rahangnya mengeras.

Ia menarik goloknya sekuat tenaga hingga berhasil melepaskannya dari genggaman pria tersebut Kemudian tanpa ragu, ia langsung mengayunkannya.

WUSH!!

Golok itu menyayat dada pria tersebut dalam satu ayunan Luka terbuka di dadanya darah mengalir deras.

Eva terdiam namun sesuatu yang jauh lebih mengerikan terjadi Pria itu tidak tumbang.

Tidak mundur Bahkan tidak menunjukkan rasa sakit yang berarti Ia hanya berdiri diam Kemudian perlahan mengangkat wajahnya tatapannya kembali tertuju kepada begal tersebut. Dingin, Kosong Membuat suasana di dalam gudang seketika terasa jauh lebih mencekam Begal itu mundur satu langkah Wajahnya mulai dipenuhi kebingungan.

"Ke-kenapa..."

Tangannya mulai gemetar.

"Kenapa kamu masih tetap berdiri?"

1
Dian Dian
good job👍
likaa: makasih kak😄
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!