Indonesia
NovelToon NovelToon
Semuanya Palsu

Semuanya Palsu

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Sci-Fi / Misteri
Popularitas:91
Nilai: 5
Nama Author: likaa0_0

Rey adalah manusia yang diubah menjadi anomali-monster kanibal yang sengaja dijadikan tameng oleh para penjajah halus di Paradise. Menganggap nasibnya sebagai hukuman atas dosa masa lalu, ia menemukan sosok yang ia anggap sebagai ibu keduanya. Namun, kasih sayang Dwi ternyata hanyalah manipulasi. Perlahan, jati diri dan kewarasan Rey dihancurkan hingga melahirkan The Luna, seorang psikopat yang rela mempertaruhkan sisa kemanusiaannya demi melindungi Dwi dari hukuman mati.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon likaa0_0, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

chapter 5

Pagi yang cerah menyelimuti tempat itu. Cahaya matahari masuk melalui jendela, menerangi ruangan yang dipenuhi meja kerja dan tumpukan dokumen.

Di depan meja kerja milik Rey, seorang perempuan berambut pendek berdiri dengan pakaian yang rapi. Wajahnya terlihat tenang, meski jelas ada sedikit kecanggungan dalam sikapnya.

Perempuan itu adalah Sasha adalah seorang asisten baru yang baru saja bergabung untuk pertama kalinya.

Dani berdiri di sampingnya sambil menatap Rey.

"Rey, aku ingin memberitahumu sesuatu. Kita baru saja merekrut seorang asisten baru" (ujar Dani)

Rey mengangkat pandangannya dari meja.

"lalu?"

Dani kemudian memegang bahu Sasha

"Aku ingin meminta bantuanmu. Seperti yang kamu tahu, kamu adalah salah satu senior di sini."

Dani menarik napas sejenak sebelum melanjutkan.

"Kamu juga tahu sendiri betapa berbahayanya sebuah misi jika orang yang belum punya pengalaman harus bekerja sendirian. Apalagi kalau dia dipasangkan dengan orang yang... sedikit ceroboh."

Rey mengernyit.

"Kenapa aku merasa kalimat terakhir itu ditujukan kepadaku?"

Dani hanya tersenyum tipis.

"Untuk beberapa hari ke depan, aku ingin kamu mengajaknya menjalankan misi bersamamu. Anggap saja sebagai pendampingan sekaligus latihan."

Rey menatap Sasha sekilas sebelum kembali melihat Dani.

"Jadi aku harus mengawasinya?" (tanya Rey)

"Kurang lebih begitu." (ujar Dani)

Dani kemudian menyerahkan beberapa lembar dokumen kepada Rey.

"Tapi sebelum turun ke lapangan, aku ingin kamu mengajarkan beberapa dasar kepadanya. Setidaknya dia tahu apa yang harus dilakukan ketika menghadapi situasi berbahaya."

Rey menerima berkas tersebut tanpa banyak bicara.

"Baiklah."

Sasha yang sejak tadi diam akhirnya sedikit menundukkan kepalanya.

"Senang bisa bekerja sama denganmu, Kak Rey."

Rey hanya mengangguk singkat.

Ia kemudian membuka berkas yang diberikan Dani dan mulai membaca informasi mengenai asisten barunya itu.

***

Nama lengkap: Sasha Sabrina

Usia: 21

pengalaman: pernah bekerja sebagai wartawan di liputan 12

Kemampuan: mampu berkomunikasi dengan baik

****

Semuanya tertulis dengan jelas di sana. Namun, ketika matanya berhenti pada bagian nama lengkap Sasha, gerakan Rey mendadak terhenti.

Nama itu...Entah kenapa terasa begitu familiar.

Rey menatap tulisan tersebut beberapa detik lebih lama. Seolah-olah ia pernah mendengar nama itu sebelumnya.

Bukan sekadar pernah mendengarnya Ia merasa pernah bertemu dengan seseorang yang memiliki nama yang sama.

Namun, siapa?

Dan kapan?

Rey mencoba mengingatnya, tetapi ingatannya seakan tertutup kabut.

"Rey?"

Suara Dani membuatnya tersadar Rey segera menutup berkas tersebut Tatapan Rey kembali tertuju pada Sasha Sasha hanya membalas tatapannya dengan ekspresi bingung Rey menghela napas pelan.

"Mungkin cuma perasaanku, atau dia benar-benar...."

(ujar Rey dalam hati)

Namun jauh di dalam pikirannya, sebuah pertanyaan mulai muncul

"jadi namamu Sasha Sabrina, Hmm..... nama yang familiar"

"iya.. Namaku memang pasaran" (ujar Sasha)

Meletekan kertas dokumen

"Sasha... Nama yang bagus"

"makasih"

Rey pun segera menanyakan pengalaman sasha

"sebelumnya kamu pernah bekerja sebagai wartawan yang meliputi berita, terutama berita perihal anomali"

"benar, saya dulu seorang wartawan yang bekerja di studio liputan12 yang fokus utamanya menyajikan berita kasus kriminal dan penyimpangan di paradise" (ucap Sasha)

Dani pun segera menjelaskan alasan mengapa dia bisa lolos walaupun dia berlatar belakang pekerjaan dulu wartawan

"Rey, aku meloloskannya dari interview menurutku cewe ini cukup cocok dengan pekerjaan barunya serta dia umurnya cukup mudah" (ujar Dani)

Rey menebak bahwa Dani menerima Sasha dengan semudah itu

"oke, oke..."

" iya aku tau itu pasti alasanmu, sekarang apakah mendapatkan sebuah misi?"

Dani pun segera menjelaskan bahwa Harini tidak ada misi melainkan meminta untuk mengajarkan kepada Sasha tentang bagaimana mengoperasikan semua peralatan yang di butuhkan saat di Medan tempur nanti

"untuk hari ini beberapa misi aku tidak kuberikan kepadamu, aku memintamu mengajarinya dasar-dasarnya sebagai asisten"

"lalu misi yang harus ku kerjakan hari ini, kamu apain?" (ujar Rey)

sementara itu

di tempat lain, Ian dan Farhat tengah kewalahan menghadapi seekor anomali raksasa yang bentuknya menyerupai macan Makhluk itu berlari kencang ke arah mereka. Saat jaraknya semakin dekat, anomali tersebut mengangkat salah satu kaki depannya, memperlihatkan cakar-cakar besar yang siap menghantam.

WUSH!!!

Cakar raksasa itu diayunkan dengan brutal ke arah Ian.

Ian segera mengangkat kedua pedangnya dan menyilangkan bilahnya untuk menahan serangan tersebut.

BRAKK!!!

Benturan keras membuat tubuh Ian terdorong beberapa langkah ke belakang Ian segera menangkis serangannya dengan menggunakan dua pedang

"aduh! Sepertinya anomali di atas kelas kita deh"

"iya aku juga merasa seperti itu, Dani sepertinya tidak beres menempatkan kita untuk misi kita"

(ujar Farhat sambil menjinjing tas besar)

Tiba-tiba sebuah kotak sampah terbang kemudian menghantam Farhat hingga terjatuh

"FARHAT!!" (ujar Ian sambil masih menahan serangan anomali)

Farhat mengajukan jempol ke atas kepada Ian untuk memberitahunya bahwa ia baik-baik saja

"aku baik-baik aja Ian"

******

"aku melemparkannya kepada Ian dan farhat"

(ujar Dani)

"emangnya ²2anomali itu sesuai dengan kelas mereka"

"tenang saja, mungkin kelas anomali itu lebih berat sedikit"

Rey merasa bahwa kelas yang di berikan kepada Dani itu setera dengan tingkatnya

"biar ku tebak pasti anomali yang kamu berikan itu kelas S bukan?"

"iya.. Tenang saja untuk pemburu kelas A berhadapan dengan kelas S itu bukan masalah yang serius"

"astaga... Terserah kamu aja deh" (ujar Rey pasrah)

Setelah selesai bercakap dengan Dani, Rey segera mengajak Sasha ke tempat latihan bertarung. Rey ingin melatih sekaligus ingin mengetes kemapuan Sasha sampai mana dalam penggunaan bela diri dan senjata

Mereka berdua telah tiba

"Sasha aku membaca dari dokumen-dokumen yang di berikan kepadamu Dani bahwa kamu sebelumnya pernah mengikuti pencak silat?"

"iya benar, aku dulu pernah mengikuti pencak silat saat sekolah menengah pertama sampai sekolah menengah pertama"

"sampai sekarang kamu meneruskan pencak silat ini?"

"tidak, saat aku tamat sekolah aku memutuskan untuk berhenti, aku ingin fokus pada karir ku dulu"

"aku harap kamu bukan salah satu anggota pencak silat yang suka bikin onar dengan unjuk kebolehannya"

Sasha segera menjelaskan bahwa dia bukan salah satu anggota dari pencak silat yang dimaksud itu

"tenang saja... Aku bukan itu"

"bagus, omong-omong aku sepertinya kita pernah bertemu di mana, karena wajahmu mirip seseorang yang pernah aku lihat"(ujar Rey)

"apakah kamu berasal dari alumni SMA Rahayu?" (tanya Rey)

Sasha tiba-tiba teringat bahwa dirinya mengenal bahwa seseorang itu adalah teman satu alumni

"putra? Tidak mungkin namamu saja Rey"

"iya aku ini putra teman sekelas yang sering di bilang culun sama anak-anak lain"

Sasha tidak percaya bahwa dirinya bertemu dengan teman satu sekolahnya dulu namun kini namanya bukan menjadi putra melainkan rey

"apa.... Tidak mungkin bagaimana bisa dirimu berganti nama menjadi Rey"

"ceritanya panjang dan kamu tidak perlu tau Sasha" (ujar Rey sambil meletakan jari telunjuknya di mulutnya)

Sasha begitu kebingungan hanya bisa terdiam

Rey pun segera mengambil sebuah bantal pelindung pukulan lalu mengenakannya di lengan kanannya Rey pun meminta Sasha untuk menyerangnya

"jika dirimu pernah mengikuti pencak silat, cepat tendang ini"

Tanpa basa basi Sasha mengakat kaki kanannya lalu segera menendang pelindung bantal yang dipasang di lengan kanannya dengan begitu keras

BRAKKK!!!

saat tendangan Sasha menendangnya begitu kuat, tendangannya mampu membuat Rey mundur sedikit

"woahhh... Sasha keren sekali" (ujar Rey kagum kepada Sasha)

"hehehe... Makasih aku sudah cukup berati lama untuk itu"

"namun itu bukanlah sebuah pujian, kamu harus menyelesaikan tes selanjutnya"(ujar Rey sambil melepaskan pelindung bantal)

Rey pergi berjalan menuju tempat penyimpanan di tempat pelatihan ia mengambil sebuah bite suit

(yaitu pakaian yang melindungi dari gigitan anjing)

Sasha kebingungan mengapa Rey mengambil sebuah pakaian Bite suit Rey berjalan menuju Sasha lalu memberikannya bite suit untuknya

Sasha yang kebingungan segera bertanya-tanya mengapa Rey memberikan bite suit untuknya

"Emmm.... Rey mengapa kamu memberikan bite suit ini?"

"sudah pakai saja nanti kamu akan tau"

Sasha segara memakainya dan mengdobeli pakaian yang ia pakai dengan bite suit saat Sasha selesai mengenakan bite suit Rey segera berjalan menuju sebuah 3 kandang yang di tutupi oleh kain hitam besar, rey segera membukanya ternyata di 3 kandang itu sudah ada anjing-anjing besar yang ganas yang siap mengigit siapa saja

"Sasha, ini adalah tes terakhir kamu, saat aku melepaskan anjing-anjing ganas ini dari kandangnya kamu harus memasukkannya lagi, walau membuat pakaian Bite suit itu terkoyak lebar itu tidak masalah"

"Sasha apakah kamu siap?"

Sasha yang siap tidak siap sudah siap

"iya, siap tidak siap aku harus siap"

Rey pun segera memencet sebuah tombol segera seluruh ke tiga pintu kandang itu terbuka anjing-anjing ganas itu segara berlari menuju dengan liar serta ganas

1
Dian Dian
good job👍
likaa: makasih kak😄
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!