Alba lopez di dijodohkan keluarganya dengan pria yang tidak ia kenali,awalnya ia kesal dan ingin memberontak tapi di pikir-pikir tidak ada gunanya toh antek-antek ayahnya bisa dengan mudah menemuinya akhirnya ia ubah rencana dengan bersikap seolah menerima perjodohan itu setelah pernikahannya dengan pria asing dari keluarga mempuni itu terjalankan akan ia buat pria itu kesal dan illfeel agar cepat di ceraikan. Dan yang tak ia ketahui pria itu tak sesederhana yang ia pikirkan, dan tepat di saat ia mengetahui rahasia tergelap pria itu namun mulai sedikit luluh akankah ia tetap bertahan atau melanjutkan rencananya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon okolele, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menunggu
⚠️ WARNING — FICTIONAL CONTENT ⚠️
Seluruh karakter, tempat, adegan, dan peristiwa dalam cerita ini merupakan bagian dari imajinasi penulis dan dibuat semata-mata untuk kepentingan cerita.
Cerita ini adalah fiksi. Harap membaca dengan bijak.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Rambut panjang Alba dipenuhi rol rambut berwarna merah muda. Beberapa roller terpasang di bagian poni, sisi kepala, hingga bagian belakang rambutnya.
Satu tangannya menopang pipi, sementara tangan lainnya sibuk memindah channel televisi.Sesekali Alba melirik ke arah jam dinding.
Sudah cukup lama.
Ia mengembuskan napas pelan, lalu bersandar pada sofa sembari memakan buah potongnya.
"Aisssss!. "Alba menggeram kesal, melempar remot ke sebelahnya asal dan mengambil ponselnya yang berdering.
Video call dari sahabat-sahabatnya. Paloma dan Roze.
" Holaaa!"Alba menerima video call itu sembari melahap buah potongnya.
"Tuh Ze tebakan gue benar pasti Alba angkat. "Teriak Paloma di sebrang sana.
" Eh Ba btw lo kemana?, di hubungin gak bisa kita ke rumah lo pun gada orang?. "Sambut Roze.
" Gue di Las Vegas, sama suami gue puasss!. "Alba berujar melengking.
" Lah si anjir kapan nikah?. "Paloma gencar menuntup jawab.
" Lusa"Alba memberitahu tanpa semangat di wajahnya.
"Gak ngundang lo, kualat banget!. " Ujar Paloma sembari memutar bola matanya malas.
"Ya gue aja di seret sialan, gue di paksa mana sempat, bahkan bridesmaid gue aja desainer sama perias saking mendadaknya acara. "Alba kembali mengoceh dengan mulut penuh buah potong.
"Lah terus lakik lo mana?. " Roze menengahi sembari menatap layar serius.
" Ga tau. "Dengan acuh tak acuhnya ia menjawab.
" Ahahah, buset jadi udah malam pertama gak nih?. "
Alba hanya diam seja mengunyah enggan menjawab Paloma.
"Kenapa wajah lo murung gitu?, what's wrong whit you queen yapping?. "
"Gue gak tau tuh lakik flat banget, di ajak begituan malah kabur. "aku Alba.
Paloma melebuhkan tawa jenaka seakan mengejek Alba di sebrang sana.
"Lo kurang gencar Ba, kalau bisa lebih gragas lagi. " Roze memberi tipsnya untuk Alba cobai padahal dianya saja tidak memiliki pasangan maupun suami.
"Jujur nih ya tampang suami lo tuh gimana sih penasaran bet inih. "Paloma berucap yang di angguki Roze.
" Perfect pokoknya, tinggi, berotot, gagah, ganteng sampe ke harta-hartanya pun ganteng. "Aku Alba sembari menarik turunkan alisnya dengan senyum susnya.
"Waduhhh neng, pasti be-urat itu. "
"Eh mulut lo Loma di kondisikan, makanya buruan nyari suami!. "
"Lailah sih Alba mentang-mentang dah bersuami ngejek kita yang jones Lom. "Roze memberi kode pada Paloma.
" At least kita jomblo nanti kalu dah nikah gas langsung malam pertama iya gak Ze. "
"Bener, nyarinya harus yang panjang ber-urattt. "
"Hahaha"
"Heh, kalian ngomong apaan sih? pada blunder semua."Alba menghentikan omongan lantam dan binal sahabat-sahabatnya"Udah dulu ah, gue mau bobo suami gue dah pulang. "
"Suami, ceilee. " Paloma mencibir.
"Suami gak tuh, cieeee." Roze pun ikut-ikutan.
Mereka menggoda Alba.
"Adios setan-setan kesayangan. "Setelah berucap seperti itu Alba langsung memutuskan sambungan sepihak.
Kemudia Alba memainkan ponselnya mengecek berbagai media sosialnya.
2 menit dia bermain ponsel dan sudah merasa bosan dan kini beralih lagi pada televisi.
Di adegan televisi itu memperlihatkan dua pemeran saling bercumbu panas, suara decapan dan sentuhan kulit mereka memenuhi ruangan.
"horny?"
Suara bariton itu memecah atensi Alba.
"Lo udah pulang?. "Alba memberi senyum manis.
Ruangan itu kembali hening, hening yang penuh kecanggungan.
Suara penyatuan dari film yang ada di televisi itu memenuhi ruangan.
Alba dengan cepat mencari remot yang di lemparnya tadi.
Lazarus maju mengambil remot dan mematikan televisi.
"Aouhhh Hehee. "Alba hanya cengengesan sembari menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
" Kenapa gak chat gue mau pulang?."
Lazarus hanya bungkan dengan tangan di masukan ke saku, setiap menatap dan mendengar penjelasan Alba.
"Gue nungguin loh, sampe berjam-jam duduk di sini punggung gue sampe pegal!. "
"Apa kamu sangat ingin bercinta? ."ia labuhkan tatapan mati pada Alba menatap lekat tanpa berkedip. Suaranya datar pelan namun tajam.
" Hah?. "
"Lupakan!. "
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
For u🌺.
THANK YOU FOR READING 🌸
Terima kasih sudah membaca sampai akhir.
Semoga ceritanya meninggalkan sedikit kesan untuk kalian.
For u, a dahlia. 🌺
— Author