Indonesia
NovelToon NovelToon
Transmigrasi Gadis Imut

Transmigrasi Gadis Imut

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Mengubah Takdir
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Nadia Utari

Lily adalah gadis biasa yang suka makan kue dan membaca novel, tiba-tiba masuk ke dalam dunia buku yang baru saja ia baca! Dan yang lebih parah—ia bukan menjadi tokoh utama, melainkan penjahat sampingan yang nasibnya berakhir sangat menyedihkan di akhir cerita.

Dengan wajah imut, sifat polos, dan hobi makan kue, Lily bertekad mengubah takdirnya. Tapi siapa sangka, rencana hidup tenangnya malah berubah jadi rumit—karena siswa paling dingin di sekolah, ketua OSIS yang tegas, dan bahkan pewaris perusahaan besar… semuanya jadi terpesona padanya!

"Kau ini sebenarnya makhluk apa?" tanya siswa dingin itu dengan wajah datar, tapi tangannya tak melepaskan pinggangnya.
Lily tersenyum polos sambil memegang kue: "Aku cuma gadis yang suka makan, Mas~"

Apakah Lily bisa selamat dari akhir cerita yang tragis? Atau malah menemukan kebahagiaan yang tak pernah ia bayangkan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadia Utari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

EPISODE 17: Kebenaran yang Terungkap dan Pengkhianatan

Hari ketiga—hari terakhir. Matahari terbit seperti biasa, namun rasanya seluruh dunia sedang menahan napas. Batas waktu tinggal beberapa jam lagi. Jika sebelum jam lima sore kita tidak bisa menutup kerugian dan membuktikan adanya pengkhianatan, perusahaan akan diambil alih oleh pengadilan dan seluruh aset keluarga akan dijual lelang.

Aku sampai di kantor pusat lebih awal, ditemani Ethan yang tidak pernah meninggalkanku sedetik pun. Mark sudah ada di sana sejak subuh, duduk di depan deretan layar komputer dengan wajah yang penuh tekad. Begitu melihat kami masuk, ia langsung mengangguk pelan dan berkata, "Aku menemukannya. Bukti yang kita cari."

Di layar terlihat sebuah berkas rahasia yang berisi perjanjian kerjasama antara Paman Gerald dengan pemilik perusahaan pesaing—keluarga Wilson, musuh lama keluarga Shen. Di dalamnya tertulis jelas bahwa Paman Gerald akan merusak keuangan perusahaan kami dari dalam sebagai balasan imbalan yang sangat besar, dan setelah perusahaan keluarga Shen hancur, ia akan diangkat menjadi direktur utama di perusahaan keluarga Wilson. Semua transaksi yang hilang sebenarnya dialihkan ke rekening perantara milik keluarga Wilson, dan bukti pengalihan itu kini sudah ada di tangan kami.

"Dia bukan hanya mengkhianati Ayah," ucapku pelan, merasakan kemarahan yang perlahan membara di dada. "Dia merencanakan ini sejak lama. Semua keramahannya selama ini hanyalah kepura-puraan."

"Kita punya bukti yang cukup untuk menghentikannya dan menuntutnya di pengadilan," kata Mark dengan nada tegas. "Tapi kita harus bergerak cepat sebelum batas waktu habis."

Kami segera pergi ke ruang rapat besar di mana Ayah, Paman Gerald, dan para pengurus perusahaan sedang berkumpul bersama pengacara dan perwakilan bank. Suasana di dalam ruangan sangat tegang, wajah semua orang tampak putus asa. Saat aku masuk diikuti Ethan dan Mark, semua mata tertuju padaku.

"Maaf mengganggu rapat ini," ucapku lantang dan jelas, suaranya terdengar di seluruh ruangan. "Tapi sebelum kita menyerah, ada hal penting yang perlu saya sampaikan."

Paman Gerald yang duduk di sisi meja langsung menatapku dengan tatapan tajam dan dingin, berbeda jauh dari senyum ramah yang biasa ia tunjukkan. "Lily, ini bukan tempat untuk anak-anak. Keluarlah sekarang."

"Justru karena ini tempat yang tepat, saya ada di sini," jawabku tenang namun tegas. Aku meletakkan berkas-berkas bukti di atas meja rapat tepat di hadapan Ayah dan para pengurus. "Perusahaan ini tidak bangkrut karena penurunan pasar. Ini dijatuhkan secara sengaja. Dan pelakunya ada di ruangan ini."

Kebisingan pelan terdengar di antara para pengurus. Ayah membuka berkas itu dan semakin lama ia membaca, semakin gelap wajahnya. Ia menatap Paman Gerald dengan tatapan yang penuh kesedihan dan kemarahan. "Gerald… apakah ini benar?"

Paman Gerald terdiam sejenak, lalu tiba-tiba berdiri dengan wajah yang tidak lagi menyembunyikan niat buruknya. Senyum sinis dan dingin muncul di wajahnya. "Benar. Dan bagaimana kalau memang benar? Perusahaan ini sudah seharusnya menjadi milik keluarga Wilson sejak lama. Dan aku… aku hanya mengambil apa yang menjadi hakku."

"Hakmu?" tanyaku dengan suara lantang. "Puluhan tahun Ayah mempercayaimu, memberimu kedudukan, kepercayaan, dan penghasilan yang baik. Dan ini balasan yang kau berikan? Kau bukan hanya mengkhianati kepercayaan, kau juga merusak kehidupan ratusan karyawan yang bekerja di sini. Di mana hati nuranimu?"

"Hati nurani tidak bisa dibeli dengan uang," jawabnya dingin. "Dan keluarga Wilson menawarkan lebih dari sekadar uang. Mereka menawarkan kekuasaan yang tidak pernah bisa diberikan Ayahmu."

"Kau salah," suara Ayah terdengar berat namun tegas. "Kekuasaan yang didapat dengan cara curang dan pengkhianatan tidak akan pernah bertahan lama. Dan kau lupa satu hal—kami bukan hanya sekadar memiliki uang dan kekuasaan. Kami memiliki kepercayaan, persahabatan, dan orang-orang yang tulus berdiri di sisi kami. Dan itulah yang membuat kami lebih kuat darimu."

Paman Gerald tertawa sinis. "Kata-kata yang indah. Tapi itu tidak akan menyelamatkan perusahaanmu. Dana sudah dialihkan, batas waktu hampir habis, dan tidak ada yang bisa mengembalikannya dalam waktu sesingkat itu."

"Siapa bilang tidak bisa?" Suara yang berat dan berwibawa terdengar dari pintu ruangan. Semua orang menoleh dan melihat ayah Ethan berdiri di sana bersama tim pengacara dan perwakilan bank sentral. "Kami sudah melacak semua dana yang dialihkan secara ilegal dan membekukan rekening tujuannya. Dana itu sudah bisa kami kembalikan ke rekening perusahaan keluarga Shen sebelum batas waktu habis."

Wajah Paman Gerald seketika berubah pucat pasi. Ia mundur perlahan, tubuhnya gemetar hebat. "Tidak… ini tidak mungkin… bagaimana bisa kalian…"

"Kau merencanakan pengkhianatan dengan cermat," jawab Mark yang berdiri di sampingku, "tapi kau lupa bahwa kejahatan tidak akan pernah bisa menang melawan kebenaran. Dan kau meremehkan orang-orang yang berdiri di belakang kami."

Dua orang petugas berwenang masuk ke ruangan dan menghampiri Paman Gerald. "Gerald, kami menangkapmu atas tuduhan penggelapan dana dan konspirasi untuk merugikan perusahaan. Ikut kami."

Saat ia dibawa keluar, ia menatapku dengan tatapan penuh kebencian dan penyesalan. Namun aku tidak merasa puas melihatnya begitu. Aku justru merasa sedih—karena keserakahan dan ambisi buta, ia menghancurkan seluruh hidupnya sendiri.

Setelah pintu tertutup, Ayah berdiri dan menatapku dengan mata berkaca-kaca. Ia berjalan mendekat dan memelukku erat. "Terima kasih, Lily. Kau menyelamatkan perusahaan ini, menyelamatkan keluarga kita. Kau jauh lebih berani dan lebih bijaksana dari yang Ayah kira."

Aku memeluk Ayah dengan erat, merasakan beban berat perlahan terangkat dari bahuku. "Bukan aku yang menyelamatkannya, Ayah. Ini berkat Ethan, Mark, dan semua orang yang berdiri bersama kita. Kita menang karena kita saling mendukung."

Sore itu, tepat sebelum jam lima, dana berhasil dikembalikan sepenuhnya ke rekening perusahaan. Para investor yang sempat menarik dana kembali memercayai kami, dan ancaman kebangkrutan itu lenyap sepenuhnya. Perusahaan keluarga Shen tidak hanya selamat—ia menjadi lebih kuat dari sebelumnya karena kebenaran telah menang dan kepercayaan semua orang kembali pulih.

Saat kami keluar dari gedung kantor pusat, matahari mulai terbenam di ufuk barat, memancarkan cahaya keemasan yang hangat dan indah ke seluruh kota. Aku berdiri di antara Ethan dan Mark, melihat langit yang cerah dan penuh harapan. Badai yang mengancam kami telah berlalu, dan di sebaliknya, ada pelangi yang lebih indah dari sebelumnya.

1
little girl
terima kasih ya sudah mampir 😍😍
Dewiendahsetiowati
hadir thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!