Indonesia
NovelToon NovelToon
Sistem Dewa Hoki : Aku Bukan Pembawa Sial

Sistem Dewa Hoki : Aku Bukan Pembawa Sial

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir / Sistem
Popularitas:10.3k
Nilai: 5
Nama Author: kiyoe

Selama bertahun-tahun, Akbar dicap sebagai pembawa sial oleh seluruh warga kampung, bahkan disalahkan atas kecelakaan tragis yang merenggut nyawa kedua orang tuanya. Kelelahan dengan hidup yang penuh penderitaan dan cemoohan, Akbar memutuskan untuk mengakhiri segalanya dengan melompat dari atas jembatan. Namun, tepat sebelum tubuhnya jatuh, sebuah layar hologram mendadak muncul dan memberinya "Sistem Dewa Hoki". Kini, berbekal keberuntungan absolut dari sistem tersebut, Akbar siap membalikkan keadaan, membungkam mulut orang-orang yang merendahkannya, dan membongkar rahasia kelam di balik kematian orang tuanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kiyoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7

Mbak Risa berdiri di depan meja kasir sambil tersenyum lebar melambaikan tangannya saat melihat Akbar datang.

"Sini Bar! Orang dari pusatnya sudah datang dari tadi nungguin pemenangnya," panggil Risa antusias.

"Pagi Mbak Risa, wah ternyata acaranya lumayan meriah juga ya buat sekelas minimarket kampung," balas Akbar santai.

Seorang pria berseragam rapi kemeja polo dari perusahaan teh itu menghampiri Akbar sambil membawa papan formulir.

"Selamat pagi Mas, dengan Mas Akbar Pratama pemenang undian botol teh kami?" sapa petugas itu ramah.

"Pagi Pak, iya benar itu saya sendiri," jawab Akbar sambil menjabat tangan petugas tersebut.

"Boleh saya minta fotokopi KTP, struk belanja, dan bukti tutup botolnya untuk diverifikasi sistem kami?"

Akbar langsung merogoh sakunya dan menyerahkan ketiga benda penting tersebut tanpa ragu.

Petugas itu mengambil tutup botolnya dan mengecek hologram rahasia di baliknya menggunakan senter kecil khusus.

Tit!

Lampu senter itu menyala hijau terang menandakan bahwa kode di tutup botol itu asli seratus persen.

"Validasi berhasil sempurna Mas Akbar, ini adalah tutup botol hadiah utama yang asli dan belum diklaim siapapun," ucap petugas itu tersenyum lebar.

"Selamat Mas Akbar, satu unit motor Honda Scoopy terbaru resmi menjadi milik Anda hari ini juga!"

Mendengar pengumuman resmi itu, Risa bertepuk tangan gembira merayakan kemenangan Akbar.

Beberapa pengunjung minimarket yang sedang jajan juga ikut bertepuk tangan kagum.

"Terima kasih banyak Pak, ini semua rezeki tak terduga buat saya," ucap Akbar merendah meski hatinya bersorak kegirangan.

"Sebagai formalitas penyerahan hadiah, kita akan foto bersama di depan panggung itu ya Mas buat laporan dokumentasi kantor," arah petugas tersebut.

Akbar mengangguk setuju dan berjalan ke depan panggung kecil berdampingan dengan motor matic baru yang masih dibalut plastik di joknya.

Jepret! Kilatan lampu flash kamera menyala mengabadikan momen bersejarah dalam hidup Akbar.

Foto pemuda miskin pembawa sial yang berpose dengan motor baru itu pasti akan menjadi bahan perbincangan terpanas di seluruh kampung selama sebulan ke depan.

"Nah, kuncinya sudah saya serahkan beserta surat jalan kendaraannya ya Mas," ucap petugas itu menyerahkan kunci motor berpelat putih.

"Untuk STNK dan BPKB aslinya akan dikirim ke alamat rumah Mas Akbar paling lambat satu bulan dari sekarang."

"Baik Pak, sekali lagi saya ucapkan terima kasih banyak atas pelayanannya."

Petugas dari perusahaan teh itu pun pamit undur diri dan masuk ke dalam mobil boksnya untuk kembali ke kantor pusat.

Kini hanya tersisa Akbar, motor barunya, dan Risa yang berdiri di halaman minimarket tersebut.

"Wah, keren banget motor barumu Bar, warnanya hitam doff laki banget pokoknya," puji Risa mengelus bodi motor tersebut.

"Semua ini berkat Mbak Risa yang jaga kasir semalam, kalau bukan Mbak yang scan botolnya mungkin keberuntungannya beda cerita," balas Akbar merayu tipis.

Risa tertawa pelan mendengarnya, pipinya kembali bersemu merah ringan.

"Bisa saja kamu Bar, terus rencananya motor ini mau kamu pakai buat apa sehari-hari?"

Akbar menatap motor barunya dengan pandangan yang dalam dan penuh arti.

"Tentu saja untuk jalan-jalan ke luar kampung Mbak," jawab Akbar serius.

"Aku mau mencari pekerjaan yang lebih layak di kota kabupaten sana pakai motor ini."

"Sudah saatnya aku berhenti jadi kuli angkut pasar yang dipandang sebelah mata oleh orang-orang sini."

Risa mengangguk mendukung penuh niat baik dari pemuda di depannya ini.

"Aku doakan semoga urusanmu lancar terus ya Bar, kamu itu pantas dapat kehidupan yang lebih baik."

"Amin Mbak Risa, oh iya, sesuai janjiku semalam, mau kuantar pulang naik motor baru ini nanti setelah shift kerjamu selesai?" tawar Akbar sambil menaik-turunkan alisnya.

"Boleh banget dong, kebetulan aku selesai shift jam dua belas siang nanti," jawab Risa sumringah.

"Siap, nanti siang aku jemput ke sini lagi, aku pamit bawa motor ini keliling kampung dulu ya biar orang-orang pada panas matanya."

Akbar menyalakan mesin motor barunya yang terdengar sangat halus nyaris tanpa suara.

Dia memakai helm bawaan dealer dan menggas motor matic itu perlahan meninggalkan halaman minimarket.

Angin sepoi-sepoi menerpa wajahnya saat dia berkendara santai membelah jalanan kampung halamannya.

Sepanjang jalan, setiap mata warga yang melihatnya langsung terbelalak kaget bercampur iri.

Anak yang mereka panggil kutukan selama lima tahun terakhir itu kini berkendara gagah dengan motor puluhan juta rupiah.

[Pemberitahuan Sistem: Misi Harian baru telah tersedia untuk Tuan.]

Suara mekanis sistem tiba-tiba berbunyi saat Akbar sedang asyik menikmati perjalanan singkatnya.

"Akhirnya misi harian keluar juga, apa misinya kali ini sistem?" tanya Akbar penasaran.

[Detail Misi Harian: Kunjungi warung makan paling ramai di kampung pada jam makan siang dan buktikan status kekayaan baru Tuan di depan umum!]

[Hadiah Penyelesaian Misi: 30 Poin Hoki dan peningkatan Skill Mata Hoki ke Level 2.]

[Hukuman Jika Gagal: Motor baru Tuan akan mengalami ban bocor halus setiap hari selama satu bulan berturut-turut.]

Mata Akbar langsung berbinar membaca hadiah dari misi harian tersebut.

"Peningkatan Mata Hoki ke level dua? Ini hadiah yang sangat menggiurkan," gumam Akbar bersemangat.

"Lagipula aku juga belum sarapan dari pagi tadi, sekalian pamer uang di warung makan pasti seru."

Akbar memutar tuas gasnya lebih dalam menuju warung makan langganan warga kampung yang terletak di dekat balai desa.

Pertunjukan hoki dari seorang dewa keberuntungan baru saja dimulai, dan kampung ini belum siap menerima kejutan selanjutnya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!