Cinta membuat orang gila dan membuat orang juga membuat luka. Mencintai seharusnya tidak menyakiti dan tidak memaksa, karena cinta tumbuh harus dengan perasaan saling. Saling menyayangi, saling mengerti dan juga saling berkorban.
Kisah ini berkisah tentang seorang gadis bernama Kanaya yang harus bertemu kembali dengan sosok Ario yang sudah lama dia lupakan.
Tapi takdir kembali mempermainkan perasaan dan hidupnya setelah dia mengalami keadaan yang sulit karena sebuah pertemuan yang tidak disengaja itu membuat dia mengingat masa lalunya yang kelam.
Bagaimana kisah Kanaya dan Ario selanjutnya? Apakah mereka akan bersatu atau mereka kembali berpisah?
Saksikan kisahnya di sini di novel berjudul " Luka Hati "
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Juwita Simangunsong, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
30. Sorry ye
Ario semakin semangat karena pada akhirnya ibu Ratna memberikan restunya dan saat ini dia ingin bertemu dengan Kanaya untuk membicarakan rencana selanjutnya.
Disebuah cafe akhirnya Ario bertemu dengan Kanaya dan seperti biasa Ario selalu menunjukkan rasa cintanya ditambah lagi saat ini dia sudah mengantongi restu ibu Ratna yang merupakan syarat utama untuk dapat bersatu dengan sang pujaan hati.
Seperti saat ini Ario merasa sangat percaya diri dan langsung mengajak Kanaya untuk menikah " Nay kamu mau kan menikah dengan aku?"
Tentu saja Kanaya terkejut dengan pertanyaan yang Ario katakan seraya berkata " Sudah berapa kali aku bilang aku belum bisa menjawab ajakan kamu untuk menikah sebelum kamu mendapatkan restu dari Mama aku Ario, dan jujur aku juga bingung dengan perasaan aku sendiri saat ini." Kanaya berkata seperti itu karena dia memang belum mengerti tentang bagaimana perasaan nya karena dia bingung. Dilain sisi memang dia merasa nyaman ada disamping Ario di sisi lain dia merasakan ada yang mengganjal hatinya untuk bersatu. Alasan mengapa Kanaya meminta Ario mendapatkan restu itu sebenarnya hanya alasan untuk Kanaya bisa mengulur waktu untuk dapat merasakan apa yang sebenarnya dia ingin. Apakah benar rasa cinta itu masih ada terhadap Ario atau karena Arka semata. Terkadang cinta itu egois seperti yang dirasakan oleh Kanaya jauh di lubuk hati terdalam dia ingin bersama dengan Arka namun untuk hidup bersama dengan Ario dalam belenggu pernikahan membuat dia terkadang ingin mundur.
" Apa maksud kamu Nay? Bingung dengan perasaan kamu?" Ario tidak terima dengan perkataan Kanaya .
" Aku juga bingung untuk menjelaskan perasaan aku Ar. Di sisi lain aku memang ingin bersama dengan kamu untuk membesarkan Arka, tapi menurut aku kalau hanya alasan membesarkan Arka itu bisa kita lakukan tanpa ikatan pernikahan asal kamu mau berbagi Arka dengan aku."
" Maksud nya bagaimana?"
"Aku rasa pernikahan itu membuat aku semakin dilema Ar ."
" Dilema? Dilema bagaimana maksud kamu?"
" Aku sepertinya belum bisa mencintai kamu seperti waktu tujuh tahun yang lalu." Kanaya tertunduk diam.
" Kamu mengatakan ini setelah aku berjuang untuk mendapatkan restu dari Mama kamu?" kini Ario tersulut emosi hingga dia memukul meja yang ada di depan mereka dan membuat suasana menjadi tegang.
Namun Kanaya penasaran dengan kata - kata Ario yang mengatakan bahwa dia sudah mendapatkan restu dari Mama nya " Restu Mama?"
" Iya restu Mama kamu ibu Ratna dan beliau hanya memberi aku waktu seminggu untuk membawa kamu menemui beliau dan melaksanakan akad nikah. beliau menginginkan pernikahan yang sederhana asal kita sah menjadi suami istri dan yang lain - lain diurus setelah nya ... tapi kalau kamu sendiri saja tidak mau aku mau bagaimana." Ario tersenyum getir mengingat kata - kata Kanaya yang belum bisa memutuskan untuk menjalani hubungan pernikahan.
" Jadi aku harus bagaimana?"
" Aku mau kamu menikah dengan aku tapi kalau kamu tidak mau aku juga bersedia untuk kita sama - sama merawat dan membesarkan Arka tanpa ikatan pernikahan." Ario tersenyum memegang tangan Kanaya" Tapi aku juga ada penawaran lain untuk kamu agar kamu tahu bagaimana perasaan kamu sebenarnya terhadap kamu." sambung Ario lagi agar Kanaya bisa berpikir.
" Maksud kamu bagaimana? Agar aku tahu perasaan aku sebenarnya?" Kanaya bingung dengan Ario dan penasaran apa sebenarnya rencana Ario.
" Bagaimana kalau kita menikah secara siri dulu? Sampai enam bulan jika dalam enam bulan kamu belum juga mencintai aku kita cerai tapi kalau dalam enam bulan kamu yakin dengan pernikahan kita ... Baru pernikahan kita daftarkan menjadi pernikahan yang sah dimata agama dan hukum." Kanaya terdiam namun dihati Ario sangat berharap Kanaya menyetujui nya walaupun dengan resiko jika rasa cinta Kanaya tidak juga tumbuh dalam waktu enam bulan mereka akan berpisah dan tidak menutup kemungkinan Ario akan semakin terpuruk dalam perasaannya.
" Baiklah aku mau ini karena usaha kamu menaklukkan hati Mama aku." kata Kanaya yang sebenarnya belum yakin pada jawabannya.
" Baiklah minggu depan kita berangkat kerumah Mama dan melangsungkan akad nikah disana." kata Ario tersenyum bahagia karena saat ini itu sudah lebih dari cukup. Setelah pernikahan Ario tinggal memikirkan bagaimana cara untuk membuat Kanaya jatuh cinta lagi kepada dirinya.
...****************...
Di tempat lain Denis sibuk dengan pasien namun pikiran nya melayang pada sosok Kanaya. Denis melamun sampai dia tidak sadar saat dia visite ke ruangan pasien dia berpapasan dengan Bunga.
Bunga yang mengetahui Denis melamun langsung menepuk pundak Denis " Bagaimana pasien mau sehat kalau dokternya saja sibuk mikirin wanita." sindir Bunga yang sepertinya dia tahu betul bahwa saat ini Denis lagi memikirkan tentang Kanaya.
" Kamu sok tahu dan mulai saat ini saya minta kamu untuk tidak sok tahu tentang apa yang terjadi pada saya." Denis marah karena Kanaya hampir membuat dia sport jantung karena kaget.
" Ihh boleh nya sewot lagian ngapain mikirin wanita yang tidak mikirin kita ... Lihat saya , saya tidak mau mikirin laki - laki yang tidak mikirin saya karena saya tahu saya tidak mungkin bersaing dengan wanita yang namanya sudah terpatri dalam hati lelaki yang saya suka itu. Saya juga berpikir dari pada saya jatuh cinta semakin dalam dan pada akhirnya saya juga akan kecewa dan sakit hati lebih baik saya sadar dan mencari cinta yang lain." kata - kata Bunga terdengar bijak namun Denis tidak menggubrisnya.
" Anak kecil tahu apa?" sindir Denis.
" Dokter aku adalah ciptaan Allah yang paling istimewa karena aku manusia yang diberikan akal oleh Allah jadi aku gunakan akal itu untuk membuat aku tidak bersedih... Aku yakin suatu saat Allah akan mengirimkan satu laki - laki yang lebih baik dari mas Ario." Bunga tersenyum mengingat nama Ario.
" Itu kamu bukan aku karena menurut aku cinta itu perlu untuk diperjuangkan." Denis menjentikkan jarinya ke dahi Bunga.
" Aduh sakit dokter." Bunga mengusap dahinya yang sakit karena jentikan Denis.
" Rasain makanya jangan sok nasehati orang yang sudah berpengalaman dalam cinta." Denis menyungging kan bibir nya.
" Untuk apa memperjuangkan cita kalau ujung - ujungnya kecewa rugi dong." Bunga berkata seraya berkacak pinggang.
" Ya harus diperjuangkan dong namanya juga cinta yang berkaitan dengan perasaan."
" Aduh dokter... Kalau orang itu tidak ada yang punya mungkin ok , tapi kalau orang itu sudah ada yang punya dan tidak mungkin terpisah bagaimana? Sudah kita rugi waktu , tenaga dan kita akhirnya kecewa? kalau tidak mau kecewa ya berpikir realistis saja dokter karena aku belum mau sakit hati apa lagi gila karena cinta. Sorry ye!" Bunga pergi meninggalkan Denis dan Denis sedikit terusik oleh kata - kata Bunga
kenapa
di novel (cintai aku istriku) mu saat pemeran utama wanita melakukan kesalahan semudah itu dimaafkan dan kalian buat kakater pemeran utama pria nya bodoh yang terus saja bertahan dan Terima saja diperlakukan begitu dan akhirnya semudah itu dimaafkan dan lagi kalian tidak berani hadirkan wanita lain yang baik pada sang pemeran utama pria
sangat berbanding jauh
di novel2 (banyak novel mu) yang pmeran utama pria buat salah , makan tidak semudah itu dimaafkan harus dapat balasan dulu, dibuat mengemis maaf dan berjuang keras dapat kesempatan, karakter pemeran utama wanita tegas tidak mudah memaafkan, dan kalian hadirkan pria lain yang baik pada sang pmeran utama wanita
disinikita bisa lihat karakter kalian sebagai wanita jika kalian salah mau dimaafkan dengan semudah tapi saat suami kalian buat salah kalian tidak semudah itu memaafkan sadar tidak ini sifat wanita2 egois
oklah untuk kesalahan2 kecil masih bisa dibilang egois tapi kalau sudah masuk untuk kesalahan2 besar ini bisa di sebut munafik
pahamilah ini bukan menghina tapi memberitahukan kalian agar novel kalian udah bagus dari segi karya seni dan bagus juga dalam segi moral