Indonesia
NovelToon NovelToon
Di Sini Ada Arwah, Di Sana Ada Polisi

Di Sini Ada Arwah, Di Sana Ada Polisi

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Action / Mata Batin
Popularitas:77.1k
Nilai: 5
Nama Author: Ichageul

Nino dan Asep harus mengungkap peristiwa pembunuhan berantai yang semua korbannya adalah wanita.

Musuh kali ini adalah seorang pembunuh yang kejam, licik, dan cerdas. Mereka berpacu dengan waktu untuk mengungkap pelaku sebelum lebih banyak korban berjatuhan.

Disclaimer:
Seluruh tokoh, tempat, dan peristiwa dalam novel ini adalah fiksi. Apabila terdapat kemiripan dengan orang, tempat, atau kejadian nyata, hal tersebut murni kebetulan.

Novel ini mengandung adegan kekerasan dan pembunuhan yang ditujukan untuk kepentingan cerita. Tidak dimaksudkan untuk mendorong atau membenarkan tindakan tersebut.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ichageul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ada Benih Eceng di Rumah Sakit

“Bang Nino,” panggil Nayla.

Mendengar namanya dipanggil, Nino langsung menoleh. Pria itu terkejut sekaligus senang melihat dokter cantik yang sehari-harinya bertugas di IGD.

“Sedang istirahat?” tanya Nino seraya bangkit. Dia menarik kursi di sampingnya, mempersilakan Nayla untuk duduk.

“Begitulah,” jawab Nayla sambil mendudukkan diri. “Pasti habis bertemu dokter Bagas.”

“Hmm ….”

“Kalian sedang menangani kasus apa?”

“Kasus pembunuhan. Mungkin kamu sudah melihat beritanya. Jasad wanita di kebun jagung.”

“Ah ya, aku lihat beritanya. Jadi kalian yang menanganinya. Apa pelakunya sudah tertangkap?”

Nino menggeleng pelan sambil menarik napas panjang. Melihat raut wajah Nino, Nayla langsung menebak bahwa pria di sampingnya ini cukup pusing menangani kasus pembunuhan itu.

“Semoga kalian bisa cepat menangkapnya.”

“Aamiin.”

“Kamu sepertinya sibuk terus ya. Setiap kami ke sini, kamu pasti berada di IGD,” celetuk Asep.

Terdengar tawa pelan Nayla. Tanpa sadar Nino terus memandangi wajah cantik dokter di sampingnya dan tertangkap sahabatnya.

Asep menendang kaki Nino dan sukses membuyarkan lamunan pria itu. Dia memasang wajah masam pada rekan sekaligus sahabatnya itu.

“Nay, kamu sudah punya pacar belum?” tanya Asep tiba-tiba.

Nayla yang sedang menyeruput kopinya langsung tersedak. Untuk beberapa saat Nayla masih terbatuk.

Kesal pada Asep yang bertanya sembarangan, Nino balas menendang kaki Asep. Dengan wajah tanpa dosa, Asep melihat ke arah Nino.

Sorot matanya seolah ingin mengatakan, apa salah gue? Gue cuma mau mastiin dia jomblo biar elo nggak patah hati.

“Kamu sudah punya pacar belum, Nay?” tanya Asep lagi setelah batuk wanita itu mereda.

“Belum,” jawab Nayla singkat, padat dan jelas. Ketika menjawab, wanita itu melirik sekilas pada Nino.

“Emangnya dokter, perawat atau staf di sini nggak ada yang menarik perhatian kamu?”

“Emang harus ya?” Nayla malah balik bertanya.

“Biasanya kan dokter itu jodohnya dokter juga. Bahkan banyak dokter residen yang jadian sama dokter mentornya.”

Mata Nino langsung melotot pada Asep. Untuk kedua kalinya dia menendang kaki sang sahabat.

“Aku nggak tertarik dengan dokter. Kalau boleh milih, aku pengennya punya pasangan yang nggak satu profesi sama aku.”

“Kalau polisi masuk kriteria kamu, nggak?” desak Asep. Pria itu sepertinya serius ingin menjodohkan sahabatnya dengan dokter di hadapannya ini. Padahal dia sendiri masih berstatus jomblo.

“Ehm … bisa aja. Asal dia memenuhi kriteriaku.”

“Memangnya kriteria kamu yang kayak gimana?”

“Ehm … seiman, punya dasar agama yang baik supaya bisa menjadi imam untukku, bertanggung jawab dan setia.”

“Harus ganteng, nggak?”

“Kalau ganteng itu relatif sih. Menurutku ganteng, belum tentu ganteng menurut orang lain.”

“Iya sih. Ganteng itu relatif, tapi kalau jelek itu mutlak. Hahaha!”

Tak ayal Nayla ikut tertawa mendengar jawaban Asep. Kepenatannya menangani pasien yang tidak henti berdatangan sejak pagi sedikit mereda setelah berbicara dengan Asep.

Sosok Asep memang ceria dan supel. Siapa pun yang berbicara dengannya akan merasa nyaman.

Berbanding terbalik dengan Asep, Nino justru lebih banyak diam. Pria itu tidak tahu harus berbicara apa dengan dokter residen itu.

Belum apa-apa dia sudah grogi duluan. Seringnya mereka bertemu saat Nino hendak menemui dokter Bagas, perlahan benih cinta mulai tumbuh di hatinya.

Pernah satu waktu, Nino yang terluka saat sedang mengejar pelaku kejahatan dibawa ke IGD rumah sakit ini. Saat itu Nayla yang menanganinya. Mendapat perawatan dan perhatian dari dokter residen itu tak ayal membuat perasaan Nino semakin dalam.

Namun sampai sekarang Nino masih belum ada keberanian mengungkapkan perasaannya. Selain masih belum tahu perasaan Nayla padanya, dirinya juga disibukkan dengan banyaknya kasus yang harus ditangani.

“Nih si Nino juga masih jomblo. Kebetulan dia memenuhi kriteria yang kamu sebutkan tadi. Ditambah bonus, ganteng.”

Sebisa mungkin Nino menahan senyumnya. Padahal hidungnya hampir kembang kempis mendengar pujian Asep padanya. Jantungnya berdetak lebih cepat dari biasanya saat Nayla menoleh ke arahnya dan pandangan mereka bertemu.

“No, ngomong napa. Diem-diem bae. Mumpung ada orangnya,” celetuk Asep yang gemas melihat sahabatnya yang sedari tadi hanya diam, seperti orang sedang sakit gigi.

“Nay ….”

“Bang ….”

Keduanya mengucapkan kata itu bersamaan. Sedetik kemudian, mereka saling berpandangan sebelum sama-sama terdiam.

“Ladies first,” ujar Nino mempersilakan Nayla bicara lebih dulu.

“Aku—“

TING!

Belum sempat Nayla menyelesaikan kalimatnya, terdengar bunyi notifikasi ponselnya. Wanita itu secepatnya bangkit begitu melihat pesan darurat dari IGD.

“Aku harus kembali ke IGD. Ada pasien darurat sedang dalam perjalanan.”

Ketika Nayla hendak pergi, ada seorang pelayan mendekat padanya. Nayla langsung meminta kertas dan meminjam pulpen dari pelayan itu.

Dengan cepat dia menuliskan nomor ponselnya pada secarik kertas lalu memberikannya pada Nino.

Wajah Nino langsung sumringah mendapat nomor ponsel Nayla. Tanpa berlama-lama dia langsung memasukkan menyimpan nomor itu ke ponselnya.

“Udah dapat nomor telepon, jangan lupa ditelepon, minimal kirim pesan. Jangan dianggurin aja. Kalau cinta, dikejar.”

“Berisik!”

Nino bangkit dari duduknya lalu keluar dari kafetaria. Asep langsung menyusulnya dari belakang. Saat keduanya hendak keluar dari gedung rumah sakit, mereka berpapasan dengan dokter Bagas di lobi.

“Nino, Asep, untung kalian belum pulang.”

“Ada apa, dok? Apa ada informasi tambahan?” tanya Asep.

“Bukan. Aku mau mengundang kalian ke acara anniversary pernikahanku akhir pekan nanti. Sampaikan juga undangan untuk Miko.”

“Oh siap, dok.”

“Aku harap kalian bisa datang. Acaranya di rumah, mulainya jam tujuh malam.”

“Siap, dok.”

Nino dan Asep melanjutkan langkahnya. Keduanya segera menuju area parkir. Sambil berjalan, Asep mengirimkan pesan pada dokter Bagas.

[Dok, boleh request? Tolong undang dokter Nayla juga. Dia dokter residen yang tugas di IGD. Nino lagi PDKT soalnya.]

Begitu Asep mengirimkan pesan, dia sudah tiba di dekat mobil. Pria itu pun segera masuk. Baru saja memasang sabuk pengaman, ponselnya berdenting. Dokter Bagas membalas pesannya.

[Aman. Suruh Nino dandan yang ganteng.]

[Sip. Makasih, dok.]

“Kenapa lo senyum-senyum sendiri?” tanya Nino.

“Kepo.”

“Ck ….”

Nino mendecak saja mendengar jawaban sahabatnya. Dia langsung menyalakan mesin mobil. Saat bersamaan ponselnya berdering. Melihat nama peneleponnya adalah Pradipta, pria itu langsung menjawabnya. “Halo.”

“Aku menemukan sesuatu tentang Nilan,” ujar Pradipta dari seberang.

“Apa itu?”

“Lebih baik kalian ke sini. Aku akan menunjukkannya langsung.”

“Baiklah.”

Panggilan di antara keduanya berakhir. Nino langsung menjalankan kendaraannya.

“Siapa tadi?”

“Dipta. Dia bilang menemukan sesuatu tentang Nilan.”

“Apa?”

“Dia nggak bilang. Suruh kita ke apartemennya.”

Asep mengangguk pelan. Semoga saja penemuan Pradipta bisa memberi petunjuk tentang pelaku. Atau setidaknya motif pelaku menghabisi Nilan.

Dua puluh menit kemudian keduanya sudah tiba di Apartemen Grand Amaris. Mereka langsung menuju lantai dua belas.

Baru saja Asep menekan bel, pintu langsung terbuka. Sepertinya Pradipta memang sudah menunggu kedatangan mereka. Pria itu langsung mempersilakan keduanya masuk.

“Apa yang kamu dapat?” tanya Nino tanpa basa-basi.

“Nilan ternyata memiliki dua ponsel.”

“Apa maksudmu? Kami hanya menemukan satu ponsel saat di TKP.”

“Ponselnya yang satu sepertinya tidak dibawa olehnya. Mungkin saja di rumahnya. Ponsel itu terpantau masih menyala empat hari setelah kematian Nilan.”

“Bagaimana kamu bisa tahu kalau Nilan punya dua ponsel?”

“Aku menelusuri media sosialnya. Ada akun lain yang terdaftar bukan menggunakan ponsel atau akun email lama. Tapi nomor barunya. Ada hal menarik yang kutemukan di media sosialnya.”

Pradipta membalikkan layar laptop menghadap Nino dan Asep.

***

Selingan bentar ya, aku lagi cariin jodoh buat duo kancing cetet😂

BTW siapa yang jawab Nino🙋🏻‍♂️

1
Wardah Saiful
seruuu ceritanya
Febri Nayu
R A inisial nya garasi inget ramaa
tehNci
Harus kebongkar doong
tehNci
Ladalah....tambah 1 lagi yg harus dijaga Gilang si penjaga arwah. 5 arwah jadi anak asuh gilang😅😅😅
Humaira
kebongkar kayaknya 🤔
Ani
kebongkar lah
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🤎⃟dí́ժαհᄂ⃟ᙚ🥑⃟𝐐⃟❦♬⃝❤
takajutlah Ramli denger karyawan yg kerja dgn nya yg jadi korban ke sadisan si pelaku....apalagi bila tau korbannya itu selingkuhan WIL-nya....wah pasti langsung kena shock terapi dia.. apakah bakal lanjut dinas ke Singapura nya apa di cancel ya 🤔🫣
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🤎⃟dí́ժαհᄂ⃟ᙚ🥑⃟𝐐⃟❦♬⃝❤
ahahahahhaha kamu mah wayahe Lang jd bulan² Asep... selalu di bikin jengkel olehnya 😂
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🤎⃟dí́ժαհᄂ⃟ᙚ🥑⃟𝐐⃟❦♬⃝❤
mungkin saja laptop nya Dipta ada lebih dari satu........ laptop khusus eksekusi sama laptop buat tugas dr Nino dan Asep terpisah biar gk di curigai....namanya juga orang jahat yg pintar ....jd udah di perhitungkan semuanya....cara eksekusi korban juga rapih dan teliti dia ngerjainnya.... jangan sampe meninggalkan jejak biar gk terendus polisi....dia tuu pintar dan licin 🫣
Ria alia
Stlh denger inisial apakah pa ramli trkjut lgsg inget sama selingkuhan’y 🤔
Munas Tuti
nahh ketar ketir tu Ramli, takut terbongkar sesuatunya 😄😄
yula
💪💪💪💪💪thor
❤Rainy Wiratama Yuda❤️
Nambah lagi anak asuh Gilang 🤭
❤Rainy Wiratama Yuda❤️
Pasti terbongkar
❤Rainy Wiratama Yuda❤️
Setelah mendengar berita dari anaknya, cangkir kopi yang dipegangnya langsung terlepas, pecah tak terarah 🤭 dia langsung membelalakan matanya sambil berteriak "apa !!!" sehingga membuat istri dan anaknya kaget. hehehe.... imajinasiku tentang lanjutan cerita ini 🤭😄😄😄
sakura hanae @ mimie liyana❤️
Pasti si Ramli panas dingin tuh🤭
sakura hanae @ mimie liyana❤️
Jadi hantusitter kedatangan anak asuh baru lagi? 😏🤣🤣🤣🤣
Humaira
asiaap 💪
tehNci
Apakah Yuniar akan mengikuti jejak para arwah para korban pembunuhan topeng Rahwana yg sudah mati dan ngumpul jadi anak asuh Gilang? Lumayan tuh Gilang, bisa konsultasi masalah tugas kuliahnya sama arwah Bu yuniar🤣🤣🤣
Febri Nayu
ikut kami.. eh langsung melok dong
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!