Indonesia
NovelToon NovelToon
Balas Dendam Anak Terbuang

Balas Dendam Anak Terbuang

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:10.3k
Nilai: 5
Nama Author: elaretaa

Dalam hidup Kyra, ia hanya ingin merasakan arti sebuah keluarga. Namun, keinginan sederhananya itu harus ia pendam, karena kedua orang tuanya tidak menginginkan kehadirannya yang dianggap sebagai pembawa sial.

Setelah banyaknya penderitaan, Kyra akhirnya melangkah keluar dari bayang-bayang trauma untuk menuntut balas pada orang tuanya yang telah membuangnya.

Namun, saat Kyra berhasil bertemu dan tinggal dengan kedua orang tuanya, ia justru dijadikan kambing hitam untuk menggantikan posisi sepupunya dalam sebuah pernikahan bisnis. Jebakan takdir ini justru dimanfaatkan Kyra sebagai senjata untuk menghancurkan keluarganya sendiri.

Bagaimana cerita selanjutnya? Apakah rencana balas dendam Kyra berhasil? Siapa pria yang harus Kyra nikahi? Mengapa kedua orang tua Kyra menganggap jika Kyra adalah pembawa sial?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon elaretaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 30

Pukul sepuluh tepat, Kyra melangkah masuk ke dalam sebuah kafe bernuansa vintage di kawasan ibu kota yang cukup tenang. Di sudut ruangan yang dikelilingi tanaman hias gantung, Yolla sudah duduk melambaikan tangan sambil tersenyum lebar menyambut kedatangannya.

​"Kyra! Sini!" panggil Yolla riang.

​Kyra segera menghampiri dan duduk di kursi berhadapan dengan Yolla. Belum sempat Kyra memesan minuman, Yolla sudah lebih dulu menyodorkan sebuah tablet tipis ke hadapannya.

​"Sebelum kamu ngomong panjang lebar, nih, aku bawain update terbaru yang mungkin bakal bikin pagi kamu jauh lebih manis dari secangkir kopi," bisik Yolla penuh semangat, matanya berbinar licik.

​Kyra mengerjap, lalu menunduk menatap layar tablet yang menampilkan data finansial serta artikel berita ekonomi terkini. "Ini...?"

​"Yep! bisnis keluarga Andreas pagi ini kembali terjun bebas hingga menyentuh batas auto rejection bawah. Gara-gara bank utama mendadak menarik seluruh fasilitas kredit mereka semalam, para investor mayoritas langsung panik dan berbondong-bondong menarik modal mereka," jelas Yolla dengan nada berbisik namun terdengar sangat puas.

​Kyra terpaku sejenak, angka-angka merah di layar itu adalah pemandangan terindah yang pernah ia lihat seumur hidupnya. Imperium bisnis yang dulu dibangga-banggakan oleh Papa Freddy dan digunakan untuk menindas serta mengurungnya di gudang kini runtuh berkeping-keping dalam hitungan hari.

​"Ini baru permulaan, Yolla," ucap Kyra dingin, sudut bibirnya terangkat membentuk senyuman tipis yang mematikan.

​"Wah, muka kamu pas senyum gitu serem juga ya, Ky," goda Yolla sambil terkekeh pelan, meski dalam hatinya ia langsung mencatat setiap detail ekspresi Kyra untuk dilaporkan pada sang bos besar nanti malam.

"Jadi, apa rencana selanjutnya? Kamu nggak mungkin cuma mau bikin perusahaan mereka bangkrut secara finansial doang, kan? Orang kaya songong kayak mereka biasanya punya urat malu yang putus," tanya Yolla.

​Kyra meneguk sebentar es lemon tea yang baru saja diantarkan pelayan, lalu menatap lurus mata temannya itu.

​"Tepat sekali, kebangkrutan saja belum cukup untuk melunasi puluhan tahun penderitaan yang mereka berikan padaku, aku ingin menghancurkan reputasi sosial mereka," tegas Kyra.

"Lalu, apa rencanamu?" tanya Yolla.

​"Aku mau mereka merasakan bagaimana rasanya diinjak-injak di hadapan para sosialita dan rekan bisnis yang selama ini mereka sanjung. Aku mau mereka jatuh, kehilangan muka dan tidak punya tempat untuk berpijak lagi di kota ini," jawab Kyra.

​Yolla mengangguk-angguk kagum, "Wah, gila sih! Terus, apa langkah pertamanya yang harus kita ambil sekarang?" tanyanya.

​Kyra merapat ke meja dan mendekatkan wajahnya pada Yolla, "Aku butuh bantuanmu untuk menyebarkan beberapa dokumen penting mengenai skandal keuangan masa lalu perusahaan mereka yang sempat mereka ditutupi rapat-rapat ke hadapan publik dan media. Tapi kita harus melakukannya secara perlahan, lewat jalur anonim, agar mereka tidak tahu dari mana asalnya...," ucap Kyra.

​Sementara Kyra dengan penuh semangat memaparkan strategi demi strategi balas dendamnya kepada Yolla. Di tempat lain, ribuan kilometer dari kafe tersebut, sebuah ponsel pintar di atas meja kerja mewah milik Brian bergetar pelan dan sebuah pesan singkat masuk.

Yolla: Laporan hari ini, Tuan. Nyonya sedang menyusun rencana untuk mempermalukan keluarga Andreas di depan publik. Beliau terlihat sangat bersemangat dan cerdas, semua berjalan sesuai rencana.

​Brian membaca pesan itu sekilas, seringai tipis yang sarat akan dominasi dan kebanggaan terukir di bibirnya. Pria itu meletakkan kembali ponselnya, lalu menatap pemandangan kota Jakarta dari balik jendela kaca gedungnya yang menjulang tinggi.

Brian: Lakukan tugasmu, jangan sampai Nyonya Raymond curiga. Tetap lindungi dia.

Yolla: Baik, Tuan.

'Mainkan terus permainanmu, Nyonya Raymond. Aku jadi tidak sabar bagaimana hasilnya dan apapun yang kau inginkan di dunia ini, akan aku pastikan berada di dalam genggamanmu,' batin Brian.

Setelah pertemuannya dengan Yolla, Kyra merasa aliran energi baru membuncah di dalam dadanya. Namun, alih-alih langsung pulang, sebuah dorongan asing tiba-tiba melintas di benaknya.

​Kyra ingin menghirup udara segar dunia luar. Lebih dari itu, ia ingin menikmati status barunya dengan cara yang sederhana namun memuaskan, berbelanja tanpa perlu melirik label harga yaitu hal sejak lama ia ingin lakukan.

​Kyra melirik arloji di pergelangan tangannya yang masih pukul satu siang, masih ada waktu beberapa jam sebelum Brian pulang. Tanpa pikir panjang, Kyra meminta sopir untuk menuju pusat perbelanjaan paling mewah dan eksklusif di jantung ibu kota.

​Sesampainya di sana, denting pintu kaca otomatis menyambut langkah kakinya. Aroma parfum berkelas bercampur udara sejuk AC menyapa indra penciumannya, Kyra melangkah dengan dagu terangkat dan mengenakan trench coat berwarna camel dipadu kacamata hitam besar yang membingkai wajah tirisnya. Aura elegannya langsung terpancar, menarik perhatian beberapa pasang mata yang berpapasan dengannya.

​Namun, kedamaian kecil itu tidak berlangsung lama. ​Saat ia tengah melangkah melewati jajaran butik, sebuah suara yang sangat ia hafal di luar kepala mendadak memecah derap langkahnya, suara decakan sinis yang penuh dengan nada meremehkan.

​"Wah, wah... lihat siapa yang berjalan di sini. Penampilannya mendadak seperti nyonya besar, padahal aslinya? Paling-paling cuma wanita simpanan yang dibayar mahal!"

​Langkah Kyra terhenti kaku, ia perlahan menurunkan kacamata hitamnya ke pangkal hidung, lalu menoleh ke arah sumber suara.

​Tidak jauh dari etalase butik, berdiri dua sosok wanita sosialita yang wajahnya sangat ingin ia hapus dari memori hidupnya. Sherly dengan perutnya yang mulai membuncah di balik gaun ketat, berdiri bersidekap angkuh didampingi oleh Mama Dania di sisi kanannya.

Wajah Mama Dania tampak kusam, sisa-sisa kepanikan akibat kebangkrutan keluarga mereka sepertinya belum sepenuhnya hilang, tetapi tabiat sombongnya rupanya belum juga lenyap digilas realita.

​Sherly maju beberapa langkah dan menatap Kyra dari ujung kepala hingga kaki dengan tatapan penuh kebencian dan iri yang meluap-luap.

​"Kyra!" sentak Mama Dania dengan nada suara yang sengaja ditinggikan, menarik perhatian beberapa pengunjung butik di sekitar mereka.

"Bisa-bisa nya kamu berjalan-jalan dengan santai dan menghamburkan uang di tempat mewah seperti ini, sementara keluargamu di rumah sedang sekarat menghadapi kehancuran!"

​Kyra tidak langsung menjawab, ia hanya menarik napas perlahan dan meresapi betapa ironisnya pemandangan di hadapannya saat ini. Wanita-wanita yang dulu membuangnya, mencaci maki dan memperlakukannya lebih rendah dari sampah itu, kini berdiri di hadapannya dengan wajah frustrasi, memohon-mohon belas kasihan dalam balutan amarah yang kekanak-kanakan.

​Dengan gerakan tenang, Kyra melipat kedua tangannya di dada, lalu menyunggingkan senyuman tipis yang sangat dingin.

​"Keluarga?" Kyra mengulang kata itu dengan nada mengejek.

"Sejak kapan aku punya keluarga seperti kalian? Bukankah kalian sendiri yang membuangku dan menganggapku tidak pernah ada?" ujar Kyra.

.

.

.

Bersambung.....

1
erviana erastus
LOL ..... emang kyra mau nolongin kalian 🤣
sunaryati jarum
Hanya demi keponakan dan anaknya mau mengemis,dulu saat bergelimang harta putranya malah dibuang.Semoga Kyra dan suaminya mau menolong, itulah balas manis namun membuat terjun bebas harga diri yang dibalasnya 🤣🤣🤣
sunaryati jarum
Hubungi Kyira semoga dia dengan lapang dada membantu
erviana erastus
itulah kalian sombong nggak ketulungan eh .... skrng jd pengemis kan, baru sadar stlh nggak pny apa2 🤭
Aidil Kenzie Zie
emas berlian sama barang branded mereka apa sudah disita semua 🤣🤣🤣🤣
Aidil Kenzie Zie
kok si jalang anaknya Dania🤔🤔🤔🤔 salah ketik tor
sunaryati jarum
Kelahiran prematur, dan tidak punya biaya perawatan, biarlah Kyra mengulurkan tangan membantunya itu balas dendam yang membawa kebaikan untuk diri dan keluarga barunya
Aidil Kenzie Zie
nikmati kehancuran kalian
erviana erastus
pastix keguguran tuh Sherly keluarga toxic anak hamil tnpa suami kok bangga😏
Aidil Kenzie Zie
lah cepat kali Brian datangnya 🤔🤔🤔 nonton video di kursi kerja tau-tau udah nongol aja jemput istrinya 🤭🤭🤭
sunaryati jarum
Kehancuran kalian tidak sebanding penderitaan Kyra selama dua puluh delapan tahun itu.Lebih menderita Kyra.
sunaryati jarum
Ny Dania dikuliti anak kandungnya yang menderita dua puluh delapan tahun karena dianggap pembawa sial
erviana erastus
bertahun-tahun menyiksa anak kandung 🤬 sekarang dgn satu kali tepukan kalian hancur semua .... sdh jatuh baru ngaku ibu kandung ckckck wanita apa ini 🤬
erviana erastus
ckckck makax jeng jd orang jgn kepedean 🤣
Aidil Kenzie Zie
mereka udah dibuang oleh teman sosialita nya
semangat balas dendam
Aidil Kenzie Zie
si jalang iri sama Kyra 🤣🤣🤣🤣
salah sendiri ngapain doyan ngangkang sama orang yang tidak jelas 🤣🤣🤣🤭🤭🤭
sunaryati jarum
Semoga berhasil
sunaryati jarum
Tanpa pembalasan dari Kyra ,Papa Fredy hancur juga,tapi itu mungkin dari berkas yang diambil Kyra, sebelum pernikahan.
sunaryati jarum
Sudah mulai akrab dan saling bercanda
sunaryati jarum
Menikmati kebebasan dan kemewahannya yang diberikan Bryan dan keluarganya,ya Kyra. Sherly sepertinya lupa siapa yang jalang.Bisa- bisanya mengatakan Kyra jalang.Maling teriak maling .
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!