Indonesia
NovelToon NovelToon
Aku Pembawa Sial, Tapi Waktu Tunduk Padaku

Aku Pembawa Sial, Tapi Waktu Tunduk Padaku

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Fantasi
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: lizzy Bae

Sepanjang hidupnya, Bayu Rahaja selalu dijuluki si pembawa sial hingga puncaknya kedua orang tuanya meninggal dunia dalam sebuah tragedi yang memaksanya pulang ke rumah tua keluarganya. Di tengah keputusasaan saat ditagih hutang dan membereskan barang-barang usang peninggalan kakeknya, darahnya tanpa sengaja menetes ke sebuah batu hitam kehijauan yang diam-diam mengaktifkan sebuah pusaka kuno. Waktu di sekitarnya mendadak berhenti, dan Bayu menyadari bahwa kesialannya selama ini adalah harga yang harus dibayar untuk membangkitkan Batu Waktu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lizzy Bae, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23

Ting.

Pintu lift tertutup dan suasana di dalam barak kembali riuh namun kali ini dengan ketegangan yang berbeda.

Mereka semua mulai memeriksa senjata masing masing dan bersiap untuk melakukan patroli malam.

"Ini buruk Bayu, mereka mulai menyebar ke seluruh penjuru ruangan," lapor Anya memperingatkan pergerakan musuh.

"Kau tidak bisa lagi merayap lewat dinding, ada dua orang yang berjalan ke arah rak senjatamu sekarang."

Bayu menggertakkan giginya mencari jalan keluar dari situasi terjepit ini.

[Energi Waktu: 11/25]

"Apakah aku harus menggunakan kekuatanku sekarang?" pikir Bayu menimbang nimbang.

"Jangan Bayu, sisa energimu terlalu sedikit untuk melewati puluhan orang ini," cegah Anya membaca pikirannya.

Dua orang tentara bayaran bersenjata lengkap berjalan semakin dekat ke arah celah persembunyian Bayu.

"Hei, ambilkan peluru cadangan di lemari nomor empat itu," perintah salah satu tentara.

Langkah kaki mereka terdengar sangat jelas tepat di depan celah sempit tempat Bayu bersembunyi.

Tiba tiba seorang penjaga lain yang sedang memegang komputer tablet berteriak dari tengah ruangan.

"Tunggu dulu semuanya, aku baru saja mendapat laporan gambar dari pos gerbang bawah," teriak penjaga pemegang tablet tersebut.

Semua orang di ruangan itu langsung menoleh ke arahnya, termasuk dua orang yang berada di depan Bayu.

"Petugas keamanan gerbang bilang ada tukang bersih bersih baru yang masuk sepuluh menit yang lalu," lanjut penjaga itu dengan nada curiga. "Dia mencocokkan wajahnya dengan rekaman kamera jalanan dari insiden gudang sore tadi."

Penjaga itu memutar layar tabletnya dan memperlihatkan wajah Bayu yang terekam sangat jelas.

"Tukang bersih bersih itu adalah buronan yang sedang kita cari!" teriak penjaga itu memecah keheningan.

Suasana barak langsung berubah menjadi sangat kacau balau dalam hitungan detik.

"Tutup semua akses keluar! Dia pasti sudah menyusup ke dalam gedung ini," komando seorang pria bertubuh kekar.

Dua orang yang berada tepat di depan persembunyian Bayu langsung mengokang senjata mereka dengan panik.

"Cari di setiap sudut ruangan ini, dia tidak mungkin pergi jauh," perintah tentara yang membawa peluru cadangan.

Bayu menghela napas panjang menyadari penyamarannya sudah tidak ada gunanya lagi sekarang.

"Sepertinya cara halus sudah benar benar gagal total," bisik Bayu melepas topi kebersihannya.

"Bayu, kau harus segera keluar dari sana sebelum mereka mengepung rak senjata itu," panik Anya dari pelantang suara.

"Aku tahu Anya, bersiaplah untuk meretas pintu lift khusus itu saat aku berhasil mencapainya," jawab Bayu dengan nada tenang.

Bayu merogoh saku celananya dan menggenggam erat pistol kecil yang ia rampas dari penjaga sebelumnya.

Ia mengambil napas panjang dan memfokuskan pikirannya pada layar sistem di sudut matanya.

"Batu Waktu, hentikan waktu sekarang."

Wusss.

Seluruh pergerakan di dalam ruangan besar itu langsung terhenti seketika menjadi seperti patung lilin.

[Jeda Waktu diaktifkan.]

[Sisa Energi: 10/25]

Bayu melangkah keluar dari celah lemari besi dan menatap puluhan orang yang membeku di sekitarnya.

Pria yang memegang tablet masih dalam posisi berteriak dengan mulut terbuka lebar.

[Sisa Energi: 9/25]

Bayu tidak membuang sedetik pun waktu berharganya.

Ia berlari sprint sekuat tenaga melewati celah celah tubuh tentara bayaran yang diam mematung itu.

[Sisa Energi: 7/25]

Jarak sepuluh meter menuju lift khusus terasa sangat jauh saat waktu sedang dibekukan.

Napas Bayu memburu saat ia menghindari laras laras senapan yang diarahkan ke berbagai sudut.

[Sisa Energi: 5/25]

Ia akhirnya tiba tepat di depan pintu lift khusus yang tertutup rapat.

Bayu menempelkan kartu akses perak yang ia curi tadi ke panel pemindai di sebelah pintu.

Namun tentu saja panel itu tidak merespon karena aliran listrik dan waktu sedang terhenti.

[Sisa Energi: 3/25]

"Lanjutkan waktu."

Wusss.

Keriuhan suara dan kepanikan kembali meledak di dalam barak besar tersebut.

Bip.

Lampu panel pemindai lift menyala merah dan mengeluarkan suara peringatan yang nyaring.

"Akses ditolak, kartu tidak memiliki izin tingkat tinggi," suara mesin otomatis terdengar dari panel tersebut.

Suara penolakan itu langsung menarik perhatian belasan tentara bayaran yang berada di dekat lift.

"Itu dia! Tukang bersih bersih itu ada di depan lift bos besar," teriak pria botak yang tadi bermain kartu.

Semua laras senjata di ruangan itu serentak berbalik mengarah tepat ke tubuh Bayu.

"Anya, buka pintunya sekarang!" teriak Bayu menekan earpiece di telinganya dengan panik.

"Aku sedang mencoba Bayu, enkripsi pintunya terus berubah ubah setiap detik," balas Anya dengan suara mengetik yang membabi buta.

"Tembak dia sekarang sebelum dia kabur," komando pria bertubuh kekar dari tengah ruangan.

Ratusan peluru mulai melesat keluar dari laras senapan menyalak memecah keheningan malam.

"Batu Waktu, putar balik waktu lima detik!"

Wusss.

[Putar Balik diaktifkan.]

Dunia berputar mundur dengan sangat cepat menampilkan kilasan balik pergerakan peluru yang masuk kembali ke dalam laras senapan.

Bayu kembali ke posisinya saat berlari sejauh tiga meter dari pintu lift.

[Sisa Energi: 1/25]

"Peringatan energi kritis," batin Bayu menyadari ia sudah tidak bisa menggunakan kekuatannya lagi.

Waktu kembali berjalan normal tepat sebelum belasan orang itu menoleh ke arah lift.

"Anya, jangan retas pemindainya, retas langsung sistem mekanik pintu liftnya," teriak Bayu memberikan instruksi baru.

Bayu tidak peduli lagi suaranya didengar oleh musuh atau tidak.

Ia langsung melompat dan menjatuhkan dirinya ke lantai marmer sambil menembakkan pistol kecilnya ke arah lampu utama ruangan.

Dor dor dor.

Tiga tembakan akurat menghancurkan lampu hias kristal raksasa yang menggantung di tengah langit langit.

Prang.

Pecahan kaca berjatuhan dan ruangan itu langsung menjadi gelap gulita hanya diterangi lampu darurat redup.

"Siapa yang mematikan lampu! Jangan menembak sembarangan nanti kena kawan sendiri," teriak beberapa orang di tengah kegelapan.

"Aku berhasil Bayu, pintu liftnya sudah terbuka secara mekanis," sorak Anya kegirangan.

Ting.

Pintu lift khusus di depan Bayu terbuka perlahan mengundang cahaya terang keluar dari dalamnya.

Bayu langsung merangkak cepat masuk ke dalam kabin lift dan menekan tombol penutup pintu berulang kali.

Beberapa peluru nyasar menghantam dinding luar lift dan menimbulkan suara dentingan logam yang menakutkan.

Klak.

Pintu lift akhirnya tertutup rapat menyelamatkan Bayu dari hujanan peluru mematikan.

Napas Bayu tersengal sengal saat ia bersandar di dinding kabin lift yang bergerak naik.

Ia menatap layar sistemnya yang berkedip kedip merah menyala.

[Energi Waktu: 1/25]

"Benar benar nyaris mati konyol," gumam Bayu tersenyum tipis menghapus keringat di dahinya.

"Kamu gila cowok udik, membuat keributan sebesar itu di tengah sarang musuh," omel Clara dari saluran earpiece. "Itu satu satunya cara Clara, setidaknya aku berhasil sampai ke lift ini hidup hidup."

Ting.

Lampu indikator lift menunjukkan angka empat puluh lima dan berhenti bergerak naik.

"Selamat datang di lantai eksekutif Bayu, bos besar dan pengawalnya sedang menunggumu di balik pintu ini," ucap Anya memperingatkan.

"Tidak ada jalan mundur lagi sekarang, selesaikan apa yang sudah kau mulai," tambah Clara memberikan semangat dengan caranya sendiri.

Bayu berdiri tegak dan membuang pistol kecilnya yang sudah kehabisan peluru.

Ia meretakkan buku buku jarinya bersiap menghadapi pertarungan hidup mati tanpa bantuan relik waktu yang tersisa.

Pintu lift khusus itu pun mulai terbuka secara perlahan menampilkan ruangan mewah bergaya klasik.

1
lizzy Bae
Bagus banget ceritanya lanjutkan!!!!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!