Indonesia
NovelToon NovelToon
Gadis Manis Anak Tuan Adrian

Gadis Manis Anak Tuan Adrian

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / Mengubah Takdir
Popularitas:1k
Nilai: 5
Nama Author: Reyanza Rayyan Fahlevy

Keluarga Adrian dikenal sebagai salah satu keluarga paling terpandang dan kaya.
Di mata publik, mereka adalah keluarga sempurna.
Kaya.
Terhormat.
Bahagia.
Namun di balik rumah besar itu, tersimpan banyak rahasia.
Persaingan bisnis, pengkhianatan, iri hati, dan orang-orang yang ingin menghancurkan keluarga Adrian mulai bermunculan.
Semuanya berubah ketika lahir seorang gadis kecil bernama Adeline Adrian Wijaya.
Sejak kecil, Adeline memiliki kemampuan aneh:
dia dapat mendengar suara hati manusia.
Dia bisa mendengar kebohongan yang tidak pernah terucapkan.
Dia bisa mengetahui seseorang yang tersenyum tetapi sebenarnya membenci.
Dia bisa mendengar rasa sakit yang disembunyikan seseorang.
Awalnya keluarga menganggap itu hanya imajinasi anak kecil.
Namun perlahan, kemampuan Adeline menyelamatkan keluarganya.
Ketika seseorang berpura-pura baik.
Ketika ada anggota keluarga yang diam-diam berkhianat.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reyanza Rayyan Fahlevy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 30

Rumah besar Wijaya terasa seperti sarang semut yang terusik setelah pengungkapan Tio Rudi. Adrian dan Daniel bekerja tanpa henti, mengumpulkan potongan-potongan bukti yang akhirnya mulai membentuk gambaran yang lebih besar. Namun semakin banyak yang mereka temukan, semakin jelas bahwa Victor bukanlah otak dari semua kejahatan ini. Ada seseorang di balik bayang-bayang, seseorang yang lebih berkuasa dan lebih licik.

Daniel datang ke rumah dengan membawa setumpuk dokumen baru pada suatu pagi. Wajahnya tampak pucat dan matanya merah karena begadang. Adrian segera membawanya ke ruang kerja, diikuti oleh Adeline yang selalu ingin tahu.

"Aku menemukan sesuatu," kata Daniel dengan suara berat. "Victor memang terlibat, tetapi dia bukan pemimpinnya. Ada seseorang yang mengendalikan semuanya dari belakang. Seseorang yang memiliki akses ke informasi paling rahasia keluarga kita."

Adrian mengerutkan kening. "Siapa? Siapa yang bisa lebih berkuasa dari Victor?"

Daniel menggeleng. "Aku belum tahu pasti. Tapi aku menemukan jejak transfer dana yang mengarah ke rekening di luar negeri. Rekening itu atas nama sebuah perusahaan cangkang yang tidak bisa dilacak. Dan yang lebih mencurigakan, transfer ini sudah terjadi sejak sebelum Victor mulai terlibat."

Adeline yang duduk di sudut ruangan, mulai mendengarkan dengan lebih saksama. Telinga batinnya terbuka lebar, mencoba menangkap setiap suara hati yang mungkin muncul. Dan kemudian dia mendengarnya. Suara dari suatu tempat di dalam rumah, mungkin dari salah satu pembantu atau tamu yang sedang berkunjung. Suara itu berbicara tentang rahasia besar, tentang masa lalu keluarga Wijaya yang tidak pernah diketahui oleh generasi sekarang.

Mereka tidak tahu. Mereka tidak tahu bahwa perusahaan ini didirikan di atas dasar yang kelam. Jika mereka menemukan kebenaran tentang pendiri Wijaya Corporation, semuanya akan hancur. Aku harus menjaga rahasia ini tetap terkubur.

Adeline menegang. Dia menoleh ke arah ayahnya dan berbisik, "Ayah, ada seseorang di rumah ini yang tahu sesuatu. Suara hatinya berbicara tentang rahasia besar keluarga kita. Tentang pendiri Wijaya Corporation."

Adrian dan Daniel saling pandang. Pendiri Wijaya Corporation adalah William, ayah Adrian. Apakah mungkin ada rahasia kelam yang disembunyikan oleh kakek Adeline selama ini?

"Apa yang dia katakan?" tanya Adrian pelan.

Adeline menutup matanya dan mencoba mendengarkan lebih keras. Suara itu mulai memudar, seolah-olah pemiliknya menyadari bahwa dia terlalu keras berpikir dan mulai menahan pikirannya.

"Dia bilang perusahaan ini didirikan di atas dasar yang kelam," jawab Adeline. "Dia bilang jika kebenaran ditemukan, semuanya akan hancur. Tapi dia tidak mengatakan siapa dia atau apa rahasia itu."

Daniel menghela napas panjang. "Ini semakin rumit. Kita harus mencari tahu siapa yang berada di balik semua ini dan apa rahasia yang mereka sembunyikan."

Adrian mengangguk. "Tapi kita harus berhati-hati. Jika orang itu tahu bahwa kita mendekati kebenaran, dia mungkin akan melakukan sesuatu yang berbahaya."

Malam itu, Adeline tidak bisa tidur. Dia terus mendengarkan, mencoba menangkap kembali suara hati misterius yang dia dengar pagi tadi. Tetapi suara itu tidak muncul lagi. Seolah-olah orang itu sudah sangat berhati-hati dan menutup pikirannya rapat-rapat.

Gadis kecil itu duduk di dekat jendela kamarnya, menatap kegelapan di luar. Rumah besar yang biasanya terasa aman, kini terasa seperti tempat yang penuh dengan rahasia yang mengancam.

"Apa yang harus aku lakukan?" bisik Adeline pada boneka beruangnya. "Aku harus menemukan siapa orang itu dan apa rahasia yang dia sembunyikan."

Keesokan harinya, Adeline memutuskan untuk menyelidiki sendiri. Dia mulai berjalan-jalan di sekitar rumah, mendengarkan setiap suara hati yang dia temui. Pembantu rumah tangga, tukang kebun, sopir—semua orang dia dengarkan dengan saksama. Tetapi tidak ada yang memiliki suara hati yang sama dengan yang dia dengar kemarin.

Saat dia berjalan melewati ruang kerja kakeknya, Adeline mendengar sesuatu. William sedang berbicara dengan seseorang di telepon, suaranya pelan dan penuh emosi.

"Aku sudah memberitahumu, aku tidak akan membicarakan itu. Itu adalah masa lalu yang harus tetap terkubur. Tidak ada yang perlu tahu tentang apa yang terjadi dulu."

Adeline berhenti di depan pintu. Suara hati kakeknya berbicara dengan sangat keras, penuh dengan ketakutan dan penyesalan. Dia menyembunyikan sesuatu. Sesuatu yang berhubungan dengan rahasia besar perusahaan.

Adeline ingin masuk dan bertanya, tetapi dia tahu bahwa kakeknya belum siap untuk berbicara. Dia memutuskan untuk menunggu dan mendengarkan lebih dulu. Mungkin suatu saat, kakeknya akan membuka diri dan menceritakan semuanya.

Sementara itu, di luar rumah besar Wijaya, sebuah mobil hitam berhenti di seberang jalan. Di dalamnya, seorang pria berjas rapi menatap rumah besar itu dengan tatapan dingin. Dia mengangkat ponselnya dan menelepon seseorang.

"Mereka mulai mendekati kebenaran," katanya dengan suara rendah. "Kita harus bergerak cepat sebelum semuanya terbongkar."

"Apa yang harus kita lakukan?" suara di seberang telepon bertanya.

Pria itu tersenyum tipis. "Kita akan membuat mereka sibuk dengan masalah lain. Sebarkan kabar bahwa ada skandal baru di Wijaya Corporation. Buat mereka panik dan lupa tentang penyelidikan mereka."

Telepon ditutup dan mobil hitam itu perlahan menjauh. Di dalam rumah besar Wijaya, Adeline tiba-tiba merasakan hawa dingin menyelimuti tubuhnya. Ada sesuatu yang salah. Ada bahaya yang mendekat.

"Ayah," bisik Adeline sambil berlari mencari ayahnya. "Aku merasakan sesuatu. Ada orang jahat di luar. Mereka tahu kita sedang menyelidiki. Mereka akan mencoba menghentikan kita."

Adrian memeluk putrinya erat. "Ayah tidak akan membiarkan siapapun menyakitimu, Sayang. Kita akan menghadapi mereka bersama-sama."

Malam itu, keluarga Wijaya berkumpul dalam ruang keluarga yang aman. Mereka tahu bahwa pertempuran sesungguhnya baru akan dimulai. Rahasia besar di balik perusahaan mulai terungkap, dan musuh-musuh mereka mulai bergerak. Tetapi mereka juga tahu bahwa selama mereka bersatu dan saling percaya, tidak ada yang bisa mengalahkan mereka.

Adeline memeluk boneka beruangnya dan berbisik, "Aku akan terus mendengar. Aku akan terus mencari kebenaran. Tidak ada yang bisa menghentikanku."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!