Indonesia
NovelToon NovelToon
Menikah Dulu Lalu Jatuh Cinta

Menikah Dulu Lalu Jatuh Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan
Popularitas:3.4k
Nilai: 5
Nama Author: Elwa Zetri

​Suara gemericik air hujan yang menabrak kaca jendela kamar menjadi satu-satunya dentang yang memecah keheningan di dalam ruangan bernuansa minimalis itu. Riana duduk di tepi tempat tidur berukuran king size, jemarinya meremas pinggiran sprei satin yang dingin. Di sudut ruangan lain, berdiri seorang pemuda berpostur jangkung yang sedang merapikan kerah kemeja hitamnya di depan cermin besar. Dialah Reza, sosok pria yang sejak dua bulan lalu secara sah menyandang status sebagai suaminya.

​Dua bulan bukan waktu yang singkat untuk hidup di bawah satu atap tanpa suara. Dua bulan berjalan seperti rentetan hari tanpa warna, di mana keberadaan satu sama lain dianggap layaknya bayangan yang tak memiliki wujud. Pernikahan ini bukanlah impian yang dianyam oleh cinta, melainkan sebuah simpul paksaan yang dijahit oleh warisan janji masa lalu.

​Nenek moyang dari kedua keluarga besar mereka pernah membuat kesepakatan tertulis puluhan tahun lalu, sebuah amanah keluarga yang tak boleh dilanggar oleh

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elwa Zetri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ketegasan Terakhir Di Depan Publik

​Byurrr!

​Tanpa ada peringatan sedikit pun, segelas air es yang pekat dan dingin mengguyur tepat di atas kepala Riana. Senyum dan tawa yang baru saja mengudara seketika padam. Air dingin menyerap cepat membasahi helai demi helai rambut Riana, menetes deras melintasi dahi, pipi, hingga merembes ke kemeja kuliahnya.

​Riana mematung di tempatnya, tubuhnya gemetar akibat sensasi dingin yang tiba-tiba dan rasa terkejut yang luar biasa.

​"Ooppss... sorry," ucap sebuah suara dengan nada mengejek yang sangat dibuat-buat.

​Sela berdiri di samping meja mereka dengan gelas plastik kosong di tangannya. Matanya yang sembap kini memancarkan kemarahan, kecemburuan, dan rasa dendam yang tak tertahankan usai menyaksikan Riana dan Reza tertawa lepas bersama.

​"Gak sengaja tangan aku licin," lanjut Sela dengan senyum sinis yang dipaksa, menatap Riana dari atas ke bawah. "Lagian, kasihan banget ya sepupu baru... sampai harus kena siram air es biar otaknya agak dingin dan gak kegatelan sama pacar orang."

​Brak!

​Reza memukul meja kantin dengan telapak tangannya hingga mangkuk soto dan gelas es teh di atasnya bergetar keras. Pria itu berdiri tegak seketika, matanya menatap Sela dengan kilatan amarah yang belum pernah terlihat sebelumnya.

​"Sela! Apa-apaan kamu?!" bentak Reza dengan suara menggelegar, memutus keramaian kantin belakang hingga seluruh mahasiswa yang berada di sana mendadak bungkam dan menoleh.

​Sela sedikit terperanjat mendengar bentakan Reza, namun ego dan rasa sakit hatinya membuat ia tetap berdiri menantang. "Kenapa, Za?! Kamu mau belain dia?! Kamu putusin aku cuma demi cewek ini kan?! Alasan sepupu itu cuma omong kosong kalian!"

​Riana masih terduduk kaku, mengusap air es yang menetes menutup matanya. Napasnya memburu, rasa malu dan emosi bercampur menjadi satu di dadanya saat menjadi pusat perhatian satu kantin.

​Reza tidak menghiraukan teriakan Sela. Ia menarik beberapa lembar tisu dapur di atas meja, lalu melangkah cepat memitari meja dan berlutut di samping kursi Riana. Tanpa peduli pada puluhan pasang mata yang menonton atau status mereka yang terancam terbongkar, Reza mengusap rambut dan wajah Riana yang basah kuyup dengan penuh kelembutan dan rasa bersalah.

​"Ri, kamu gak apa-apa?" tanya Reza pelan, suaranya sarat akan kekhawatiran yang mendalam.

​Riana menepis pelan tangan Reza yang sibuk mengusap wajahnya dengan tisu. Ia berdiri tegak, merapikan rambutnya yang basah kuyup hingga tetesan air dingin jatuh ke lantai semen kantin. Meski bajunya basah dan menjadi tontonan banyak orang, Riana tidak menumpahkan tangisnya sedikit pun. Matanya menatap Sela dengan dingin dan tajam.

​"Gampang, aku bisa ganti baju. Aku bawa baju ganti di mobil," ucap Riana dengan nada suara datar namun penuh penekanan.

​Riana kemudian melirik Reza yang masih menatapnya cemas. "Urusin aja pacar kamu yang gilaaaa ini!" sambungnya tanpa ragu, menyebut Sela tepat di depan wajahnya.

​Tanpa menunggu tanggapan siapa pun, Riana menyambar tas bahunya dan melangkah lebar meninggalkan kantin. Langkah kakinya mantap menyusuri lorong menuju area parkiran mahasiswa, membiarkan orang-orang di kantin berbisik-bisik menyaksikan keberaniannya.

​Sela membelalak kaget mendengar sebutan "gila" yang dilontarkan Riana. Namun belum sempat ia membuka suara untuk membalas, Reza sudah berdiri di hadapannya dengan aura yang sangat mencekam.

​"Puas kamu, Sela?!" desis Reza dengan suara rendah yang sarat akan amarah tertahan.

​"Za! Dia itu kurang ajar banget—"

​"Kamu yang kurang ajar!" potong Reza tegas, tak lagi memberi ruang bagi Sela untuk membela diri. Kerumunan mahasiswa di kantin makin mendekat, menyaksikan pertengkaran yang kian memanas.

​Reza menatap Sela lurus-lurus, memutus seluruh rasa kasihan yang tersisa di hatinya. "Aku tegaskan sekali lagi di depan semua orang: kita udah putus. Dan kalau sampai kamu sentuh atau ganggu Riana lagi, aku gak akan tinggal diam. Jangan pernah temui aku lagi!"

​Reza membalikkan badan dan bergegas berlari meninggalkan kantin, menyusul langkah Riana menuju area parkiran. Sementara Sela berdiri mematung di tengah kantin, diperhatikan oleh puluhan pasang mata dengan rasa malu dan penyesalan yang membakar dadanya.

1
Waaaaaa_
hehe gpp,selamat membacaa😍
bsjelfjbrndsabdvr
tapi suka ceritanya😍😍😍
bsjelfjbrndsabdvr
wahhh saking serius baca sampai lupa like dari awal Bab. Maafken ya Thor😂😂😍😍❤️❤️❤️❤️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!