Indonesia
NovelToon NovelToon
Terjebak Di Sarang Serigala

Terjebak Di Sarang Serigala

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:9.9k
Nilai: 5
Nama Author: Siti Marina

kisah seorang anak yang bernama Nina yang tinggal di desa dan bertahun-tahun di tinggal ayahnya, kemudian saat beranjak dewasa , ia di ambil kembali dan di paksa menikah untuk menggantikan saudara tirinya dengan laki-laki kejam seperti serigala.


yuk.. ikuti kisahnya... , akankah Nina bisa bertahan hidup di sarang serigala yang isinya manusia kejam berhati iblis.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti Marina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30

Di lorong panti rehabilitasi yang remang dan berbau antiseptik menyengat, angin dingin bertiup perlahan menerpa gamis sederhana yang dikenakan Nina. Amplop berisi uang lima juta rupiah masih digenggam di tangan Faris yang gemetar, namun wajah pria itu justru menampilkan raut menuntut yang sangat tebal.

Nina berdiri mematung. Bekas riasan eyeshadow di sudut bibirnya, yang ia buat demi memuluskan sandiwara , kini terasa seperti lelucon pahit di hadapan nurani ayahnya yang telah mati. Air mata yang tadinya merupakan bagian dari skenario, perlahan berganti menjadi lelehan sungguhan. Air mata bening, panas, dan sarat akan luka belasan tahun yang terpendam rapat.

Topeng gadis polos, lugu, dan penurut yang selama ini Nina pakai di hadapan Faris... akhirnya retak dan hancur berkeping-keping.

"Cukup, Ayah... Cukup," bisik Nina. Suaranya tidak lagi bergetar takut, melainkan bergetar oleh luapan kekecewaan yang sangat dalam.

Faris mengernyitkan dahi, matanya membelalak tajam. "Kamu bicara apa, Nina?! Jangan membuang-buang waktu! Hadin di dalam sedang bertaruh nyawa, dan kamu malah...."

"Cukup.. Sekarang Nina tidak mau berpura-pura lagi.., Ayah," potong Nina dengan nada datar yang menusuk. Ia menatap lurus ke dalam manik mata Faris, menembus sisa-sisa keangkuhan pria itu. "Ayah pikir... Nina benar-benar gadis bodoh dari desa yang tidak tahu apa-apa?"

Faris tersentak. Langkah kakinya refleks mundur setengah langkah. "N-Nina... apa maksudmu?"

Nina menyapu air mata di pipinya dengan punggung tangan, lalu tertawa kecil, sebuah tawa satir yang terdengar begitu menyayat hati di lorong yang sunyi itu.

"Ayah pikir Nina lupa?" panggil Nina pelan, melangkah satu cengkeraman lebih dekat ke arah Faris. "Dulu... saat Nina masih sangat kecil dan belum mengerti rumitnya dunia, Nina melihat dengan mata kepala Nina sendiri. Ayah pergi meninggalkan Ibu. Ayah membawa lari seluruh uang tabungan hasil menjual tanah warisan Ibu tanpa sisa sedikit pun!"

Dada Faris mendadak berombak parah. Wajahnya yang kusam kian pucat pasi. "N-itu... itu cerita lama, Nina! Jangan mengungkit...."

"Tidak bisa...., ayah harus tahu apa yang kamu alami....Ibu menangis tiap malam, Ayah!" sela Nina dengan nada yang makin meninggi, tak menyisakan ruang untuk Faris membela diri. "Ibu bekerja membanting tulang sendirian demi memberi Nina makan, Ibu malu pada keluarga ibu kalau meminta bantuan mereka , karena saat itu, ibu di butakan oleh cinta sehingga ibu melawan kakak kandungnya lalu menjual semua warisan nya demi Ayah, sementara Ayah datang beberapa tahun kemudian... dengan mobil mewah, memamerkan Anggun, dan membawa dua anak tiri yang Ayah bangga-banggakan di depan muka Ibu!"

Tangis Nina pecah semakin deras, namun tatapannya tetap mengunci Faris tanpa rasa gentar sedikit pun.

"Ibu meninggal karena kepikiran perbuatan Ayah! Ibu sakit-sakitan karena hatinya hancur digilas pengkhianatan pria yang paling ia percayai!" jerit Nina lirih, menahan agar suaranya tidak menggema terlalu keras di area panti. "Dan setelah Ibu tiada... setelah bertahun-tahun Ayah menelantarkan Nina... Ayah tiba-tiba datang ke desa dengan senyum manis. Menjemput Nina, berpura-pura menjadi ayah yang penuh kasih sayang... padahal maksud asli Ayah cuma satu.. menjadikan Nina barang dagangan untuk melunasi utang-utang Ayah pada Tuan Jafar!"

Faris membeku total. Lidahnya mendadak kelu, seolah seluruh kata-kata manis dan tipu dayanya terkunci rapat di tenggorokan.

"Memangnya Nina tidak tahu?!" cecar Nina lagi, menunjuk dadanya sendiri dengan jemari gemetar. "Nina tahu semuanya, Ayah! Nina tahu sejak detik pertama Ayah memeluk Nina di desa! Tapi Nina diam... Nina berpura-pura bodoh. Nina kira, setelah Allah mencabut semua kemewahan palsu Ayah... setelah Ayah bangkrut dan jadi gelandangan... Ayah akan sadar. Ayah akan bertobat dan mengetuk pintu ampunan Allah!"

Nina menggelengkan kepala dengan raut wajah yang hancur.

"Nyatanya tidak..." bisik Nina pilu. "Ayah justru semakin jadi. Ayah tidak pernah menganggap Nina sebagai anak kandung... Bagi Ayah, Nina cuma sapi perah. Mesin pencetak uang yang bisa Ayah sesali dan peras kapan saja saat Ayah terdesak!"

Di balik pilar beton berjarak sepuluh meter dari sana, Dako berdiri mematung.

Ponsel canggih di tangan asisten pribadi Jafar itu masih dalam posisi merekam secara live-streaming langsung ke layar tablet pribadi Jafar di penthouse. Dako yang selama ini dikenal berdarah dingin dan hanya patuh pada perintah majikannya, mendadak menelan ludah dengan susah payah. Matanya membelalak penuh keterkejutan.

Sistem peretasan dan intelijen terbaik milik Jafar selama ini hanya berhasil melacak data formal Nina di desa, sebuah riwayat hidup bersih yang tampak biasa saja. Namun, mereka tidak pernah bisa meretas luka batin yang tersimpan rapi di dalam dada gadis itu.

Dako mendesah parah, jemarinya di atas ponsel agak gemetar. “Jadi... ini alasan sebenarnya kenapa Non Nina begitu dingin dan tenang saat merancang kejatuhan keluarga Faris...” batin Dako dengan dada terenyuh.

Kembali ke koridor, Nina menarik napas panjang yang terasa sangat sesak di dadanya. Ia menatap Faris yang kini menundukkan kepala, tak berani lagi menatap mata putri kandungnya.

"ibu dididik untuk menjadi wanita yang terlalu baik dan sabar, Ayah... Sampai-sampai Ibu membiarkan dirinya ditindas dan diinjak-injak oleh pria pengecut seperti Ayah," ujar Nina dengan nada suara yang perlahan berubah menjadi dingin, tegas, dan tak tergoyahkan. "Tapi sejak kecil, setelah Ibu meninggal, Paman Juan yang merawat Nina, mendidik Nina dengan cara yang berbeda. Paman menggembleng Nina agar menjadi keras! Agar Nina punya taring! Agar Nina tidak pernah menggantungkan hidup pada laki-laki mana pun... apalagi laki-laki penipu seperti Ayah!"

Nina melangkah mundur dua langkah, merapikan tas di bahunya dan mengusap sisa-sisa air mata di pipinya hingga bersih.

"Uang lima juta di tangan Ayah itu... adalah rupiah terakhir yang akan Ayah dapatkan dari Nina," tegas Nina, menatap Faris tanpa ada lagi raut kasihan. "Dan untuk Hadin, Nina akan bayar semuanya. Setelah ini... jangan pernah cari Nina lagi. Hubungan kita sebagai ayah dan anak... resmi putus hari ini."

Tanpa menunggu balasan dari Faris yang masih berdiri terpaku bagai patung bernyawa, Nina berbalik arah. Dengan langkah kaki yang mantap dan kepala ditegakkan tinggi-tinggi, gadis desa itu melangkah pergi menembus lorong panti yang remang,meninggalkan Faris yang akhirnya luruh berlutut di lantai semen, memeluk amplop cokelat itu dengan rasa penyesalan yang terlambat.

Nina berlari menuju Taman panti rehabilitasi ... Nina menumpahkan air matanya sampai dadanya terasa sesak" Maafin Nina Bu...Nina kalah...., Nina tidak bisa menyadarkan Ayah"...

1
Ayusha
udah paling bener begitu, orang bebal susah sadar sebelum masuk liang kubur
@Mita🥰
bagus Nina
Ayusha
wis lah, ga usah di kasih hati orang begini
Ayusha
lagi dan lagi, hanya rasa sakit yg di dapat
Teh Qurrotha
🤣 faris2 lucu,mungkin karena uang hasil jual Nina blm kamu nikmati dan lupa utang dibayarin dengan jual Nina.
sungguh terlalu kamu Faris
Ayusha
gaada penyesalan kah di hati Faris, dulu menyia²kan istri dan mengorbankan anak kandung nya.
@Mita🥰
Faris ...faris
suti markonah
faris ini ga sadar bahwa selama ini ga merawat nini, tp giliran butuh uang' anak yg selama ini tak di ksh nafkah malah di peras
@Mita🥰
jafar udah mulai bucin
@Mita🥰
mungkin preman suruhan nina
@Mita🥰
🤣🤣🤣🤣🤣 jafar kejang" Krn terkejut 🤣🤣🤣
M⃟3💋AisyahRendra
Jafar oh Jafar..Pelan tapi pastiiii, dikit demi sedikit lama² jadi bukitt itu cintamu untuk Nina 🤣 tunggu sajaaa MP nyaa yaaa 🫢😆🤣 gasabar nih menantikan saat² romantisnya 🫠
Sri Supriatin
Wah karma tuh Faris... Akakah mereka kapok 🤭🤭🤣🤣
Sri Supriatin
wah Fajar mulai deketin Nina🤭🤭
M⃟3💋AisyahRendra
Berasaaa lumayan puas sihh yaa sm nasib kehidupan Faris Anggun Dkk. 🫠 Tapiiiii tunggu tunggu tunggu dlu Hazel belum dapet giliran, dan lagiiiii kakaknya yg berada dalam rehabilitas juga belum merasakan kesakitan yg amat krn sudah pernah bermimpi ingin menganuuu Nina 🙄😒😏 next kak Onel
Ayusha
jajan nya orang have, sekali beli jajan nya aset dong 🤭
Ani Sulastri
Jafar pasti shock nich , liat nonif dari perbankan 😂😂..
gantung banget cerita nya Thorrrr
next 💪💪🥰🥰
Sri Supriatin
Tks upnya thor💪💪💪
Ayusha
gadis desa yg keren khaan🤭
Ayusha
malah bagus dong
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!