Indonesia
NovelToon NovelToon
Menjerat Hati Sang Ceo Dingin

Menjerat Hati Sang Ceo Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Perjodohan / Romansa
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Scrpn

Alexander "Alex" Ar-Rasyid (30 Tahun)

Seorang CEO muda yang dingin, perfeksionis, dan workaholic. Ia memegang kendali penuh atas Ar-Rasyid Group, sebuah konglomerat raksasa di bidang properti dan investasi. Baginya, pernikahan adalah bentuk kerja sama bisnis yang tidak penting, hingga sebuah perjodohan keluarga memaksa hidupnya jungkir balik.

Keisha Azalea Pramesti (25 Tahun)

Seorang fashion designer berbakat, mandiri, dan memiliki idealisme tinggi. Ia pemilik butik haute couture Azalea Label. Di balik senyum lembutnya, Keisha adalah wanita tangguh yang menolak dipandang sebelah mata dan sangat mencintai dunianya—sketsa, kain, dan jarum jahit.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Scrpn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

4

Tinta digital di atas layar tablet itu telah mengunci nasib Keisha Azalea Pramesti dalam sebuah ikatan kontrak yang tidak pernah ia harapkan. Begitu tanda tangannya tervalidasi, Alexander Ar-Rasyid menarik kembali tablet tersebut dengan gerakan tenang, menyimpannya ke dalam tas kerja kulit buaya miliknya. Pria itu menatap lurus ke arah Keisha, yang kini tengah mengepalkan kedua tangan di pangkuannya, mencoba menetralkan degup jantungnya yang bergemuruh akibat rasa kesal dan penyesalan yang bercampur aduk.

"Pihak keuangan perusahaan akan mengurus pelunasan utang butikmu besok pagi pukul sembilan tepat," ucap Alex dengan nada suara datar tanpa ekspresi, seolah ia baru saja membahas transaksi jual beli saham biasa, bukan membeli kebebasan seseorang. "Sebagai balasannya, mulai besok malam, kau resmi pindah ke penthouse pribadiku di Ar-Rasyid Tower. Semua barang-barangmu akan dijemput oleh sopir pribadiku pukul empat sore."

Mata Keisha membelalak lebar mendengar instruksi kilat tersebut. "Tunggu dulu! Pindah besok sore? Kau tidak memberiku waktu untuk bernapas atau sekadar merapikan hidupku?" sergah Keisha, nada suaranya sedikit meninggi melanggar batas kesopanan restoran mewah itu.

Alex menyandarkan punggungnya, menatap protes itu dengan sebelah alis terangkat. "Kau mengharapkan apa, Keisha? Masa tenggang? Kita terikat kontrak pernikahan. Semakin cepat kau tinggal di bawah atap yang sama, semakin cepat pula sandiwara ini bisa kita mainkan di hadapan keluarga besar dan media. Aku tidak suka membuang waktu untuk hal-hal yang tidak efisien."

Keisha mendengus kasar. Ingin rasanya ia menyiramkan sisa es kopi di cangkir ke wajah tampan namun menyebalkan milik sang CEO. "Baiklah, Tuan Ar-Rasyid yang terhormat. Lakukan apa saja sesukamu. Tapi ingat, kepindahanku ke sana bukan berarti aku tunduk padamu sebagai pelayan atau isteri penurut!"

Tanpa menunggu balasan dari Alex, Keisha langsung menyambar tas tangan kecilnya, berdiri dengan anggun namun penuh kemarahan yang meluap-luap, lalu melangkah pergi meninggalkan meja makan itu tanpa pamit. Langkah kakinya terdengar tegas di atas lantai marmer, meninggalkan Alexander yang duduk sendirian di meja nomor empat belas.

Alih-alih merasa terhina karena ditinggal pergi begitu saja oleh wanita yang baru dinikahinya secara kontrak, sudut bibir Alex justru terangkat membentuk senyuman miring yang misterius. Pria itu menyesap sisa kopi hitamnya yang sudah mendingin, merasakan sensasi kemenangan sekaligus rasa penasaran yang kian membara di dalam dadanya. Permainan baru saja dimulai, Keisha, batinnya.

Keesokan harinya, tepat pukul empat sore, sebuah mobil SUV mewah berwarna hitam terparkir di depan butik Azalea Label. Siska, yang berdiri di samping Keisha, menatap mobil itu dengan mulut ternganga lebar.

"Ya ampun, Keisha... mobil itu harganya setara dengan pendapatan butik kita selama sepuluh tahun!" bisik Siska histeris sambil menyenggol lengan sahabatnya. "Dan lihatlah dua orang pengawal berjas hitam itu keluar dari mobil. Mereka benar-benar datang untuk menjemputmu."

Keisha menghela napas panjang, menatap pantulan dirinya di cermin butik untuk terakhir kalinya sebelum ia harus melangkah keluar menuju sangkar emasnya. Ia mengenakan blus putih sederhana dan celana bahan hitam, penampilan profesional yang menandakan bahwa ia tidak akan pernah menyerahkan identitas dirinya begitu saja. Di luar, salah satu pengawal membukakan pintu mobil dengan sopan, sementara pengawal lainnya mulai mengangkat koper-koper berisi pakaian dan peralatan desain milik Keisha ke dalam bagasi.

Perjalanan menuju Ar-Rasyid Tower terasa begitu sunyi dan mencekam. Keisha menghabiskan sepanjang perjalanan dengan menatap pemandangan ibu kota dari balik jendela kaca mobil, meresapi setiap detik kebebasan terakhir yang ia miliki.

Ketika mobil akhirnya berhenti di basement khusus, sebuah lift pribadi langsung membawa Keisha naik melesat menuju lantai paling atas—lantai 50, tempat di mana penthouse pribadi Alexander Ar-Rasyid berada. Pintu lift terbuka, dan Keisha langsung disambut oleh kemewahan arsitektur modern minimalis yang didominasi warna monokrom: hitam, abu-abu gelap, dan putih. Ruangan itu sangat luas, bersih, dan tertata dengan presisi tingkat tinggi—mencerminkan kepribadian sang pemilik yang perfeksionis dan dingin.

"Selamat datang di tempat tinggal baru Anda, Nyonya Ar-Rasyid," sebuah suara berat menyapa dari arah koridor samping.

Keisha menoleh dan mendapati Alex berdiri di sana. Pria itu sudah melepas jasnya, menyisakan kemeja putih dengan lengan yang digulung hingga siku, menampilkan otot lengan yang kokoh dan jam tangan mewah berharga fantastis. Penampilan rumahan itu membuatnya terlihat jauh lebih berbahaya sekaligus memikat secara bersamaan.

Keisha mengangkat dagunya, menatap Alex tanpa gentar. "Jangan panggil aku dengan sebutan itu saat kita hanya berdua. Kontrak kita tidak mencakup sandiwara di dalam rumah ini."

Alex melangkah mendekat perlahan, langkah kakinya tenang namun berwibawa, membuat Keisha secara tidak sadar mundur satu langkah hingga punggungnya hampir menyentuh dinding kaca besar. Alex berhenti tepat di hadapan Keisha, jarak di antara mereka begitu dekat hingga aroma khas cedarwood kembali menguar dan memenuhi indra penciuman wanita itu.

"Di mana pun kau berada, selama namamu terikat di bawah hukum bersamaku, kau adalah milikku secara tertulis," bisik Alex rendah tepat di dekat telinga Keisha, membuat bulu kuduk wanita itu meremang seketika. "Kamar tidurmu berada di sebelah sayap barat laut, terjauh dari kamarku. Aturan tetaplah aturan: jangan pernah melewati batas wilayahku, dan kita akan hidup tenang selama dua belas bulan ke depan."

Keisha mendorong dada bidang Alex dengan kedua tangannya, memaksa pria itu untuk sedikit menjauh. Matanya menyipit tajam penuh amarah. "Jangan khawatir, Tuan Ar-Rasyid. Bahkan jika seluruh dunia kiamat, aku tidak akan pernah tertarik untuk melangkah masuk ke wilayah pribadimu!"

Alex tersenyum sinis, menikmati perlawanan kecil yang diberikan oleh istri kontraknya itu. Ia berbalik badan dan melangkah menuju ruang kerjanya, meninggalkan Keisha yang berdiri mematung dengan dada yang naik turun menahan emosi. Malam pertama di bawah atap yang sama resmi dimulai, menjadi saksi bisu dari perang dingin antara dua hati yang keras kepala.

1
Exo L
kakk tulisannya, fashion gak sih?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!