Draven Aleric adalah seorang pria misterius yang memiliki kekuatan Shadow Absolute,kekuatan bayangan mutlak yang tidak berasal dari Buah Iblis, melainkan lahir dari dalam tubuhnya sendiri.
Di dunia yang berada di bawah kendali Pemerintah Dunia, Draven menolak menerima tatanan yang telah mengatur kehidupan manusia selama berabad-abad.
Bersama 2 sahabatnya Zorana dan Axel mereka memulai perjalanan dilautan untuk menjadi pusat kekuatan dan kekuasaan baru.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon General Blast, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 19 - Bounty sang penguasa kegelapan
Kekalahan Smoker dan para agent CP0 dari bajak laut Aether menjadi topik utama di surat kabar besoknya.
Dunia membicarakan bajak laut Aether.
Di sebuah pulau di lautan Paradise, para pedagang membicarakan apa yang tidak mereka percaya di surat kabar
"lihat bajak laut ini, mereka mengalahkan angkatan laut dan pemerintah dunia sekaligus.. mereka sangat kuat!!" ujar salah satu pedagang kepada pedagang lainnya
Di Markas besar angkatan laut, para Laksamana besar mengadakan pertemuan
"ini sebuah penghindaran besar terhadap angkatan laut dan pemerintah dunia, bagaimana mungkin mereka bisa mengalahkan Vice Admiral dan 3 agen CP0 sekaligus" kata seorang Laksamana besar yang memiliki rahang mengeras.
Seorang Laksamana lain yang terlihat santai pun ikut berbicara
"Aether.. mereka terlihat menyeramkan, terutama kapten mereka" tambah Laksamana lain yang memakai baju dan celana serba kuning.
Seorang Laksamana lain pun bereaksi
"setelah membunuh Laksamana muda , sekarang mereka mengalahkan Vice Admiral dan 3 agen CP0.. mereka bukan bajak laut biasa" terang Laksamana yang terlihat tenang itu
Seorang Laksamana terakhir yang dari tangan nya keluar tumbuhan pun mulai merasa kesal
"mereka kini berada di Grand Line..biarkan mereka menjadi target ku.." kata Laksamana terakhir.
Laksamana besar pun berbicara lagi
"kita tidak bisa bergerak sembarangan, mereka memiliki kekuatan yang merata di setiap kru nya..kita harus bergerak lebih pintar" tutup Laksamana besar itu.
Di New World di sebuah pulau tenang,
"kapten..bajak laut itu kini sudah memasuki Grand Line!" teriak salah satu kru dari Yonko berambut merah itu.
"aku tahu.. mereka benar-benar melakukan nya" ujar Yonko berambut merah tersebut
Lalu seorang kru yang ada di samping nya bertanya
"bagaimana menurutmu? apa kita perlu bergerak untuk mencari tahu?" tanya kru nya yang ada di samping Yonko rambut merah itu.
Yonko itu menggelengkan kepalanya
"mereka terlihat tidak menganggu apapun atau membuat kekacauan di lautan sejauh ini" ujar Yonko itu
Lalu dia menutup surat kabar itu dan melihat ke langit
"kita hanya perlu melihat..kemana arah mereka bergerak" ujar Yonko berambut merah itu
Di Mariejois tepatnya di ruangan suci.
5 tetua berdiskusi tentang bagaimana kekalahan dari 3 CP0 ditangan bajak laut Aether
"mereka harus dihentikan.." kata tetua pertama
Tetua ketiga mengangguk
"hanya sekarang bagaimana menghentikan mereka?" tanya tetua ketiga
Tetua lima lalu melihat surat kabar matanya tertuju pada gambar seorang Draven
"orang ini ,bukan hanya sekedar bajak laut pemula.. naga kecil di pundaknya memperlihatkan itu" jelas tetua kelima sambil menunjukkan gambar Draven
"benar..itu sesuatu yang lain, seekor naga di pundak" tambah tetua keempat
Tetua kedua berdiri dan melihat ke arah jendela untuk melihat kota di Mariejois
"jika mereka benar-benar berkembang, ini tentu akan menjadi masalah besar untuk keseimbangan dunia saat ini.." terang tetua kedua
Tetua kelima lalu menatap para tetua lain
"apa kita perlu menugaskan ksatria kita untuk bergerak?" tanya tetua kelima mengenai pendapat nya, para tetua melihat ke arahnya dengan pandangan sedikit terkejut.
Berpindah di kapal Black Pearl,
Para kru bajak laut Aether berkumpul untuk makan siang di dek kapal,
"lihat kita menjadi berita utama lagi di surat kabar!!" teriak Ren sambil membawa surat kabar terbaru
Zorana yang sedang memakan buah melonnya
"itu sudah pasti karena Vice Admiral dan CP0 kalah.." terang Zorana
Axel sambil mengasah kedua pedangnya, pedang kegelapan dan pedang Muramasa nya
"ini akan membuat Aether akan menjadi target utama para pemerintah dunia dan angkatan laut.." jelas Axel
Luna yang sedang makan pun berbicara
"Grand Line akan lebih berbahaya, apa menurutmu kita perlu memiliki markas di salah satu pulau tersembunyi?" tanya Luna kepada Draven
Elara yang mendengar saran Luna pun ikut merespon
"menurutku memiliki markas di tempat yang tidak dunia tahu adalah hal yang bagus" tambah Elara sambil meminum jus nya
Hiden pun mengangguk
"itu akan membuat kita memiliki persiapan yang bagus dalam menjalankan strategi tanpa perlu takut adanya gangguan" sambung Hiden
Draven terdiam sesaat ,lalu memberikan sepotong daging untuk naga nya yang ada di pundaknya
"markas tersembunyi..menarik" jawab Draven,lalu menoleh ke Luna
"apakah di dekat kita ada sebuah pulau dari peta kuno tersebut?" tanya Draven kepada Luna
Luna bergegas melihat peta kuno nya dan kompas kuno
"dari tempat kita yang terdekat menuju ke selatan ada sebuah pulau bernama Nebula.. Nebula tidak ada di peta modern" jelas Luna lalu melihat Draven
Draven lalu melihat cakrawala
"membuat markas dan menjalankan rencana dari tempat tersembunyi.. kita menuju pulau Nebula" perintah Draven.
Si besar pun mengambil dagingnya dan bersiap menuju ke ruang kemudi
"segera bergerak kapten.." teriak si besar
Si kurus yang sedang meminum anggur pun bersemangat, dia melihat peta kuno itu
"kupikir pulau Nebula tidak bisa ditemukan karena arus laut yang berlawanan dan beberapa monster laut ganas yang mengelilingi pulau Nebula" jelas si kurus
Si kecil lalu datang membawa surat kabar bersama Ren menuju ke meja makan
"teman-teman..lihat bagaimana bounty terbaru kita!!" teriak si kecil lalu menaruh surat kabar di meja
Surat kabar menunjukkan berita utama bagaimana kekalahan Vice Admiral dan 3 agen CP0 ditangan bajak laut Aether kemudian di halaman berikutnya bounty dari masing-masing kru terlihat,
Draven 880.000.000 Berries
Kapten bajak laut Aether, pengguna kekuatan bayangan dan kegelapan.
Axel 575.000.000 Berries
Pendekar pedang pengguna pedang legendaris Muramasa dan pedang misterius.
Zorana 380.000.000 Berries
Seorang kru pengguna kekuatan rantai emas yang dilapisi batu laut.
Ren 265.000.000 Berries
Seorang kru pengguna buah iblis Mythical Zoan Garuda api hijau.
Hiden 195.000.000 Berries
Seorang kru pengguna buah iblis Kotetsu-Kotetsu ,tubuh baja
Elara 120.000.000 Berries
Seorang dokter kapal pengguna kekuatan misterius.
Luna 89.000.000 Berries
Navigator kapal pengguna buah iblis Uki-Uki, tubuh melayang
Si kurus 35.000.000 Berries
Si besar 32.000.000 Berries
Si kecil 30.000.000 Berries
Melihat nilai buronan baru mereka,semua terkejut
"880 juta untuk kapten!!!" teriak si kecil lalu melihat Draven
"dengan bounty seperti ini berikutnya para Laksamana besar adalah lawan kita.." ujar Zorana
Elara sendiri tercengang melihat bounty miliknya yang meningkat drastis
"bahkan aku sudah mencapai 120 juta.." keluh Elara
Lalu si kurus menunjukkan status Elara
"dan lihat mereka bahkan tidak tahu apa kekuatan mu, mereka hanya menyebut nya kekuatan misterius" kata si kurus
Axel sendiri tidak mengatakan apapun saat melihat bounty nya, tapi dengan genggaman tangannya di pedang miliknya itu sudah memperlihatkan kesenangan nya.
semangat!