Karena memiliki masalah keluarga yang cukup rumit, membuat Ranaya melampiaskan hidupnya di lantai disko. Motonya: Boleh nakal, asal tahu batas. Sayangnya, malam itu, batasnya benar-benar terlewati. Sebuah kecelakaan brutal membuat tubuhnya koma, sementara rohnya malah asyik gentayangan!
Sialnya, jadi arwah itu enggak segampang di film-film. Niat hati melompat elegan masuk kembali ke tubuhnya, Ranaya malah nyungsep di kolong ranjang. Masalah bertambah pelik ketika ia tau apa penyebab kecelakaan yang menimpanya. Ternyata ada udang di balik bakwan.
Berbekal status hantu amatiran dan bantuan seorang cowok indigo yang super cuek bebek, Ranaya harus menyelamatkan nyawanya sendiri. Kalau gagal? Ya wassalam, siap-siap saja jadi Kuntilanak Gen-Z selamanya!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Icha Annisa Amanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kunti Galau
Sekarang Ranaya paham, kenapa Kuntilanak sering diceritakan duduk di atas pohon. Karena ternyata senyaman ini rasanya, kaki diayunkan dan terkena angin sepoi-sepoi.
"Hmm." Ranaya menatap manusia yang berlalu lalang di bawah sana. Ternyata ada bagian tidak enaknya juga, ya, jadi setan seperti ini. Apalagi tidak punya teman yang sefrekuensi. "Harusnya Agatha bisa liat gue, supaya gue enggak kesepian kayak gini!"
Langit sudah mulai gelap. Lampu-lampu taman di rumah sakit juga sudah mulai menyala. Beberapa keluarga pasien ada yang duduk di kursi taman. Ada yang istirahat dengan mengisi perut, ada juga yang menyendiri untuk meluapkan perasaan mereka, menangis sendirian.
"Huft." Ranaya melayang di tengah-tengah ramainya keluarga pasien yang berdatangan di halaman depan. Ranaya merasa sedikit hampa dan tidak tahu harus melakukan kegiatan apalagi. Sampai pandangannya tak sengaja tertuju ke arah seseorang, si Ojol tampan itu lagi. Mereka sempat beradu tatap beberapa detik, sebelum pria itu yang kembali mengalihkan pandangannya. Lalu pergi setelah penumpangnya membayar jasa.
Sejauh ini, dia satu-satunya manusia yang ketahuan bisa melihat Ranaya. Karena kebetulan Ranaya tidak tahu harus berbuat apa, alhasil, dia memutuskan untuk mengikuti pria itu lagi, kali ini dari kejauhan.
"Dia tinggal di sekitar sini, ya?" gumam Ranaya. Karena si Ojol itu berhenti di sebuah bangunan kos-kosan yang jaraknya tak jauh dari rumah sakit.
"Wow, wow, ada siapa nih di sini?" Suara yang cukup melengking mengalihkan pandangan Ranaya, tepat di sebuah pohon nangka, sosok Kuntilanak dengan jubah putih lusuh yang pasaran itu menatap tajam ke arah Ranaya.
"Itu punyaku!" ucap si Kunti menunjuk ke arah si Ojol tampan yang masih berada di halaman depan kosan.
"Terus?" Alis Ranaya menukik, tanda tak tertarik dan tak peduli dengan ucapan si Kunti Pohon Nangka itu.
"Ya, kamu jangan coba-coba deketin dia!" jawab si Kunti Pohon Nangka nyolot.
"Cih, ambil aja. Gue enggak minat!" Ranaya membuang muka, lalu kembali melayang menuju rumah sakit, meninggalkan si Kunti Pohon Nangka yang merasa tak terima dengan sikap Ranaya.
"Wah awas aja tuh, Kunti Songong!" Kuntilanak Pohon Nangka itu tersenyum licik, berniat untuk membalas sikap songong Ranaya.
*****
Karena masih belum menemukan orang yang bisa membantu misinya. Ranaya pun meluaskan area pencarian, ia mendatangi berbagai tempat, ada beberapa yang bisa melihat tapi alih-alih bisa membantu, mereka malah langsung memejamkan mata dan kabur begitu saja.
"Dih, emang gue seseram itu?" Ranaya berkaca pada salah satu kaca spion mobil yang terparkir. "Pucat dikit doang, kok!"
Ranaya mengibaskan rambut pirangnya. Lalu melayang ke arah keramaian di pusat perbelanjaan.
"Hello, apa kalian semua liat gue?" teriak Ranaya. Namun tak satupun dari mereka yang menoleh. "Heudeh, ini seriusan enggak ada yang bisa liat gue?"
Ranaya bersandar di sebuah rak barang, hingga ia tidak sengaja menjatuhkan beberapa barang yang terpajang, mengagetkan orang-orang sekitarnya.
"Ih, padahal enggak ada orang, kok bisa jatuh, ya?" Celetuk salah seorang pengunjung.
Ranaya hanya memutar bola mata jengah. "Gue yang jatuhin! Puas?!" teriaknya, tentu tak terdengar. Tapi si pengunjung itu tiba-tiba bergidik ngeri.
Bosan. Ranaya kembali melayang berkeliling kota. "Apa gue masuk ke club aja?"
Seolah baru saja mendapatkan ide bagus. Ranaya langsung tersenyum sumringah, ia melayang menuju club yang biasa dia dan Agatha datangi. Hitung-hitung mengobati rindu juga pada sang pujaan hati yang menjadi DJ di sana.
Tapi entah, semesta sepertinya kali ini benar-benar tidak berpihak padanya. Baru saja Ranaya sampai di dalam club, ia sudah melihat Tommy, si DJ yang ia sukai selama ini sedang asyik bermesraan dengan seorang wanita yang sangat Ranaya kenal dan benci, TANIA WILLIAM ATMAJA! ANAK DARI ISTRI PERTAMA AYAHNYA!
"Cih, dasar cewek murahan!" Ranaya sengaja menyenggol botol-botol wine hingga membuat semua pengunjung kaget dan terheran-heran, termasuk Tommy dan Tania yang langsung menghentikan adegan mesra mereka.
lnjut kk, aku makin penasaran, ditunggu bab selanjutnya nnti malem
🏃♀️