Indonesia
NovelToon NovelToon
Akhir Penderitaan Clarisa

Akhir Penderitaan Clarisa

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Patahhati / Fantasi / Tamat
Popularitas:2.7M
Nilai: 5
Nama Author: Na_Les

Sebelumnya,baca terlebih dahulu Mengejar Cinta Mantan Istri.

Ini kisah tentang Clarisa,orang-orang di kotanya memanggil ia Risa,namun semenjak ia merantau ke kota besar,teman-temannya memanggil ia Clara.

Apa yang terjadi dengan Clara di kotanya,sampai-sampai ia harus merantau ke kota besar? Lalu bagaimana kisahnya setelah ia berada di kota besar?

Penderitaan apa saja yang di alami Clara?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Na_Les, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 30

Setelah menaruh foto itu dalam tas,mata Risa tertuju pada satu mobil yang berada diseberangnya,mobil itu sangat mencurigakan,karena sesekali seorang pria turun dari dalam mobil dengan menggunakan kaca mata hitam dan menghisap rokoknya. Pandangan pria itu pun selalu tertuju pada pintu keluar gedung Dirgantara Group.

"Apa laki-laki itu orang suruhan Alex yang menelpon tadi pagi???" Tanya Risa pada dirinya sendiri.

Mata Risa tak pernah lepas memperhatikan gerak-gerik laki-laki itu,walau sesekali ia juga melihat ke arah pintu keluar.

Empat puluh menit menunggu,akhirnya mobil Alex keluar dari dalam gedung melalui pintu keluar.

Begitu mobil Alex melaju ke arah jalanan,mobil mencurigakan itu langsung mengikuti Alex dari belakang.

Risa makin bertambah yakin kalau itu mobil orang suruhan Alex. Risa pun mengikuti kedua mobil itu.

Ternyata mobil Alex menuju arah puncak.

"Mau ngapain Alex ke arah puncak?" Tanya Risa pada dirinya sendiri,ia semakin penasaran apa rencana jahat Alex yang sebenarnya.

Di mobil Alex.

Saat sudah keluar dari gedung Dirgantara Group,Alex mengemudikan mobilnya ke arah puncak.

Nia mengernyitkan keningnya bingung.

"Loh kita mau kemana ini? Katanya mau makan siang,kok ini malah ke arah puncak?" Tanya Nia.

Alex menoleh ke arah Nia sesaat,lalu kembali memfokuskan pandangannya ke jalanan.

"Aku udah nyiapin sesuatu yang spesial dan mewah disana. Jadi kamu tinggal duduk dan nikmatin yang aku siapin nanti." Jawab Alex.

Kemudian senyum menyeringai terbit di pipi Alex.

"Dan siapin diri loe,untuk gue nikmatin di atas ranjang yang udah gue siapin." Kata Alex dalam hati.

Perjalanan yang biasanya memakan waktu sampai tiga jam lebih pada weekend atau hari libur,kini hanya memakan waktu satu setengah jam. Karena ini bukan weekend atau hari libur.

Mobil Alex sudah memasuki area puncak. Selama perjalanan Nia pun tertidur. Saat Nia tertidur,hp Nia yang berbunyi dan Alex langsung mengambil hp itu dari dalam tas Nia. Di lihat lah nama Irlan disana,buru-buru Alex mematikan hp Nia agar Irlan tak menghubunginya lagi dan Irlan tidak bisa melacak keberadaan Nia melalui gps pada hp Nia. Kemudian membuang hp Nia ke jalanan.

Sampai lah mobil Alex didepan vila yang sudah Alex sewa untuk melancarkan aksinya.

Vila yang jaraknya jauh dari pemukiman penduduk. Disekitar vila juga tidak ada bangunan lain selain vila itu,hanya ada perkebunan teh yang mengelilingi vila itu.

"Nia..bangun,udah sampe." Alex mengelus pipi Nia untuk membangunkan Nia dari tidurnya.

"Eunggh..." Nia mengerjapkan matanya untuk menyesuaikan cahaya yang masuk ke matanya.

"Udah sampe?" Tanya Nia dengan suara serak khas orang baru bangun tidur.

"Iya,ayo turun." Alex membuka pintunya,lalu menutupnya. Dengan setengah berlari Alex memutar ke arah pintu penumpang tempat Nia duduk. Lalu membuka pintu untuk Nia.

"Silahkan turun my queen.."

Nia pun turun dari dalam mobil Alex.

Nia memandangi bangunan vila,bangunan yang terbuat dari kayu jati dan terlihat sangat klasik.

"Bangunannya bagus kak,aku suka.." kata Nia dengan mata berbinar sangat menyukai bangunan vila didepannya.

"Ini gak seberapa,kamu akan lebih terkesima dengan sesuatu yang udah aku siapkan di dalam." Lalu Alex menggandeng tangan Nia agar masuk ke dalam vila.

Sebelum Alex membuka pintu,Alex menutup mata Nia dengan penutup mata yang sudah Alex persiapkan sebelumnya.

Setelah mata Nia tertutup,baru lah Alex membuka pintu dan menggiring Nia masuk kedalam vila. Alex menuntun Nia sampai pada halaman belakang vila. Kemudian Alex membuka penutup mata Nia.

Mata Nia membelalak melihat pemandangan yang terpampang dihadapannya saat ini.

Pemandangan kebun teh yang begitu menyejukkan mata ditambah lagi udara yang begitu sejuk dan tempat yang begitu private karena tidak ada bangunan lain selain vila itu disitu. Membuat siapa pun yang mengunjunginya merasakan betul ketenangan,apalagi bagi orang yang ingin menyendiri dari hiruk pikuk kota besar yang begitu bising dan padat.

"Gimana,kamu suka?" Tanya Alex sambil tangannya merangkul pundak Nia.

Nia merasa risih saat Alex merangkul pundaknya,padahal Alex selalu seperti itu pada Nia. Tapi sejak ia memulai kembali hubungan dengan Irlan dia merasa risih kalau ada laki-laki lain yang menyentuhnya.

Nia pun melepaskan tangan Alex dari pundak Nia.

"Makanannya mana kak? Aku udah laper banget nih.!" Ucap Nia mencoba mengalihkan suasana risih pada dirinya sendiri.

Alex pun menuntun Nia duduk di sebuah kursi. Setelah Nia duduk,Alex kembali ke dalam untuk menyuruh pelayan membawakan makanan pesanannya. Setelah menyuruh pelayan untuk menghidangkan makan siang mereka,Alex kembali duduk bergabung dengan Nia.

Tak lama pelayan pun datang membawa makanan yang sudah Alex persiapkan. Alex memberi kode pada pelayan itu untuk pergi meninggalkan mereka berdua.

Pelayan itu adalah orang suruhan Alex,yang menyamar sebagai pelayan. Setelah mengantarkan makanan di meja Alex dan Nia,orang suruhan Alex itu pun pergi,kembali memantau keadaan vila dari depan. Tadinya rencana Alex adalah menyuruh orang suruhannya menculik Nia ditengah jalan kalau Nia melawan dan tidak mau ikut ke puncak. Tapi karena Nia tidak curiga dan menyetujui untuk ikut ke puncak jadi Alex meneruskan rencananya sampai makan siang.

Nia dan Alex menghabiskan makanan mereka,selesai makan Alex menuangkan wine pada gelas kosong yang sudah disiapkan pelayan tadi.

"Aku gak minum itu kak.." tolak Nia saat Alex menyerahkan minuman itu.

Alex menyeringai,karena semua tepat sesuai prediksinya.

"Oh sori,kalau gitu gue pesenin jus jeruk dulu." Alex pun bangkit dari duduknya. Ia berjalan ke dapur. Ia mengambil kotak jus jeruk dari dalam kulkas yang sudah dipersiapkan pelayan tadi. Ia menuangkan jus itu kedalam gelas dan menaruh obat perangsang di dalamnya. Tadinya Alex hanya menuangkan obat itu sedikit,tapi karena takut reaksi obat itu hanya sebentar jika dituangkan sedikit,Alex pun menuangkan obat itu semua.

Alex pun menghampiri Nia dan menaruh jus jeruk di hadapannya. Nia mengambil jus itu,dan tanpa rasa curiga Nia menyeruput jus jeruk yang Alex bawa.

Bersambung...

1
Indra Wahyu Rianti
selalu suka karya author. satset.
Indra Wahyu Rianti
bagus jg ya sheila gak gugurin kandungannya. kan dia gak menginginkan anak itu. apalagi anak bagas.
Indra Wahyu Rianti
gak setuju dokter segampang itu memeluk pasien 😭
Indra Wahyu Rianti
gmn cerita bagas? bagas gak nyari? risa msh tinggal di rmh yg bagas kasih?
Alif
sdh murahan belagu lg
Alif
bego kok di pelihara
Anita Nita
rasakan kamu risa,makan tu cinta
Anita Nita
bodoh sekali kamu risa...msh banyak ko laki2 yang lebih baik dari bagas
ZHANG LINGHE 🥰🥰🥰
😁😁
@ni
❤️❤️❤️❤️❤️
Fawaz Al ashy
ya ampun Thor tega banget apa salah ayu harus di pula yang menanggung resiko nya dokter belot tu.. /Facepalm//Facepalm/
Fawaz Al ashy
Hai langa pedang.. geli liat si doctor lucky
Fawaz Al ashy
kok jadi wanita murah lagi sih jadi malas baca nya capek..
Fawaz Al ashy
jangan terjebak lagi lo raisa dalam dunia hitam gue dukung lo kali mau bales dendam jandi gue gk kesal lagi baca cerita lo.. /Proud/
Fawaz Al ashy
raisa .. raisa makin bego aja lo jadi orang kok tambah ancur aja.. jadi palak juga lama liat lo..
Fawaz Al ashy
seharusnya kamu jangan kasi raisa jual mahal kelak laki-laki berengsek tu takut nya bakalan di tinggal lin habis manis depay di buang.. /Scowl/
Fawaz Al ashy
kebaikan mereka tu ada mau nya.. raisa pun gampang percaya gitu aja udah mau nerima kebaikan bagas..
Fawaz Al ashy
kebaikan 2 cowok tu tulus apa gk ya.. jadi penasaran.. /Left Bah!/
Fawaz Al ashy
raisa yang sabar nya bener kata teman mu athor udah merencanakan kebahagiaan mu semngt thor nulisnya..
Fawaz Al ashy
lebih sedih dari cerita Amalia.. 😭😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!