Indonesia
NovelToon NovelToon
Gerhana Bulan Ditengah Terik Mentari

Gerhana Bulan Ditengah Terik Mentari

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / CEO / One Night Stand / Pernikahan Kilat
Popularitas:12.4k
Nilai: 5
Nama Author: iis fecan

kisah cinta yang sangat rumit dan menguras air mata

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon iis fecan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

31

 "Apa!!"teriak Faleria.

ditempat lain Kenzo dan Arga tertawa puas dihadapan Handoko yang tak lain adalah ayah dari Faleria.Satria dan Loren berhasil menangkap Handoko beserta kaki tangannya,kaki tangan Handoko dibunuh ditempat oleh Satria sementara Handoko mereka bawa kemarkas untuk dipertemukan dengan Kenzo.

"Ekspresi wanita ini benar benar menghibur"ucap Kenzo sambil melihat rekaman video detik detik Faleria terkejut saat mengetahui bahwa Handoko menghilang dan yang lainnya terbunuh.

Faleria terduduk dilantai,lututnya terus bergetar saking takutnya"Si siapa yang melakukannya?"tanya nya pelan.

"Belum tahu non,yang jelas orang ini sangatlah kuat.Kalau saya boleh bertanya apakah nona ada berselisih dengan seseorang dalam kurun waktu beberapa bulan ini?"tanya Dola,orang kepercayaan Handoko.

lama Faleria terdiam"Siapa kira kira? aku terlalu banyak berselisih dengan orang akhir akhir ini"gumamnya.

meskipun sudah berpikir cukup keras tetapi Faleria tidak bisa menebak siapa orang yang sudah menghancurkannya.

sementara itu dikediamannya Nara sedang sibuk menyusun rencana untuk membalas Gladies.

"Selanjutnya....?"pikir Nara sambil berjalan mondar mandir.

tepat disaat ia sedang memikirkan cara untuk membuat Kenzo membenci Gladies tiba tiba saja Gladies datang.

Nara memperhatikan gerak gerik Gladies yang seolah sedang merencanakan sesuatu.Setelah memastikan tidak ada orang yang melihat,Gladies pun menghampiri Nara yang sedang asik dengan boneka beruangnya.

dengan kasarnya Gladies merebut boneka dari tangan Nara"Apa apaan nih orang!!"pikir Nara.

"Dasar murahan! beraninya kamu tebar pesona!"ucap Gladies dengan nada sedikit merendah karena takut didengar oleh orang lain.

"Murahan?"tanya Nara.

Deg.

Gladies terkejut melihat Tatapan Mata Nara berubah"Ka kamu pura pura bodoh!"tebaknya.

sudut bibir Nara tertarik mendengarnya"Ya,aku pura pura bodoh"jawab Nara.

Deg.

Nara beranjak dari tempat duduknya lalu langsung menarik rambut panjang milik Gladies sehingga membuat wanita itu menjerit kesakitan"Ini belum seberapa dari rasa sakit jatuh dari lantai dua"ujarnya.

"Jangan macam macam kamu ya! aku calon istri Kenzo! kalau sampai terjadi sesuatu kepadaku Kenzo pasti nggak akan tinggal diam!"ancam Gladies.

"Hahaha!"Nara tertawa renyah mendengar ancaman Gladies

Nara melepas cengkraman tangannya dari rambut Gladies,gladies mengira dirinya sudah berhasil menakuti Nara.Tindakan Nara selanjutnya membuat Gladies benar benar syok.

"Aaaaa sakit!!"setelah mengiris telapak tangannya sendiri Nara pun berteriak dan menangis untuk menarik perhatian semua orang.

"Kamu gila ya!"ucap Gladies.

bukan hanya salah satu,tapi Nara mengiris kedua telapak tangannya dengan pisau setelahnya pisau itu ia lembar kedepat Gladies.

"Non!"teriak Ida.

"Apa yang kamu lakukan!"teriak Ida marah."tunggu saja saat tuan pulang kamu akan menerima akibatnya!"ujar Ida iya kepada Gladies.

Kenzo yang saat ini sedang berada dikota lain langsung terbang pulang untuk melihat keadaan Nara.

plak!!

tamparan keras mendarat dipipi Gladies,tamparan itu dilakukan oleh Satria"Sudah saya bilang jangan pernah menyentuh Nara walaupun sehelai rambut,beraninya kamu menyakitinya!"teriak Satria marah.

sementara itu Kenzo baru saja sampai didepan pintu.

"Gladies,beraninya kamu"batin Kenzo.

setelah membalut luka ditelapak tangan Nara dokter pun pamit pergi.

"Ra!"panggil Kenzo dari depan pintu.

kedua mata Nara langsung terbuka,suara yang sangat ia rindukan sukses membuat gadis itu menangis.

Kenzo bergegas menghampiri Nara"Jangan nangis"ucapnya.

"Batalkan pertunangan"ucap Kenzo tanpa menoleh kearah lawan bicaranya.

"Dengar?"tanya Satria kepada Gladies.

"Nara!"rutuk Gladies dalam hati.

"Kenzo pernikahan kita diatur oleh kakek kita kamu nggak bisa asal membatalkan saja!"teriak Gladies.

"Usir wanita itu"perintah Kenzo kepada Loren.

"Silahkan!"Loren menyuruh Gladies pergi.

saat tengah malam Nara tiba tiba saja merasa ingin buang air kecil,namun karena kedua tangannya terbalut perban membuatnya kesusahan untuk membuka celana.

"Om!"sedikit ragu Nara memanggil Kenzo yang tengah sibuk dengan laptopnya.

"Em,apa?"tanya Kenzo tanpa menoleh.

"Mau pipis"cicit Nara,pipinya bersemu karena malu.

"Hah!"Kenzo terkejut mendengarnya.

Nara mengangkat kedua tangannya menunjukkan tangannya yang terbalut perban.

Kenzo melihat jam tangan yang melingkar dilengannya"Sudah jam satu malam,bik Ida pasti sudah tidur"gumamnya

"Sini biar om antar"ucap Kenzo.

tengkuk Nara meremang membayang adegan selanjutnya yang akan terjadi.

benar saja,dengan perasaan gugup Kenzo menaikan dress pendek yang dikenekan Nara lalu menurutkan celana dalamnya."Su sudah!"ucapnya gugup.setelah itu ia bergegas pergi keluar dari sana.

"Om udah!"teriak Nara.

Kenzo kembali masuk kedalam kamar mandi"Kenapa nggak bangun?"tanya nya.

"Belun disiram"jawab Nara sambil tersenyum malu.

Kenzo membungkukkan tubuhnya lalu membantu Nara membilas bagian bawahnya."Ayo bangun"setelahnya Kenzo membantu Nara bangun kemudian memasangkan celananya.

beberapa kali Kenzo menggelengkan kepala untuk menyadarkan dirinya agar tidak terbawa nafsu.

dikediaman keluarga Albert.

"Sayang ayo makan"Edzard membujuk Alea agar makan

hati Jihan seperti terbakar melihat keromantisan yang sengaja ditunjuk oleh Edzard.

ingatan Alea sebenarnya sudah mulai pulih,tapi ua tidak memberitahu Edzard karena ia ingin tahu apa sebenarnya yang diinginkan oleh Edzard darinya.

"Edzard,aku harap kamu nggak mengecewakanku.Kematian nggak akan cukup buat bikin rasa sakit karena penghianatan kamu menghilang"Batin Alea.tiba tiba saja ia merasa takut untuk mengetahui fakta tentang Edzard yang sebenarnya.

"Dia benar benar mirip sama Alex"Alea menggenggam sendok dengab sangat erat.

"Lea,kamu kenapa sayang?"tanya Edzard dengan nada lembut.

"Ma aku mau kekamar"ucap Alea.

"Ayo"Vina membantu Alea pergi kekamar.

Edzard mengerutkan dahi melihat Alea seperti sengaja menghindarinya"Ada dengannya? apa dia tahu sesuatu?"batin Edzard.

Dikamarnya Alea pun bertanya bagaimana Jihan bisa menikah dengan Albert dan apa yang terjadi pada Alex.

Vina menceritakan apa yang ia ketahui"Alex menghilang?"batin Alea.

tanpa mereka sadari ternyata Edzard berada disamping pintu kamar,ia bersandar pada dinding mendengar percakapan antara ibu dan anak tersebut"sepertinya rencanaku nggak bisa tunda lagi"gumam Edzard pelan.

"Kamu istirahat saja,jangan memikirkan yang tidak tidak.Mama keluar dulu"ucap Vina.

"Ya ma"jawab Alea.

setelah Vina pergi Edzard pun masuk kedalam kamar.

"Sayang,boleh nggak?"Tanya Edzard sambil membelai rambut Alea yang panjang

cup.

Edzard mencium bibir Alea"Boleh ya,udah nggak tahan nih"pinta Edzard.Tanpa persetujuan Alea Edzard langsung memberikan ciuman panas pada leher dan bagian lainnya sehingga membuat Alea tidak bisa menolak karena sudah terhanyut didalam permainan.

keesokan harinya Kenzo sibuk mencari keberadaan bik Ida namun tidak menemukan keberadaannya.

"Om!"teriak Nara karena sejak tadi bukannya memasak untuk sarapan Kenzo justru hanya sibuk mondar mandir sambil membawa penggorengan.

1
AP
Tetap semangat berkarya
fecan afryans: makasih kk
total 1 replies
ᏦᎨᎽᎯ~
sdh mampir ya thor, udh kasi boom like dan bunga, mampir jg ya thor di New novel ku, "Siapa sangka anak Presdir"🤗
fecan afryans: Maksih kk,maaf baru bisa balas,saat ini dunia nyataku terlalu sibuk.aku udh mampir ya,nanti kelanjutanya ku baca lagi kalau pas sedang waktu senggang 🙏🙏🤦‍♀
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!