Asap kelabu dari sisa pembakaran minyak mesin siber menyelinap masuk melalui celah pilar obsidian Aula Gerhana, berputar-putar menciptakan bayangan kaku di atas lantai batu yang dingin. Di luar menara istana, langit Planet Akuma sedang memuntahkan badai hujan merkuri cair yang paling pekat sepanjang satu abad sejarah klan Shinto. Ketukan logam mendidih yang menghantam atap baja terdengar konstan, menciptakan simfoni bising yang meredam detak kehidupan normal. Dengan gaya tarik bumi yang bekerja seratus kali lipat lebih ekstrem, atmosfer di dalam bilik bersalin itu terasa begitu menjepit raga, memaksa setiap hela napas yang keluar dari tenggorokan terasa berat dan membakar sistem pernapasan seutuhnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mara Nata, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
AMUKAN PEDANG LANGIT SEKTOR TIGA
BOOM!
Sebuah dentuman dahsyat dari hantaman bom artileri berat Faksi Radikal Barat mendadak merobek keheningan malam di Sektor Tiga. Atap baja gudang lapuk tempat Zephyr dan Elena diasingkan hancur berantakan menjadi serpihan logam panas yang beterbangan liar ke segala arah. Serangan mendadak ini dipicu oleh dua kapal jet siluman musuh yang menyelinap dari balik kegelapan kabut belerang pabrik bawah tanah Titan Prime. Guncangan masif tersebut membuat seluruh fondasi tanah pelataran Sektor Tiga bergoyang hebat, mengembuskan debu-debu pembakaran hitam yang pekat ke udara bebas, menghancurkan sisa-sisa ketenangan malam pertama mereka.
Elena tersentak gila dari bangku besinya, terlempar setengah langkah akibat gelombang kejut ledakan yang meremukkan jeruji ventilasi. Gaun pengantin sutra emas mewahnya yang bersulam benang perak langsung dikotori oleh runtuhan puing seng tua dan jelaga hitam pembakaran. Wajah cantiknya yang jelita tampak pucat pasi, menahan ngeri saat menatap ke arah langit-langit gudang yang kini menganga lebar, menampilkan moncong meriam energi dari dua kapal jet musuh yang sudah menyala ungu pekat tepat di atas kepala mereka. Keunggulan teknologi militer Sektor Barat secara kejam siap melumat habis sisa nyawa sang putri bangsawan dalam sekejap mata.
Namun, di tengah kobaran api yang mulai membakar dinding barak, Zephyr bangkit berdiri dengan ketenangan yang sedingin es abadi. Remaja empat belas tahun itu tidak membalas kepanikan Elena dengan teriakan parau ataupun pandangan yang lemah. Tubuh kurusnya melangkah tegap ke tengah-tengah reruntuhan atap, murni mengandalkan keteguhan otot dagingnya di bawah jepitan gaya gravitasi stasiun bawah tanah yang ekstrem. Tangan kanannya mencengkeram erat hulu pecahan lempengan besi tua berkarat sepanjang satu meter miliknya, lalu mengangkat bilah senjata purba itu lurus ke arah pusaran awan kosmik di luar stasiun.
"Jika kau ingin tetap memegang mahkota emas bangsawamu, jangan bergerak dari balik tiang itu, Elena," ucap Zephyr dengan nada suara pelan, datar, namun membawa wibawa purba yang membekukan udara sekeliling, membungkam gemuruh api di sekeliling mereka.
BZZZZZZT... WHIIIIIR!
Dua kapal jet silukum musuh mulai melepaskan rentetan badai tembakan cahaya merah dari udara, meluncur deras secepat kilat untuk meratakan barak tersebut dengan tanah. Namun, tepat sebelum peluru laser pertama sempat menyentuh permukaan kulit Zephyr, sumsum tulang di sepanjang lengan remajanya meledak hebat, melepaskan frekuensi penuh Otoritas Spasial yang menembus batas pelindung atmosfer stasiun.
BOOOOOOOOOOM!
Sebuah gemuruh kolosal yang luar biasa megah mendadak membelah cakrawala malam Titan Prime. Awan beracun keemasan di langit robek seketika oleh manifestasi proyeksi pedang raksasa dari langit berukuran puluhan meter yang tersusun dari pendaran energi ruang absolut. Pedang kolosal itu meluncur turun dari batas hampa udara dengan kecepatan yang tidak masuk akal, menciptakan gelombang tekanan hidrolik masif yang langsung memotong jalur tembakan laser Faksi Barat hingga hancur berantakan di udara.
Tebasan pedang raksasa langit milik Zephyr menghantam telak badan dua kapal jet siluman musuh dengan tingkat ketepatan sejati yang gila. Tanpa menyisakan suara ledakan yang gaduh, energi kolosal tersebut membelah baja pelindung siber kapal perang barat menjadi dua bagian rapi, meremukkan seluruh generator mesin hidrolik mereka hingga meleleh seutuhnya dalam satu ketukan takdir. Raga baja mahal milik Faksi Barat itu luruh menjadi seonggok debu besi mati berwarna keunguan yang hanyut disapu angin badai luar angkasa, padam seutuhnya sebelum sempat mencium tanah kotor Sektor Tiga.
Elena menyaksikan seluruh kehancuran masif dari atas langit tersebut dari posisi duduknya di sudut reruntuhan barak dengan sepasang mata biru jernih yang terbelalak kaku tanpa bisa berkedip sedikit pun. Seluruh tubuh indahnya mendingin kaku menahan rasa terintimidasi dan takjub mendalam yang meremukkan seluruh logika berpikir kasta bangsawannya. Makhluk kurus berselimut abu hitam yang sore kemarin ia kutuk sebagai benalu cacat, baru saja mengomandoi senjata raksasa penembus langit demi meremukkan kekuatan armada militer musuh tepat di depan matanya sendiri.