Alexa Lily, gadis yang di Adopsi oleh salah satu ketua klan mafia sejak usia enam bulan. Alexa hidup di dalam kemewahan dan di kelilingi oleh orang-orang yang menyayanginya.
Tapi dibalik itu, Alexa tidak pernah tahu siapa orang tua kandungnya. Hingga suatu hari Alexa mendapatkan misi dari ayah angkatnya, dan misi itu berhasil ia selesaikan dengan mulus. Terlepas dari itu, Alexa mendapatkan sebuah informasi tentang siapa ayah kandungnya.
Berawal dari Informasi yang ia dapatkan, Alexa mendatangi kediaman ayah kandungnya itu.
Apakah ayah kandungnya itu akan menerima dan mengakui Alexa sebagai anak kandungnya? Atau justru ayahnya hanya menjadikannya sebagai pion untuk keuntungan pribadinya sendiri?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rahmawati18, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 23 : Panggil Aku Kakak Ipar
Hallo Gaess,,,, jumpa lagi!!
Selamat Membaca🤗🤗
Bara Lim hendak melayangkan pukulan kepada Austin. Namun, tiba-tiba saja ada yang menahan pukulannya itu. Austin menatap Alexa dengan mata melotot. Austin menelan ludahnya. Tidak menyangka, ia ketemu lagi dengan Alexa setelah kejadian kemarin.
"Berani kamu menyentuh cowokku! Cari mati!" gertak Alexa dengan wajah sangarnya.
Bara Lim merasa kesal. Ia menoleh dan marah. "Siapa pecundang yang berani menghalangiku?" Mata Bara Lim dan Alexa bertemu.
Bara Lim menelan ludahnya kaget. Matanya membulat.
"Luh?" ucapnya terbata-bata.
"Luh, Alexa Lily dari Serikat Black Bleiz? Putri dari Pemimpin Black Bleiz, Theodore Bleiz." Bara Lim terlihat ketakutan. Suaranya gemetar. Namun, ia tetap melawan.
Austin langsung mendekati adiknya. Ia memegang kedua tangan Liona. Memastikan kalau wanita itu tidak kenapa-kenapa. Liona yang masih ketakutan langsung memeluk Austin. Austin berusaha menenangkan adiknya itu.
*PLAK*.
Tanpa aba-aba, Alexa langsung menampar pria itu. "Tamparan ini karena kamu melakukan pemerasan." ucapnya dengan nada tegas.
*PLAK*.
"Tamparan ini, karena kamu belagu." Alexa menampar Bara Lim untuk kedua kalinya.
*PLAK*.
Tamparan terakhir berhasil membuat Bara Lim tersungkur dan meringis kesakitan. "Dan tamparan ini, karena kamu berani menyentuh milikku." Wajah Alexa penuh amarah.
Simon langsung menendang kaki kedua anak buah dari Bara Lim sampai kedua anak buahnya itu ikut tersungkur di depan Alexa.
Sedangkan Bara Lim memegangi pipinya yang sudah memerah akibat tamparan keras dari gadis itu. "Alexa, asal kamu tahu, aku putra dari Bima Spider Black. Pamanku adalah Wira Spider. Kalau mereka tahu kamu memukulku. Tamat riwayatmu." jelas Bara Lim. Pria itu menunjuk Alexa dengan wajah penuh amarah.
Alexa tersenyum sinis. Seorang Alexa tidak pernah takut pada siapapun dan nggak akan tunduk pada apapun. Alexa merapikan rambutnya yang menutupi wajah cantiknya itu. Ia menyilangkan kedua tangannya di depan dada.
"Paman mu saja Wira Spider berani ku bunuh. Apalagi kamu, hanya seorang bocah ingusan yang tak tahu malu!" Alexa menaikkan sebelah alisnya dan menundukkan badannya ke arah wajah Bara Lim yang masih terduduk di lantai sambil memegangi pipinya yang terasa sakit itu.
Bara Lim yang mendengar itu pun langsung kaget. Ia kembali menelan ludahnya. Kali ini, ia benar-benar takut kepada Alexa. Keringat membasahi pelipisnya. Ia menyeret tubuhnya mundur.
"Patahkan sebelah kakinya!" perintah Alexa.
"Baik, kak Alexa." Simon dan Dion hendak menjalankan perintah dari Bosnya, namun di hentikan oleh Austin.
Alexa menoleh kepada Austin dan tersenyum. Austin menatap Alexa dengan tatapan teduh. Ia memegang lengang gadis itu.
"Alexa, sudah cukup. Aku dan Liona tidak kenapa-napa. Kalau kamu patahkan kakinya, nanti dia akan balas dendam lagi. Lalu bagaimana nasib bisnis toko bunga ku nantinya?" Jelas Austin dengan wajah cemas.
Alexa mengangkat pandangannya, ia tersenyum manis kepada Austin. Alexa mencubit gemes kedua pipi Austin. "Humm,,, Cowokku memang berhati lembut. Hampir saja aku lupa,,,." ucapan Alexa terhenti.
"Hahahaa,,,, sudah ku duga, kamu pasti takut melakukannya." Bara Lim tertawa. Ia masih duduk di lantai toko bunga itu.
Alexa menatap tajam ke arah Bara Lim. "Kalau begitu, bunuh saja dia!" tegas Alexa.
"APA?" Bara Lim tersentak kaget mendengar ucapan yang keluar dari mulut gadis itu.
Austin membulatkan matanya. Alexa menoleh kepada kedua pengawalnya itu.
"Masukin dia ke dalam karung, lalu pukul sampai mati. Mayatnya buang ke laut jadiin makanan ikan." jelas Alexa.
Kedua pengawal itu langsung menarik paksa Bara Lim sesuai dengan perintah dari Alexa.
"Aahh... Tidak... Lepasin aku...Alexa Lily..!" teriak Bara Lim.
"Alexa... Tunggu saja pembalasan dari Ayahku!" teriaknya lagi.
Dion menyeret pria itu keluar dari dalam toko bunga milik Austin. Kedua Anak buah dari Bara Lim langsung bersujud ketakutan di depan Alexa. Kedua pria itu memohon agar Alexa bisa membebaskannya.
"Nona Bleiz, ampuni kami. Kami hanya menjalankan tugas dari Bara Lim. Kami mohon maaf." ucapnya dengan nada suara ketakutan.
"Kamu hanya menjalankan tugas? Hmm,,, iya." Alexa terdiam dan mengangguk-anggukkan kepalanya.
"Patahkan sebelah kakinya!" perintah Alexa.
Simon segera menarik kedua pria itu keluar dan menghajarnya sesuai dengan apa yang di katakan Alexa tadi.
"Maafkan kami Nona Alexa...!"
"Ampuni Kami...!" teriak kedua anak buah Bara Lim.
Toko Bunga yang tadinya penuh keributan akibat ulah Bara Lim dan anak buahnya, kini menjadi sunyi. Hanya ada Alexa, Austin dan Liona di dalam toko itu.
Liona menatap Alexa heran. Ia baru melihat gadis itu. Liona tersenyum kepada Alexa.
Alexa menjulurkan tangannya kepada Liona. "Kamu adik Austin?" tanya Alexa dengan senyuman manis di bibirnya.
Liona membalas uluran tangan Alexa. Ia tersenyum. "Iya, aku Liona Lukas. Adik Austin Lukas." jawabnya.
Austin tersenyum melihat kedua gadis itu.
"Namaku Alexa Lily. Aku pacar Austin Lukas." ucap Alexa dengan bangga. Raut wajahnya begitu bahagia. ia benar-benar jatuh cinta kepada pria pengantar makanan itu.
Austin membulatkan matanya. Ia tidak menyangka kalau Alexa bakalan berkata seperti itu kepada Liona. Liona yang mendengar itu pun langsung menatap Austin.
Liona yang tadinya tersenyum manis kepada Alexa, Kini raut wajahnya langsung berubah datar.
"Apa? kamu pacar Kak Austin?" tanyanya lagi dengan tatapan tajam dan mengintimidasi.
"Iya. Aku pacar Austin. Kamu bisa memanggilku Kakak Ipar." Alexa langsung merangkul lengan Austin dan menatap pria itu dengan wajah berseri-seri.
Alexa berharap Liona senang melihat kehadirannya. Apalagi Alexa sudah membantunya tadi. Alexa begitu sangat mencintai Austin. Waktu pertama kali melihat pria itu, ia memang agak kesal. Namun, setelah melihat Austin melindunginya, ia langsung jatuh cinta kepada pria itu.
Meskipun Austin Lukas hanya kurir pengantar makanan, tapi Alexa bisa melihat ketulusan dari mata pria itu. Meskipun mereka berdua begitu sangat berbeda. Alexa yang bergelimang harta dan punya segalanya. Sedangkan Austin, ia hanya seorang pengantar makanan. Hidupnya begitu sederhana. Ditambah lagi, ia harus berjuang untuk menghidupi dirinya dan Adiknya.
Liona menarik Austin. Rangkulan Alexa langsung terlepas. Alexa menatap penuh tanya.
"Kakak. Aku tidak mau kamu punya pacar wanita Geng." ucap Liona berbisik di telinga Austin.
Austin menghela nafas. Ia melihat ke arah Alexa. Namun belum mengatakan apa pun.
Alexa menjentikkan jempolnya dan memberi kode kepada Pengawal yang berjejer di belakangnya. Semua pengawal itu pun maju dan melangkah ke depan Austin. Pengawal itu langsung membuka peti yang di bawanya.
Di dalam peti itu berisi uang, emas, sertifikat rumah, beberapa kunci mobil sebagai mahar untuk melamar Austin. Austin yang melihat itu pun membulatkan matanya. Ia menelan ludahnya.
"Ini.... Apa ini?" tanyanya.
Alexa tersenyum. "Sayang, aku kesini ingin melamar mu. Kita akan menikah." ucapnya dengan senyum bahagia. Austin masih terdiam dengan wajah penuh tanya.
Liona yang melihat itu pun berjalan mendekati Alexa. Wajahnya datar. Tidak ada lagi senyum yang terukir di wajah gadis itu. Tatapannya tertuju pada Alexa. Alexa terdiam.
"Aku tidak setuju kamu dengan Kakakku!" ucap Liona dengan wajah serius.
\*\*\*
*Jangan lupa ninggalin jejak ya teman-teman 🤗🤗*
*Mohon dukungannya dengan cara mengirimkan mawar merah, ya. Supaya Author lebih semangat lagi nulisnya. Terima kasih teman-teman 🤗 🥰 🥰*
anak angkat di sayang anak kandung dibenci alur cerita begini udah basi..... aku kira menarik cih...