Indonesia
NovelToon NovelToon
I'M A Villain

I'M A Villain

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Balas Dendam / Romansa Fantasi
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Usu dedek

Seorang gadis 14th merelakan masa remajanya demi bisa masuk ke organisasi Phantom agar bisa membalas dendam kematian kakaknya. Misi pertama mendekati empat cucu Alexander Starling Gruop.

Demi keberhasilan misi Irish menggunakan apa saja termasuk mempermainkan perasaan targetnya.

Dendam nomer satu, perasaan nomer sekian!!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Usu dedek, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rahasia yang perlahan terkuak.

Mataku terbelalak. Tubuhku membulat setengah telanjang. Ekspresi wajahku tak lagi murka. Tepatnya aku sedih teringat masalalu.

"Apa kak Isha dulu di perlakukan begini oleh keluarga Starling?"

Bulir air mata perlahan merebak di sudut mataku. Aku teringat bagaimana tubuh kakakku di penuhi bekas jarum suntik. Perlakuan Markus memengingatkan aku akan masa lalu yang sulit untuk di hindari. Aku sudah tak kuasa ingin menjerit dan memaki pria itu lagi. Aku hanya menatapnya dengan tatapan dingin. Rasa kecewa di hatiku menumbuhkan perasaan ingin membunuh tapi aku bertahan.

Jika aku membunuhnya sebelum selesai penyelidikan, maka aku akan di kenakan sangsi sesuai perjanjian yang ku tanda tangani. Dan tentu saja aku akan kehilangan akses untuk balas dendam.

Ia lalu melihat sekujur tubuhku yang setengah telanjang, yang hanya menyisakan bra dan celana dalam putih berenda. Aku pasrah, tangan dan kaki ku terborgol magnetik. Sebuah borgol ilmiah yang terbuat dari gabungan sains dan baja mengekang pergerakan tubuhku di atas tempat tidur itu.

Dia menatap kedua buah dadaku yang menonjol besar, tangannya bermain di atas payudaraku lalu perlahan menelusuri bagian perutku. Aku merinding, tapi perasaan yang ada itu menjijikan. Tubuhku di gerayanginya bagai main piano. Dia menggelitikan jarinya di atas pinggulku, perlahan memutar lalu sedikit ke bawah di arah pangkal paha. Aku hanya menatapnya tanpa ekspresi.

Dia menarik turun celana dalamku dengan paksa.

Aku berteriak. "Apa yang kau lakukan?? Dasar bedebah ... bajingan... lepaskan aku!!"

Lagi-lagi aku memakinya dengan keras. Aku meronta hingga ranjang besi itu bergoyang. Aku tak menyangka, dokter berambut pirang itu begitu lancang.

"Ini ... " Ucapnya sambil menunjuk tato di pangkal panggulku tepat di belahan v line celana ku.

"Ini adalah tato atau lambang perjanjian berdarah, yang hanya bisa didapatkan di militer rahasia atau organisasi rahasia tingkat tertinggi sebagai identitas rahasia. Aku sangat penasaran Irish.. Siapa dirimu sebenarnya?"

" jika kau ingin tahu siapa aku sebenarnya, lepaskan aku!" elakku.

Markus terkekeh. "Ouh... eksperimen berharga sepeti mu hanya boleh jadi milikku. Kau akan tetap di sini."

"Eksperimen apa yang sebenarnya kau lakukan?"

Aku terdiam sesaat, otakku mulai berfikir sesuatu rencana yang akan mengeluarkanku dari ancaman mematikan ini. Aku tidak bisa menghubungi Mike, untuk melancarkan rencana cadangan.

"Katakan dulu, siapa kau sebenarnya, baru aku akan mengatakan tentang eksperimen itu. Informasi yang ku berikan tidak gratis!"

"Kau akan segera tahu siapa aku sebenarnya, lepaskan aku." ucapku pelan.

"Oke ... baiklah, untuk saat ini aku tidak akan memaksa, mulai sekarang kau akan menjadi satu-satunya eksperimen hidup yang paling berharga dalam hidupku. Siapapun tidak boleh memilikimu termasuk Zane dan Aldrik. Malam ini kau akan aku kurung di sini ." Ancam Markus.

Aku histeris mendengar ancaman itu, bagaimana tidak, malam ini adalah kesempatanku untuk menyerbu arena boxing hole bersama anggota timku. Persiapan sudah di lakukan sejak kemarin, hanya tinggal menunggu komando.

"Apa-apaan kau ini. Markus, lepaskan aku! aku punya janji dengan Zane malam ini!"

"Tidak bisa! saat ini kau menjadi pasienku, kau harus menghabiskan transfusi darah satu kantong lagi, jika tidak, tubuhmu akan melemah dan sisa-sisa racun dalam tubuhmu tidak akan di bersihkan."

"Dan ini." Markus menunjuk ke arah pantatku bekas suntikan yang lalu, yang pernah ia suntikan saat berada di boxing hole.

" Kau adalah satu-satunya penerima serum ini yang benar-benar clean,"

" serum?"

 Aku menggigil, gigiku menggertak menahan emosi. Ternyata yang disuntikkannya waktu itu bukanlah obat tidur, melainkan serum eksperimen yang diciptakannya.

"Apa mungkin Kak Isa dulu juga menerima suntikan seperti ini? Aku akan bertahan ... sampai mengetahui semua kebenarannya."

Aku jadi semakin penasaran, apa yang dilakukan Markus. Aku menghela nafas berat, ku putar otakku agar tak meninggalkan kesan buruk dan memperkeruh suasana. Aku berusaha menahan emosi dan menjadi sesosok wanita yang diinginkan pria itu, aku harus memahami sifat Markus dan meluluhkannya. Aku berusaha mencari celah dan berubah lembut.

"Jika kau ingin menahanku, setidaknya jangan lakukan di sini, kembalikan aku ke kamar itu. Aku tidak ingin Zane dan Aldrik merasa cemas."

"Kau hanya mencari alasan." Bantah Markus.

 "Apa kau ingin bertengkar dengan saudaramu hanya karena aku?"

 Markus sedikit terpengaruh oleh ucapanku barusan, dia pun mengangguk. Pria itu menyelimuti tubuhku dengan baju pasien yang baru, ia melepaskan ke-4 ikatan kaki dan tanganku, lalu menggendongku kembali ke ruangan.

Sembari berada di dalam gendongannya, aku melihat seluruh ruangan itu. Perjalanan dari koridor ujung itu membutuhkan waktu kurang lebih 20 menit baru sampai ke ruangan tadi, sebuah koridor yang terasa sangat dingin dengan penerangan lampu yang sangat minim. Letaknya sangat jauh di ujung rumah sakit, bahkan Markus melewati jalan rahasia untuk sampai ke sana.

Aku yakin di dalam rumah sakit ini terdapat rahasia besar yang disembunyi keluarga Starling, karena bukan hanya tentang penjualan manusia, keluarga Starling juga memiliki skandal tentang obat-obat terlarang juga pasokan obat yang di incar para kelas elit.

 'Aku Ingin secepatnya meluluhkan hati keras si dokter bedah ini, agar bisa dengan cepat menggeledah rumah sakit dan mengetahui setiap detail tentang apa yang diselidiki kakakku 14 tahun lalu, sehingga membuatnya mati secara mengenaskan.'

Aku kembali ke dalam ruangan itu seolah tak terjadi apapun. Tak lama, Zane dan Aldrik datang menghampiriku yang sudah berada di tempat tidur. Tampak Aldrik membawakan banyak sekali buah-buahan, begitupun Zane, dia membawakan pakaian yang sangat cantik dan juga beberapa sepatu.

" Zane, apa yang kau lakukan?" tanyaku manja saat dia membelai pipiku.

Pria itu kemudian melihat rambutku yang berantakan dan inisiatif menyisir rambutku dengan mesra, aku sedikit tak menyangka, seorang banteng arena yang terkenal ganas punya sisi lembut terhadap wanita.

Zane tak sengaja melihat ada tanda merah di leherku bekas cekikan Markus tadi.

" Apa yang terjadi kepadamu? Baru beberapa jam aku pergi kau sudah seperti ini? Markus katakan! Apa kau menyakitinya??!!" Bentak Zane kasar.

Secepat mungkin dokter bedah itu mengelak.

 "No ... no .. no .. Tenanglah Bro. Aku tidak melakukan apapun, benar kan Nona Irish?"

Tanya licik dokter bedah itu ingin membenarkan ucapannya. Aku tahu, Markus mengancamku dengan rahasiaku yang terekspos. Dari kejadian tadi, tidak mungkin aku masih bisa mengaku sebagai orang biasa. Tapi Aku sudah menyiapkan rencana lain sejak lama, jika identitasku terbongkar, maka akan ada rencana B.

Aku pun membenarkan ucapannya, " Ya ... benar, tidak ... tidak terjadi apa-apa padaku."

Aldrik mendekat dan memeriksa memar merah di leherku. Seketika dia mendengus.

"Jangan bohong! Apa yang kau lakukan, Markus? Apa kau menggila lagi?"

Perkataannya seolah mengambarkan, jika Markus telah sering melakukan hal gila. Aldrik menarik kerah Markus. Dokter bedah itu hanya menyunggingkan senyumnya.

"Sudah ku katakan padamu, jangan macam-macam kepada wanitaku, apa kau melakukan uji coba serum itu lagi??"

Markus menepis tangan Aldrik. "Ya ... aku melakukannya, bahkan aku melakan ujian ekstrim yang akan membuat kau tidak percaya. Dia bukan gadis biasa seperti yang kau kira!" Teriak Markus mendorong tubuh Aldrik.

"Apa maksudmu?"

"Kau ingin tahu, lihat ini!" Markus menunjukkan rekaman video sebelumnya kepada mereka berdua.

Markus tak menutupi kebenaran saat dia mengujiku dengan racun, dan rantai itu. Setelah mendengar cerita Markus, kedua pria itu balik menatapku dengan curiga. Aku hanya tersenyum pahit.

"Irish... apa kau musuh keluarga Starling?" Tanya Aldrik.

"Kau mendekatiku untuk apa?"

"Kau pasti mata-mata!"

"Katakan, Irish... apa kau hanya berpura-pura lembut kepadaku?" desak Aldrik membuatku terpojok.

"Oke ... oke ... sepertinya aku memang tidak bisa lagi berpura-pura. Jika kalian benar-benar ingin tahu siapa aku, kalian akan mendapatkannya." Ucapku santai.

Aku mengambil handphoneku di rak besi sebelah ranjang. Untung saja handphoneku itu sudah di beri keamanan tingkat tinggi. Tanpa retina mataku, kuncinya tidak akan terbuka. Sehingga hacker sekelas Aldrik pun tak menyentuhnya, lebih tepatnya mungkin dia belum melihatnya. Aku buka layar utama, lalu mengirim pesan ke markas.

"Rencana B."

Setelah ku pastikan pesan itu masuk, aku membuang nafas lega, walaupun ke tiga lelaki di depanku itu terus meneriakkan kata-kata yang tak ingin ku dengar.

"Irish ... apa kau sungguh mata-mata?" Tanya Aldrik dengan nada lemah dan kecewa.

1
sinnox
wkwkw lucu bgt aldrik cembokurnyaᯣ_ᯣ
sinnox
Selamat kmu jadi babysitter😌
sinnox
YEU MAKANYA JANGAN ASAL NUDUH
sinnox
aduh aku kok malah jdi pgn milik aldrik sama irish ya daripada sama zane🙉
sinnox
Nangis po? alamak😭
sinnox
Tendang aja tendang😭
sinnox
ak dukung zane sama irish
sinnox
Kok jdi kasian sama zane😶
sinnox
harusnya bilang mau aja, kapan lagi coba
azza Binury: 🤭 gengsi lah
total 1 replies
sinnox
Zane ga sadar ya wkwk informasi nya di keruk sedikit demi sedikit 😭
sinnox
ahaha mike😭
sinnox
lah udh ketahuan😭
sinnox
GEDE KALI BAH😭
sinnox
pasti gugup kan, ngaku aja irish🫢
sinnox
mau diapain itu woi😭
azza Binury: 🤭🤭🤭🤭 dag dig dug😄
total 1 replies
sinnox
zane mengambil kesempatan dalam kesempitan 😀
sinnox
lagian malah di provokasi😀
sinnox
woi😭
sinnox
iya bjir, irish ga ada berhenti berhentinya. berani bgt😭
sinnox
berani bgt ni cewe bjir😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!