Soraya anak bungsu dari tiga bersaudara, ceria, mudah bergaul dan sedikit pintar. Keluarganya berkecukupan tapi sederhana. Hari Pertama SMA kelas 10 bertemu Aldrian yang kelas 12, Aldrian orang yang pendiam, perhatianya tidak diucapkan. Soraya dan Aldrian memiliki hari hari yang canggung disekolah. Banyak interaksi tak pernah terjalin komunikasi. Soraya akhirnya harus terpisah dengan Aldrian. Aldrian yang sudah lebih dulu lulus pergi tanpa kata tanpa berpamitan, membuat hari hari Soraya disekolah selalu mengingat Aldrian.
Setelah 2 tahun terpisah akhirnya mereka bertemu kembali. Aldrian mempunyai keberanian untuk menemui Soraya dirumahnya.
Soraya dan Aldrian dari keluarga yang sangat berbeda, keyakinan yang berbeda membuat mereka mempunyai banyak cerita.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MayRedN, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Peperangan dipagi hari
Namaku Soraya, hari ini hari pertama aku menjadi anak kelas 10, aku anak bungsu kesayangan dari tiga bersaudara.
Kakak pertamaku Mas Nandito kuliah tingkat 3 jurusan Teknik Pertambangan.
Kakak keduaku Mba Renata kuliah tingkat 2 jurusan Teknik Kelautan.
Jam 5.30 seperti biasa peperangan kamar mandi dimulai.
"Siapa di dalem??? Mandinya cepetan dong, aku sekolah jam 7"
Aku selalu bertriak didepan kamar mandi karena tuan putri yang selalu menguasai kamar mandi bertapa begitu lama.
Mas Nandito yang sedang duduk dimeja makan "Buruan.. Jangan bertapa didalem, aku ada praktek pagi"
Hasilnya, ibu yang sedang membuat sarapan ikut berteriak "kebiasaan setiap pagi selalu ribut! Renata 10 menit, Nandito 10 menit, Soraya 10 menit"
Akhirnya, ya ini dia tuan putri kakak keduaku yang bernama Renata keluar dari kamar mandi.
Aku selalu menjadi yang paling rugi karena selalu mendapat bagian terakhir, padahal mereka masuk jam 8.
Jam 6.15 aku selesai mandi, sarapan dan persiapan sekolah.
Sebagai murid baru aku kesekolah diantar mas Nandito, Mas Nandito yang menungguku sudah bersiap dengan motor Tigernya digarasi.
jam 6.30 Jalanan sudah mulai rame, macet dimana mana.
"Mas bisa ngebut sedikit ga?? kalau aku telat bisa bahaya ini"
Mas Nandito ngebut, aku pegangan erat.
Hari ini aku resmi jadi anak putih abu abu. Memakai seragam baru masih kaku. Dasi terpasang belum rapi dan sepatu masih kinclong
Dari rumah udah deg-degan karena sudah menjadi kebisaan berangkat sekolah terlambat. Ibu berulangkali ngingetin aku :
"Ayo jangan telat aya... kamu udah jadi anak SMA coba disiplin. Nanti harus cari kelasnya, jangan sampai salah"
Tepat Jam 06.55 aku udah di depan gerbang sekolah. Alhamdulillah belum telat, pintu masuk rame banget sampai ada antrian.
Aku loncat dari motor sambil teriak "Makasih mas"
Mas Nandito sambil melajukan motornya "Besok lagi jangan lelet kayak keong"
Aku langsung berlari menuju keramaian dengan bingung, setelah bimbang beberapa saat akhirnya aku beranikan diri bertanya kepada guru yang sedang berdiri disamping gedung.
"Pak kelas 10 5 dimana ya?"
"Gedung A lantai 2, naik tangga sebelah kanan, belok kanan kelasnya ada di deretan sebelah kanan"
"Terimakasih pak" jawabku sambil berlari.
Dalam hatiku kalau Ibu sampai tau aku bicara dengan orang tua sambil berlari habislah aku.
OK gedung A lantai 2 tangga sebelah kanan belok kanan kelasnya ada di deretan sebelah kanan
Aku berlari sambil membawa Map
BRUK
"Aduhhh"
Aku nabrak dada seseorang, map ku jatuh isinya berserakan dilantai.
Yang ketabrak cowok, tinggi, putih, rapi.
Dia nengok ke aku 1 detik, aku nunduk buru buru pungutin isi map yang jatuh.
Aku "Maaf"
Bel berbunyi
Tapi dia ga ngomong apa apa naik tangga duluan, ga nunggu nggak nanya, pergi begitu saja.
Aku bengong 3 detik "Nyebelin banget... untung ganteng"
Akhirnya nemu juga kelas 10 5, nafas ngos ngosan keringetan dan panik takut telat.
Aku jalan masuk kedalam, deretan depan sendiri tepat disebelah jendela ada bangku kosong, ada cewek rambutnya pendek lagi mainin pulpen.
"Boleh ga aku duduk sebelah sini"
Cewek "Duduk aja, yang kosong memang ini doang"
Kami berdua tertawa kecil.
Akupun menaruh tasku dikursi kemudian duduk sambil mengeluarkan tumblerku yg isinya ternyata tidak penuh,
"Nama kamu siapa" tanyaku ke cewek sebelah
Cewek "Putri, kamu siapa?"
Aku "Namaku Soraya, biasa dipanggil Soraya, Raya atau Aya, terserahlah apa aja yang penting enak didenger"
Putri "Kamu dari SMP mana ya? Aku dulu di SMPN 14 yang deket bundaran Soekarno Hatta"
Aku "SMP ku deket deket rumah aja, SMPN 4, dari rumah nyebrang jalan doang sampai"
Putri "Rumahmu ga jauh juga dari SMA kita. Jalanya lurus doang cuma lewatin lampu merah 2 kenapa kamu baru sampai?"
Aku "Kamu Faham juga daerah SMPN 4, Tadi dirumah udah kesiangan, jalanan macet udah gitu ditangga tadi nabrak cowok ga ditolongin lagi, sepertinya kakak kelas jadi biarlah"
Putri "Waduh kenapa bisa, baru juga hari pertama belum apa apa udah nabrak kakak kelas, ga bahaya ta?"
Akhirnya ada Bu guru beserta kakak kelas masuk kedalam kelas.