Indonesia
NovelToon NovelToon
Tenda Biru

Tenda Biru

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Romansa / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati
Popularitas:78.5k
Nilai: 5
Nama Author: IAS

"Aku usaha, kamu juga usaha. Kita sama-sama berusaha demi mewujudkan wedding dream kita."

Demi janji itu, Rhea rela menjadi TKI dan mengubur mimpinya untuk bekerja di perusahaan yang sangat ia inginkan.

Saat pulang, tenda biru justru berdiri di depan rumah Oza. Pria yang sangat ia cintai itu menikahi Trisna, sahabat yang paling ia percaya.

Rhea berlari dengan air mata berurai, ketika ia memutuskan mengakhiri hidupnya, seseorang menahan tubuhnya dan menariknya.

"Jangan bertindak bodoh. Jangan hanya karena manusia, kamu rela memberikan nyawa."

Sejak hari itu, takdirnya berubah. Akankah pengkhianatan itu menjadi akhir hidupnya, atau awal dari kebahagiaan yang tak pernah ia bayangkan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon IAS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tenda Biru 31

"Mas, kenalin. Ini Rhea temen aku."

"Rhea."

"Oza."

Degh

Dada Oza berdegup kencang saat tangannya menjabat tangan Rhea. Matanya bahkan tak melepaskan pandangannya dari Rhea yang senyumnya terasa sangat dikenalnya. Senyum yang selama ini sangat dirindukannya. Senyum yang beberapa tahun ini ingin sekali dilihat tapi tak akan pernah bisa karena si pemilik senyum telah tiada.

Tapi kini, dia bisa kembali melihatnya. Awalnya Oza tak percaya, namun beberapa waktu dirinya mengamat, senyuman itu sangat mirip.

Itu lah pertama kali Oza bertemu dengan Rhea. Saat itu adalah waktu dimana makan malam tim dilakukan. Rupanya di tempat makan yang sama, Trisna bertemu dengan sahabatnya. Secara spontan Trisna mengenalkan Oza kepada sahabatnya tersebut.

Selama Trisna berbincang dengan Rhea, mata Oza terus mengikuti setiap gerak-gerik Rhea. Kerinduan yang selama ini terbendung seolah meluap.

Saat waktunya pulang, dengan berani Oza meminta nomor ponsel Rhea. Awalnya Rhea tidak mau memberikannya. Namun karena Trisna berkata tidak masalah karena Oza adalah pribadi yang baik, Rhea akhirnya mau.

Malam itu juga, Oza langsung mengirim pesan kepada Rhea. Meski dibalasnya lewat satu hari, tapi Oza tak masalah.

Ia semakin intens mengirim pesan. Tak hanya itu, Oza juga mengajak Rhea ke luar meski hanya sekedar minum kopi dan mengobrol.

Dua bulan berlalu, akhirnya Oza menyatakan cinta kepada Rhea. Rhea pun menerimanya, karena Oza memang sangat baik dan perhatian. Benar-benar pria yang sempurna waktu itu di mata Rhea.

Oza sangat bahagia, dia berkali-kali berterimakasih karena Rhea mau menerimanya.

"Kenapa, kenapa harus kamu. Kenapa? Arghhhhh!!!"

Oza kembali berteriak saat mengingat tentang semua tentang Rhea. Dadanya berkecamuk tidak karuan. Luapan emosi yang ia keluarkan melalui teriakan rupanya tak mampu membuat dadanya lega.

Oza kembali diam, dia berjongkok lalu mengusap wajahnya yang basah.

Oza pikir Rhea yang melihatnya bersama dengan Trisna akan kesakitan. Oza berpikir bahwa Rhea akan marah, mengamuk dan juga mengutuk. Tapi ternyata tidak. Rhea hanya bergeming, tersenyum tipis dan tak acuh.

"Bukan ini, bukan seperti ini yang aku inginkan."

Drtzzz

Ponselnya berdering, nama Trisna tertera pada layar ponsel. Oza tak bisa mengabaikan panggilan dari istrinya tersebut. Di dalam perusahaan, ia harus siap sedia menerima panggilan dari bawahannya dimana Trisna termasuk di dalamnya.

"Ya, aku akan datang. Tunggu."

Oza langsung menutup panggilannya. Ia mengambil nafasnya dalam-dalam dan membuangnya perlahan sembari berjalan ke bawah menuju ruangannya.

Hari itu sungguh campur aduk bagi Oza, Trisna dan juga Rhea. Tapi Rhea berhasil menyadari bahwa dirinya tak terpengaruh terhadap mereka berdua. Meski tak bisa dipungkiri bahwa hatinya sangat sakit melihat sahabat dan calon suaminya kini menjadi pasangan menikah.

Rhea langsung duduk dari posisi tidurnya ketika mendapat pesan dari orang yang tak pernah ia duga. Ia bahkan mengucek matanya berkali-kali untuk memastikan bahwa nama itu tidak salah.

"Serius ini dia yang ngirim pesan."

Rhea bertanya pada dirinya sendir. Dia menyentuh naman yang tertera, kembali memastikan bahwa memang benar atasannya lah yang mengiriminya pesan.

"Duh kelamaan lagi nggak langsung ku jawab."

Rhea melemparkan ponselnya ke sisi lain kasur. Ia lalu dengan segera kembali merebahkan tubuhnya dan bergegas memejamkan mata. Ia sebenarnya sedikit takut dengan sikap Nayaka yang tiba-tiba bertanya tentang keadaanya. Sehingga Rhea sama sekali tidak berharap Nayaka akan kembali membalas pesannya.

Dan beruntungnya memang tidak ada balasan lagi setelah itu. Rhea baru benar-benar bisa memejamkan matanya menuju ke alam mimpi yang tak terbatas.

"Jangan bertindak bodoh. Hanya karena seseorang kamu mau mengakhiri hidupmu?"

Baru beberapa saat tertidur, Rhea sudah bermimpi. Ia berdiri di tepi jurang. Tangannya memegang koper, dan air matanya terus saja mengalir.

"Kenapa aku nangis?"

Rhea mengusap air mata itu berkali-kali namun tak jua bisa kering. Matanya lantas melihat ke depan, sebuah tanah lapang, diman ada tenda biru berdiri di atasnya. Kemeriahan sangat terasa, dua sosok pengantin tersenyum dengan iringan musik khas pernikahan.

"Oza, Trisna. Ah ini pernikahan mereka."

Rhea kembali berbicara, air matanya masih terus menganak sungai. Dia berupaya menghapus namun tidak bisa. Apalagi senyuman dua orang yang dulu ada di hatinya itu kini sangat menyayat hatinya.

Tanpa ia sadari, kakinya melangkah. Kaki itu menggantung di atas jurang dalam yang hitam.

"Jangan bertindak bodoh. Hanya karena seseorang kamu ingin mengakhiri hidupmu!"

Rhea langsung membalikkan tubuhnya. Satu kakinya yang tadi melayang-layang di atas jurang itu ditariknya sehingga kembali menginjak tanah.

"Kamu, kamu orang yang menolong ku."

Rhea mencoba untuk mendekat, ia ingin melihat wajah pria tersebut yang tertutup bayangan. Ia juga menyentuh pipinya, tak ada lagi air mata di sana. Aneh, tapi Rhea tak mengindahkan hal tersebut. Yang ingin ia lihat adalah orang yang menolongnya.

"Tunggu, kamu yang menolong ku kan?"

Rhea seolah sadar bahwa dia berada di alam mimpi. Ia berlari mengejar pria tersebut yang melenggang pergi.

"Aku harus tahu siapa dia. Aku harus tahu siapa yang menolongku."

Rhea terus berjalan. Dia tidak peduli suara tawa Oza dan Trisna. Dia juga tidak peduli tenda biru yang merupakan wedding dream nya. Sekarang Rhea hanya ingin tahu pria yang menolongnya.

"Tertangkap!" ucap Rhea saat berhasil meraih tangan pria itu. Dia tersenyum di tengah-tengah nafasnya yang tersengal.

"Kamu, terimakasih telah menolongku. Eh?"

Mata Rhea membulat sempurna saat melihat wajah pria itu dengan sangat jelas.

"P-pak Nayaka?"

Dadanya bergemuruh, tubuhnya mundur beberapa langkah namun tangannya masih memegang tangan pria itu dengan erat.

Allahu Akbar ... Allaaaahu Akbar.

Rhea langsung membuka matanya. Ia juga duduk lurus di atas tempat tidurnya. Rhea bisa merasakan bahwa tubuhnya basah kerena keringat.

"Apa benar Pak Nayaka yang menolongku."

Rhea menyibakkan selimutnya, dia turun dari ranjang, tak lupa ia meraih ponsel yang ada di sisi kasur.

"Mas!"

Rhea memanggil Radit yang hendak pergi ke masjid untuk sholat subuh berjamaah.

"Ada apa?"

"Mas bentar, ini. Apa mungkin orang ini yang membawaku pulang waktu itu."

Rhea mencari gambar Nayaka di media sosial. Dia lalu menunjukkannya kepada sang kakak.

Radit menyipitkan matanya. Dia mengambil ponsel adiknya lalu mencoba membesarkan gambar tersebut.

"Eh iya bener dia, Rhe. Dia orang yang bawa kamu pulang waktu itu."

Degh!

Rhea langsung memejamkan matanya. Dia juga menghembuskan nafasnya panjang.

"Beneran Pak Nayaka. Kenapa aku nggak bisa inget wajahnya sih."

TBC

Makasih buat dukungan teman-teman semua ya. Iya, ini aku akan selesaikan. Nggak dipaksain kok nanti selesainya. Sesuai dengan alur dan sesuai porsi. Terimakasih.

1
dewi rofiqoh
Ngehalu terus si oza
GiZaNyA
emang demit si Oza ini... cocoknya dia sama kuda Nil aja biar nyelem ngga usah liat daratan..
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
cinta ga mandang level
D_wiwied
saat ini kamu masih bisa tersenyum Za, apalagi setelah kamu jujur mengakui kalo kamu tdk pernah tertarik sm Trisna.. tp bentar lg senyummu bakalan jd air mata penyesalan setelah tau kebenaran ttg Rhea 😆🤣🤣
Rhea ga berhasil kekejar eeh yg kau dapat hanya penyesalan mendalam, lu kira kamu guanteng bangett gitu sampe2 mikir Rhea msh mau sm kamu?? percaya diri kali kau 😆😆
ElHi
Za.....ibu kamu itu jg seorang perempuan. Gada perempuan yg pantas direndahkan martabatnya dengan cara yg tidak gentle. Maaf sekalipun tak pernah kamu ucapkan utk Trisna..meskipun Trisna itu juga jahat dan dengki dengan Rhea...tapi kamu bermain2 dgn lembaga sakral pernikahan...artinya juga mempermainkan Tuhan.
Esther
yah unboxing di kantor ini....awas gak bisa jalan nanti Rhea😄
dewi rofiqoh
Mimik cucu dulu ah dedek🤣🤣
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
tanggung jawab ka pada penasaran nih
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
wiiihhh dah ad sinyal lampu ijo
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
heeeyyyy nayaka ingat km LG kerja,NNT ad gangguan loh,
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
emng sengaja kyknya nih biar km g mau kerja lg
D_wiwied
yaaah tanggung amat thor 😆😆
lanjutin napa, kasian loh itu Nayaka dah nunggu lama momen ini 🤭🤭
GiZaNyA
gas pol Nayaka sampe gol yesss... 🤣🤣🤣
GiZaNyA
astagaaaa Othooorrrrr... gimana iniiii masa langsung di skip... 🤣🤣🤣
Icha Arlita
males ngebayangin sendiri, ayo ngebayangin bareng bareng 🤣🤣🤣
Bunda HB
hmmmmm pgi2 udh buat mrinding aja thor....😅😅😅
Lela Angraini
hdeeehhh pagi" dah haredang aja lah othor ini
ind@h
pagi² sudah dibikin panas dingin...🤭
ElHi
maem permen lolipop kaaakkk........kan biar santuyy dulu gitu lohh....Nayaka punya kok..tenang azaah....dah bayangin itu aja dah🤣🤣🤣🤣
falea sezi
kebayang muka nya pas blg yankk🤣🤣 q yg baper loo rea🤣🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!