Indonesia
NovelToon NovelToon
SISTEM PIJATAN PENAKLUK RATU IBLIS

SISTEM PIJATAN PENAKLUK RATU IBLIS

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Penyelamat / Romansa Fantasi
Popularitas:8.3k
Nilai: 5
Nama Author: Cherlly

Setelah dipecat secara tidak hormat dari istana akibat fitnah keji, Arya harus menghadapi kenyataan pahit sebagai tukang pijit yang kehilangan mata pencaharian utamanya. Namun, nasibnya berputar drastis saat ia tak sengaja menemukan seorang wanita dengan luka parah di tengah hutan gelap yang ternyata adalah Vanya, sang Ratu Iblis paling ditakuti. Sentuhan pijatan pertamanya pada tubuh wanita itu bukan hanya menahan pendarahan, melainkan memicu aktifnya Sistem Pijatan Penakluk Ratu Iblis yang mengubah hubungan mereka dari mangsa dan predator menjadi ikatan absurd penuh intrik di tengah kejaran pasukan kerajaan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cherlly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 31

Matahari pagi kembali menyinari halaman belakang rumah kecil sewaan Arya di pinggiran pulau seberang.

Empat orang pembunuh bayaran istana tampak terikat kencang menggunakan tali tambang di bawah pohon mangga.

Arya berjalan keluar rumah sambil membawa sebotol air dingin dan handuk kecil di pundaknya.

Ia menatap empat pria bertopeng perak yang mulai sadar dari pingsan mereka semalam.

"Selamat pagi, para tamu tak diundang, tidurnya nyenyak semalam di lantai rumput?" sapa Arya ramah.

Pimpinan pembunuh bayaran itu mengerjap-ngerjapkan matanya, lalu mendelik tajam ke arah Arya.

"Lepaskan ikatan sialan ini, tukang pijit rendahan! Jangan berani macam-macam pada utusan istana!" bentak pembunuh itu.

Arya menghela napas panjang, lalu berjongkok tepat di depan pemimpin pembunuh tersebut.

"Wah, masih pagi sudah marah-marah, nanti darah tingginya kambuh baru tahu rasa," ledek Arya santai.

Vanya melangkah keluar dari rumah sambil membawa cangkir teh hangat dengan ekspresi dingin tanpa ekspresi.

"Sudah kubilang, manusia sombong seperti mereka tidak perlu diajak bicara panjang lebar," ujar Vanya ketus.

"Biarkan aku potong saja tangan mereka satu persatu supaya kapok," lanjut Vanya berbahaya.

Pimpinan pembunuh itu membelalakkan matanya ngeri saat melihat sosok wanita berambut perak di dekat Arya.

"R-Ratu Iblis... kalian benar-benar bersekongkol melawan kerajaan!" teriak pembunuh itu histeris.

"Bersekongkol kata mu? Kami kan cuma hidup damai di sini tanpa mengganggu kalian," balas Arya membela diri.

"Makanya, coba jujur sama aku, siapa yang menyuruh kalian datang jauh-jauh menyeberang pulau ini?" tanya Arya serius.

Pembunuh itu meludahi tanah di dekat kaki Arya dengan pandangan penuh kebencian yang mendalam.

"Aku tidak akan pernah membocorkan rahasia Tabib Agung meskipun kamu menyiksaku sampai mati!" jawab pembunuh itu.

Arya mengelus dagunya pelan, tersenyum miring mendengar jawaban keras kepala dari sang pembunuh.

"Wah, rupanya mentalnya cukup kuat juga, tapi sayangnya aku punya cara khusus buat melunakkannya," kata Arya.

[Sistem Pijatan Penakluk Ratu Iblis mendeteksi subjek keras kepala.]

[Aktifkan skill khusus: Pijatan Interogasi Titik Saraf Kejujuran Mutlak!]

Suara dengungan khas sistem berputar kencang di dalam kepala Arya memberikan instruksi baru.

"Nah, pas banget sistem baru saja kasih rekomendasi teknik pijit paling mujarab buat orang jujur," batin Arya senang.

Vanya mengangkat sebelah alisnya tinggi-tinggi, memperhatikan gerak-gerik Arya dengan rasa penasaran.

"Mau diapakan lagi manusia keras kepala itu dengan tangan kosongmu?" tanya Vanya menyelidik.

"Mau kuberi terapi relaksasi saraf kejujuran tingkat lanjut, dijamin rahasianya langsung keluar sendiri," jawab Arya.

Arya mendekati pembunuh bayaran tersebut lalu menepuk-nepuk pundak pria bertopeng itu pelan.

"Tahan sebentar ya, Bang, ini bakal agak geli campur ngilu di bagian tengkuk leher," ujar Arya ramah.

"Mau apa kamu?! Jangan sentuh aku!" rontak pembunuh itu berusaha melepaskan diri dari ikatan.

Arya tidak peduli, ia langsung menekan dua titik saraf utama di leher belakang pembunuh tersebut.

Krek... sss...

Bunyi gesekan saraf terdengar pelan diiringi aliran energi biru dari tangan Arya.

Pria pembunuh itu tiba-tiba melotot lebar, seluruh otot di tubuhnya mendadak melemas total seketika.

"Ugh... a-apa ini... badanku rasanya melayang dan ringan sekali..." rintih pembunuh itu dengan suara bergetar.

"Nah, sekarang jawab pertanyaanku dengan jujur, siapa dalang utama di balik pengiriman pembunuh ini?" tanya Arya.

Wajah pembunuh itu tampak kosong, pandangannya kabur seolah kehilangan kesadaran penuh atas dirinya sendiri.

"Y-Yang menyuruh kami... adalah Tabib Agung... dan komandan pasukan bayangan istana..." jawab pembunuh itu terbata-bata.

"Berapa banyak pasukan yang disiapkan untuk menyerang pulau ini selanjutnya?" kejar Arya cepat bertanya.

"Satu... satu batalyon penuh pasukan elit... sedang bersiap menaikki kapal perang di pelabuhan utama..." aku pembunuh itu jujur.

Vanya mendengus dingin mendengar informasi penting yang berhasil dikorek oleh Arya tanpa kekerasan fisik.

"Jadi tabib tua bangka itu benar-benar berniat meratakan seluruh pulau ini demi memburu kita," simpul Vanya tajam.

Arya melepaskan tekanannya dari leher pembunuh tersebut, membuat pria itu langsung lemas terkulai di tanah.

[Sistem Pijatan Penakluk Ratu Iblis mencatat informasi penting berhasil diamankan.]

[Mendapatkan koin sistem: +30 koin emas kecil dan peningkatan level keahlian interogasi!]

Suara dengungan khas sistem berputar kilat di kepala Arya memberikan notifikasi bonus yang sangat menguntungkan.

Arya berdiri dari jongkoknya sambil mengibas-ngibaskan kedua tangannya pelan.

"Hebat juga efek teknik pijit itu, orang paling tertutup pun langsung jadi jujur kayak anak kecil," puji Arya pada diri sendiri.

Vanya menatap Arya dengan tatapan rumit yang dipenuhi rasa kagum tersembunyi di balik matanya.

"Tidak kusangka metode konyolmu itu jauh lebih efektif daripada siksaan pedang di dungeon iblis," aku Vanya jujur.

"Makanya jangan sepelekan keahlian seorang tukang pijit keliling bersistem," balas Arya tersenyum bangga.

"Lalu apa rencana kita setelah mengetahui satu batalyon pasukan elit mau datang ke pulau ini?" tanya Vanya serius.

Arya memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celana, menatap lurus ke arah jalan setapak depan rumah.

"Kalau mereka mau datang membawa satu batalyon, berarti kita harus bersiap menyambut mereka dengan layak," jawab Arya mantap.

Vanya menyeringai lebar, kilat merah menyala terang di kedua bola matanya mendengar tekad Arya.

"Bagus, aku sudah tidak sabar meremukkan tulang-tulang pasukan istana itu sampai berkeping-keping," ucap Vanya berbahaya.

"Eitss, jangan terburu-buru ngamuk, kita pakai strategi bertahan dan jebakan pijit dulu di sekitar rumah ini," cegah Arya.

Vanya mengerjap kaget, menatap Arya dengan sebelah alis terangkat tinggi tanda tidak mengerti maksudnya.

"Jebakan pijit? Apa maksudmu membuat jebakan di halaman rumah?" tanya Vanya kebingungan.

"Iya, kita buat jalur penyergapan di sekitar pekarangan supaya mereka kelelahan sebelum sempat menyentuh pintu rumah," jelas Arya.

Vanya terdiam sejenak, lalu tertawa kecil mendengar rencana konyol namun menarik dari sang tukang pijit.

"Baiklah, aku akan membantumu menyiapkan jebakan iblis di sekeliling rumah kecil ini," setuju Vanya antusias.

Hari itu, suasana di rumah kecil pinggiran pulau berubah menjadi markas persiapan pertahanan yang unik.

1
gofur
mantap kaka karya kamu🥰
Anton barly
💟💟💟💟
Shinta geol
🥰🥰🥰🥰🥰
nurul khusna
😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘
Antoni gergio
💞💓💗💖💝
samuel df
😍🤩🤩🤩🤩
Jangkar pion
iblis yg cantik😘
yudi permana
🌟🌟🌟🌟🌟🌟
nabila
🤩🌹😘😍🥰
putri andini
😍🥰
asyifa fauziah
🌹😘🥰😘
setiawan
pijatan yang mematikan sang ratu
yani
keren kaka semangat berkarya🥰
sasa
💞💕💞💞💞💞💞
fitri
🥰😘🥰😘🥰🤩🤩
pricilia
🌹🌹🌹🌹🌹
Angel
🌟🥳🤠
clara
hebatkaka
Yono Haryono
bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!