Linggar Angkasa adalah seorang pria yang sudah memiliki istri, menjalin cinta terlarang dengan seorang wanita yang tidak lain adalah karyawannya sendiri, istrinya seorang model majalah yang sering berada di luar kota.
Tania... wanita berusia 25 tahun yang menjabat sebagai sekretaris perusahaan retail,, atas dasar cinta, dia rela menjadi simpanan dari pemilik perusahaan tempatnya bekerja.
3 tahun menjalin asmara tanpa kepastian kemana arah hubungan akan berlabuh, tiada hari tanpa desahan, kepuasan dan... cinta bertepuk sebelah tangan.
Jalinan cinta terlarang keduanya membuahkan hasil... tanpa ikatan... tanpa tuntutan... yang ada hanya sebuah kesadaran dari kesalahan...
Apakah Tania dan Linggar akan tetap bertahan? ataukah Tania mundur dan memutuskan hidup tanpa perlindungan...
Selamat membaca ya guys... semoga terhibur.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewi ars, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 30
#JANGAN MEMAKSA ORANG UNTUK BERKOMUNIKASI DENGANMU, JIKA KAMU PENTING, DIA AKAN TAHU CARA MENGHARGAIMU.#
...----------------...
" Kita tidak bisa memutuskan perjodohan ini mas, pertemananku dengan jeng Niken bisa hancur, aku juga tidak enak karena sudah berjanji" Bu Intan menggerutu pada suaminya.
" anak itu sudah jadi duda, masih saja susah di nasehati. Mas juga, mas harusnya lebih tegas pada anak, bukan terus menuruti apa yang dia mau!!" lanjut bu Intan.
Pak Angkasa hanya menarik nafas dalam dalam mendengar semua keluh kesah istrinya, tetapi... dia hanya mencoba memahami keputusan putranya. Di yakin keputusan Linggar pasti memiliki latar belakang yang kuat.
" Linggar... Buka pintunya, mama mau bicara!!" terdengar suara Bu Intan sambil mengetuk pintu putranya.
" Sayang... Pelan pelan, Linggar bukan anak kecil yang bisa di teriaki saat marah." ucapa pak Angkasa menenangkan istrinya.
Krieeek brak.
Pintu terbuka, tampak Linggar sudah bersiap untuk pergi. Hal itu membuat jengkel kembali menggerogoti hati Bu Intan.
" Kamu mau kemana Linggar??, kegaduhan yang kamu ciptakan belum selesai" sarkas bu Intan.
" Maaf ma, aku tidak menimbulkan kegaduhan, tetapi hubungan yang di paksakan tidak akan berakhir dengan baik, lebih baik Yuka sakit hati sekarang dari pada dia sakit lebih dalah di kemudian hari. " jawab Linggar dan belalu dari hadapan ibunya.
Linggar berjalan cepat menuju mobil yang masih terparkir di halaman, dia langsung masuk dan menutup pintu mobil sebelum ibunya bisa menggapainya.
" Linggar... Tunggu!!! Linggar dengar mama!! Linggar!!!! Linggar!!!!" Teriak Bu Intan dengan menggedor gedor pintu mobil.
Mobil itu melaju menuju aparteman Tania, di sana sudah menunggu Angga yang siap dengan beberapa informasi.
" Katakan" ucap Linggar tanpa basa basi setelah masuk ke ruangan apartemen.
" 3 tahun lalu, Tania menyewa mobil bersama Friska, lalu mereka membawa mobil tersebut ke arah Surabaya, dari Surabaya mereka turun, lalu naik bus antar propinsi menuju pulau Bali. Tetapi... Di pelabuhan Ketapang tidak di temukan nama penumpang yang menyeberang atas nama Tania dan Friska." jelas Angga.
" Ini ada kemungkinan, mereka turun di salah satu kota di jawa timur." lanjut Angga.
" Tetapi... Aku sudah mengecek semua data yang ada di jawa timur, tidak ada penduduk dengan nama yang sama seperti pada nama yang tertera di KK ini." Angga masih melanjutkan penjelasan dengan membawa dokumen karyawan yang di ambil dari HRD.
Hening.... Linggar menatap tajam ke arah jarum jam, menimang... Lalu berdiri mengambil keputusan.
" Tetap lakukan pencarian, aku ingin menemukan anak anakku!!" Aura dingin jelas terlihat dari wajah Linggar.
Angga hanya mengangguk dengan segudang pikiran memenuhi kepalanya. Terkadang merutuki kebodohan sahabatnya, juga kasihan dengan liku liku perjalan cintanya.
" Aaah entahlah. Yang penting aku cari dan aku di gaji" Angga segera menghubungi beberapa temannya yang bekerja sebagai detektif, untuk mencari keberadaan wanita bosnya.
Setelah duduk beberapa lama, Linggar dan Angga memutuskan kembali ke perusahaan tempat mereka bekerja. Dia paham mencari Tania dan kedua anaknya juga membutuhkan biaya, juga ada ratusan anak anak yatim juga orang tua jompo yang membutuhkan ukuran tangannya.
" Angga, kita akan ke panti besok. Aku mendapatkan laporan ada bayi yang di buang orang tuanya, dan sekarang proses di adopsi oleh dokter Tiyas. Hubungi mereka.... Aku ingin melihat bayi tersebut." Ucap Linggar yang langsung mendapat anggukan dari Angga.
Deg!!!! Linggar merasakan hatinya bergetar... Tetapi entah karena apa...
" Jika takdir mempertemukan kamu dengan Tania, apakah kamu akan menikahi dia Linggar?" Tiba tiba Angga ingin menanyakan hal tersebut.
Hening sesaat sebelum Linggar menjawab pertanyaan...
" Entahlah... saat ini aku ingin bertemu anak anakku dulu" jawab Linggar akhirnya.
" Aku juga belum tahu apakah kehadiranku di terima atau tidak." lanjut Linggar.
Angga menangguk paham... Dia tidak berpihak pada siapapun, tetapi... Jika sudah ada anak kenapa masih saja ragu untuk menikah... sedangkan anak membutuhkan kedua orang tua untuk pertumbuhan mereka.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Selamat membaca teman teman... Tolong tinggalkan jejak ya...
yg kabur.... krna takut klo kndungannya disuruh gugurin linggar😔😔
pasti km akn mnyesal dan trluka... klo smpe mereka tak menerimamu linggar...
dlu seenteng itu km mngtakn tak akn prnh mnikahi tania... bhkn tk mnginginkn ank drinya....
dan bgitu jg dgn yuka.... km pun enteng bgt mnyetujui prtunangan....
karna mulut tajammu mnolak seandainya tania hamil....
tania hnya mmprtahnkn ank yg tak brdosa linggar.... tania prgi krna takut km memaksanya untuk mnggugurkn kndungannya....
jdi.... mkan tuh tuduhan kejimu trhdp tania...🙄🙄🙄