perjuangan cinta aji sang pengusaha sukses begitu rumit dan panjang, mencintai dalam diam yang dia pendam selama bertahun-tahun tak membuat dia patah semangat mendapatkan sak kekasih. suci adalah wanita yang dia cintai dalam diam selama ini. akankah aji mendapatkan cintanya suci? di baca sampai akhir ya. terimakasih
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anindia Andin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
dilecehkan
waktu menunjukkan pukul 10 malam suci merasa lapar. sambil membawa mie instan, suci menuju dapur umum di tempat kosnya
setelah memasak mie instant berkuah, suci hendak kembali ke kamarnya. dengan santai suci membalikkan badannya
"astaghfirullah... " suci terkejut begitu membalikkan badannya ada pak eko di pintu itu.
"ya ampun pak. kaget aku" hampir saja mie yang masih panas itu jatuh
"lapar?" ucap pak eko
"iya pak"
"aku juga lapar"
"iya pak" suci takut dengan kedatangan pak eko
pak eko masuk kedapur, tangganya memegang tangan suci
"selamat makan malam wi" ucap pak eko
Membuat suci merinding. dengan cepat suci kembali ke kamarnya
"hiii.... " setibanya di kamar suci mengelap tangannya. merasakan risih dengan perlakuan pak eko.
suci mengaduk mie yang masih panas, lalu meniupnya dengan pelan. suci meletakkan lagi sendoknya
"hiii.... " suci bergidik mengingat pak eko memegang tangganya.
******
Keesokan harinya suci membersihkan tempat kos milik pak eko. suci melihat motor yang terparkir pemberian pak eko. ada rasa tidak nyaman jika memakai motor itu.
Hari itu suci tidk ada kelas, setelah selesai dengan pekerjaannya suci berbaring santai di dalam kamarnya
Ketika hendak keluar untuk membuang sampah
"libur wi?" sapa pak eko
"iya pak"
"wah kebetulan. bisa bantu saya membersihkan tempat kos di tempat lain kan?"
"tapi tugas saya kan hanya di sini pak"
"sudah tenang, nanti aku bayar sendiri. beda dengan gaji mu. saya kasih 2 kali lipat dari gaji harianmu"
Suci berfikir lumayan dapat uang tambahan.
saat itu juga suci dan pak eko pergi ke tempat rumah kos milik pak eko di gang sebrang
"sudah punya pacar wi" tanya pak eko dalam perjalanan ke tempat kosnya
"sudah pak" ucap suci berbohong
"orang mana?"
"orang sini saja pak"
"satu kampus?"
"iya" ucap suci singkat
Sesampainya di rumah kos miliki pak eko
"tempat kos laki-laki pak?"
"iya wi. yang bersih-bersih disini lagi sakit. ada beberapa kamar yang harus di bersihkan" ucap pak eko sambil membuka pagar
suci mulai mencari alat kebersihan
"kamu cari sendiri ya wi, aku tinggal ke sebrang" ucap pak eko meninggalkan suci
Suci mulai membersihkan tempat kos itu
"jorok bgt. di bersihkan apa ndak sih ini" gerutu suci waktu membersihkan bagian dapur
"kamar - kamar sudah selesai wi?"
"sudah pak, tinggal dapur ini. sulit bgt" ucap suci sambil menggosok meja yang cukup berminyak
"wi, kamar yang ujung kan belum ada sprei, nanti tolong di pasang ya. ini sudah aku belikan"
"baik pak" ucap suci tanpa melihat pak eko di depan pintu
"kenapa? sulit?" pak eko menghampiri suci
Suci masih tetap menggosok meja itu
"sini aku bantu" ucap pak eko sambil memegang pinggang suci
"aiissss.... " suci sepontan menghindar
pak eko membantu suci menggosok meja dapur
"saya masang sprei pak" suci pergi dari dapur itu
"hiii..... " suci bergidik.
Setelah suci selesai memasang sprei
"bisa wi?" Lagi-lagi pak eko muncul di depan pintu
"sudah... sudah pak. sudah selesai" dengan cepat suci memasang sprei itu
"sudah selesai kan pak?"
"sudah. bersih"
Suci pergi dengan langkah cepat meninggalkan tempat itu
"dasar duda.... hiii... " suci bergidik mengingat pak eko tadi memegang tubuhnya
sesampainya di kamar suci mencari lowongan pekerjaan di Facebook.
suci sudah tidak nyaman bekerja di tempat itu, takut dengan pak eko.
******
beberapa hari berlalu
malam itu suci pulang sedikit malam dari rental. banyak tugas yang harus dia selesaikan. karena suci tidak punya mesin printer jadi harus ngeprint di rental.
"aaahhh.... " ketika suci tidur dia rasa ada yang menyentuh tangganya. membuat suci seketika bangun dari tidurnya
"pak eko. ngapain bapak disini?"
suci kaget mendapati pak eko di Sampingnya
"kalau mau tidur jangan lupa pintunya di tutup"
"keluar pak" suci mengusir pak eko dari dalam kamarnya
"aduh... jangan sok jual mahal" ucap pak eko sambil mencolek dagu suci
"jangan kurang ajar pak" suci menepis tangan pak eko
"kalau kamu butuh apa-apa jangan sungkan bilang" ucap pak eko sambil mengedipkan matanya. mata genit
suci membanting pintu kamarnya, mengunci rapat kamar itu
"bodoh... bodoh... " ucap suci gusar
"dasar duda genitttt.... hiii.... " suci mengelap dagunya
"aku harus cepat pergi dari sini"
*****
Keesokan harinya
Sore hari suci pulang dari kampus, membuka kunci kamar
"lho kok ndak bisa kebuka?" suci mencoba membuka lagi pintu kamarnya
"waduh.... "
"kenapa mbk?" tanya salah satu penghuni kos
"rusak mbk" suci masih terus berusaha membuka
"kenapa wi?" pak eko datang
"pintunya rusak pak. ndak bisa di buka" dari awal pintu itu memang sedikit bermasalah
"coba aku bantu" pak eko membantu suci. suci menghindar
"minta ganti ini wi" ucap pak eko "kamu beli di toko bangunan samping wi" ucap pak eko sambil memberikan uang.
"ini pak" tak berapa lama suci datang
agak lama pak eko menganti slot pintu kamar suci
"wi kamu lihat juga pintu kamar mandi. sepertinya dulu juga rusak. sekalian aku betulkan"
Suci masuk kedalam kamar kosnya untuk melihat pintu kamar mandi
ketika suci berbalik badan, pak eko tetap membetulkan pintu kamarnya tapi kini berada di dalam kamar. suci diam mematung
"nah sudah beres" ucap pak eko mengunci kamar suci
"lho kok di kunci pak?"
"iya. nyoba sudah betul apa belum. bagaimana yang di kamar mandi? rusak?"
"ndak pak"
Ketika pak eko hendak ke kamar mandi. pak eko melewati suci yang diam di tempatnya
tiba-tiba
Cupppp.... pak eko mencium suci
"pak... " reflek suci menghindar tapi pak eko sudah mencium pipi suci
pak eko mendorong tubuh suci ke arah dinding. San memegang tangan suci
"sudah jangan jual mahal" pak eko berusaha mencium suci. suci meronta
"tolong... tolong...."
"huusttt jangan berisik..."
"tolong... jangan kurang ajar pak" suci memberontak
pak eko mencium suci dengan berutal. suci menendang kaki pak eko
berlari ke arah pintu, membuka kunci
Tapi badan suci di tarik pak eko jatuh terlentang di atas tempat tidur. pak eko kembali mencium suci yang tengah meronta berusaha melepaskan diri
"tolong... " suci berteriak keras sambil menangis
Pak eko menekan tubuh suci, meremas gundukan dada milik suci
"tolong... " ketika suci menoleh. suci melihat vas bunga tak jauh dari tanggapannya. suci meraih vas bunga itu dan memukulkan tepat ke arah kepala pak eko
Dannn "prakkk.... " vas bunga itu mengenai kepala pak eko
setelah sadar kepalanya di pukul, pak eko menghentikan aksinya, meraba kepalanya dan darah segar mengalir dari kepalanya
"tolong... " suci berteriak