Indonesia
NovelToon NovelToon
Perjalanan Dan Takdir Cinta

Perjalanan Dan Takdir Cinta

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Tamat
Popularitas:124.4k
Nilai: 3.6
Nama Author: Asa Eshendri

Anindita sekuat tenaga berusaha untuk memutus garis kemiskinan yang membuat keluarganya berantakan. Menurutnya kemiskinan itulah yang membuat ayahnya meninggal dan memaksa ibunya menjadi pembantu rumah tangga untuk menyambung kehidupan. Murod, Kakak laki-lakinya menghilang dengan misterius meninggalkan seorang istri yang sedang mengandung.
***
“Kalau kamu yakin mau menunggu? aku pastikan, aku layak ditunggu, tapi jika empat tahun terlalu lama, aku tak akan memaksa” (Mario)

Takdir membawa Mario pergi ke luar negeri untuk mengejar mimpinya dan membuat seorang Faisal Andra Dinata jatuh hati kepadanya. Faisal, seorang pengusaha tampan yang tergila-gila pada Anindita karena gadis itu seseorang yang berbeda.Mampukah dia mendapatkan hati gadis itu?

Takdir juga mempertemukan Anindita dengan seorang Hadi Adi Praja. Manager keren yang masih belum bisa move on dari kekasih masalalunya yang menemukan kembali sosok itu dalam Anindita.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Asa Eshendri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32 - Niat Jahat

Faisal, Anindita, Bu Windarti dan Sierra kini sudah berada di kediaman Bu Wanti. Kunjungan mendadak itu sontak membuat kebahagiaan tak terhingga dalam raut wajah wanita itu. Maksud kedatangan keluarga Faisal tidak lain adalah untuk melakukan syukuran kecil-kecilan atas pertunangan Faisal dan Anindita. Awalnya Faisal bermaksud mengadakan pesta akan tetapi serta merta ditolak oleh Anindita baginya akan menjadi lebih bijak dengan mengundang para tetangga dan mengadakan pengajian.

Diluar sudah ramai orang-orang berdatangan menempati kursi-kursi yang sudah berjajar rapi dibawah tenda yang begitu indah. Cateringan dan segala perlengkapan dibawanya dari Jakarta serta tukang-tukangnya. Rombongan Faisal datang dengan satu mobil pribadi dan satu mobil sewaan dari tukang cateringan dan tenda. Area depan warung Bu Wanti sudah berubah menjadi sebuah meja prasmanan yang megah. Semua orang berdecak kagum melihat beraneka ragam menu restoran tersaji disana.

Seorang ustadz di kampung tersebut mulai membuka acara pengajian setelah Anindita dan Faisal bertukar cincin. Faisal sengaja membeli satu buah cincin baru untuk pertunangan mereka kali ini. Karena cincin yang dulu dipasangkan kepada Anindita bukan cincin couple dan hanya satu. Kini dia membuat dua cincin, satu cincin berlian dan satunya lagi untuk dia kenakan terbuat dari perak dengan desain yang disamakan. Memang kekanak-kanakan keinginan lelaki itu untuk bertukar cincin lagi didepan orang, akan tetapi melihat ketulusannya ingin menunjukkan pada warga kampung kalau mereka resmi bertunangan membuat Anindita mengalah dan mengikuti apa kemauannya.

Hiruk pikuk acara berjalan sempurna sesuai keinginan. Sierra sudah tampak mulai bisa menerima pertunangan kakak sepupunya itu. Dia terlihat gembira bisa berada ditengah sejuknya perkampungan yang masih rimbun dengan pepohonan. Baginya ini merupakan liburan keluarga dengan cara yang berbeda.

Barisan peserta pengajian perlahan sudah semakin sepi, seorang wanita yang sebetulnya tidak diundang juga hadir disana. Lia yang sempat bersitegang dengan Anindita sewaktu kepulangannya dulu kesana kini dengan sebuah senyuman yang dimanis-maniskan sudah berada di hadapan sepasang kekasih itu untuk berpamitan. Sudut matanya tak henti mencuri-curi pandang ke arah Faisal dan cincin yang dikenakan Anindita.

“Selamat ya atas pertunangannya, sering-sering main kesini lah Nin, kasian Bu Wanti sendirian, mana warungnya tambah rame setiap hari,” ujarnya seolah-olah paling peduli padahal berkunjung ke warung Bu Wanti saja baru sekarang setelah sekian lama.

“Iya, makasih Lia udah datang,” Anindita memasang senyuman tulus menyambut ucapan gadis itu. Sementara itu Faisal yang duduk disampingnya mulai terasa jengah dengan pemandangan yang penuh kepalsuan itu. Dia masih selalu teringat bagaimana Lia memperlakukan wanitanya pada waktu itu. Dia berdiri dan membalikkan badan hendak melangkah meninggalkan mereka berdua.

“Kak, selamat ya atas pertunangannya,” tangan Lia dengan tidak tahu malunya meraih lengan kekar itu yang secara spontan dikibaskan oleh Faisal.

“Hemm,” Faisal menoleh sekilas dan mengangguk kemudian melanjutkan langkahnya.

“Kak,” Lia mencoba memanggil lelaki itu namun diabaikannya.

“Kamu ada perlu apa sama Bang Faisal, bilang saja nanti saya sampaikan,” seraya memicingkan mata Anin menatap penuh selidik kepada wanita yang ada didepannya.

“Bapak mau mengadakan tasyakuran, aku ingin mengundang Kak Faisal ke rumah,” ucapnya dengan senyuman yang dibuat semanis mungkin.

“Oh gitu,” Anindita hanya mengangguk-angguk.

“Kak Anin, siapa wanita itu,” tiba-tiba Sierra sudah muncul dibelakang Anindita.

“Temen Kakak Ra,” ujar Anin singkat.

“Oh temen, ya udah kan acaranya udah selesai, ngapain masih disini?” ujar Sierra sinis melirik kearah Lia. Dia tak rela ada wanita lain yang menatap Kakak sepupunya dengan penuh rasa suka. Dia memperhatikan Lia sejak tadi dari balik jendela.

“Ra,” Anin merasa tidak enak akan sikap Sierra.

“Oh iya, aku juga udah mau pamit kho, Assalamu’alaikum,” Lia berpamitan dengan menatap Sierra tidak suka.

“Wa’alaikumsalam,” ucap kedua wanita itu serempak.

***

Karena menghargai undangan dari mantan lurah akhirnya sorenya Faisal menghadiri acara tasyakuran dan berbaur dengan para warga kampung yang lain. Acara pengajian sederhana yang dihadiri oleh kaum laki-laki itu selesai dalam satu jam lima belas menit. Setelah ramah-tamah akhirnya warga perlahan meninggalkan teras rumah mantan lurah tersebut termasuk Faisal. Namun suara yang tak asing itu menghentikannya.

“Kakak, Bapak ingin bicara sebentar, bisa tunggu,” gadis itu mengejarnya dengan langkah tergesa.

Faisal menoleh, alis tebalnya tampak bertaut penuh tanya. Sejak kapan mantan lurah itu mengenalnya. Setelah diam beberapa saat akhirnya lelaki itu berbalik dan mengikuti Lia menuju teras rumahnya kembali yang sudah mulai sepi. Dia duduk di sebuah bangku panjang yang menghadap ke pelataran, sambil menunggu sang empunya rumah datang.

***

TERIMAKASIH YANG UDAH MAMPIR KE NOVEL INI.

TETAPI JANGAN LUPA UNTUK LIKE, KOMEN DAN VOTE YA... DAN KASIH BINTANG LIMA JUGA... .MAKASIH.

1
Yurniati
tetap semangat
Yurniati
selamat dan sukses selalu thorr,,,,,
Li.rix
suka ceritanya..penulisan juga rapi & enak dibaca
Anonim
mantap
Anonim
yg lain pada ke mana ya,kok sepi
Anonim
ada ularr
Anonim
oooohh,udah mulai ada bawangnya😭😭
Jeni Safitri
Syukurlah lancar nikahannya
Jeni Safitri
Wah... Jahat sekali serra
Jeni Safitri
Semoga lancar..
Jeni Safitri
Bilanglah udah tunangan, ingat anin kamu itu jangan sok kecantikan dan sok kecakepan jangan kecewakan faisal yg mencintaimu apa adanya tanpa memandang status sosialmu, sementara pria yg kamu cintai hanya menggantungkan statusmu lebih baik pilih yg udah pasti, kamu harus tegas tolak hadi krn kamu sdh punya faisal
Jeni Safitri
Hebat anin bisa di kejar cogan2 sukses, dan utk faisal dan mamanya luar biasa baik, tegas dan rendah hati
Jeni Safitri
Anin jangan sia2kan faisal ya cintanya tulus, dalam hubungan lebih baik kita di cintai dari pada mencintai tapi hanya kita yg merasakan kan ngenes banget tu hati
Jeni Safitri
Rio menggantungkan hubungan sama anin mau coba2 keberuntungan aja kalau di tolak dgn yg disini bisa jadian sama yg di sana, mau TTM man aja kali sama anin. Lebih baik lupakan rio anin krn berarti dia bukan pria baik, tidak tegas dan konsisten
Jeni Safitri
Wah... bagaimana kalau faisal itu murad abang angkatnya
Shalsyalala
aku baca part pertama, bagus.
Evie Yuzuma: Eh dibaca 😁
makasih dah mampir
total 1 replies
Molly123
bagus kak. semangat ya 😊
Putri Mangatun Utami
Apik
Bagus
Akhirnya laki2 itu mendapat pelajaran. Ya meski jadi gila. Semoga Winah baik2 saja setelah malaikatnya pergi. Anindita pun tdk merepotkan Winah. Dan ibunya baik2 saja di perantauan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!