Indonesia
NovelToon NovelToon
Kisah Pasukan Telaga Emas Dan Dewi Ilusi

Kisah Pasukan Telaga Emas Dan Dewi Ilusi

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Reinkarnasi / Romansa Fantasi
Popularitas:11.3k
Nilai: 5
Nama Author: Milkysusu

1000 tahun yang lalu Xuanyi masihlah seorang peri tulip kecil di akademi Baoxi. Kemudian ia tanpa sengaja bertemu dengan siluman burung dan membuatnya jatuh hati.

Siapa sangka,yang ia kira siluman burung itu ternyata adalah musuh abadi alam langit dari klan iblis phoenix yang selalu mereka incar.

Tanpa sengaja masuk ke kahyangan, Lu Yao tidak menyangka akan menjadi seorang pasukan khusus di alam kahyangan itu. Pasukan dengan nama "pasukan telaga emas" yang memiliki tugas paling penting di tiga alam.

Dalam beberapa pertemuan, akhirnya mereka sadar telah mengembangkan perasaan mereka masing-masing. Tapi, Lu Yao memiliki rencananya sendiri. Alam iblis telah lama hilang, bersama dengan gurunya ia berniat membangkitkannya kembali.

Sebuah peristiwa membuat mereka mengetahui sebuah rahasia yang tersembunyi di masa lalu. Nama Xuli dan Xiaofeng membuat mereka linglung.

Lalu bagaimana mereka akan menghadapi setiap masalah itu? Akankah Lu Yao berhenti dengan rencananya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Milkysusu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32. Luyang Ziyang

Bab 32. Luyang Ziyang

Mata gelap Xiyuan semakin menggelap, di sekujur tubuhnya terlihat Aura iblis pembunuh, sekarang ini Xiyuan telah kehilangan kesadarannya, sihir boneka telah mengambil alih tubuh itu.

Xuanyi terlalu lengah setelah ucapannya pada Xiyuan tadi. Saat cambuk yang bercahaya emas itu mengarah kepadanya ia tidak bisa menghindar. Itu terlilit di sekujur tubuhnya dan menekan kekuatan spiritualnya.

Tapi Xuanyi tidak mau menyerah, matanya memerah marah menatap Xiyuan yang terlihat bergerak aneh dengan senyuman kaku dan mata yang bergerak tidak tentu arah.

Xuanyi menggerakkan tangannya yang terlilit, tapi kekuatan spiritualnya telah tersegel oleh cambuk emas Xiyuan. Ia jadi kehabisan tenaga karena itu, ia memikirkan satu cara... Kemudian ia mulai bersiul beberapa kali, sampai tanah di sekitar mereka terguncang.

Dari hutan terlarang, 5 ekor Pi Xiu muncul dan menyerang Xiyuan secara brutal, cakarnya menghunus ke arah Xiyuan, kepakan sayap berat itu membuatnya terpelanting, dan hembusan panas dari mulutnya membuat Xiyuan linglung.

Setengah kekuatan Xiyuan sudah terkuras, matanya yang menggelap mulai samar-samar mereda. Tangannya menutupi bagian dadanya yang terkena serangan hewan Pi Xiu tersebut.

Xiyuan terduduk dan kepalanya mulai berdenyut seolah kesadaran asli dirinya mulai merangkak keluar. Ia ingin menerobos sihir boneka yang telah mengikat dirinya.

Tapi ternyata itu tidak juga berhasil, di ujung ketinggian gunung, Luyi duduk bersila dengan menyatukan kedua tangannya membentuk sebuah pola. Ada sinar ungu kegelapan berbentuk teratai yang mengelilingi tubuhnya, ia telah mengasah sihir boneka tersebut sejak lama, dengan kekuatan kegelapan yang telah ia kumpulkan selama berada di dunia fana, penyerangan Pi Xiu itu bukanlah masalah.

Kembali kepada Xiyuan yang tertunduk, energi kegelapan sekali lagi kembali menutupi dirinya dan semakin menebal. Kepalanya terangkat menantang 5 Pi Xiu di depan dengan senyuman licik.

Suara yang bukan Yin maupun yang itu terdengar sangat menyeramkan, ia berkata, "bagus! Lawan aku jika kamu bisa. Kalian adalah hewan pendosa yang melawan majikan"

Setelah mengatakan itu entah mengapa kelima Pi Xiu itu terlihat ketakutan, ekor mereka terkulai lemas dan mulai bergerak ke belakang.

Dengan satu pukulan, Xiyuan sudah berhasil memasukkan 5 hewan itu kembali ke dalam hutan terlarang.

Sekali lagi Xiyuan berjalan mendekati Xuanyi dengan gerakan yang aneh, ia terus tersenyum seperti hantu yang sangat menakutkan di alam bawah. mata gelaonya menjadi memerah seperti darah.

"Ayo muridku yang patuh, ikut bersama guru" ia mengulurkan tangannya pada Xuanyi,suara itu sangat menyeramkan, tapi tidak bisa membuat hati Xuanyi bergetar.

Xuanyi masih menatap sama seperti tadi, giginya menggertak menahan amarah,"kau bukan guruku. Aku tidak akan ikut bersamamu!"

"berani sekali! Kau hanya bunga kecil yang tidak tahu malu!" Xiyuan mencekik leher Xuanyi dan mencengkramnya, tapi kemudian merenggangkannya lagi.

Xiyuan tersenyum kemudian berdiri berjalan kedepan, "sudahlah, ayo kita ulang dulu." dengan menarik cambuknya yang meliliti tubuh Xuanyi ia terbang kembali.

Hari itu mereka kembali ke kahyangan dengan sisa kemarahan yang masih tersisa di hati dan mata Xuanyi. Tapi dalang di balik semua itu masih terduduk di ujung Gunung Wenluo dengan senyuman yang merasa sangat puas, ia terus tertawa puas dan tidak bisa berhenti menggumamkan "aku sangat senang" kemudian mata hijau itu berubah menjadi merah dengan aura hitam kental di sekitarnya.

Sementara itu, setelah pegunungan itu kembali sunyi, seekor rubah putih keluar dari semak-semak dan telah melihat semua kejadian hari ini. Ia menjadi gelisah, dan terus berputar-putar tanpa henti.

'gawat!gawat! Bagaimana ini? Bagaimana ini? Aku harus menemukan Lu Yao! Hanya dia yang bisa menyelamatkan Xuanyi!'

Tidak tahu berada dimana, tapi yang sedang di pikirkan A'jin saat ini adalah menyelamatkan Xuanyi. Kemanapun itu, ia memutuskan untuk pergi mencari Lu Yao.

***

Di istana langit, kaisar Ziyang sedang berada di teras Haotian mengamati matahari dan awan dengan saksama. Setiap hari terlihat sama, tapi dia tidak pernah bosan untuk terus menatapnya.

Tangannya ia taruh di belakang punggungnya, matanya terpejam, dan tubuhnya masih berdiri tegap, setelah satu helaan nafas, ia kembali membuka matanya.

Sebelum kembali ke Aula Qinghua ia bergumam, "sudah 12.000 tahun, sekarang adalah saatnya untukmu kembali... Xuli. Jangan mengecewakanku lagi kali ini"

Xuanyi terkunci di Aula bunga awan setelah beberapa hari di bawa paksa oleh Xiyuan, tidak ada jalan lain, ia harus berpikir dengan tenang di sini. Ia telah mengembangkan kekuatannya selama itu, seharusnya tidak lama lagi ia sudah bisa keluar dari tempat itu.

Sementara itu, Xiyuan hanya tahu Xuanyi sudah kembali, ia tidak mengingat bagaimana terakhir kali ia bisa membawa Xuanyi pulang. Saat akan menjenguknya, Luyi dan beberapa peri selalu mencegahnya.

"Guru, Xuanyi baru saja pulang, dia terlalu lelah dan berpesan ingin sendiri untuk sementara waktu. Nanti dia akan menemui guru setelah ia sudah merasa baikan" Luyi berhasil meyakinkan Xiyuan kala itu, tapi sekarang jika Xiyuan pikir lagi, apa yang di katakan Luyi sebenarnya janggal.

Xuanyi memikiki tempramen yang ceria tapi juga tidak sabaran. Jika sudah kembali, orang pertama yang akan ia temui pastilah dia, tapi kenapa sampai beberapa hari telah berlalu anak itu tidak kunjung menemuinya? Hal itu membuatnya sedikit menaruh curiga.

"ada kejadian apa sebenarnya?"

Lu Yao sementara itu memiliki masalahnya, ia pikir bisa melakukannya dengan cepat dan kembali ke gunung Wenluo dan membawa Xuanyi bersamanya, namun, karena kekuatannya belum sepenuhnya pulih ia masih harus bermeditasi beberapa lama lagi dan mengambil beberapa sisa potongan alam iblis dan membangkitkannya.

Ia melakukannya sendiri, di dalam Goa kecil di Gunung Jiuge dan di awasi oleh Zhiming dan beberapa prajurit lainnya. Sudah beberaa tahun telah berlalu semenjak ia meninggalakan Xuanyi bersama Luyi, tapi ia bebar-benar belum mendapat kabar apapun darinya.

Ia tidak boleh terlalu memikirkannya, meditasi akan terganggu dan ia harus mengulangnya dari awal. Mata yang tertutup itu mulai terlihat tidak tenang lagi, jidatnya telah basah oleh keringat dingin.

Saat membuka matanya ia kembali memuntahkan seteguk darah segar.

"aku tidak boleh kalah dengan ini. Xuanxuan, tunggu aku"

Latihan ini adalah bagian terakhir untuk menyatukan kekuatan Phoenix, jika gagal maka mereka tidak memiliki harapan lagi. Sebisa mungkin Lu Yao terus memusatkan pikirannya, dan bermeditasi dengan tenang.

Hari ke sepuluh, pintu di kamar Xuanyi tiba-tiba terbuka, ia berharap itu adalah seorang penolong, tapi sayangnya yang datang adalah orang yang tak ia sangka-sangka.

jubah kebesaran berwarna putih dan merah, ada mahkota besar di kepalanya serta senyuman kecil menghiasi wajah tampannya.

saat melangkah masuk ke dalam kamar Xuanyi ada aura dewa yang mengintimidasi di ruangan itu.

"Luyang Ziyang?"

1
Ramzz MEOWNYALA
Kembali ke kahyangan mau ngapain tu🗿🗿🗿
Ramzz MEOWNYALA: Astaghfirullah,,, positif thinking aja🗿
total 2 replies
calliga
Lanjut thor, semangat!
calliga
Semangat berkarya!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!