Indonesia
NovelToon NovelToon
I Love You Professor Handsome

I Love You Professor Handsome

Status: tamat
Genre:Romantis / Dosen / Tamat
Popularitas:18.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: desih nurani

Zainna Keisha Nugraha, seorang Mahasiswi kampus ternama di Jakarta harus menerima pernikahannya dengan seorang Profesor yang merupakan salah satu dosennya yang berstatus sebagai duda beranak satu. Inna menerima pernikahan ini karena sudah terlanjur sayang pada Putri kecil yang sangat manis dengan nasib yang sama dengannya yaitu ditinggalkan oleh ibu kandungnya. Namun Inna juga harus menelan pahit bahwa suaminya masih sangat mencintai istri pertamanya dan sangat sulit untuk Inna dapat menggantikannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon desih nurani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tiga Puluh Tiga

Seorang gadis cantik melangkahkan kakinya menuju sebuah perusahaan yang begitu besar. Ia sangat gugup sambil melihat gedung bertuliskan Willson Crop. Gadis itu menghela napas panjang, untuk mengumpulkan segenap keberanian. Lalu dengan yakin ia masuk ke dalam sana. Gadis itu tak lain adalah Dita. Ia berniat untuk bertanggung jawab atas kejadian kemarin.

"Maaf Mbak, ada keperluan apa?" tanya seseorang resepsionis menatap remeh penampilan Dita. Pasalnya gadis itu hanya mengenakan kaus putih yang dipadukan dengan jeans dan rambut kucir kuda. Penampilannya sangat sederhana tapi tetap cantik.

"Saya ingin bertemu dengan pemilik perusahaan ini." Jawab Dita seraya mengetuk-ngetuk meja resepsionis.

"Maaf, apa sebelumnya Mbak sudah buat janji?" tanya resepsionis itu lagi.

"Lah, ngapain saya harus buat janji? Memangnya dia pacar saya? Sebaiknya Mbak kasih tahu dia, suruh turun sekarang." Protes Dita kesal. Ia tak suka dengan pertanyaan sang resepsionis.

"Tapi maaf Mbak, beliau sedang tidak bisa diganggu. Dan tidak sembarangan orang bisa menemui beliau."

"Ck, tolong ya Mbak, telepon aja deh sipa sih namanya. Oh iya, telepon aja yang namanya Reynaldi Zulliyan Willson. Bilang kalau saya ada di sini, ribet banget sih."

Wanita yang bekerja sebagai resepsionis itu cukup kaget karena Dita begitu berani menyebut nama CEO mereka. Karena tak membuat keributan. Ia pun langsung menelepon atasannya.

"Bukan dari tadi kek." Ketus Dita memutar bola matanya jengah. Dita kembali menegtuk-ngetuk meja menunggu jawaban sang resepsionis.

"Silakan tunggu di sana Mbak. Sebentar lagi Pak Rey akan turun." Perintah sang resepsionis sambil menunjuk ke arah sofa.

"Ok." Sahut Dita yang langsung beranjak ke sofa untuk menunggu si tuan menyebalkan. Kemudian tak lama, orang yang dimaksud pun datang menghampirinya. Dita pun langsung bangun dari duduknya.

"Ada perlu apa?" tanya Rey datar.

"Mana ponselnya? Ini uang 10 juta, saya rasa cukup kan?" Ujar Dita sambil memberikan amplop coklat pada Rey.

"Terima kasih." Rey mengambil amplop dari tangan Dita lalu beranjak pergi.

"Ehhhh... Tunggu dulu." Seru Dita menarik tangan Rey. Membuat laki-laki itu kembali ke posisi semula. Rey menatap tangan Dita yang masih bertengger di lengannya.

"Tolong lepaskan tangan saya." Perintah Rey menunjuk tangan Dita. Dengan cepat Dita menarik tangannya. Wajah Dita terlihat kesal, ia pun melayangkan tatapan permusuhan pada Rey.

"Maaf Tuan, Anda seorang pemimpin bukan?" tanya Dita sambil mengacak pinggang. Rey terlihat santai sambil melihat ke arah lain.

"Ya,"jawab Rey santai.

"Seharusnya Anda tahu dong, yang namanya tanggung jawab. Tadi saya sudah kasih uangnya, seharusnya Anda kembalikan ponsel saya, Tuan. Jangan mentang mentang situ orang kaya dan berpengaruh, situ bisa menindas orang bawah." Ujar Dita mendengus kesal.

Rey yang mendengar ucapan Dita langsung tertawa.

"Kenapa tertawa? Tidak ada yang lucu." Dita yang merasa di tertawakan pun semakin kesal.

"Wajah kamu lucu saat marah. Tadi itu saya cuma bercanda. Ikut saya, ponsel kamu ada di ruangan saya. Sorry, tadi saya cuma mau ngerjain kamu." Kata Rey sambil tertawa renyah. Lalu ia pun begegas menunju ruangannya. Dengan sangat kesal, Dita mengikuti langkah Rey di belakang.

"Ini ponsel kamu." Rey memberikan ponsel pada Dita. Dengan semangat Dita hendak mengambil ponselnya, tetapi Rey kembali menariknya. Sontak Dita pun melotot karena kesal.

"Please. Jangan buat saya marah, Tuan Rey." Kesal Dita dengan wajah memerah karena tersulut emosi.

"Memang cewek cantik seperti kamu bisa marah?" tanya Rey menyilangkan kedua tangannya.

Dita tersenyum devil, lalu bergerak mendekati Rey. Menghapus jarak antara mereka. Melihat hal itu Rey mendadak ngeri. Rey sedikit mundur saat tangan Dita menyentuh dadanya dan...

Hap! Kini ponsel itu sudah berpindah tangan. Dita pun tertawa penuh kemenangan. Ternyata sangat mudah mengelabui lelaki itu.

"Mudah banget sih ditipu. Semua laki-laki sama aja, dirayu dikit langsung meleleh. Woee...." Dita menjulurkan lidahnya sebelum pergi meninggalkan ruangan Rey.

"Menarik." ucap Rey tersenyum sambil menatap kepergian Dita.

***

"Mas, ini bagus gak?" tanya Inna saat memilih baju untuk Elya. Saat ini mereka sedang jalan-jalan dipinggiran pantai dan kebetulan Inna melihat penjual pakaian. Jadi ia memutuskan untuk mampir.

"Bagus." Jawab Samuel tanpa melihat benda yang istrinya tunjukkan. Ia masih fokus dengan ponselnya. Inna yang melihat itu pun sangat kesal. Dan meletakkan kembali baju tadi ke tempat semula.

"Mas ikhlas nggak sih ngajak Inna ke sini? Kalau gini caranya lebih baik Inna duduk di kamar." Kesal Inna yang langsung meninggalkan Samuel. Samuel sangat terkejut, lalu mengejar Inna yang kini berjalan dengan cepat.

"Sayang." Panggil Samuel menarik tangan Inna.

"Ck, lepasin Mas. Inna mau jalan-jalan sendiri aja. Buat apa jalan bareng suami yang asik sendiri. Kayak jalan sama patung tahu gak?" Inna menatap Samuel jutek. Namun, Samuel malah tertawa. Inna yang melihat itu langsung mengerucutkan bibirnya.

"Kamu sangat cantik saat sedang marajuk seperti ini, Sayang. Jadi pengen cium." ucap Samuel.

"Tidak usah merayu." Inna kembali berjalan meninggalkan Samuel. Dan lagi-lagi Samuel menahannya.

"Mas minta maaf, Sayang. Ya sudah, sekarang kita mau kemana?" tanya Samuel menggenggam tangan Inna. Inna menatap Samuel serius, lalu tersenyum seperti biasa.

"Ke sana." Tunjuk Inna menunjuk bibir pantai yang dipenuhi oleh pengunjung.

"Ayok." Ajak Samuel membawa Inna ke sana. Mereka terlihat serasi dengan pakaian couple. Tadi pagi Inna sengaja membeli pakaian couple an yang terlihat lucu. Jadi mau tidak mau, Samuel harus memakainya. Jika tidak, istrinya itu akan merajuk. Samuel sudah menemukan sifat baru istrinya, yaitu suka merajuk. Dan Samuel menyukai itu, karena Inna terlihat menggemaskan saat sedang marah atau merajuk.

"Mas ambilin foto Inna ya?" Pinta Inna sambil berpose dipinggir pantai. Lalu Samuel menurutinya, mengambil beberapa foto istrinya. Samuel tersenyum saat melihat hasil jepretannya, dan semuanya terlihat bagus. Benar kata orang, kalau orang cantik mah mau berpose gimana pun tetap aja cantik.

"Mas kita kesana ya?" Pinta Inna lagi seraya berlari kearah pantai. Ia membiarkan air laut menyentuh kakinya. Entah sejak kapan sendal miliknya sudah berpindah ke tangan. Samuel tersenyum saat melihat Inna terus berlari layaknya anak kecil. Rambut panjang gadisnya itu terus melambai karena tertiup angin. Seakan memanggil Samuel untuk medekat.

Inna terlihat bahagia, dan mulai menjatuhkan dirinya ke dalam air laut. Samuel tak ingin menyia-nyiakan momen bahagia itu, ia mengambil beberapa gambar istrinya. Dan hampir semua jepretan memperlihatkan kebahagian yang terpancar di wajah Inna. Samuel terhanyut oleh pesona istrinya, sampai tak menyadari jika Inna menghampiri dan langsung memeluknya. Samuel terhenyak karena pakainnya ikut basah karena ulah sang istri.

"Basah, Sayang." Protes Samuel.

"Biarin, woeeee...." Inna menujulurkan lidahnya sebelum berlari semakin jauh ke arah laut.

Samuel mulai geram, lalu mengejar istrinya. Karena belum siap, Inna langsung tertangkap. Lalu keduanya terjatuh di dalam air. Inna tertawa riang sambil sesekali memukul dada bidang suaminya. Tak mau kalah, Samuel menggelitik perut istrinya.

"Ampun mas... geli. Janji gak akan ulang lagi." Inna terus memohon karena tak bisa menahan rasa geli. Karena merasa kasihan, Samuel berhenti menggelitiknya. Keduanya terdiam sejenak dan saling memandang. Perlahan wajah mereka saling mendekat. Lalu kedua bibir mereka pun kembali menyatu. Inna mencengkram erat baju Samuel, dan mereka terus berciuman seakan menuntut satu sama lain. Karena merasa terganggu dengan tatapan orang lain, Samuel menggendong Inna dan membawanya kembali ke resort. Mungkin mereka akan mengulangi adegan malam tadi.

Tanpa mereka sadari, sejak tadi seorang wanita ada di dekat sana dan terus memperhatikan mereka. Wanita itu tersenyum licik setelah kepergian Samuel dan Inna. "Berbahagialah kalian untuk saat ini. Karena permainan kita baru akan dimulai." Kata wanita itu menyeringai. Lalu beranjak pergi meninggalkan tempat indah itu dengan beribu muslihat.

Sore hari, Inna dan Samuel kembali berjalan-jalan mengelilingi kota Denpasar, Inna membeli beberapa oleh-oleh untuk Elya dan keluarganya yang lain. Hari ini Inna benar-benar bahagia. Karena seharian penuh terus berdekatan dengan suaminya. Bahkan sejak tadi Samuel terus menggengam tangannya begitu posesif.

Inna terus melihat ke sana ke mari, begitu banyak orang berlalu lalang di sana. Hingga pandangannya pun berhenti pada seorang wanita yang tengah berdiri di seberang jalan. Ya, Inna sangat mengenali orang itu.

"Mama." Teriak Inna yang langsung melepaskan tangan Samuel. Ia berlari untuk mengejar wanita yang sangat mirip dengan Ibunya. Hingga ia tak menyadari jika dirinya sudah berada di tengah jalan. Dari arah berlawanan, sebuah motor dengan kecepatan penuh mulai mendekatinya. Seakan menargetkan Inna dan tak berniat untuk berbelok.

"Inna Awas...." teriak Samuel berlari mengejar istrinya dan.... Bruk! Kejadian naas itu pun terjadi.

1
Sulati Cus
👍🏻
Susanti Susanti
Luar biasa
Yanthi Chahya Yustikarini
sambil nungu yg aku k sini soal nya baru baca d sini
Hera sasuwe
Luar biasa
G Use
Kalau saya jadi Jidan akan saya pukul Sam sampai mati...biar arwahnya sadar...cerita bego,seorang Profesor begitu bodoh sama cinta...orang terpelajar...malah saya salut sama orang bodoh yang nggak tau baca tulis tapi menghargai cinta...yang tolol siapa sih...pembaca atau othornya wkwkwkwkkkk
Shifa Burhan: betul kalau jadi jidan kita semua akan melakukan itu

tapi coba bayangkan kita diposisi didi punya pacaran kayak jidan yang selalu perhatian pada wanita lain, istri orang lagi, dia dia sok jadi pahlawan yang ingin merebut istri orang itu

coba bayangkan kalian punya pacaran tapi masih cinta, perhatian, bahkan mau merebut istri orang itu

renungkan lah
total 1 replies
Ijah Ijoh
Luar biasa
endah setyowati
memangnya itu papanya Samuel dimana,apakah tidak tinggal serumah dengan mamanya
Niken Hapsari
suami bodoh lepasin aja deh bentar2 minta maaf
meris dawati Sihombing
Mata kuliah kali thor mosok mata pelajaran..
Dedek Imutz
Luar biasa
falea sezi
perempuan tolol
74 Jameela
Inna jg udh jd istri tp sikap perilakunya gk bs menjaga batasan dlm berteman
74 Jameela
Bagus
74 Jameela
bagus
Furi Wijayanti Wijayanti
ada cerita rehan gak / Elya dewasa
Nina Wahab
menarik
Resnauli Simarmata
jdi perempuan ko lemah gitu ya thoor
butet sirait
wah mau nya perkataan jidan ini didengar oleh didi langsung biar kapok jg tuh jidan pea sama pea dgn sam
Shifa Burhan: komentar paling waras yang aku baca
total 1 replies
Rini Haryati
lanjut thor
ceritanya keren,bagus
dan mantap
sukses
semangat
mksh
anti pebinor pelakor
Episode 25
Ini kata Jidan pada Samuel
"Lepaskan dia kalau lo tdk bisa balas cintanya, karena gue yang akan mencintai dia, biarin dia bahagia, sudah cukup selama ini dia menderita"
Tau tidak Jidan itu kekasihnya didi dan di episode 28 dia melamar didi. Ini keistimewaan pebinor di novel2 egois, apapun kelakuannya selalu dibenarkan,

Kenapa novel harus egois dan tidak adil, pelakor dilakanat dibuat hina dan dihancurkan sedangkan pebinor begitu dipuja2, diistimewakan, dispesialkan, apapun salahnya selalu dibenarkan

Simple pertanyaan untuk author
Jika suami atau kekasihmu sangat perhatian dan membela mati matian istri orang lain, dan suami mengatakan seperti Jidan katakan pada samuel, (ini kata Jidan pada samuel "Lepaskan dia kalau lo tdk bisa balas cintanya, karena gue yang akan mencintai dia, biarin dia bahagia, sudah cukup selama ini dia menderita"). Apa kau akan bilang suamiku hebat karena perhatian dan mau merebut istri orang dan mencintai istri orang ituu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!