King Narendra Richard tumbuh menjadi cowok tampan. Ia juga menjadi idola semua cewek-cewek yang ada di sekolahnya. Bukan hanya tampan, putra dari Kenan dan Alexa itu juga pintar.
Sama dengan saudara kembarnya, Queenza Narendra Richard tumbuh menjadi gadis yang cantik. Walaupun kembar, tapi sifat keduanya jauh berbeda. Yang satu lebih kalem, dan yang satunya lagi lebih banyak aksi.
Bagaimana keseruan kisah mereka, yuk kepoin. Jangan lupa tinggalkan jejak cinta kalian untuk King dan Queenza.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon feby_mb, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rencana Monika
Suasana kantin heboh karena King duduk semeja dengan Queenza. Murid-murid cewek tidak suka melihat kedekatan King dengan Queenza.
" Apa mereka beneran pacaran"
" Nggak mungkin"
" Tapi mereka cocok"
" Iya, yang satunya tampan dan satunya lagi cantik"
Amelia melirik sahabatnya yang terlihat santai saja. Padahal cewek-cewek yang ada di kantin seperti akan menerkamnya. Sedangkan sahabatnya masih sibuk dengan ponselnya.
" Queen"
" Hhhmmm"
" Coba kamu lihat sekeliling kamu"
" Kenapa?"
Queenza menatap tajam saudara kembarnya. Sejak kapan King duduk di sana. Dan kenapa dia baru sadar kalau saudara kembar dan juga dua sahabatnya juga ikut duduk di mejanya.
" Kalian ngapain duduk di sini"
" Kami mau makan siang "
" Kan masih banyak kursi yang kosong"
" Nggak ada, kursi yang kosong cuma di sini. Coba aja liat "
Queenza melihat sekelilingnya, benar apa yang dikatakan saudara kembarnya. Kursi yang kosong cuma ada di mejanya.
" Nggak ada kursi kosong yang lain, kan?"
" Hhmmm"
" Jadi, kami boleh duduk di sini "
" Silakan "
Aaron dan Bagas tersenyum melihat ekspresi wajah Queen. Jelas banget kalau saat ini Queen kesal. Tapi mau gimana lagi, kursi yang kosong cuma di sini.
" Ayo bro pesan makanannya" kata King pada kedua sahabatnya.
" Ok bro"
Queenza dan Amelia juga memesan makanan. Walaupun masih kesal, Queen tetap memesan makanan. Karena saat ini yang paling penting mengisi perutnya.
Suasana berubah menjadi hening. Tidak ada yang memulai obrolan. Mereka semua larut dalam pikiran mereka masing-masing.
" Queen coba liat ini" kata Amelia sambil melihatkan ponselnya.
" Boyband yang terkenal itu, kan?"
" Iya, dengar-dengar mereka mau mengadakan konser di sini"
" Kamu mau nonton konsernya"
" Mau sih, tapi aku nggak mampu beli tiketnya"
" Tenang, aku punya tiketnya"
" Hah"
" Kenapa?. Katanya kamu mau nonton konser mereka "
" Iya, tapi kan.."
" Udah, nanti kita nonton konser mereka"
" Tiketnya pasti mahal Queen "
" Nggak kok, lagipula aku juga nggak ada temen untuk nonton konsernya"
Amelia tidak menyangka Queen mengajaknya nonton konser boyband terkenal asal negeri ginseng itu.
" Kamu tau, aku jauh-jauh hari sudah membeli tiketnya dua. Rencananya emang mau ngajak kamu. Eh taunya kamu juga mengidolakan mereka, jadi nggak sia-sia dong aku beli tiketnya"
Iya kami yang war tiket itu.
Kata-kata itu hanya bisa King ucapkan didalam hati. Karena kalau ia ngomong langsung sama saudara kembarnya, pasti nanti ia akan di amuk sama Queen.
" Nggak sabar mau melihat mereka secara langsung " kata Queen.
Biasanya Queenza hanya bisa melihat mereka lewat televisi. Tapi lusa, ia akan melihat mereka secara langsung. Queenza berharap bisa foto bareng sama mereka.
" Kita boleh ikut nggak" tanya Bagas.
" Nggak! "
" Kenapa?. Kita juga punya tiketnya kok"
" Emang Lo mengidolakan mereka juga?"
" Nggak sih, cuma ikut-ikutan aja"
" Mana boleh kaya gitu. Yang nonton konser mereka cuma fans mereka. Dan lagi kenapa Lo punya tiket konser mereka"
" Kemarin ada yang minta aku untuk war tiket. Jadi aku dapat lebih tiketnya"
" Jual sama yang lain aja. Masih banyak yang belum kebagian tiketnya"
" Bantu jualin dong"
" Nanti gue bantu jual"
Queenza baru tau kalau Bagas dapat dua tiket lagi. Padahal kemarin kan susah dapatnya. Apa dia beli lewat calo. Kalau ia, kan harganya mahal.
Pelayan pun datang membawa pesanan Queenza dan yang lainnya. Pelayan meletakkan makanan itu di atas meja. Serius itu dia pamit undur diri.
" Tumben nasi gorengnya nggak dikasih kerupuk " kata Queen.
" Mungkin mbak nya lupa "
" Mungkin "
Queenza mengambil kerupuk yang ada di tempat toples kerupuk. Ia nggak bisa makan nasi goreng tanpa kerupuk. Kalau nggak pake kerupuk, berasa ada yang kurang.
Mereka mulai menyantap makanan yang ada di depan mereka masing-masing. Tidak ada yang bersuara, mereka menikmati makan mereka dengan hikmat.
...***...
Monika melihat mobil mamanya terparkir di depan rumah. Berarti mama sedang ada di rumah. Tapi tumben mamanya jam segini ada di rumah.
" Kamu udah pulang Mon"
" Udah Ma"
" Tumben jam segini udah pulang?. Kamu nggak cabut, kan?"
" Ya nggak lha Ma"
" Terus kenapa jam segini udah pulang"
" Tadi gurunya ada acara, jadi semua murid dipulangkan"
Monika tidak mungkin mengatakan kalau ia sedang di kors. Bisa-bisanya ia dimarahi sama mamanya.
" Ya sudah, cepat ganti bajunya. Nanti mama mau ngomong sesuatu yang penting sama kamu"
" Iya Ma"
Monika pergi ke kamarnya. Ia tidak tau mamanya mau ngomong apa, semoga saja mamanya tidak tau kalau ia di skors.
Sampai di kamarnya Monika langsung membaringkan tubuhnya di atas kasur empuk miliknya. Ia menatap langit-langit kamarnya. Tiba-tiba ia teringat sesuatu, Monika mengambil ponselnya. Kemudian ia menghubungi seseorang.
Hallo ini siapa.
Hallo om saya Monika.
Monika mana ya?.
Putrinya Sanjaya, Om.
Oh Monika, ada apa Mon.
Om bisa bantu aku nggak.
Bantu apa Mon.
Pecat tukang sapu om yang bernama pak Dirman.
Kenapa?. Dia sangat rajin.
Aku nggak mau tau Om, om harus pecat dia. Kalau nggak, aku akan bilang sama papa kalau om nggak tidak mau bantu aku.
Baiklah, om akan pecat dia.
Makasih om.
Satu masalah sudah selesai. Sekarang ia akan memberikan surprise untuk Queenza. Monika mencari nomor seseorang.
Hallo.
Saya punya pekerjaan untuk kalian.
Kerjaan apa.
Culik anak cewek yang ada di foto itu.
Monika mengirimkan foto Queenza pada orang itu. Foto yang ia ambil diam-diam.
Kapan kami harus menculiknya.
Siang ini. Kalau berhasil saya akan bayar dua kali lipat.
Baiklah, nanti siang kami akan bergerak.
Ok, saya tunggu kabar baiknya.
Selesai menelpon orang itu, Monika mengganti pakaiannya. Ia akan menemui mamanya.
Selesai mengganti pakaiannya, Monika keluar dari kamarnya. Ia pergi ke ruang keluarga untuk mengobrol dengan mamanya.
" Ma"
" Kamu sudah ganti pakaian"
" Hhmmm"
" Baca brosur ini"
Monika membaca brosur yang diberikan mamanya.
" Lomba Piano?"
" Iya. Mama ingin kamu ikut lomba itu"
" Baik Ma, aku akan ikut lombanya"
" Bagus, mama pengen kamu membawa piala itu untuk mama. Jadi kamu harus latihan main piano dengan tempo cepat. Nanti mama akan bicara sama guru kamu"
Monika akan membuktikan kalau ia bisa membawa piala itu untuk mamanya. Ia yakin nggak ada orang yang bisa main piano sebaik dirinya.
" Teman-teman kamu mau ikut juga boleh"
" Mereka mana bisa main piano, Ma"
" Bukannya Velisya juga bisa main piano?"
" Dia sudah lama berhenti main piano"
" Kenapa?"
" Aku juga nggak tau Ma. Mungkin dia nggak terlalu suka main piano"
" Sayang sekali. Padahal mama liat dia cukup pintar main pianonya "
" Mau gimana lagi Ma, dia sudah tidak ingin melanjutkan kembali main piano"
" Kamu masih berteman baikkan sama Velisya "
" Masih Ma. Kenapa mama nanya gitu"
" Soalnya dia sudah jarang main ke sini"
" Dia lagi sibuk mengurus kucing-kucingnya Ma. Lagi pula di sekolah kami selalu bertemu"
" Kapan-kapan ajak lagi teman-teman kamu main ke rumah "
" Iya Ma"
Teman-temannya memang sudah jarang main ke rumahnya. Begitu juga dengannya jarang main ke rumah teman-temannya. Sekarang ini mereka ketemunya hanya di sekolah dan juga kalau pergi jalan-jalan atau pergi nongkrong.
To be continued.
Happy reading guys 🤗 🤗
pov Amelia...the best friend forever Queen 🫶🫶🫰🫰