Indonesia
NovelToon NovelToon
Sistem: Karir Mingguan

Sistem: Karir Mingguan

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Crazy Rich/Konglomerat / Fantasi
Popularitas:3.3k
Nilai: 5
Nama Author: Rachmat Rachimullah

### KARIR MINGGUAN

Reyhan hanyalah pria biasa dengan kehidupan yang stagnan. Sampai suatu malam, sebuah sistem misterius muncul dan mengubah hidupnya.

**[SISTEM KARIR MINGGUAN TELAH AKTIF.]**

Setiap minggu, Reyhan akan mendapatkan profesi yang berbeda—kurir, guru, pedagang, mekanik, programmer, hingga pekerjaan yang tak pernah ia bayangkan.

Setiap profesi memiliki misi dan batas waktu tujuh hari.

Jika berhasil, **reward luar biasa** menantinya.

Awalnya Reyhan mengira semua ini hanya keberuntungan.

Namun semakin banyak profesi yang ia jalani, semakin ia menyadari bahwa semuanya saling terhubung.

**Sistem itu tidak sedang memberinya pekerjaan.**

Sistem sedang mempersiapkannya untuk menjadi seseorang yang jauh lebih besar.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rachmat Rachimullah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Modifikasi Mustahil

Hari ketujuh, hari terakhir masa tugas Reyhan sebagai mekanik. Ia datang ke bengkel dengan perasaan campur aduk antara lega karena progres misinya sudah hampir tercapai, dan sedih karena harus segera meninggalkan tempat yang mulai terasa seperti rumah kedua ini.

Belum sempat dia benar-benar menata pikirannya, sebuah mobil sport berwarna merah menyala berhenti mendadak di depan bengkel, membuat Yanto yang sedang menyapu halaman langsung berhenti dengan mulut menganga.

"Pak Slamet! Ini... mobil siapa ini?" serunya, setengah tidak percaya melihat cat merah menyala yang berkilau di bawah sinar matahari pagi.

Seorang pemuda berusia sekitar dua puluh lima tahun turun dari mobil itu, mengenakan kacamata hitam meski matahari belum terlalu terik. "Bapak yang punya bengkel ini kan? Saya butuh bantuan mendesak."

Pak Slamet menghampiri dengan sedikit gugup, jarang sekali bengkelnya kedatangan mobil seistimewa itu. "Iya, saya Slamet. Ada apa, Mas?"

"Gini, Pak. Saya lagi ikut event modifikasi mobil minggu depan, tapi mesin saya bermasalah, tenaganya drop parah pas RPM tinggi. Udah ke tiga bengkel modifikasi, katanya butuh part impor yang mahal banget dan lama datengnya."

"Wah, kalo soal modifikasi mesin performa tinggi, itu di luar spesialisasi kami, Mas. Kami biasanya cuma servis motor sama mobil harian aja."

Pemuda itu terlihat panik. "Tolong, Pak, saya udah kehabisan waktu. Event-nya tinggal seminggu lagi, kalo mesinnya nggak beres, saya bisa didiskualifikasi."

Reyhan, yang mendengar percakapan itu dari kejauhan, mendekat dengan rasa penasaran. "Boleh saya liat dulu, Mas? Siapa tau ada yang bisa dibantu."

Pemuda itu yang belakangan memperkenalkan diri sebagai Rizky, bukan Rizky murid Reyhan dulu, melainkan orang yang berbeda membuka kap mesin mobilnya, memperlihatkan modifikasi turbo yang terlihat rumit bagi mata awam Reyhan.

"Ini turbo-nya udah diganti yang lebih besar, tapi kayaknya ada masalah di aliran udaranya, Pak. ECU juga udah di-remap, tapi tetep aja brebet pas RPM tinggi."

Reyhan memeriksa dengan seksama, mengingat-ingat semua yang sudah dia pelajari sepanjang minggu ini. Ia memanggil Yanto untuk membantu memeriksa lebih detail.

"Yan, coba cek bagian intercooler-nya, kayaknya ada yang aneh di sini."

Yanto mendekat, memeriksa dengan teliti. "Ini, Mas, selangnya kayaknya ada yang bocor dikit, meskipun kecil. Tapi di RPM tinggi, kebocoran kecil ini bisa bikin tekanan boost drop drastis."

"Nah, mungkin itu masalahnya," kata Reyhan, mulai memahami meski istilah-istilah itu masih terasa asing.

Pak Slamet, yang mendengarkan sambil sesekali memberi masukan, akhirnya bicara jujur ke Rizky. "Gini, Mas. Kami bisa coba bantu perbaikan selang yang bocor itu, tapi soal setting turbo yang lebih presisi, itu emang butuh keahlian khusus yang kami sendiri kurang berpengalaman."

Rizky terlihat kecewa. "Jadi nggak bisa dibantu, Pak?"

"Bukan gitu, Mas. Kami bisa bantu perbaiki yang kami mampu, sisanya mungkin Mas perlu cari mekanik spesialis modifikasi performa tinggi."

Reyhan, yang tidak ingin melihat Rizky pergi dengan tangan kosong, mencoba mencari solusi lain. "Mas Rizky, kalo boleh saran, mungkin selama kami perbaiki selang yang bocor ini, Mas bisa hubungi komunitas modifikasi buat rekomendasi mekanik spesialis. Siapa tau ada yang bisa dateng langsung ke sini buat bantu setting turbo-nya, sementara kami bantu bagian yang kami bisa."

Rizky terdiam sejenak, mempertimbangkan saran itu. "Boleh juga tuh, Mas. Saya coba hubungi temen-temen komunitas dulu."

Sambil menunggu Rizky menghubungi komunitasnya, Reyhan dan Yanto mulai memperbaiki selang intercooler yang bocor, bekerja dengan hati-hati mengingat kompleksitas mesin performa tinggi itu jauh berbeda dari mesin motor bebek yang biasa mereka tangani.

"Yan, ini presisinya emang beda banget ya sama motor biasa," gumam Reyhan sambil memeriksa ulang pemasangan selang barunya.

"Iya, Mas. Mesin performa tinggi tuh toleransinya kecil banget, salah dikit aja bisa bikin masalah besar."

"Untung ada kamu yang lebih paham soal ini, Yan. Kalo saya sendirian, mungkin udah panik dari tadi."

"Ya, sama-sama belajar aja kita, Mas. Saya juga baru pertama kali nangani turbo beginian."

Tidak lama kemudian, Rizky kembali dengan wajah lebih cerah. "Pak, Mas, untung ada temen komunitas yang kebetulan lagi nggak sibuk, katanya bisa dateng sejam lagi buat bantu setting turbo-nya."

"Wah, syukurlah, Mas," jawab Pak Slamet lega.

Sejam kemudian, seorang mekanik spesialis dari komunitas modifikasi datang, langsung bekerja sama dengan Reyhan dan Yanto yang sudah menyelesaikan perbaikan selang bocor tadi. Kombinasi keahlian mereka ketelitian dasar dari bengkel Pak Slamet dan pengetahuan spesialis dari mekanik komunitas itu membuat proses perbaikan berjalan jauh lebih cepat dari yang dibayangkan siapa pun.

"Wah, kerjaan kalian rapi juga, meski katanya bukan spesialis modifikasi," puji mekanik spesialis itu, memeriksa hasil kerja Reyhan dan Yanto sebelum melanjutkan setting turbo.

"Makasih, Mas. Kami emang belum berpengalaman soal ginian, tapi usahain teliti aja," jawab Reyhan rendah hati.

Menjelang sore, mobil Rizky akhirnya selesai diperbaiki sepenuhnya. Ia menghidupkan mesinnya, menginjak gas beberapa kali untuk memastikan tenaganya sudah kembali normal.

"Gila, ini beda banget, Pak! Tenaganya udah balik kayak seharusnya," serunya girang.

"Alhamdulillah, Mas. Untung ada bantuan dari temen komunitas juga," jawab Pak Slamet.

Rizky membayar biaya perbaikan dengan senang hati, bahkan memberi tip tambahan untuk Reyhan dan Yanto. "Makasih banyak, Pak, Mas berdua. Kalo bukan karena ide kolaborasi ini, mungkin saya udah gagal ikut event minggu depan."

Setelah Rizky dan mekanik komunitas itu pergi, Pak Slamet menepuk pundak Reyhan dengan bangga. "Ide kamu tadi bagus banget, Mas. Kolaborasi kayak gitu bikin masalah yang tadinya keliatan mustahil jadi kelar."

"Alhamdulillah, Pak. Untung kepikiran aja buat cari bantuan tambahan, daripada maksain sendiri."

Yanto, yang menghitung hasil hari itu, menimpali dengan nada kagum. "Mas ini emang selalu punya solusi kreatif ya, dari soal pola kerusakan bengkel resmi sampe ide kolaborasi kayak tadi."

"Ah, biasa aja, Yan. Cuma nyoba mikir dari sudut pandang beda aja."

Reyhan membuka layar holografik sistem sebentar sebelum benar-benar menutup hari terakhirnya di bengkel, memastikan tidak ada orang di sekitarnya.

> [Progres Misi: 9/10 perbaikan dengan kepuasan tinggi.]

> [Sisa waktu: 8 jam.]

Ia menutup layar itu dengan senyum puas, menyadari hanya butuh satu perbaikan lagi untuk mencapai target penuh di hari terakhir yang penuh kejutan ini sebuah penutup yang pas untuk minggu yang dimulai dengan keraguan besar tapi berakhir dengan pencapaian yang jauh melampaui ekspektasinya sendiri.

Belum sempat Reyhan benar-benar bernapas lega, seorang pelanggan lain datang tergesa-gesa, membawa motor matic yang tiba-tiba mogok di tengah jalan.

"Pak, tolong, motor saya mendadak mati total, padahal tadi baik-baik aja pas berangkat dari rumah," kata bapak itu, terlihat panik karena harus segera menjemput anaknya dari sekolah.

Pak Slamet memeriksa sebentar, mencoba menyalakan motor itu beberapa kali tanpa hasil. "Coba dicek dulu, Mas Reyhan, sepertinya ini kelistrikan."

Reyhan memeriksa dengan teliti, mengecek sekring dan sambungan kabel satu per satu seperti yang sudah dia pelajari sepanjang minggu ini, tidak mau terburu-buru meski bapak itu terlihat sangat panik menunggu. Setelah beberapa menit, dia menemukan sebuah kabel yang kendor di area aki.

"Ketemu, Pak! Ini kabel positifnya kendor, mungkin gara-gara getaran jalan jadi lepas dikit-dikit, kebetulan posisinya emang agak riskan."

Ia mengencangkan sambungan itu dengan hati-hati, memastikan tidak ada lagi kabel yang kendor di sekitarnya, lalu mencoba menyalakan motor kembali. Mesin langsung menyala dengan lancar, membuat bapak pemilik motor itu menghela napas lega.

"Alhamdulillah, Mas! Makasih banyak, saya udah panik banget tadi, untung ketemu bengkel Bapak yang deket sini."

"Sama-sama, Pak. Untung masalahnya nggak rumit, cuma kendor doang," jawab Reyhan, ikut lega.

Bapak itu membayar biaya perbaikan sederhana itu dengan cepat, buru-buru pergi menjemput anaknya yang sudah menunggu lama di depan sekolah. Reyhan membuka layar holografik sistem sekali lagi, memeriksa progres terbarunya.

> [Progres Misi: 10/10 perbaikan dengan kepuasan tinggi.]

> [SYARAT TERPENUHI.]

"Yes!" seru Reyhan spontan, membuat Yanto yang sedang membersihkan alat menoleh heran.

"Kenapa, Mas? Tiba-tiba teriak gitu."

"Nggak apa-apa, Yan, cuma seneng aja hari ini bisa selesai dengan baik, target akhirnya tercapai juga," jawab Reyhan, buru-buru menyembunyikan ponselnya kembali ke saku.

Menjelang sore, Pak Slamet mengajak Reyhan dan Yanto duduk sebentar di depan bengkel, menikmati suasana senja sambil melepas lelah setelah hari yang penuh kejutan itu.

"Minggu ini bener-bener nggak terduga ya," kata Pak Slamet, menyeruput teh hangatnya. "Dari mobil mewah, drama sama bengkel resmi, sampe mobil modifikasi tadi. Nggak nyangka bengkel kecil kita bisa segini seru."

"Iya, Pak. Saya juga nggak nyangka bakal seru banget," jawab Reyhan, ikut menikmati suasana tenang itu.

Yanto, yang biasanya pendiam soal hal-hal personal, tiba-tiba bicara dengan nada yang lebih terbuka dari biasanya. "Jujur, Mas, awalnya saya kira mas bakal jadi beban tambahan doang di sini. Tapi ternyata saya salah, malah banyak bantu."

"Makasih, Yan. Kamu juga banyak bantu saya belajar minggu ini, tanpa kamu mungkin saya masih struggle di CVT hari pertama."

"Ah, biasa aja, Mas. Namanya juga kerja bareng."

Pak Slamet tersenyum melihat interaksi kedua anak buahnya yang sudah jauh lebih akrab dibanding hari pertama. "Kalian berdua ini kompak juga ternyata, padahal awalnya kayak anjing sama kucing."

"Bukan anjing sama kucing, Pak, cuma saya aja yang emang orangnya kritis di awal, biar nggak gampang percaya sama orang baru," bela Yanto, membuat Pak Slamet dan Reyhan tertawa bersama.

Mereka bertiga duduk dalam diam sejenak, menikmati momen kebersamaan yang terasa hangat setelah perjalanan panjang penuh drama sepanjang minggu sebuah penutup sederhana namun berkesan untuk hari terakhir Reyhan di bengkel yang sudah mengajarkannya begitu banyak hal dalam waktu singkat, mulai dari istilah-istilah teknis yang dulu terasa asing sampai keberanian menangani pelanggan-pelanggan dengan berbagai latar belakang berbeda.

1
Rizky Fadillah
tunggu katanya di awal duit cash di sompet sekitar 357rb dan ga cukup bayar kost lah ini duit di rekening ada juga 357rb jd total nya harus nya banyak dong ane ni atau aku yg salah mohon di koreksi lagi thor alur nya sebelum di upload
RR: siap salah. terimakasih sudah mengingatkan 😁
total 2 replies
Wega Luna
next update Thor
Wega Luna
ceritanya keren beda dari yg lain semoga kedepannya saat kaya jangan terlalu angkuh dan meremehkan orang serta jangan sombong , sesuaikan dengan dunia nyata saja😄
RR
bagi pembaca setia novel ini, yang menjadi peringkat pertama fans nanti. saya bakal masukan namanya jadi salah satu karakter utama pendamping MC 😁
RR
terimakasih yg sudah membaca 😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!